Haiyaa…


Bukan aku nggak mau negur, cuma karena aku…

Memang nggak bisa pastiin kalau perempuan itu bibi-ku. Soalnya aku duduk di bangku angkot bagian paling belakang, sementara dia duduk di bangku depan. Aku lihat dia sekilas coba pikir dia bibi-ku yang keberapa ya? Namanya saja aku lagi nggak tahu.

Parah.

Kamu sendiri pernah mengalami kejadian yang sama? Kamu nggak tahu kalau pemuda yang tampan dan keren itu adalah sepupu kamu sendiri?

Setelah agak lama aku baru nyadar kalau dia itu masih bibi-ku. Tepatnya dari keluarga papa. Cuma tetap aku nggak tahu namanya. Makanya pas dia noleh ke arah belakang, tepatnya ke arahku. Aku langsung pasang muka kaget. Kaget karena kok dia noleh ke belakang sih? Padahal tadi lebih baik berharap dia nggak kenal aku, takut nanti dibilang ponakan yang nggak sopan.

Dari sini aku belajar kalau hari raya keagamaan itu sangat berperan dalam mempererat ikatan keluarga. Walaupun hanya bertemu satu tahun sekali, hanya bertemu beberapa menit saja. Cukuplah untuk memperkenalkan diri: Halo saya Huang.

Tujuannya supaya nanti pas ketemu di jalan aku pura-pura nggak tahu.

p.s  : Sebenarnya ini ngedumel karena hari raya imlek hanya libur 1 hari saja. Dan itu jatuh pada hari Minggu (14 Febuari). Besoknya sudah harus kerja lagi, otomatis jatah angpao kan berkurang untuk tahun ini.

Iklan