A Thousand Miles


Making my way downtown
Walking fast
Faces pass
And I’m home bound
Staring blankly ahead
Just making my way
Making a way
Through the crowd

20081125190935 Lingkaran merah itu menangkring jelas di sebuah angka. Awalnya aku tak menyangka kalau pertunjukkan perdanaku akan dimajukan dari waktu yang telah ditentukan sama pelatihku. Aku menarik nafas dalam, sedalam ribuan pasang mata orang yang akan melihat pertunjukkan perdanaku.

Kopi di gelas kertas itu telah lama dingin, tapi masih dapat aku nikmati dan aromanya tetap ada. Aku melihat ke luar jendela dari dalam ruang latihan, hampir setengah hari aku berlatih di auditorium. Dentingan pianoku masih memiliki celah. Tanpa sengaja aku memukul keras tuts piano tanda kalau aku menyerah.

“Kenapa kau?” teriak orang di ujung pintu. “Masih belum berhasil?” tanyanya lagi.

“Aku merasa gugup dengan pertunjukkan nanti…” sambil tanganku mengangkat ke atas.

Bagaimana tidak, pertunjukkan ini menjadi salah satu alat ukur kelulusanku di bidang musik. Aku tahu kegugupanku bisa menyebabkan aku salah menekan satu tuts piano, dan itu aku dianggap tidak lulus.

“Kapan kau datang?” tanyaku sambil meninju lengannya. Sudah lama aku tidak bertemu dengan dia, sejak kejadian itu yang membuatku tidak dapat melihatnya lagi dalam bentuk fisik. Namun dia selalu datang dalam bentuk yang tidak kuduga.

“Sedari tadi, cuma aku diam saja memperhatikan kamu dari sini.” jawabnya mengambil posisi duduk di depanku sambil menekan sembarangan tuts piano.

“Bagus suaranya..”

Aku menutup piano dan membereskan barang-barangku.

“Jangan kau tutup lah. Coba lihat piano ini tampak begitu anggun dengan balutan warna hitamnya. Setiap tuts yang kau tekan dia akan mengeluarkan nada-nada yang indah. Dan nada-nada itu keluar atas dasar kehendak kamu, bukan kehendak piano ini.”

“Tapi jariku sulit untuk memberi perintah sama tuts… selalu ada celah yang tidak dapat aku tekan.”

“Betul itu, kamu mau dari flat major atau flat minor, dia tetap akan mainkan. Percayalah.”

Dia menghilang.

And I need you
And I miss you
And now I wonder….
If I could fall
Into the sky
Do you think time
Would pass me by
‘Cause you know I’d walk
A thousand miles
If I could
Just see you
Tonight

Aku memijat ringan pundakku. Merenggangkan otot-ototku yang kaku. Tinggal beberapa hari lagi…

Awalnya aku tidak tahu apa piano. Dia-lah yang memperkenalkanku dengan dunia piano. Ada nyawa yang terajut di dalamnya melalui setiap dentingan. Aku kagum dengannya, dapat melihat saat ini duduk di depanku saja membuat hatiku bergetar. Seperti saat ini, di ruangan ini hanya ada aku dan dia. Dentingan pianoku dapat dia dengar walau jarak kami telah berjauhan.

* * *

It’s always times like these
When I think of you
And I wonder
If you ever
Think of me
‘Cause everything’s so wrong
And I don’t belong
Living in your
Precious memories

“Kamu sudah siap?” tanyanya meyakinkan aku.

“Just do my best!”

“Yup, your best!”

Seketika dia menghilang perlahan dari hadapanku. Bayangan dia selalu hadir saat aku memanggil dia. Aku menyimpan selalu kenangan yang ada bersama dia dalam memori otakku. Walau aku dan dia telah dipisahkan puluhan ribu jarak, namun aku tidak ingin melupakan dia untuk pertunjukkan perdanaku malam ini.

Aku tahu dia sedang menyaksikan pertunjukkanku dari sana. Dia sedang tersenyum.

Credit Song : Vanessa Calton – A Thousand Miles

4 pemikiran pada “A Thousand Miles

  1. lagu ini mirip lagu iklan marlboro waktu awal keluar,tapi ini juga salah satu lagu favorit saya hingga kini. saya suka banget vanessa carlton. dia juga menyanyikan lagu U2 yg judulnya ‘where the streets have no name’

    keren 😉

  2. ada satu film yang menggunakan lagu ini sebagai soundtrack nya , dan itu masih berbekas dalam ingatan… hiksss

    Huang : Apa ya judul filmnya, kayaknya aku pernah nonton tapi lupa sama judulnya mbak.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s