Pengalaman Hari Pertama di Perth Kena Tilang Polisi $1600 AUD! (Bagian 1)


Kalian pernah alami gejala susah tidur atau gelisah kalau besok mau terbang? Apalagi kalau penerbangannya jam pagi dan kita harus bangun pagi buat ke bandara. Rasanya kok makin mager dan gelisah ya? Oh yess seperti itulah yang saya rasakan dalam beberapa hari ini, bahkan saya pun sempat bilang sama Yayan @OmNduut kok saya grogi ya. Ya iyalah jawabnya saya kan mau #terbangKePerth yeeaaah! :mrgreen:

Perth I’m coming…

perth02

Tidak mudah untuk bisa sampai ke Perth, butuh perjuangan dan tekad yang gigih buat bangun pagi ke bandara kejar penerbangan dari bandara SMB II Palembang ke Jakarta. Setelah itu dengan jarak terbang yang mepet sekitar 1 jam, saya harus lari-lari seperti adegan kisah percintaan yang akan ditinggal pergi sama sang kekasih dengan setting latar bandara :lol:. Berharap bisa lihat bangunan baru Terminal 3 Ultimate pun pupus. Shuttle bus dari terminal 3 ke terminal 2 penerbangan internasional di bandara SHIA sudah nangkring di depan. Oh ya ada yang “unik” dari ruang tunggu penumpang di Terminal 3 yaitu sensor pintu kaca hanya berfungsi otomatis terbuka dari luar saja, jadi kalau sudah masuk ke dalam mau keluar akan ada petugas yang akan datang mendekatkan diri ke pintu supaya sensornya terbuka. Hahahahaha…

Penerbangan ke Perth sekarang ada direct flight dari Jakarta ke Perth. Terbang dari Terminal 2 Internasional, berbeda dari yang awalnya direncanakan kalau penerbangan internasional di Terminal 3 Ultimate. Suasana terminal 2 internasional juga tidak begitu ramai dan sibuk. Untunglah petugas imigrasi tidak bertampang galak nan judes.

Jarak tempuh penerbangan Jakarta – Perth hanya 4 jam saja. Terima kasih Garuda Indonesia, sebagai maskapai terbaik nasional dan masuk dalam grup Skytrax, penerbangan kami pun berjalan lancar dan nyaman. Saya suka menu makanan di Garuda Indonesia untuk penerbangan lebih dari 2 jam kita akan mendapatkan makanan hangat. Kesampaian juga saya bisa terbang pakai maskapai Garuda Indonesia, sebelumnya saya pernah diajak mbak Yona, PR Garuda Indonesia Palembang main ke rekanan katering Garuda Indonesia Palembang.

Take your first picture!

perth08

Seperti yang pernah saya lakukan waktu pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Busan, Korea. Saya langsung ambil foto pertama di Perth Airport! Buat bukti kalau saya sudah sah ke Perth :mrgreen: Oh ya waktu tiba di Perth yakni jam 4 sore waktu setempat. Selisih waktu 1 jam dengan waktu di Indonesia Barat.

Perjalanan saya kali ini bersama 3 orang lainnya, dua dari Kompas TV ada mbak Fina dan Rustan. Satunya lagi ada Denny dari ahensi yang menyelenggarakan kompetisi Terbang Ke Perth bulan Juni 2016 lalu. Begitu melewati imigrasi Australia yang katanya menyeramkan (nanti akan diceritakan tentang imigrasi Australia), mbak Fina menuju ke counter mobil rental untuk membawa jalan-jalan selama di Perth. Pastikan kalian juga booking terlebih dahulu sewaktu di Indonesia. Ada banyak pilihan vendor rental mobil di Perth yang aman dan berada dipengawasan Perth Airport. Salah satunya, rental mobil yang dipilih dari Budget.

Mobil disewa per harinya sekitar 28 AUD ditambah pajak, bahan bakar, sewa GPS dan WIFI portable selama 4 hari hanya bayar sekitar 158 AUD. Murah! Sekilas kalau dikurs ke rupiah dan bandingkan harga rental mobil yang ada di Indonesia, rasanya sulit untuk dapat rental mobil sehari sekitar 300 ribu rupiah. Jenis mobil yang kita dapat adalah Holden Spark Blue. Mirip seperti Brio atau Agya dengan kapasitas muat 4  orang dan bagasi yang sempit sehingga membuat kita harus himpit-himpitan dengan koper dan peralatan kamera. Himpit manjah!

perth01

perth03

Menunggu kesibukkan mbak Fina dengan urusan surat menyurat di counter mobil rental, saya pun mulai mencari tourist board information untuk mengambil semua brosur informasi wisata. Gayanya saja sih ambil banyak tapi akhirnya juga tidak dibaca :mrgreen: padahal di dalam brosur informasi itu ada juga kupon diskon mulai dari tempat wisata, restoran dan promo menarik lainnya. Selain itu kalau kalian mau ganti simcard telepon disini ada pilihan Optus, Vodafone dan Telstar. Kalau dari informasi yang saya dapat dari katanya direkomendasi pilih yang Optus karena sinyal lebih kencang. Harga untuk simcard baru mulai dari 30 AUD atau sekitar 300 ribu dengan paket kuota internet 3 GB.

Setelah kunci mobil dikasih, kami pun keluar bandara menuju tempat parkiran mobil.

perth04

Rambut mbak Fina terhempas manja oleh angin Perth :)))

“Wuuuzzzzzz” pohon-pohon bergoyang kencang meninggalkan orang-orang yang mulai merapatkan jaket masing-masing.

“Anyeeeeenngggg dingin banget!”

Dalam hati saya pun teriak, “Asem aku salah kostum, dari berangkat cuma pakai kaos oblong saja!”

“Ini berapa derajad sih?”

“Tadi gue lihat sekitar 10 derajad!” saya pun masih mengigil dan berusaha jalan cepat tapi kedinginan itu sirna sudah waktu menghirup udara segar dan cerah langit Perth! Saya masih asik jepret padahal tangan sudah kerasa mati rasa. Sinting!

Tidak berapa lama berjalan ke arah parkiran mobil, kami pun menemukan mobil yang nanti bakal menemani perjalanan kami beberapa hari ke depan. Walau ada drama juga dalam pencarian mobil rentalan ini. Drama mondar mandir cari plat mobilnya tapi dengan kondisi kedinginan. Selanjutnya, segera masukan semua barang ke bagasi belakang dan buru-buru masuk ke dalam mobil buat mencari kehangatan dari seseorang *eh*

“So, where we go now?!” teriak mbak Fina. Cie, mbak Fin udah ganti bahasa aja. Hayoklah saya juga bisa dual bahasa kok, Indonesia dan Palembang hahahaha…

perth05

perth06

Jalanan sore yang bebas macet di Perth

Let’s get lost aja deh! Karena saya hanya ikutin itinerary dari yang sudah ada. Namun tampaknya cuaca Perth hari pertama kami disambut dengan hujan angin. Cuma hujan angin yang manja dan genit. Artinya, sekitar 2 menit rintik lalu berhenti. Sepuluh menit kemudian, hujan lagi. Ya, gagal deh rencana sore buat bersantai di Elizabeth Quay! Oke capcus kita ke hotel dulu di daerah Hay Street. Padahal waktu masih sekitar pukul 5.30 sore. Atur GPS dan menuju ke Hay Street.

perth07

Akomodasi penginapan yang kita dapat ada di Kings Perth Hotel, hotel ini termasuk kelas bintang 3 dengan interior klasik tapi bukan klasik seperti dalam gambaran mewah. Nanti juga akan saya ulas untuk hotelnya. Begitu masuk ke dalam hotel dengan suasana ‘klasik’, tralala… drama terjadi kembali saat check in sampai bikin antrian yang panjang. Untunglah tuan resepsionis pun sabar dan tidak marahi saya yang terus menekan bel di meja resepsionis sampai 3 kali lantaran meja resepsionis kosong hahahaha katanya cukup sekali saja ditekan, saya bisa dengar.

Baiklah, kita susun strategi lagi berhubung kondisi cuacanya enak buat nakal *eh* 😆

(bersambung ke bagian 2)

Iklan

13 pemikiran pada “Pengalaman Hari Pertama di Perth Kena Tilang Polisi $1600 AUD! (Bagian 1)

  1. bah, simcard mahal amir yak, enak di Indonesia. Perdana cuma 25rb dpt bonus data 4G sampe 10 GB ampek bosen mo browsing apa ja,,, sampe muntah muntah nonton yutub hahahaha

  2. Duh nanggung bingit aku kan lagi semangat baca. Mana sambungannya? Btw 10 derajat itu dingin banget loh sama kayak suhu di ketinggian 3.900 mdpl sewaktu daki Gunung Kinabalu. Dan itu aku udah pakai sleeping bag plus selimutan dua lapis 😁

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s