JNE Bukan Cuma Soal Kirim Paket


Entah sudah berapa sering saya menggunakan JNE. Kalau bukan karena kiriman paket belanja online ada juga kiriman paket produk review dari para sponsor dan endorser.

Apalagi saya termasuk tipe orang yang kalau sudah suka sama satu layanan biasanya dipakai terus sih. Boleh jadi yang namanya layanan pengiriman ini yang sudah masuk dalam Top of Brand yang ada di benak saya. Seperti kalian yang selalu membaca tulisan-tulisan saya :mrgreen: makasih yo.

Kali ini saya mau berbagi pengalaman kemarin waktu kirim paket menggunakan JNE sebelum lebaran. Kebetulan buyer membeli barang yang saya jual lewat marketplace. Setelah mendapat notifikasi pesanan, saya pun segera menyiapkan barang dan packing rapi. Pastinya saya tidak mau mengecewakan buyer kalau saya packing asal-asal-an. Apalagi barang yang saya kirimkan adalah barang elektronik.

Tiba saya di Kantor JNE Pusat Cabang Palembang di jalan Mayor Ruslan. Saya pun mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Suasana saat itu tidak begitu ramai. Barangkali karena memang momen menjelang lebaran orang-orang sudahmempersiapkan terlebih dahulu untuk pengiriman paket-paket. Saat giliran nomor antrian saya dipanggil, saya segera beranjak menuju meja ke counter.

“Isinyo apo ini?” tanya si petugas dengan logat bahasa lokal.

“Hape,” jawabku singkat.

“Dicek dulu ya, dibongkar lagi!” kalimat si petugas ini bagaikan petir di siang hari.

“Hah?! Kok cak itu mbak. Tempo lalu aku kirim hape di sini ndak pake dibongkar. Ini kok dibongkar.” Saat itu reaksi saya langsung kaget karena memang dari pengalaman saya kemarin waktu mengirim iPhone ke teman saya di Jambi semuanya lancar saja.

Baca juga : Kotak Kado Cerita Baik Bersama JNE

“Trus packingan aku udah dibongkar cak mano? Rusak galo lah..”

“Gek kito packing lagi pake bubble wrap. Kalau mau sih packing kayu,” tawarnya.

jne connecting happiness

Si neng mungkin dalam hati berpikir ini paket susah amat dibuka

jne connecting happiness

Ya iyalah, saya packing sampai berlapis-lapis.. tapi dibongkar lagi :((

Bagi saya cukup kaget dengan regulasi yang mewajibkan barang elektronik untuk diperiksa. Kondisinya saya baru kali ini mengalami hal seperti ini, mencoba untuk menerima alasannya pun sulit. Dia juga tidak memberikan jawaban yang pas. Akibatnya apabila kita terlebih dahulu sudah packing dari rumah mau tidak mau harus dibongkar kembali untuk memastikan keamanan barang.

Saya memahami standar keamanan dari JNE. Mereka tentu tidak mau mengambil resiko apabila dalam pengiriman barang ada hal-hal yang mencurigakan. Akhirnya, barang saya dibongkar kembali dan petugas JNE tersebut memeriksa kondisi hape second tersebut. Dia mulai mencatat detil nomor imei dan harga hape. Melihat barang saya dibongkar saat itu cuma bisa menahan rasa kentut.

Selesai barang saya dibongkar dan dicek sama satu petugas pria. Petugas itu kemudian membungkus lagi barang saya dengan bubble wrap lalu dirakban. Jujur saja saya meragukan kondisi “asal packing” tersebut akhirnya memutuskan meminta untuk packing kayu agar barang lebih aman. Walaupun akhirnya saya rugi ongkos kirim sebab buyer memang dari awal tidak ada perjanjian untuk packing kayu hanya asuransi perjalanan saja.

Saya mulai lebih calm down.

Untunglah si neng ini cantik akhirnya dia melanjutkan memberitahu kalau yang sudah biarlah berlalu. Tempo lalu kalau “lolos” dalam pengecekan saat pengiriman, kali ini sudah tidak bisa. Ya, saya anggap saat itu adalah keberuntungan atau SOP yang sedang tidak dijalankan.

Pengecekan ini bertujuan untuk kebaikan kedua belah pihak. Apalagi kalau barang elektronik dikhawatirkan baterainya bisa meledak di dalam perjalanan.

Hal manis yang saya alami adalah pernah menulis #ConnectingHappiness buat temanku: . “Thank you very much for you kindness. Now, this iPhone is belong to you. Wish be useful for you, taking dozens picture of your son, and remain connected with your husband. Please take care of well this iPhone ya.” . Momen manis itu membuat saya segera packing iPhone dengan bubble warp dan kotak. Memastikan kalau barang tersebut aman dari goncangan sebelum dikirim. Cara ini juga harus diikuti sama kalian yang punya #onlineshop agar barang yang dikirim aman ke pembeli. Setelah selesai packing, saya segera memacukan sepeda motorku ke @jne_id untuk mengirimkan paket tersebut. Sesampainya di #JNE, petugasnya menyarankan saya untuk packing lagi dengan kotak kayu dan asuransi untuk menenangkan keraguan saya. Tanpa berpikir dua kali, saya iyakan tawarannya #KirimAmanJNE sebab memang riskan mengirim barang elektronik tanpa asuransi dan kotak kayu. Syukurlah besoknya temanku memberi kabar kalau barang sudah dia terima tanpa cacat. Walaupun hati masih sayang melepaskan si iPhone tapi saya terhibur melihat foto-foto anaknya yang lucu. Rasa senang saya ternyata barang itu bermanfaat untuknya daripada saya. Kalau mengingat momen kemarin seolah #BahagiaItuSederhana ya… semoga saja bulan Ramadan ini saya bisa mendapatkan cerita baik lainnya. Oh ya di bulan Ramadan ini kalian punya cerita baik apa sih? #RamadhanBersamaJNE

A post shared by Koh Huang | Lifestyle & Travel (@deddyhuang) on

Tips bagi kalian yang ingin mengirimkan barang berupa elektronik. Kalian tidak perlu packing dulu, sebab akan dilakukan pengecekkan barang. Cukup datang ke JNE terdekat nantinya petugas JNE akan packing bubble wrap dan kalau mau lebih aman bisa packing kayu. Selain itu, kalian wajib mencantumkan alamat lengkap mulai dari nama jalan, kelurahan, patokan rumahnya, kode pos dan nomor telepon penerima.

Sambil menunggu si neng mencatat, saya pun iseng mengajaknya untuk ngobrol.

“Lebaran agek tutup dak JNE?” tanya saya.

“Buka kok. Cuma ndak gitu banyak staff yang masuk soalnyo giliran. Tapi kalau kayak agen-agen kecik kemungkinan tutup.”

Di bulan Ramadan menjelang lebaran banyak orang sudah mulai berhenti dalam proses pengiriman barang. Dugaan mengenai trafik yang menumpuk juga tidak salah. Karena kita pasti akan berpikir kalau orang-orang JNE bakal libur. Tidak salah juga karena mereka yang masuk mau meluangkan waktunya untuk melayani pelanggan.

jne connecting happiness

Blogger Gathering 2017

jne connecting happiness

JNE Bagi-Bagi Takjil

Menurut saya JNE sekarang mulai berbenah diri untuk lebih baik sebagai layanan jasa ekspedisi saat ini. JNE bukan cuma soal kirim paket, selama bulan Ramadan ini saya melihat banyak agenda acara yang dilakukan seperti Bagi-Bagi Takjil, Dekorasi dan Gerbang JNE Bertema Khusus Ramadhan, THR on The Road, Blogger Gathering, Buka Puasa Akbar dan Posko Mudik.

Khusus untuk “JNE Bagi-Bagi Takjil” ini sendiri lakukan di sekitar kantor JNE menjelang waktu berbuka puasa setiap minggu dalam kegiatan. Saya bisa tahu soalnya kemarin perhatikan timeline banyak teman-teman blogger yang mendapatkan takjil gratis dari JNE 😆

Kemudian, salah satu teman blogger yaitu Pungky diajak roadshow keliling 4 kota bersama Haykal Kamil untuk gathering mengenai trend blogger dan vlogger. Sayang sekali gathering tersebut belum masuk ke Palembang, padahal materinya sayang menarik untuk diikuti. Saya sendiri penasaran untuk datang supaya bisa upgrade ilmu 😀

JNE memang connecting happiness. Kiriman paket saya pakai JNE YES memang esok hari sampai. Saya kirim pada tanggal 22 Juni 2017, ternyata paket saya ke Lampung sampai pada tanggal 23 Juni 2017. Awalnya memang ragu karena alasan menjelang lebaran dan trafik yang numpuk. Ini salah satu hal yang saya suka dalam pelayanan dari JNE karena memang cepat dan terjamin. Harapan saya semoga saja JNE ke depannya memiliki pelayanan yang lebih baik, petugas yang lebih ramah di semua cabang, serta komitmen untuk melayani pelanggan lebih diutamakan sesuai tagline-nya “connecting happiness”.

Iklan

13 pemikiran pada “JNE Bukan Cuma Soal Kirim Paket

  1. Waktu itu saya kirim elektronik juga nggak dicek dulu. Mungkin sekarang lebih ketat kali ya, atau saya kirimnya lewat agen2 kecil JNE. Yah semoga JNE semakin lebih baik 🙏

  2. Saya pernah 2 kli ngirim paket via JNE, blum prnah sih kena pnglman sprti Anda. Soalnya paket yg sy kirim kala itu hanyalah sebuah dokumen, bkn brang elektronik.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s