5 Fakta Lensa Olympus 45mm F1.8


Sudah setahun saya menjadi pengguna Olympus EM10 Mark II. Rasanya tidak percaya saja kamera mirrorless kelas Micro Four Third (MFT) ini sudah menemani saya mengais rejeki lewat foto dan cerita. Baik itu foto perjalanan, foto produk ataupun makanan. Saat itu saya berpikir membeli kamera dapat menjadi investasi jangka panjang. Kamera layaknya pistol, sedangkan lensa seperti peluru. Lensa yang tepat dapat menghasilkan foto yang berkualitas. Benar bukan?

Olympus M. Zuiko 45mm f/1.8
Olympus M. Zuiko 45mm F1.8

Setiap saya membaca tulisan para fotografer tentang lensa apa yang harus dibeli setelah lensa kit dasar yang disertakan dengan kamera. Rata-rata mereka akan merekomendasikan untuk memiliki lensa prime. Lensa prime atau lensa fixed itu lensa yang tidak bisa di-zoom. Berhubung saya pengguna kamera MFT, maka saya pun menyisihkan receh dengan membeli lensa Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8 sebagai lensa prime favorit saya. Harganya sekitar $420 atau 5 juta rupiah.

Bagi kalian yang belum tahu mengenai Micro Four Third, secara singkat kamera ini bentuknya mirip kayak kamera digital biasa. Bedanya, lensa kameranya bisa dilepas dan ditukar dengan lensa ukuran lain yang sejenis untuk MFT.

Olympus M. Zuiko 45mm f/1.8
Lensa MFT diameter lebih kecil daripada lensa mirrorless lain.
Olympus M. Zuiko 45mm f/1.8
Bodi berbahan plastik dan ringan.

Selain itu, sistem kamera MFT mirip seperti dSLR, tapi tanpa menggunakan cermin di dalam body kamera yang berfungsi memantulkan gambar sehingga bisa dilihat di jendela bidik (viewfinder). Jadi objek langsung bisa dilihat melalui layar LCD/Electronic View Finder setelah ditangkap oleh lensa dan sensor. Keuntungannya kamera MFT ini bobotnya lebih ringan dan compact termasuk lensanya dibandingkan kamera mirrorless jenis lainnya.

Saya menulis ulasan ini sambil mengumpulkan sejumlah alasan yang membuat saya jatuh hati dengan lensa ini. Mari kita mulai beberapa alasan yang menjawab kenapa lensa Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8 teman perjalanan terbaik saya.

Baca juga : 6 Foto Wajib Saat Traveling

#1 Low Light

Kalian pasti pernah mengalami berfoto disituasi minim cahaya. Biasanya hasil gambar akan agak goyang, noise atau kurang tajam. Dengan keterbatasan cahaya tentunya sensor kamera akan bekerja untuk terus mencari cahaya lewat aperture. Keunggulan Olympus M. Zuiko 45mm ini memiliki bukaan lensa f1.8 yang akan memberikan bukaan lensa 3 stop atau delapan kali (2 x 2 x 2) lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam lubang lensa. Sederhananya, saya gambarkan bukaan lensa sebagai kran air, lalu kita buka lebih lebar maka air pun akan mengalir deras. Air di sini sebagai cahaya yang masuk lebih banyak.

Akedango | 1/10 sec. f/1.8 45mm ISO 3200
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Pulau Ternate | 3/10 sec. f/3.7 16mm ISO 3200
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Family | 1/10 sec. f/1.8 45mm ISO 3200
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Malam syahdu di Tidore | 1/8 sec. f/3.5 45mm ISO 3200

Artinya, kecepatan rana atau speed lebih cepat dan meminimalisir goyangan saat pengambilan gambar. Sedangkan untuk ISO biasanya saya sesuaikan saja dengan situasi.

Saat di Tidore kemarin, suasana Akedango berlangsung dengan kondisi semua lampu dimatikan. Hanya ada lampu minyak selama prosesi acara. Saya sangat terbantu dengan lensa Olympus M. Zuiko 45mm ini untuk mendapatkan foto dengan kualitas tajam.

#2 Bokeh-licious

Waktu itu ada salah satu peserta workshop fotografi saya yang bertanya dengan saya. “Koh, foto yang bagus itu yang belakangnya ngeblur atau ngga, sih?

Kalau kalian merasa akan membuat foto kalian tampak lebih bagus, ya why not? Tapi masa semua objek harus dibikin blur sampai kalian selfie pun belakangnya juga harus dikaburkan? :mrgreen:

Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Coffee latte 3D at Saka Bistro & Bar Bandung | 1/160 sec. f/1.8 45mm ISO 320
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Product Photography for PT Kino Indonesia (Cap Kaki Tiga)
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Nasi Goreng | Food Photography at Bingen Cafe Palembang
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Ricotta Cheese Pancake with Granolla at Calories Overload
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Dori Steam Healthy | Food Photography at Grand Zuri Hotel Palembang
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Burger @Fork Cafe

Tahukah kalian foto bokeh itu apa? Foto bokeh ini yang membuat latar belakang gambar kita lebih kabur sehingga kita bisa fokus terhadap objek. Jenis foto bokeh ini memang sangat menarik, apalagi bagi saya yang sering memotret makanan dan produk sangat terbantu dengan lensa 45mm dari Olympus ini. Lensa ini bersifat fixed jadi tidak bisa melakukan zoom tapi jangan khawatir kalau dia bisa menjadi seperti “semi tele”.

Ada cara paling gampang untuk membuat foto bokeh yaitu saat mau motret, maka posisi objek harus lebih menjauh dari background maka semakin bokeh gambar yang kita dapat.

Baca juga : 8 Tips Foto Traveling Lebih Menarik

#3 Ketajaman dan Detil yang Mengagumkan

Dalam hal ketajaman dan detil, saya sudah puas dengan Olympus M. Zuiko 45mm ini. Selain paling saya andalkan saat kondisi luar ruangan atau tempat yang memiliki cahaya yang cukup. Seperti yang saya bilang sebelumnya, karena aperture f1.8 memiliki kecepatan rana yang lebih cepat dan ISO bisa diatur lebih rendah. Akhirnya saya bisa mendapatkan detil gambar serta fokus yang memuaskan.

Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Alpukat dengan sambal dabu-dabu | 1/400 sec. f/3.5 45mm ISO 200

#4 Cocok untuk Traveling

Dalam hal membuat konten kreatif tema traveling sudah pasti butuh lensa yang bisa mendukung kerjaan. Biasanya saya bawa lensa kit 14-42mm F3.5-5.6 EZ (Electronic Zoom) dan 45mm F1.8 ini sebagai senjata saya. Terakhir, saya tinggal menyesuaikan medan lapangan kapan saya menggunakan lensa kit atau lensa prime ini. Berhubung saya belum memiliki lensa tele Olympus M. Zuiko 40-150mm, maka alternatifnya saya menggunakan lensa 45mm sebagai alternatif zoom. Keuntungan lainnya, lensa ini beratnya praktis dan mudah disimpan.

Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Biji Kopi Merah di Semendo, Lahat
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Danau Tanah Mas di Curup, Bengkulu
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Kebun Teh di Pagar Alam, Sumatera Selatan
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Twin Tower, KLCC, Kuala Lumpur

Saya tidak bisa mengatakan lebar gambar sebagai kekurangan dari lensa ini, sebab memang hasil gambar memang tidak terlalu lebar seperti lensa wide. Namun lensa ini bisa membantu kita untuk mendapatkan objek yang jaraknya cukup jauh sekitar 50 – 100m di depan kita. Doakan saja nanti saya punya rejeki untuk membeli lensa 40-150mm.

#5 Potraits

Berkat lensa ini saya sering jadi fotografer dadakan sama teman saya untuk memotret mereka secara close-up. Hasilnya kalian bisa lihat sendiri!

Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Gogo, pria asli Tidore | 1/640 sec. f/4.5 45mm ISO 200
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Jojo Budi | 1/200 sec. f/1.8 45mm ISO 100
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Emak Mbolang | 1/1600 sec. f/1.8 45mm ISO 100
Olympus M.Zuiko Digital 45mm f1.8
Gadis Tidore | 1/320 sec. f/1.8 45mm ISO 100

Layak kah dimiliki?

Menurut saya lensa Olympus M.Zuiko Digital 45mm F1.8 adalah salah satu lensa terbaik untuk kamera MFT dengan harga yang masih terjangkau. Si mungil berbobot kecil dan ringan ini sangat gampang dibawa kemana-mana karena tidak perlu banyak ruang simpan di dalam tas. Saya bisa mendapatkan hasil foto yang memuaskan sesuai keinginan dan kebutuhan klien. Selain itu, lensa serba bisa ini cocok digunakan segala kondisi termasuk minim cahaya karena terbantu oleh aperture F1.8 dan kinerja optik yang sangat baik.

Lensa Olympus M. Zuiko 45mm F1.8 ini punya sensor autofokus MSC atau “Movie Still Compatible”. Fungsinya akan sangat membantu buat kita merekam video, sebab secara otomatis dapat mengatur sendiri fokus lensa. Cocok untuk membuat footage dari jarak dekat.

Kalian juga pengguna Olympus dan punya lensa 45mm? Yuk kita sharing bareng di kolom komentar ya.

Iklan

38 thoughts on “5 Fakta Lensa Olympus 45mm F1.8

  1. Hai ko deddy, aku pake olympus juga tp yg epl7 pengen omd hehe iya aku suka banget lensa ini buat fotoin makanan n orang bagus hasil nya, cuma emang Susah nya ga lebar jd buat foto musti mundur bgt ya, mimpi bgt punya lensa yg wide n bokehnya oke hehe

  2. Lumayan jg yua harga lensanya, tapi emang msh terjangkau ketimbang yg puluhan juta hehe

    Tapi selain lensa bagus, keterampilan usernya juga dibutuhkan hihihi. Soale aku ada kamera tapi aku gak boisa motret kooohhh #melas 😛

    Ajarin dooonnkk 😀

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s