ASUS ZenBook 3 Deluxe : Apa yang Bisa Kita Lakukan Dengan Laptop Harga 25 Juta Ini?


Sebuah sapaan dari orang baru itu membahagiakan. Coba kalian bayangkan, suatu ketika berada di sebuah kedai kopi yang cukup ramai orang. Ada yang sibuk dengan gadget mereka masing-masing, ada pula yang saling berdiskusi dengan teman di depannya. Lalu, tiba-tiba ada orang yang menyapa kalian. Menanyakan kabar dan lanjut mengobrol hingga kopi hitam yang sedari dipesan sudah habis. Tak kala sambil mengobrol, kopi hitam itu ikut diseruput masuk dalam kerongkongan kalian. Bagaimana perasaan kalian?

Lalu dia bertanya, kenapa kamu bisa sekeren itu sekarang?

asus-zenbook-3-deluxe

Ketika kamu jadi sorotan banyak orang.

Dalam hati diam-diam akan merasa seperti orang terkenal, padahal kalian belum mengenal dia. Hal yang penting selanjutnya adalah bagaimana kita balik memberi kesan kepada orang yang menyapa kita tadi? Bahkan kalau bisa ingin mengenalnya lebih jauh.

Seperti itulah yang kesan yang rasakan saat menghadiri acara The Edge of Beyond minggu lalu di Jakarta.

Baca : I Attending The Edge of Beyond

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Saya bagaikan irisan timun di kuah pempek, tak dilirik apalagi disentuh. Namun, ketika saya sedang bersama ASUS ZenBook 3 Deluxe, pandangan mata orang bisa langsung berubah 180 derajat. Mungkin dalam bayangan mereka sewaktu sesi hands-on, awas pantau terus kokoh berkacamata itu, jangan-jangan nanti dia mau masukin laptop ke dalam tasnya 😆

Luar biasa! Seketika, perhatian mereka kepada saya melebihi dari yang biasanya. Ternyata seperti itu rasanya memegang laptop dengan harga 25 juta ini. Apalagi kalau memilikinya?

asus zenbook 3 deluxe

6 laptop terbaru yang dikeluarkan ASUS.

Setelah ASUS mengenalkan 6 notebook terbaru mereka di seri ZenBook dan VivoBook, saya mulai menanyakan kepada diri sendiri tentang pencarian saya beberapa waktu lalu. Sudah sejak lama saya punya keinginan memiliki notebook idaman yang mendukung hobi sekaligus kegiatan ngeblog dan fotografi. Saya ntuh ndak muluk-muluk kalau punya keinginan, punya notebook tipis canggih yang mendukung mobilitas saja sudah cukup. Sederhana toh?

Banyak teman yang sudah saya tanyakan : Kira-kira ada nggak laptop yang tipis, ringan, tapi bisa dipakai buat saya kerjain desain grafis sampai edit video?

Rata-rata mereka menggeleng kepala yang berarti belum ada notebook yang sesuai kebutuhan saya. Kecuali, mereka akan mengarahkan saya untuk ke merek tetangga sebelah yaitu buah yang digigit sedikit. Tentu frekuensi pikiran kalian sedang sama dengan saya. Tepat sekali. Hanya saja, saya belum familiar dengan sistem operasi dari laptop tersebut. Saya sendiri sudah terbiasa dengan sistem operasi Windows dengan segala kemudahan dalam periperal transfer data sekaligus menemukan aplikasi gratis.

Aktivitas traveling mengharuskan saya selalu membawa laptop ke mana saja untuk segera menyelesaikan tulisan termasuk mengedit foto. Sudah pasti ransel saya akan bertambah bobot sebab saya perlu membawa serta notebook untuk di sela waktu dapat digunakan mengetik tulisan. Kriteria notebook yang saya idamkan yang bobot ringan, bezel tipis, serta performa yang baik. Apalagi sekarang era-nya video sehingga menuntut kita untuk berkembang membuat konten video di Youtube. Saya sendiri memang belum memaksimalkan konten video oleh sebab notebook yang saya gunakan saat ini belum mendukung saya untuk mengedit video. Maklum saja notebook saya adalah kelas bawah yang lebih cocok untuk mengetik dan edit foto standar.

Terkadang saya hanya bisa menatap koleksi footage video perjalanan saya yang belum bisa saya edit. Padahal ingin sekali selangkah lebih maju namun keterbatasan alat memang membuat saya harus memanfaatkan peralatan yang dimiliki. Memang, ada harga ada rupa. Wajar dan sangat saya sadari. Hingga saya diajak langsung melihat launching enam notebook terbaru dari ASUS di Jakarta. Saat itu juga saya langsung menemukan jawaban selama ini saya cari. YES! I am badly want ASUS ZenBook 3 Deluxe for accompany my routine. Saya pun jadi berandai memiliki laptop seharga 25 juta ini.

Saya diberi tantangan hanya beberapa jam saja untuk hands-on sejenak bersama ultrabook tertipis di kelasnya, ASUS ZenBook 3 Deluxe UX490. Tantangan tersebut saya terima dan penasaran dengan kenyamanan serta ketangguhan notebook ini untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namanya hands on ya seperti sudah disayang terus ditinggalkan begitu saja 😆

Berikut hal-hal menarik yang terdapat di notebook harga 25 juta, ASUS ZenBook 3 Deluxe! Ulasan berikut merupakan hasil yang saya rasakan selama menggunakan ZenBook 3 Deluxe dalam beberapa jam saja.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Sekilas notebook ini mirip dengan pendahulunya yaitu ZenBook 3 yang pernah saya ulas sebelumnya. Bedanya dengan seri sebelumnya yakni dimensi ukuran ZenBook 3 Deluxe lebih besar namun tetap ramping. Notebook ini membawa sejumlah update dari teknologi yang dikembangkan oleh ZenBook 3, antara lain port konektor USB Type C yang lebih banyak dan tentu saja membuatnya lebih multifungsi.

Warna Royal Blue menjadi warna unggulan yang menyelimuti notebook premium ini, selain dua warna lain yaitu Rose Gold dan Quartz Grey. Padanan warna antara biru gelap serta gold di bagian lis tepiannya terlihat begitu menarik dengan diamond cut. Hal inilah yang membuat ultrabook ini agak unik dari notebook lainnya kalau bicara tentang warna.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Seluruh bodi ZenBook 3 Deluxe terbuat dari aluminium, dengan konstruksi unibody. ASUS seakan menekankan pada fakta bahwa aluminium kelas ruang bisa digunakan untuk konstruksi, yang konon 50% lebih kuat dari pada paduan aluminium standar. Tidak mau berdebat dengan itu, tapi saya masih percaya beberapa bagian sisi bodi apabila tidak digunakan hati-hati termasuk lis emasnya akan gampang tergores. Namun jangan khawatir sebab dalam paket pembeliannya, ZenBook 3 Deluxe disertakan sarung pelindung. Selain itu, engselnya pun sangat mudah dibuka dan juga terasa kompak.

Baca juga : 20 Alasan Kenapa Pilih ASUS ZenBook 3 Daripada MacBook

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Kesan mewahnya juga terlihat dari layarnya dilapisi Corning Gorilla Glass 5 agar lebih tangguh. Daya tahan Gorilla Glass ini kekuatannya dua kali lebih kuat dari kaca biasanya. Namun saat saya menggunakannya di lingkungan terang, maka harus siap menerima pantulan dan silau. Dalam ruangan di lingkungan yang redup, panel kecerahan layar tidak ada masalah. Malahan menampilkan warna yang jernih dan tajam. Akan tetapi itu bukan penghiburan. Bagi sebagian orang yang akan membayar banyak uang untuk notebook ini, pasti ingin menggunakannya dengan nyaman kapanpun dan dimanapun diinginkan.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Ada yang menarik perhatian saya yaitu logo ASUS dibagian tengah berwarna keemasan. Penyematan ini menambah kesan glamor saat kita sedang menenteng ZenBook 3 Deluxe ataupun bekerja menyelesaikan deadline di kedai kopi.

Hal yang membuat saya sangat berdecak kagum adalah dimensi ZenBook 3 Deluxe 14 inci namun kita seperti melihat notebook ukuran 13 inci serta resolusi layar Full HD. Ketipisan bezel notebook ini berkat teknologi NanoEdge yang memungkinkan pemasangan layar 14 inci ke dalam ukuran yang khas laptop 13 inci. Keren!

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Selintas saya jadi berpikir, asyik sekali membuat konten kreatif di layar lebar serta bezel notebook tipis seperti ZenBook 3 Deluxe. Notebook premium di kelasnya ini dilihat dari sudut manapun tetap nyaman sebab sudut pandang hingga 178 derajat, dan warna yang sangat tajam dan detail. Yakinlah kalau kalian benar-benar perlu melihatnya secara langsung agar dapat percaya dengan yang saya ceritakan.

Layar yang besar akan berdampak ke pengalaman visual lebih baik. Apalagi untuk kegiatan mengedit video yang tentunya membutuhkan layar lebar agar lebih detil. Selain itu, kegiatan menyortir sekaligus mengedit foto juga nyaman sebab warna yang ditampilkan lebih tajam. Artinya, urusan multimedia yang biasa menjadi kebutuhan para kreator sudah terjawab oleh ZenBook 3 Deluxe. Kumpulan footage video saya pun bisa saya rampungkan di channel Youtube.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Umumnya, notebook layar lebar memerlukan ruang lebih untuk masuk dalam ransel atau meja. Namun, ASUS berhasil mendesain ZenBook 3 Deluxe memiliki ketipisan hanya 12.9mm serta bobot 1,1kg! Serta memiliki panjang hanya 32,9cm dan lebar 21cm. Mendengar presentasi produk dari Wiewie Lie, Asus Indonesia Notebook Product Manager membuat nafas saya menggebu-gebu melihat dari arah kursi belakang.

Awalnya saya juga memiliki keraguan dengan ultrabook tipis ini apakah benar nanti bisa mendukung kegiatan saya membuat konten? Secara tipis gitu loh. Ternyata, keraguan saya dijawab oleh komposer musik terkenal yang karya-karyanya bisa kita nikmati di Youtube, yakni Eka Gustiwana.

Di puluhan pasang mata yang ada datang ke hall Pullman Hotel, Eka Gustiwana yang membuka sesi coaching on clinic mengenai cara dia mengedit musik yang akhirnya viral. Semua video yang dibuat oleh Eka Gustiwana diedit sendiri menggunakan beberapa software andalannya. Perkataan yang diucap bisa berubah menjadi nada-nada seperti lagu. Beberapa aplikasi yang ia gunakan seperti Studio One dan Melodyne. Dua aplikasi ini lumayan berat dan membutuhkan prosesor yang kencang.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Gayanya yang santai namun luwes jarinya di trackpad, saya kagum akan sosok dia sekaligus ZenBook yang dia gunakan. Hasil editing musik halus, tidak ada jeda lag sewaktu mengedit suara di ZenBook. Saya menjadi yakin kalau ZenBook 3 Deluxe ini memang notebook ideal bagi para kreator dengan mobilitas tinggi dan membutuhkan ruang kerja di mana saja.

Ternyata, rahasia yang membuat performa ZenBook 3 Deluxe menakjubkan adalah komponen prosesor di dalamnya menggunakan teknologi paling mutakhir dan berada pada kelas teratas jajaran prosesor Intel yakni Intel Kaby Lake atau Core i7-7500U. Manfaatnya akan terasa sekali, salah satunya, ketika mendukung kegiatan multitasking, proses membuka laptop lebih cepat serta menjalankan aplikasi berat seolah tidak ada kendala.

Selain itu, ASUS ikut memperbarui sistem pengolah grafisnya yang sudah terintegrasi pada prosesor. Pembaruan grafis ZenBook 3 Deluxe disematkan Intel HD 620. Hasilnya akan tampak halus sewaktu menjalankan aplikasi multimedia. Tahan nafas dulu sebelum mengetahui kebenaran lainnya tentang ZenBook 3 Deluxe. Semua performa kelas canggih ini didukung media penyimpanan berbasis NVMe SSD berukuran 512GB. Luar biasa!

Menurut hemat saya, kembali ke kebutuhan aplikasi yang akan saya gunakan apabila memiliki ZenBook 3 Deluxe. Ultrabook ini berkinerja baik dalam tugas sehari-hari dan bahkan dalam tugas yang lebih menuntut seperti dari keluarga Adobe yaitu Photoshop, Lightroom dan Premier.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Pernah mendambakan teknologi fingerprint hadir di notebook untuk keamanan notebook kita? Sekarang adalah zamannya fingerprint yang memudahkan bagi kita untuk mengakses perangkat kerja kita lewat satu sentuhan jari. Notebook merupakan hal yang privasi bagi seseorang, semua ide dan data tersimpan di dalam perangkat ini.

Fitur fingerprint sensor dihadirkan untuk menambah kenyamanan dan keamanan saat menggunakan ZenBook 3 Deluxe. Saya memang belum mencoba kecepatan notebook ini mengelai sidik jari untuk membuka notebook, sebab tidak memiliki kesempatan untuk mengutak-atik ZenBook 3 Deluxe. Namun, menurut ASUS kecepatan sensor dalam mengenali sidik jari sangatlah cepat. Jadi makin penasaran kan?

Bergeser dari fingerprint sensor, touchpad pada ZenBook 3 Deluxe lebih lega. Apalagi telah didukung fitur Smart Gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Fitur ini akan sangat membantu kita saat menggunakan notebook tanpa perlu mouse. Cukup dengan usapan jari maka pengoperasian touchpad lebih responsif dan nyaman. Misalnya waktu mau klik kiri, cukup sentuhkan satu jari pada touchpad. Untuk men-drag, gunakan satu jari kemudian geser ke arah yang diinginkan. Ada juga mode untuk melakukan zoom in/out hanya dengan mencubit touchpad menggunakan ibu jari dan telunjuk.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Ada yang bilang, tulisan yang indah itu dibentuk oleh keyboard notebook yang empuk. Makin empuk keyboard maka makin lancar si penulis menuangkan ide-ide kreatifnya. ASUS ZenBook 3 Deluxe dilengkapi dengan keyboard bawaan yang punya fitur chicklet serta memiliki tingkat kedalaman tekanan atau travel distance 1,2 mm. Untuk ukuran keyboard mobile yang sangat tipis seperti ini, fitur tersebut patut diapresiasi.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Saat saya mencoba mengetik, kesan empuk sangat saya dapatkan. Selain itu bunyi tombol tiap ketikan juga tidak terlalu kencang yang bisa membuat orang merasa terganggung apabila sedang berada dalam ruangan.

Kedalaman keyboard menjadi salah satu komponen penting yang diperhatikan agar kita betah berlama-lama menggunakannya. Bagi pebisnis atau profesional yang mobile dengan segala kegiatan mereka, sudah pasti akan bergelut dengan kegiatan mengetik. Apalagi untuk aktivitas saya menulis artikel, duduk berjam-jam untuk menghasilkan artikel menarik.

Hal menarik lain yaitu adanya backlight di bawah keyboard akan sangat membantu kita mengetik di kondisi mana pun.

Seri ZenBook 3 Deluxe ini mengalami peningkatan dari sisi port USB untuk kemudahan transfer data. Kalau di ZenBook 3 hanya ada 1 buah port konektor USB Type C yang berfungsi sebagai charging port sekaligus kirim/terima data. Sekarang, ada 3 buah port USB Type C pada ZenBook 3 Deluxe! Kondisi ini memungkinkan kita untuk mentransfer data, mengisi daya, serta display port. Selain itu ada headphone / jack mic dan beberapa LED status yang ditempatkan pada samping ke arah belakang.

ASUS ZenBook 3 Deluxe ASUS ZenBook 3 Deluxe

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Salah satu port memiliki fitur Thunderbolt 3 yang berfungsi mampu mengirim data hingga 40 Gbps atau 8 kali lebih cepat dari USB 3.0. Di sisi lain, Thunderbolt 3 ini ternyata dapat meningkatkan produktifitas grafis. Satunya lagi USB Type C gen 2, dimana kecepatan teoritisnya adalah 10 Gbps atau 20 kali lebih cepat dari USB 2.0.

ZenBook 3 Deluxe seolah menjadi teman siap sedia menemani saya kapan pun membutuhkan koneksi internet. Notebook ringan sekaligus tipis ini sudah pakai konektivitas jaringan Wi-Fi berjenis 802.11ac, yang punya kecepatan sampai 6 kali lebih tinggi dibanding jenis 802.11n yang biasa dipakai di kebanyakan notebook lainnya. Kita pun menggunakannya tanpa perlu khawatir kesulitan terhubung dengan internet. Kerjaan saya untuk mengirim data atau mengupdate konten di blog juga lancar. Juga dilengkapi dengan Bluetooth 4.1 yang makin menambah kemudahan bagi saya apabila ingin memindahkan data dari smartphone ke notebook dan kebalikannya.

ASUS turut menyertakan dongle port khusus diberikan secara gratis terdiri dari HDMI, USB 3.0 Type A dan juga port USB Type C. Sehingga kita tidak perlu khawatir apabila ingin menggunakan jenis port lainnya. Hal seperti ini yang saya suka dari notebook dengan sistem operasi Windows 10, sebab masih tergolong gampang mencari periperalnya.

Kebetulan malam itu saya meminjam ZenBook 3 Deluxe ke dalam kamar, lalu iseng membuka streaming Youtube sampai volume maksimal.

“Ajib banget ya! Jernih suaranya,” seruku sama Karuna.

“Ya iyalah, keterlaluan kalau harga laptop 25 juta nggak didukung sama audio bagus,” timpalnya.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Tentu tidak ada yang meragukan kualitas audio asal Amerika Harman/Kardon. Terdapat empat buah speaker pada ZenBook 3 Deluxe, masing-masing dua buah diatas sisanya dibawah berdekatan dengan palmrest. Setiap speaker punya tugas masing-masing. Yang atas berfungsi untuk bass dan frekuensi sedang. Sedangkan dua lainnya untuk frekuensi sedang sampai tinggi. Speaker bawah ini punya 5 magnet supaya suara lebih keras.

Barangkali sebagian kita memiliki kebiasaan menggunakan notebook hampir sepanjang waktu, jadi bisa saja menggunakannya di atas kasur, sofa, di atas tas saat sedang menunggu pesawat atau tempat-tempat lainnya selain meja. ZenBook 3 Deluxe ini memang diciptakan bagi kalian yang masuk dalam target profil agresif seperti itu. Awalnya saya menduga kalau notebook ini akan terasa cepat panas saat di letakkan pada bidang kurang rata. ASUS memberikan kipas di ZenBook 3 Deluxe sangat tipis yakni 3 mm, berdasarkan technical meeting minggu kemarin. Meskipun kecil dan tidak membuat suhu notebook meningkat panas, tingkat kebisingan dari notebook ini sangat halus sewaktu saya gunakan di dalam kamar hotel. Perlu diingat, kinerja kipas ini akan bertambah seiring intensitas kinerja yang kita gunakan.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Bagi pengguna yang mobilitasnya tinggi, pastinya dukungan notebook dengan ketahanan baterai tinggi layak dilirik. Kita tidak perlu sibuk mencari sumber listrik untuk tetap dapat bekerja di depan layar. Ketahanan baterai ZenBook 3 Deluxe ini dapat bertahan sepanjang hari hingga 9 jam. Keunggulan lain sudah ada fitur fast-charging sehingga kita dapat mengisi daya lebih cepat, misalnya waktu 49 menit saja bisa terisi daya hingga 60%!

Namun semuanya saya kembalikan ke perilaku pengguna, bisa saja tiap orang yang mengetesnya akan berbeda, bisa lebih cepat atau lebih lama. Saat saya mencoba mengatur posisi Sleep malam hari sudah terisi baterai sekitar 44%, lalu besoknya dipakai kembali hanya berkurang 1%.

ASUS ZenBook 3 Deluxe

Banyak orang yang bilang kalau menghasilkan konten itu tidak melulu persoalan alat. Kalau tidak memiliki alat bagaimana bisa dibuat? Jawaban klise yang sering kita dengar adalah manfaatkan apa yang sudah dimiliki saat ini. Tapi tidak ada salahnya bukan kalau mendambakan perangkat kerja baru dan canggih seperti ASUS ZenBook 3 Deluxe?

Walau saya hanya punya kesempatan hands-on beberapa jam, ternyata notebook premium ini memang menambah rasa percaya diri, gengsi serta menjawab kebutuhan saya memiliki sebuah notebook berkinerja dan mewah.

What I Love :

  • Terlihat menakjubkan, meski aksen emas mungkin tidak menarik bagi semua orang
  • Tiap detail dibuat dengan sangat baik termasuk komponen di dalamnya.
  • Tipis, ringan dan kompak untuk notebook 14 inci
  • Keyboard dan trackpad bagus
  • Spesifikasi dan konektivitas kelas atas
  • Speaker yang cukup bagus kolaborasi bersama Harman/Kardon

What I do not :

  • Kondisi luar ruangan layar agak redup dan tampak glossy
  • Rentan warna lis terkelupas
  • Harga lumayan mahal

Tagline “Less is The New Luxury” memang pantas disematkan pada ZenBook 3 Deluxe. Notebook premium ini tidak memiliki sudut tajam serta tepian (edge), dan bahkan panel belakang menempel dengan sempurna ke bingkai utama. Setiap desain yang detail tergambar dengan tegas pada seri ZenBook ini. Guratan halus khas Zen Design terpancar dari jauh, apalagi ada sebuah logo ASUS dengan warna emas yang unik serta keyboard backlight dengan warna yang lembut.

Specification

ZenBook 3 Deluxe UX490

CPU Intel® Core™ i7 7500U (2.7GHz with Turbo Boost up to 3.5GHz, 4MB cache)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB DDR3L 2133MHz SDRAM
Storage 512GB PCIe *4 M.2 SSD
Display 14” LED-backlit Full HD (1920 by 1080), 60Hz refresh rate, wide 100% sRGB color gamut, 178° wide-view technology, Corning® Gorilla® Glass 5 cover, 1000:1 TV-grade contrast ratio, ASUS Eye Care technology for up to 30% blue-light reduction, 7.46mm-thin bezel with 84% screen-to-body ratio
Graphics Intel® HD Graphics 620
Input/Output 1x combo audio jack, 1x USB 3.1 Type-C port, Fingerprint Reader, Backlit keyboard with 1.2mm Keyboard Travel Distance, Glass Touchpad
Camera VGA Web Camera
Connectivity Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio

Quad-speaker ASUS SonicMaster Premium stereo audio system with surround-sound effects, Harman Kardon-certified, Smart amplifier for maximum audio performance, Array microphone with Cortana voice-recognition support, 3.5mm headphone jack

Battery

Up to 9 hours battery life, 46Wh 4-cell lithium-polymer battery, Fast-charging technology: 60% in 49 mins, 65W USB-C™ power adapter

Dimension 329 x 210 x 12.9 mm with Aerospace-grade aluminum alloy 6013
Weight 1,1Kg with Battery
Accessories FREE Sleeve Bag & Dongle (type C to type A/type C/HDMI) senilai Rp 1.500.000
Warranty 2 tahun garansi global senilai Rp1.250.000
Price Rp 25.299.000,-

Zenbook 3 Deluxe jelas bukan notebook untuk semua orang, namun kalangan tertentu yang mendambakan sebuah perangkat kerja yang less weight, less thickness, less bezel, more powerful and more flexible. Sebagai notebook yang kompak dengan hardware yang cepat dan konektivitas canggih, secara teori bisa menjadi pilihan bagi para profesional ataupun kreator yang mencari performa saat dalam perjalanan. Termasuk saya di dalamnya.

ZenBook 3 Deluxe ini tidak hanya baik dalam performa namun juga menarik perhatian orang-orang yang hanya mencari ultrabook yang dapat meningkatkan gengsi sekaligus daya tarik untuk tetap aktivitas sehari-hari dengan lancar. Tapi apakah ada yang mau membayar harga tinggi agar bisa mendapatkan pengalaman menunjang keseharian, dengan tambahan bonus estetika desain premium? Tentu saja akan ada golongan tersebut.

Saya Deddy Huang. Blogger. Saya merekomendasikan ASUS ZenBook 3 Deluxe sebagai notebook dengan performa baik dan ringan yang cocok bagi traveller. #kode #colekdikit #ngertilahmaksudnyagimana #TheEdgeofBeyond #LessIsTheNewLuxury 😆 :mrgreen:

Iklan

71 pemikiran pada “ASUS ZenBook 3 Deluxe : Apa yang Bisa Kita Lakukan Dengan Laptop Harga 25 Juta Ini?

  1. harganya waw tapi sesuai spesifikasih yg di dapat juga waw. baru ini saya tau ada laptop yg memiliki fitur fingerprint, kalo main game kurangg grafik card nih kalo dilengkapi pastii sekelas rog. smoga blog ku dilirik asus jg hehe main2 kebllog aku bang

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s