Kemudahan Hidup di Era Digital (Lomba Blog #LiveDigital Home Credit)


“Malam ini kita makan di warung nasi padang ya,” seru mama seketika. Saya hanya dua bersaudara. Tak ada secuil firasat tentang ajakan mama untuk makan di warung nasi serba 10 ribu saat itu. Dalam benak saya, barangkali mama sedang ngidam makan kuah kari atau daging rendang yang enak di warung tersebut. Ekspektasi tak selalu sesuai dengan harapan, mama hanya memesan satu daging dan dua telor yang menjadi lauk kami makan malam bertiga.

Tak banyak pertanyaan, hanya menikmati kebersamaan makan malam kami saat itu. Sesekali mama membagikan suiran daging rendang ke piring kami. “Makanlah,” ujarnya singkat. Saya melirik sekilas lalu melanjutkan kembali menghabiskan makanan.

Saat itu saya masih kuliah sambil bekerja sebagai tenaga pengajar honorer gaji tidak tetap. Kakak saya bekerja di pasar sebagai karyawan suatu toko manisan. Sejak papa meninggal 22 tahun lalu, mama menghidupi keluarga kami dengan menjadi sales peralatan rumah tangga. Dulu, Kota Palembang belum sepesat seperti sekarang. Saya diajak ikut menemani mama berkeliling jualannya dari rumah ke rumah, sesekali ada pameran di mall. Sehabis pulang sekolah, saya diajak mama ke mall bukan untuk berbelanja melainkan menunggu dia menjaga stand pameran hingga selesai.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Dalam benak anak usia 7 tahun apa yang dipikirkan saat itu? Seperti anak ayam kehilangan induknya. Dulu saya pernah hampir menjadi anak hilang sewaktu di pasar. Menangis di tengah keramaian, syukurlah takdir masih mempertemukan saya kembali dengan mama. Kenakalan masa kanak-kanak yang suka keluyuran sendiri sewaktu mama belanja. Masa kanak-kanak telah saya lewati tanpa terasa hingga dewasa. Mama tetaplah menjadi orang tua sekaligus ibu dengan segala sikap overprotected yang menanyakan kami, apa kalian sudah makan?

Banyak suka dan duka sudah kami lewati bersama, dipandang orang rendah pun ada. Suatu hari saat mama menawarkan barang lalu ada perkataan orang yang cukup membuatnya terbawa perasaan. Orang itu berkata “Kamu? Mau jualin barang ini sama aku? Banyak sales yang muda dan cantik aja aku tolak. Apalagi kamu.” Acap kali lontaran seperti itu sering dialami olehnya. Faktanya mama memang tidak memiliki kesempatan sekolah tinggi saat itu. Kekurangannya akan menyerap teknologi memang tidak bisa kami salahkan.

Di waktu malam, selesai memijat dia hingga tertidur, saya memandangi wajahnya. Konon, untuk mengetahui “kebohongan-kebohongan” yang ditutupi oleh orang tua kita adalah saat mereka sedang tertidur. Segala ekspresi teraut jelas gambaran letih, sedih, cemas, dan lainnya. Tanpa sadar, air mata pun menetes yang sedang menggenggam jari jemarinya.

Dalam asa saya berdoa, sekiranya masih memiliki jodoh untuk membahagiakan dia. Umur orang tua kita semakin bertambah, waktu kebersamaan makin berkurang.

Kenangan sewaktu kecil ikut menemani mama berjualan dari rumah ke rumah, masuk ke dalam pasar untuk menawarkan barang dagangannya. Rasanya sudah lama sekali saya tidak ikut melihat kesibukan mama. Maklum, terkadang kita sudah disibukkan oleh aktivitas masing-masing. Situasi pun berubah.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

“Lho mama bawa pulang kuali mau jualan lagi?” sambil membantunya membawa masuk kuali yang sedang dipegangnya. Mama baru saja pulang setelah saya memesankan transportasi online.

“Iya, lumayan nih untungnya kalau bisa kejual semua,” balas mama. Saya sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini, mama membawa pulang barang jualannya, esoknya baru dia menelepon orang untuk menjual kembali. Kali ini saya senang mama bisa kembali disibukkan dengan aktivitas setelah beberapa minggu lalu kondisi kesehatannya belum baik.

Saya memandang tumpukan kuali di atas kursi, mama duduk di tangga sibuk menekan keypad ponsel fitur yang biasa dia gunakan. Itu ponsel barunya yang saya beli beberapa waktu lalu sama persis dengan ponsel lamanya yang rusak karena terjatuh di air. Saat itu saya segera datang ke mall terdekat untuk mencari ponsel fitur yang masih ada dan sama persis. Mencari ponsel fitur untuk telepon dan masih tombolnya ternyata cukup sulit di tengah maraknya smartphone layar sentuh.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Insting penjual seperti mama memang tidak diragukan, dia tahu mana pembeli potensial yang akan membeli barang jualannya. Buktinya, tidak beberapa lama mama sudah mendapatkan beberapa orang yang tertarik ingin membeli.

“Besok temenin mama ke pasar ya bantu bawa 10 kuali,” seru mama sambil sibuk kembali ke dapur. Saya pun mengiyakan perintahnya. Ada untungnya saat ini saya lebih ke freelancer, waktu saya bisa lebih banyak di rumah dan menemani mama. Semua pekerjaan saya dengan klien bisa dilakukan melalui online tanpa tatap temu. Hidup serasa #LiveDigital kan?

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Sang Fajar mulai timbul ditemani kicauan burung di pagi hari. Saya selalu menyukai cuaca pagi yang sejuk serta sentuhan hangat matahari menyentuh kulit. Mama sudah lebih dahulu bangun pagi menyiapkan semua kebutuhan di dapur, seperti biasa alarm tidur seorang ibu biasanya akan lebih pagi daripada anaknya. Sebelum kami ke pasar, kami sarapan dulu untuk mengisi tenaga sambil membawa kuali untuk dijual. Inilah perempuan tangguh itu dari belakang. Perempuan kuat yang saya banggakan bernama Ibu.

Pasar tradisional adalah tempat yang paling mengasyikan dikunjungi. Beragam dagangan bisa kita jumpai. Salah satu yang saya suka karena kita bisa tawar menawar. Mama mulai menawarkan kuali dagangannya ke beberapa orang yang ia kenal di pasar. Saya sengaja berada agak jauh untuk tidak mengganggu sambil tetap mengawasi mama.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Pagi itu saya kembali merasakan getaran yang sama sewaktu kecil, melihat dia berjuang menawarkan ke orang-orang yang ia jumpai. Sekujur tubuh serasa aliran listrik yang sudah lama tidak saya rasakan kembali. Rasanya ingin berlari mendekat dirinya mendekapnya seperti dulu. Mengingat kembali semangat juang mama membuat saya membesarkan hati seluas telaga. Dari tiap penolakan orang akhirnya kami pulang dengan membawa sisa 3 kuali ke rumah. Luar biasa!

Ada sebuah cerita kehidupan pernah saya baca, bercerita tentang seseorang yang melamar pekerjaan namun dia tidak diterima oleh perusahaan tersebut karena tidak memiliki ponsel dan cara menggunakannya. Akhirnya dia keluar dari kantor tersebut lalu di tengah jalan dia menemukan pedagang tomat. Dengan sisa uang yang ia miliki maka ia membeli semua tomat tersebut lalu dijualnya kembali dengan mengambil untung menutupi apa yang sudah ia keluarkan.

Ternyata usaha tidak akan menghianati hasil, usahanya berdagang tomat membawa hasil lebih baik walaupun dia tidak mengenal namanya ponsel canggih.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Lantas saya berpikir, tidak ada salahnya juga tahu tentang teknologi. Saat ini zaman milenial, teknologi menjadikan keharusan agar kita tidak ketinggalan informasi sekaligus memudahkan kita melakukan apapun tanpa harus tatap temu. Beberapa kali teman mama selalu bertanya kepada kami, “Ajarin dong mamanya pakai hape layar sentuh, dek. Biar mama lebih gampang buat komunikasi.” Saya cuma menganguk-aguk kepala.

Sudah lumayan sering kami mengajarkan mama cara menggunakan smartphone agar setidaknya dia tidak ketinggalan informasi dengan relasi bisnisnya. Namun, kita memang harus ekstra bersabar mengajari teknologi ke orang tua. Syukurlah saat ini mama ada kemajuan sudah bisa mengirim pesan singkat lewat sms. Tapi kalau sudah terdesak, dia akan langsung segera menelepon :mrgreen:

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Termasuk dalam hal memesan jasa transportasi online yang sangat membantu saya sehari-hari. Dulu saya yang mengantar mama menggunakan motor yang saya beli secara kredit lima tahun lalu. Namun, beberapa bulan lalu saya mengalami kecelakaan walau tidak begitu parah tapi membuat mama juga ikut terjatuh sewaktu saya bonceng. Padahal saya sudah bawa dengan hati-hati, kejadian ini karena ada seorang bapak yang menyeberang dengan tiba-tiba. Akibatnya saya kaget dan mengerem mendadak. Sejak saat itu saya pun trauma untuk membawa motor kalau membonceng mama. Motor yang saya bawa sekarang diberikan kepada kakak untuk dia berangkat kerja.

Akhirnya saya lebih memilih memesankan transportasi online dari smartphone saya yang nomor teleponnya langsung terhubung ke nomor mama. Di tengah pro dan kontra mengenai transportasi online, saya tidak ingin memperdebatkan. Sejauh pengalaman saya selama ini, tugas saya yang tadinya mengantar mama sangat terbantu mengunakan transportasi online. Keamanan serta kenyamanan yang sudah pasti terjamin dari pengendara. Hidup di era serba digital sangat membantu meringankan tugas-tugas yang tadinya sulit menjadi lebih sederhana.

Sebagian orang tua yang lahir di Generasi X, mungkin ada yang memiliki pengalaman yang sama. Kita terlahir dari rahim yang mengandung sembilan bulan lamanya tentu itu adalah takdir. Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan.

Terlintas di pikiran saya yaitu jalan bagaimana cara membantu mama agar dagangan dapat lebih dikenal orang. Caranya melalui mempromosikannya secara digital yaitu memasarkan produk secara online. Keahlian saya dalam memotret produk bisa saya manfaatkan untuk memotret barang dagangan kemudian mempromosikannya.

Akan tetapi, saya ingin mama bisa ikut merasakan kemudahan teknologi. Setidaknya mama bisa belajar mengoperasikan smartphone layar sentuh untuk mendukung kegiatan dia sehari-hari, misalnya memesan transportasi online sendiri. Ide membeli smartphone baru pun muncul, tujuannya sebagai hadiah untuk mama.

Mencari smartphone yang tepat bagi orang tua ternyata tidaklah gampang seperti kita yang sudah pasti memiliki smartphone idaman. Tinggal datang ke toko lalu bayar. Beberapa orang tua memang terkesan “gaptek”, namun tidak semua menyerah begitu saja dengan keadaan, terlebih jika hal tersebut merupakan tuntutan pekerjaan. Saya masih melihat beberapa dari mereka mau belajar dan bahkan bisa mengoperasikan smartphone model terbaru dengan sangat lancar.

Ternyata memilih smartphone bagi orang tua ada yang harus diperhatikan misalnya cari yang mudah digunakan, baterai yang tahan lama, layar tidak kekecilan dan juga kebesaran, serta navigasi yang mudah digunakan. Sebab, bagi orang tua yang mungkin menggunakan smartphone hanya untuk sekedar kebutuhan komunikasi, fitur-fitur canggih tidak terlalu diperlukan. Mereka tidak mau dipusingkan dengan berbagai hal rumit.

Bagi saya ada dua cara untuk mendapatkan barang elektronik yang kita inginkan, pertama membelinya secara tunai. Kedua membeli dengan cara kredit. Menurut saya membeli barang secara kredit semacam solusi instan bagi kita yang menginginkan sesuatu, misalnya barang elektronik. Kita tinggal mencari penyedia jasa pembiayaan multiguna kemudian mengurus semua keperluan proses. Apabila disetujui makan kita tinggal membayar per bulan ditambah nilai administrasi yang sudah ditetapkan.

Bicara tentang penyedia jasa pembiayaan multiguna, saya jadi ingat dengan Home Credit Indonesia (HCI). Sudah hampir satu tahun ini keberadaan HCI mewarnai kota Palembang. Lokasi yang paling sering saya jumpa adalah mall. Beruntung saya masih menyimpan brosur yang diberikan oleh sales HCI, sehingga saya bisa mencari informasi tentang cara mendapatkan pembiayaan dana yang cepat.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Eropa dan Asia, Home Credit termasuk perusahaan yang menjanjikan dengan pertumbuhan tercepat yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia. Sampai mereka masuk ke Indonesia sejak 2013, Home Credit Indonesia telah memiliki 860.000 pelanggan yang tersebar di lebih dari 5.400 titik penjualan di Indonesia.

Home Credit memiliki rekam jejak yang kuat dalam kesuksesan memasuki pasar yang sedang berkembang. Dalam waktu kurang dari 19 tahun, Home Credit memiliki lebih dari 75.000 karyawan yang melayani lebih dari 55 juta konsumen di 11 negara, yakni Republik Ceko, Slovakia, Federasi Rusia, Belarus, Kazakhstan, Cina, Vietnam, India, Filipina, Amerika Serikat dan Indonesia.

Di Indonesia, Home Credit sudah hadir di 48 kota yang tersebar mulai dari Jabodetabek, Bandung, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Denpasar, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Banjarmasin, Pontianak, Manado, dan Balikpapan. Serta kota-kota lainnya yang akan menjadi titik peluasan bisnis.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Kita dapat memilih salah satu dari ketiga layanan yang ditawarkan oleh Home Credit Indonesia. Layanan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita di masing-masing daerah, yaitu:

Pembiayaan di Toko

Pembiayaan non-tunai langsung di tempat untuk konsumen yang ingin membeli produk-produk seperti perabot rumah tangga, peralatan elektronik, TV, laptop, handphone, gadget, dan furnitur.

Pembiayaan Multiguna

Pelanggan dapat memanfaatkan pembiayaan multiguna untuk biaya renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur. Seiring dengan berkembangnya jaringan distribusi Home Credit, varian produk juga akan semakin berkembang.

Cicilan Belanja Online

Layanan pembiayaan bagi pelanggan yang ingin berbelanja di situs belanja online.

Setiap orang memiliki kesempatan mendapatkan pembiayaan melalui Home Credit Indonesia tanpa kartu kredit. Bahkan bagi saya sendiri yang bukan pengguna kartu kredit, merasa sangat terbantu adanya fasilitas pembiayaan ini.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Sepintas syaratnya gampang sekali, namun Home Credit Indonesia memiliki hak untuk menolak pengajuan aplikasi dengan beberapa pertimbangan misalnya kemampuan peminjam untuk membayar cicilan setiap bulannya tanpa kesulitan. Namun, kalau beberapa syarat minimum bisa kita penuhi maka pengajuan dapat berjalan dengan lancar.

Apabila mengalami penolakan, biasanya Home Credit Indonesia akan memberikan alasan penolakan yang sebenar-benarnya kepada setiap calon pelanggan melalui SMS dalam waktu 1 jam setelah keputusan.

Apa aman?

Walaupun saat ini jasa pembiayaan menawarkan kemudahan kredit hanya memerlukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan serta pelanggan memiliki penghasilan tetap. Sebagai perusahaan pembiayaan yang menyediakan jasa pembiayaan bagi yang inovatif, Home Credit memiliki kelebihan akan SAFE :

S dari Secure untuk data pelanggan tak perlu khawatir dengan data yang diberikan. Sebab Home Credit selalu melindungi dan menjaga kerahasiaan data.

A dari Affordable yang memberikan kemudahan pelanggan menentukan cicilannya. Serta kemudahan bagi pelanggan untuk menentukan lamanya cicilan tanpa kartu kredit dan bisa dibayar di mana saja.

F dari Fast untuk cepatnya proses approval cuma 30 menit saja setelah verifikasi data oleh tim Home Credit.

E dari Easy untuk kemudahan yang dirasakan pelanggan dalam menentukan besarnya cicilan.

Home Credit menyadari kesibukan para pelanggan serta jangkauan tempat, maka tersedia mode pembiayaaan belanja online yang membantu masyarakat di daerah yang masih kesulitan menemukan agen Home Credit Indonesia terdekat. Lewat fasilitas kemudahan belanja online dengan cicilan tanpa kartu kredit ini sangat membantu bagi kita yang mendambakan memiliki produk seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, handphone dan furnitur.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Dengan cicilan belanja online dari Home Credit, sekarang dapat belanja di online shop favorit melalui cicilan tanpa kartu kredit dengan MUDAH, PRAKTIS, dan CEPAT. Adapun toko yang menjadi rekanan Home Credit yaitu Arjuna Electronic, Electronic Solution, Laku6, Sunda Motor, dan TokoPDA.

Syarat pengajuan cicilan belanja online sama persis dengan layanan pembiayaan kredit Home Credit lainnya. Hanya saja hal yang perlu kita lakukan adalah mengunjungi situs mitra toko online yang sudah bekerjasama dengan Home Credit lalu pilih barang yang diinginkan. Selanjutnya pada saat proses pembayaran, pilih Home Credit Indonesia sebagai pilihan pembayaran dan ikuti petunjuk untuk mengisi form aplikasi. Selesainya kita tinggal menunggu pemberitahuan persetujuan kredit. Apabila disetujui, barang yang kita inginkan akan dikirim langsung ke rumah kita. Canggih ya!

Home Credit bukan hanya memberikan kemudahan dalam proses pengajuan pembiayaan tanpa kartu kredit. Melainkan memahami masyarakat sekarang untuk ikut merasakan kemudahan teknologi dan gaya hidup digital. Maka dari itu kemudahan yang bisa kita rasakan apabila telah menggunakan Home Credit Indonesia yakni kemudahan pembayaran.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Bagi pelanggan dapat membayar kewajiban bulanannya membayar cicilan melalui semua toko grup Alfamart (Alfamart, Alfamidi, Lawson, dan DanDan), bank yang menjadi Mitra Home Credit, ATM Bersama, dan Indomaret.

Beberapa kelebihan Home Credit ini membuat kita sebagai pelanggan terbantu dengan proses pembiayaan cicilan tanpa kartu kredit. Bermodal pelanggan cukup membawa KTP dan satu dokumen pendukung lainnya seperti Kartu Keluarga dan lainnya. Kita hanya perlu sekitar 30 menit untuk memproses aplikasi dan barang bisa dibawa pulang pada hari yang sama bila pengajuan disetujui.

Tempo lalu, sales HCI sempat menjelaskan tentang aplikasi My Home Credit yang menjadi fitur terbaru dari Home Credit Indonesia agar kita bisa mencari tahu simulasi cicilan sebelum mengajukan permohonan kredit. Aplikasi My Home Credit memberi informasi detil cicilan secara lengkap secara real time, mendapat penawaran spesial, cara pembayaran dan lainnya.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Bahkan untuk konsumen yang terpilih, Home Credit memberikan pelayanan kredit Flexi Fast yang merupakan pembiayaan multiguna dan bisa didapatkan lewat aplikasi Home Credit.

Sesuai dengan tujuan Home Credit mengeluarkan aplikasi My Home Credit yaitu paperless. Saat ini era digital menuntut tiap orang menjadi lebih praktis, bayangkan saja mudahnya kita mengelola cicilan hanya lewat smartphone.

Saya jadi tertarik untuk mencoba aplikasi My Home Credit dari smartphone untuk menghitung terlebih dahulu anggaran saya. Saat ini aplikasi My Home Credit baru dapat diunduh lewat PlayStore, pengguna iOS masih harus bersabar. Lewat aplikasi My Home Credit, kalau kita berniat mau mencicil barang, kita bisa melihat dulu barang yang kita inginkan dengan mengunjungi situs resmi mitra Home Credit, antara lain Erafone, Electronic Solution, Home Solution, Informa, Electronic City, IKEA, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, dan toko-toko rekanan lainnya.

Gampang sekali bagi kita yang ingin mengetahui simulasi cicilan. Pertama kali pilih jenis barang yang diinginkan. Mulai dari kategori Handphone, Gadget, Komputer atau Laptop, Furnitur, Peralatan Rumah Tangga atau Televisi. Kemudian masukkan estimasi harga barang tersebut. Home Credit menerima nominal barang mulai minimal harga Rp 745.000 hingga Rp 10.000.000.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Selanjutnya, tentukan tenor waktu cicilan mulai dari 12 bulan, 15 bulan dan 18 bulan dengan pembayaran di muka yang bervariasi mulai dari 20% hingga 45%. Nilai angsuran cicilan per bulan akan ikut berpengaruh sesuai pembayaran di muka. Semakin besar pembayaran cicilan di muka maka akan berpengaruh terhadap nilai angsuran juga semakin kecil. Nilai pembayaran di muka ini sudah termasuk dengan biaya administrasi.

Home Credit memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin menambah asuransi atau proteksi untuk perlindungan atas pembayaran angsuran dari kejadian yang tidak terduga yang menyebabkan calon konsumen tidak bisa melanjutkan lagi maka memilih proteksi AMAN. Namun, apabila kita ingin memberikan perlindungan atas barang kita bisa memilih proteksi Easy Cover.

Terakhir, setelah kita mendapatkan rincian total cicilan dari barang yang akan kita inginkan. Selanjutnya kita dapat langsung mencari lokasi toko fisik yang bekerja sama dengan Home Credit. Toko fisik ini dapat dengan mudah kita temukan seperti di mall.

Lho, kenapa masih harus ke toko fisik?

Menurut informasi dari sales HCI, saat ini aplikasi My Home Credit belum bisa digunakan untuk mengajukan cicilan. Kita tetap perlu datang ke toko yang menjual barang yang kita idamkan, mengurus pengajuan aplikasi yang hanya perlu sekitar 30 menit saja. Setelah disetujui, kita bisa langsung membawa pulang barang yang kita inginkan di hari yang sama.

Seterusnya kita bisa memantau kontrak, jumlah cicilan, tanggal jatuh tempo bayar dan sebagainya lewat aplikasi My Home Credit. Praktis bukan?

Simulasi seperti ini sangat membantu saya untuk kalkulasi dengan anggaran yang saya miliki untuk membeli smartphoneI baru. Kita bisa memperhitungkan anggaran untuk disisihkan setiap bulannya.

Setelah mendapatkan rincian simulasi anggaran cicilan, saya segera menuju toko terdekat di mall yang menerima rekanan Home Credit. Sesampainya di toko, kita akan dibantu oleh sales HCI yang menanyakan perihal tujuan cicilan sampai meminta data diri kita seperti KTP. Lantaran saya sudah mengetahui jenis smartphone yang akan diambil dan simulasi cicilan. Maka data kelengkapan saya pasti bisa diproses langsung.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Sesuai janji dari Home Credit kalau proses kredit tidak lebih dari 1 jam. Pengajuan aplikasi cicilan dilakukan dengan sangat santai, tidak banyak dokumen kertas yang diperlukan. Kemudian, sistem Home Credit akan segera melakukan verifikasi data yang selanjutnya mereka akan menelepon kita untuk menanyakan keabsahan data.  Apabila dirasa kita layak maka selamat bergabung di Home Credit!

Derap langkah kaki saya berbalik arah keluar dari toko tersebut. Membawa perasaan senang bercampur bahagia. Sebuah kotak kecil nan sederhana untuk mama.

Saya banyak belajar dari sosok mama sejak kepergian papa. Tentang bagaimana menjalani hidup di masa mendatang, bagaimana melihat diri kita dalam 10 tahun ke depan, bagaimana mendobrak keterbatasan dengan dunia digital untuk tetap menyemangati anak-anaknya.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Tahu kah kalian kenapa pada malam itu, mama “berbohong” tentang malam saat makan bersama di warung makan? Alasan agar tidak membuat anak-anaknya cemas kalau saat itu uang yang dipegang oleh mama tidak lebih dari 50 ribu. Sudah beberapa minggu dagangannya belum laris. Hal tersulit dalam kehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.

Seperti Home Credit yang membantu konsumen mewujudkan mimpi-mimpi dan ambisi dalam layanan pembiayaan yang aman dan praktis. Sebuah smartphone untuk kemudahan hidup di era digital bagi orang tua berusia lanjut memang menjadi barang baru. Mereka seakan mendobrak usia digital, perlu waktu dan kesabaran agar mereka juga bisa merasakan mudahnya teknologi saat ini.

“Mama nggak malu cuma pakai hape biasa aja? Temen-temennya pakai hape udah bisa kamera lho,” tanyaku.

Lalu dia membalas saya dengan pertanyaan “Kamu nggak malu punya mama yang jualan kuali dari rumah ke rumah?” Tanpa banyak bertanya lagi, saya segera memeluknya erat. Betapa kami menyayangi sosok seorang orang tua ini satu-satunya, Ibu.

Kemudahan Hidup di Era Digital #LiveDigital

Akhirnya, saya menyadari kalau tiap orang diberi pilihan melakukan dua hal dengan sungguh-sungguh yaitu : mengerjakan hal yang sangat ia sukai, dan mengerjakan hal yang sangat ia benci. Tak ada orang yang terlalu tua untuk belajar dan tak ada orang yang terlambat untuk berubah. Jika kita tahu bahwa kita harus berubah dan menjadi lebih baik, maka lakukanlah meski dunia memandang kita tidak bisa. Anggapan hanya akan menghasilkan alasan sementara sebuah aksi memberikan bukti.

Dapatkan aplikasi My Home Credit :

Iklan

48 pemikiran pada “Kemudahan Hidup di Era Digital (Lomba Blog #LiveDigital Home Credit)

  1. pengalaman berat jadi sales door to door .. saya juga pernah ngalamin jadi sales door to door .. di usir, ditangkap satpam, dicuekin, direndahkan .. ehh malah curcol
    btw … baru tahu ada apps HCI .. sekarang jadi mudah belanja walau duit lagi cekak .. hehehe

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s