Pelesiran Menikmati Kawasan BSD City


Ceritanya sebulan yang lalu, saya dihubungi oleh teman yang kebetulan dapat job pegang suatu brand otomotif di acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Nah, GIIAS ini adalah pameran tahunan produk otomotif dari banyak brand-brand terkenal. Boleh saya katakan di ajang ini kita bisa melihat deretan mobil mewah yang jarang kita lihat di jalan raya.

Kunjungan GIIAS, Pameran Otomotif Terbesar Indonesia

Berhubung ini kali pertama saya mendatangi pameran terbesar, sudah pasti euforianya akan berbeda.Ajang otomotif yang diselenggarakan oleh GAIKINDO untuk ke-25 kalinya sejak tahun 1986 ini berlangsung sejak tanggal 10-20 Agustus 2017. Di gelar di International Convention Exhibition (ICE), BSD City membuat lokasi pameran ini terbilang jauh.

Saya sendiri datang dari Palembang dan akan menghabiskan waktu di sini selama seminggu. Walaupun cuma dapat kesempatan meliput GIIAS 2017 selama 5 hari saya sudah puas banget. Berkeliling 10 hall yang cuapeknya minta ampun tetap nggak berasa karena bisa lihat mobil terbaru dan bergengsi. Mulai dari Lexus, BMW, Mercedes Benz, dan banyak merk baru yang siap bersaing di Indonesia.

Pameran GIIAS 2017

Sayangnya, selama meliput acara saya tidak dapat akomodasi tinggal. Jadilah saya ikut menginap bersama Iwan, teman agensi di dormitory dengan tambahan extra bed. Karena hanya dormitory, jaringan Wi-Finya juga nggak bisa diandalkan, padahal saya harus mengerjakan laporan dan tulisan. Tethering lewat ponsel pun sama, sinyalnya kurang kuat untuk upload data.

“Eh, Iwan enaknya gimana ya buat update konten. Kalau di pending dulu ntar jadi basi beritanya,” ujar saya ke Iwan.

“Iya sih mas, ditunggu aja lah. Soalnya mau tethering internet juga sinyalnya gak dapet nih di lantai sini.” Bagi kalian yang datang ke suatu acara ramai biasanya kendala sinyal memang sering terjadi sebab yang datang dengan ribuan orang saling beradu mencari sinyal.

Saya sendiri tidak begitu mengenal area BSD sebab baru pertama kali datang. Biasanya kalau ke Jakarta, kepentingan saya sekitar Jakarta Pusat saja. Memantau acara dari pagi hingga malam lumayan membuat tubuh dan pikiran lelah. Soalnya, setiap jam tentu ada acara yang harus ditampilkan di pameran. Rasanya kepengen punya me time pribadi untuk sekedar menikmati tidur nyenyak.

“Eh mas, coba deh Wi-Fi hotel sebelah. Kadang aku suka ngadem di lobby hotelnya sih,” ide Iwan sepertinya menarik untuk dicoba.

“Emang hotel apa sih di sebelah?” tanyaku balik.

“Santika Premier, mas Ded. Persis banget di sebelah kita.” Saya pun segera mengajak Iwan untuk ke hotel. Kebetulan foto-foto hasil jepretan kami mau segera dikirim ke klien supaya di approved.

Hotel Santika Premier BSD
Lobby Hotel Santika Premier BSD

Maklum saja, kerja di bidang agency digital memang menuntut kita untuk terus mobile. Kita tidak pernah tahu kapan si klien membutuhkan kita. Jadi, detik itu juga kita harus selalu siap. Sesampainya kami di lobby hotel, impresi pertama saya dengan Hotel Santika Premier BSD cukup nyaman dan ramai dengan tamu yang menginap.

“Perlu password gak, Iwan?” tanya saya sambil kami duduk di kursi sofa yang agak menjauh supaya tidak mencolok.

“Langsung konek mas. Ya lumayan sih gratisan,” jawab Iwan sambil nyenggir.

Saya tidak tahu apa yang membuat hotel ini begitu dermawan memberikan akses Wi-Fi gratis di sekitarnya. Sebab mengandalkan koneksi internet di tempat keramaian sama saja kita bersaing dengan ribuan orang yang datang ke satu tempat. Selesai kami mengirimkan data foto ke klien, saya duduk sejenak menikmati enaknya suasana sejuk di lobby.

“Wan, asik ya ngadem di sini… sejuk. Pasti mahal ya semalam tidur di sini?” tanyaku sembali memasukkan laptop ke dalam ransel.

“Kamu ini nanya yang jawabannya udah jelas,” celetuknya lalu lanjut “Pokoknya sekitar 500 ribuan ke atas sih mas. Kamu gak lagi kepikiran buat booking kamar sini kan, mas?” sambung Iwan yang menangkap sinyal di pikiranku.

“Kok bisa tahu sih!” tawaku lepas.

“Iyeee.. kita gak ada budget lebih buat buka kamar. Kalau mau ya bayar sendiri. Emang mau?” Lagi-lagi Iwan sepertinya menahan hasratku ingin tidur di kamar yang lebih comfy daripada dormitory. Just in case, I just want to try a new place, a supportive atmosphere to be more relaxed.

Walaupun proyek kali ini tidak mendapat akomodasi menginap, rasanya saya tetap akan rela mengeluarkan budget lebih. Tho, untuk kelangsungan pekerjaan dan kenyamanan saya.

“Mas Ded, kan kamu sering traveling tuh… pake Traveloka gak?” Saya segera mengangguk kepala, lalu Iwan mulai melanjutkan kembali “Coba aja mas cek Traveloka Poin-nya. Siapa tahu bisa tuker poin Traveloka sama nginep kamar semalam, mas.” Seketika penjelasan dari Iwan membuat saya segera mengecek status poin Traveloka di ponsel.

Menang Banyak Menginap Gratis Hotel Bintang 4 Pakai Poin

Saya memang cukup sering pakai Traveloka untuk berbelanja tiket pesawat, hotel, atau kereta. Kadang bukan untuk diri saya, tapi juga untuk teman atau kerabat yang masih belum melek dengan sistem pembelian online. Nah, di situlah saya membantu mereka untuk memesan menggunakan akun saya. Alasannya sederhana, brand awareness pertama kali di benak saya untuk urusan tiket traveling langsung mengingat burung langsing warna biru ini.

Cara cek traveloka poin

“Emang buat apaan sih poin Traveloka ini, Wan?” Seringnya pakai Traveloka untuk keperluan pesan tiket, saya memang jarang mengecek status poin. Alasannya karena setelah beli tiket ya sudah, akun Travelokanya nggak saya utak atik lagi.

Iwan pun mulai menjabarkan sekilas tentang manfaat Traveloka Poin yang saya miliki. Jadi begini, biasanya saat kita rutin belanja di beberapa merchant ataupun menggunakan kartu kredit maka ada semacam reward berupa poin yang kalau kita kumpulkan bisa digunakan kembali untuk menikmati promo-promo yang sedang berjalan. Nah, Loyalty Point dari Traveloka ini adalah bentuk terima kasih Traveloka untuk kita yang setia menjadikan Traveloka sebagai partner perjalanan di saat kita membutuhkan tiket dan akomodasi.

Nantinya, total poin yang dikumpulkan bisa ditukarkan dengan diskon untuk tiket pesawat atau hotel untuk perjalanan selanjutnya.

“Mas Ded pasti udah banyak dong poinnya, kan sering traveling gitu,” seru Iwan. Setelah saya cek total poin saya memang sudah cukup untuk proses redeem! Saya langsung melirik ke Iwan dengan senyum sumringah.

“Cobain yuk!”

Iwan itu seperti penyelamat di saat saya lagi membutuhkan me time menikmati business trip kali ini. Dia memberitahu cara menggunakan poin Traveloka supaya bisa menginap di hotel berbintang 4 pakai poin. Kita hanya perlu melakukan pembelian seperti biasa. Memilih hotel, kemudian lanjut ke pembayaran. Nantinya saat poin kita sudah banyak, akan muncul pilihan redeem saat pembayaran.

Nah, cara mendapatkan poinnya sendiri, kita hanya perlu register sebagai member/pengguna Traveloka. Setelah itu sudah pasti rutin saja pesan tiket atau hotel lewat Traveloka. Kalau mau poin lebih banyak terkumpul caranya pesan kamar hotel saja dibanding beli tiket pesawat. Dan tentunya seperti saya, sering jadi jembatan untuk orang-orang yang mau titip dibelikan tiket pesawat atau hotel.

Senang sekali kalau dapat freebies, salah satunya Traveloka Poin ini. Walau untuk kumpulin poinnya kudu perjuangan juga :mrgreen: tapi begitu kita tukar poin dengan harga yang dibayar, rasanya sedikit melegakan isi dompet. Betul, kan?

Hotel Santika Premier BSD

Tanpa pikir dua kali, saya pun segera melakukan pemesanan kamar satu malam di Hotel Santika Premier BSD. Lumayan juga buat merilekskan badan setelah penutupan acara GIIAS 2017, sebelum esoknya saya terbang kembali ke Palembang.

Setelah proses pemesanan dan redeem saya lakukan. Hasilnya, saya sudah bisa menginap “gratis” di Hotel Santika Premier hanya dengan menukarkan Traveloka Poin saja. Mewah!

Review Kamar Hotel Santika Premier BSD

Hotel Santika Premier BSD

Besoknya saya ditemani Iwan datang ke hotel dari dormitory saya mendukung ransel menuju meja resepsionis. Ceritanya saya pindah tempat tidur malam ini, sebab besok mau balik ke Palembang.

“Mas.. mas.. biasa aja keleus jalannya. Belum pernah tidur di hotel bintang empat ya?” celetuk Iwan di belakangku.

“Heyy.. haha… iya dong.. kapan lagi bisa inap di hotel mewah di sini. Gratis pula.” Balas saya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu memberikan kode booking kamar saya dari aplikasi Traveloka ke resepsionis. Kalau dipikir-pikir lumayan sekali ya ada Traveloka Poin. Semakin sering traveling, semakin besar kesempatan kita buat traveling murah selanjutnya.

Hotel Santika Premier BSD

Mbak resepsionis yang melayani saya sudah langsung paham untuk mengurus pesanan kamar atas nama saya. “Dari Traveloka ya pak? Sebentar saya bantu urus check in-nya ya..”

Tak berapa lama, saya pun sudah mendapatkan kamar pesanan saya di Santika Premier BSD di lantai 8. “Huuuwaaaa… “ teriak girang saya dalam hati. Soalnya saya juga meminta untuk diberikan kamar yang memiliki view bagus menghadap ke kota.

Hotel Santika Premier BSD

Saya dan Iwan pun naik ke atas kamar untuk memasukkan backpack saya yang mulai terlihat berat karena hampir satu minggu saya di Jakarta dan juga membawa beberapa barang lain dalam satu backpack ukuran 44L.

Luas kamar Deluxe di Santika Premier untuk ukuran saya sendiri boleh saya katakan luas. Penerangan lampu di sekitar kamar sangat mumpuni untuk saya nantinya bisa bekerja atau tidur dalam kondisi penerangan remang. Saya mulai menjatuhkan pantat ke atas kasur tidurnya, terasa lembut dan dia seolah membalas saya dengan memantulkan kembali keempukan dari per kasurnya.

Hotel Santika Premier BSD

Hal pertama yang akan saya lihat dari suatu kamar yaitu kamar mandinya. Bagi saya kualitas mandi termasuk salah satu faktor pendukung memperbaiki mood. Kualitas yang seperti apa sih yang saya cari? Pertama dari tekanan shower yang kencang supaya bisa rileksasi menyemburkan air ke pundak saya. Kedua, aminitis yang wangi khas hotel. Ketiga, kalau bisa ada bath-tub cuma saya sadar diri dengan budget yang dimiliki. Biasanya kamar yang ada bath-tub harganya lebih tinggi.

Ruangan kamar yang cocok untuk me time ini terdiri dari lemari baju, meja kerja sekaligus satu buah televisi kabel saluran luar negeri. Saya bisa dengan leluasa menonton acara televisi tanpa ada gangguan. Hal lainnya yang saya cari adalah koneksi internet yang dapat membantu saya tetap terhubung dengan internet. Hampir di seluruh lingkungan hotel kita bisa tetap terhubung dengan koneksi internet sebab tidak memerlukan kode password.

Di lantai 15 terdapat sky lounge yang berada satu tempat dengan kolam renang. Sudah disediakan handuk sehingga tamu tidak perlu membawa handuk dari kamar. Hanya saja kedalaman kolam 1.2m yang akan membuat sedikit kurang puas apabila memiliki postur tubuh tinggi.

Besok pagi waktunya sarapan. Ruangan sarapan berada di lantai dasar. Menu sarapan di Santika Premier BSD terbilang lumayan banyak dengan banyak pilihan untuk menu lokal maupun western. Sayangnya menu sayuran tidak begitu banyak. Termasuk pilihan buah-buahan. Ruang makan terbagi menjadi dua bagian, dalam dan luar.Hotel Santika Premier BSD

Hotel Santika Premier BSD

Secara keseluruhan staycation di Hotel Santika Premier BSD ini saya cukup puas. Kalau boleh beri nilai dari 1 sampai 10, saya beri nilai 7.5. Lokasinya lumayan tenang, berbeda dengan dormitory saya sebelumnya suasananya cukup berisik oleh anak motor di malam hari. Belum lagi suara gaduh dari penghuni lain yang baru pulang.

Boleh saya katakan, businesstrip kali ini seperti serba kebetulan. Namun, saya sangat terbantu dengan Traveloka poin yang sudah ada. Saya bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan. Semoga saja untuk traveling berikutnya saya dapat pengalaman yang sama bersama Traveloka.

Jadi buat kalian coba deh sekarang cek Traveloka poinnya. Siapa tahu sudah bisa ditukarkan sama tiket atau hotel.

Iklan

76 thoughts on “Pelesiran Menikmati Kawasan BSD City

  1. pengalaman pakai traveloka … booking hotel yang sama pada saat yang sama …. ternyata harganya bisa beda ya … mungkin karena teman saya sering pakai traveloka dan poinnya lebih banyak … 🙂

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s