10 Kuliner Bogor yang Bisa Kamu Icip Dalam Sehari


I really no idea about Bogor. For some reason during my one day trip finally i choose culinary trip at Bogor. Sounds good, yeah?

Sejak awal rencana kedatangan saya memang sengaja tidak memilih untuk mencari kawasan wisata di Bogor. Beberapa pertimbangan sehabis googling tentang wisata wajib di bogor, ternyata belum cocok untuk saya habiskan dalam waktu satu hari. Sehinga saya harus membuat prioritas mana yang ingin saya lakukan. Alasan lainnya di Bogor saya hanya numpang bermalam saja. Esok pagi saya sudah harus ke Cibinong tepatnya di Kantor Badan Informasi Geospasial, sorenya saya sudah harus kembali ke Central Park untuk acara lagi.

Kompakan pakai baju warna sama.

Jadi serius nih saya di Bogor cuma kulineran saja? Yes.. hanya saja saya kurang begitu mengenal daerah Bogor dan kawasan yang akan saya kunjungi. Saya juga tidak ingin menyantap kuliner lokal Bogor hanya seorang diri. Syukurlah ada mbak Yella dan mas Wied Harry mau menemani saya sepanjang hari sampai malam untuk wisata kuliner di Bogor. Dua orang ini berbaik hati mengajak saya kulineran dimulai dari menelusuri jalan Surya Kencana dan sekitar.

Total ada 10 makanan lokal yang berhasil berbagi ruang dalam perut kami. Apa saja?

#1 Lumpia Kering

Lumpia kering

Ini adalah jajanan pertama yang singah ke dalam perut saya :mgreen: waktu melihat penjual lumpia gerobak, saya pun segera memesannya untuk dicoba. Ekspektasi saya lumpia ini isinya basah seperti sudah ditumis dulu. Ternyata isi yang terdiri dari rebung ini memang kering dan tidak ditumis dulu.

Lumpia tumis
Lumpia tumis

Kemudian, saat kami sedang jalan di Surya Kencana. Saya melihat ada penjual lumpia basah yang sedang menumis. Ekspektasi saya masih seperti di awal, ternyata rasanya sama saja. Justru kulitnya jadi lebih berminyak. Ternyata ekspektasi saya akan lumpia basah oleh karena saya pernah mencicipi pada saat di Bandung. Saya kangen rasa lumpia basah yang isinya gurih, manis dan isinya banyak.

#2 Toge Goreng

Toge Goreng

Nama jajanan ini unik, tauge goreng. Awal saya mengira togenya memang digoreng, ternyata sejumput toge hanya ditumis saja kemudian dikasih potongan tahu serta mie kuning. Barulah nanti di atasnya disiram dengan kuah kacang.

Mas Wied bilang dulu sejarahnya penjual toge goreng ini memang tidak pakai mie kuning, jadi porsi togenya lebih banyak. Cuma karena efisiensi dan supaya kenyangnya cepat maka penjual mengakalinya dengan menambahkan mie. Terlepas benar atau tidak, saya juga tidak mencari pembenaran.

Toge goreng Pak Raisan
Bungkus toge goreng dari daun

Kami menemukan satu penjual toge goreng yang nikmat di bumbu kacangnya. Si bapak penjual ini sudah lama sekali berjualan. Cara dia menyajikan toge gorengnya masih tradisional. Terlihat dari bentuk bungkus daun apabila ada pembeli yang ingin membelinya untuk dibawa pulang.

#3 Es Cendol

Es cendol

Minuman ini menjadi pelepas dahaga dari kekeringan saat menyantap makanan yang enak di Bogor. Cendol layaknya mendapat posisi di hati masyarakat dibanding fenomena Thai Tea atau Bubble Tea. Khasiatnya juga bagus selama dikonsumsi dengan benar, maksudnya bahan cendol masih alami tidak menggunakan pewarna buatan.

Minuman pelega dahaga ini memang sudah pas dicampur gula merah jawa dan santan agar lebih gurih. Mau mencicipi?

#4 Rujak Ulek

Rujak ulek

Penjual rujak ulek ini sudah lumayan lama sejak 1980 yang mana tahun segitu saya belum lahir :mrgreen: Penjual yang kami jumpai adalah anak dari si penjual pertama yaitu bapaknya. Isi buah rujaknya sama seperti rujak pada umumnya yang terdiri dari papaya, jambu, nanas serta ubi. Namun, hal yang menambah rujak ini enak yaitu bumbu kacang yang diulek dengan kekuatan penuh. Ya, seperti kalian sedang lihat penyanyi dangdut sedang goyang. Tangan penjualnya sangat pintar dalam hal mengulek.

#5 Asinan Jagung Bakar Pak Sabur

Asinan jagung bakar

Kalau informasi dari Mas Wied, hanya penjual inilah yang menjual asinan jagung di sepanjang jalan Surya Kencana. Cara penyajiannya sederhana yaitu jagung yang dibakar kemudian diseset menjadi bentuk biji-bijian. Selanjutnya dicampur dengan kuah asinan yang menjadi racikan rahasia dari Pak Sabur ini. Terakhir, agar dapat menyantap asinan jagung bakar lebih nikmat maka kita bisa makan bersama kerupuk mie kering.

#6 Es Bir Kocok

Bir kocok

Penjual es bir kocok ini ada dua tempat, pertama tidak jauh dari asinan jagung bakar pak Sabur. Lokasi kedua masuk lorong, dekat minimarket Indomaret. Minuman ini direkomedasi oleh mbak Yella sebab bahan baku untuk membuat es bir kocoknya ini terdiri dari rempah-rempah seperti kapulaga, cengkeh, kayu manis, madu, dan jinten hitam.

Saat sedang melihat si abang pawai mengocok, iseng saya bertanya kenapa minuman ini disajikan dengan cara dikocok. Kata penjual, kalau tidak dikocok maka tidak ada seni mengocok 😆

Habis dikocok

Segelas es bir kocok dibandrol Rp 4000 saja kita sudah mendapat minuman yang segar ini. Sebanding dengan harga yang murah, ekspektasi saya pun tidak tinggi seperti mengharapkan kepekatan dari minuman ini.

#7 Combro

Combro depan toko roti De Paris

Masih berada di kawasan jalan Surya Kencana, kami mendapat dua jenis combro dari dua penjual berbeda. Saya membeli di penjual pertama yang berada di persimpangan jalan dan juga menjual pisang goreng. Satu combro dibanderol harga Rp 3000, namun sayang rasa combronya tidak begitu enak.

Namun, berbeda dengan combro yang dibeli Mas Wied persis di depan toko bakery De Paris. Harga memang tidak bisa bohong, walau lebih mahal Rp 2000 dari yang saya beli ternyata rasa combro ini lebih enak. Pada bagian luar combro ada dilapisin parutan kelapa sehingga menambah kesan crunchy. Isi dalam combro lebih berasa. Wueenakk!

#8 Pepes Sagu Pisang

Pepes Bogor

Ada satu pedagang yang menjual aneka pepes. Menurut info mas Wied, dagangan penjual aneka pepes ini selalu habis diborong oleh orang-orang di luar Bogor. Kalau saya bilang, apa saja bisa dijadikan pepes sama dia. Mulai dari ikan teri, tahu, tempe, ikan dan pisang.

Pepes sagu pisang

Pepes yang saya coba adalah sagu pisang. Cita rasa (eceileee cita rasa) pisang berbalut sagu kemudian di pepes rasanya seperti pisang yang difermentasi namun tetap nikmat. Aroma pisangnya langsung semerbak saat kita membuka bungkusnya.

#9 Asinan Sayur Gedung Dalam

Asinan sayur gedung dalam

Katanya belum sah kalau ke Bogor belum mencoba asinan. Akhirnya, mas Wied dan mbak Yella mengajak ke satu toko asinan yang sudah lama. Dengan berjalan kaki menuju tempat berjualan asinan ini, Mas Wied bercerita tentang sepak terjang penjual asinan yang awalnya dari berjualan buah-buahan akhirnya berpindah haluan menjadi asinan. Dari berjualan satu petak kemudian ke berubah jadi beberapa petak dengan lebih luas.

Seporsi asinan sayur yang dijual sekitaran Rp 20.000-an porsinya cukup untuk berdua. Mayoritas isi asinan sayur ini berjenis sayuran asin ditambah tauge dan kubis sehingga membuat sensasi segar bagi orang-orang yang gemar asin. Tapi kalau yang kurang begitu suka asinan, mungkin kuliner itu tidak cocok di lidah. Saya kurang rekomendasi untuk jenis kuliner ini.

#10 Es Krim Tan Ek Tjoan

Toko kue Tan Ek Tjoan

Saya sempat bertanya sama mbak Yella dan mas Wied, apa di Bogor ada penjual es krim tempo dulu seperti di Jakarta dan Surabaya. Ternyata kami sendiri sedang berada persis di seberang toko kue Tan Ek Tjoan. Toko kue lama ini memang dari luar tidaklah menarik seperti toko-toko kekinian. Namun, percayalah kalian akan suka dengan suasana tempo dulu di dalam sini.

Es krim!

Di toko kue ini ternyata bukan hanya menjual roti yang mereka produksi sendiri, mereka juga menjual es krim yang diproduksi sendiri. Bagai menemukan harta karun, saya segera memesan satu scoop es krim rasa cokelat dan rhum raisin. Enak!

Mayoritas kuliner yang saya icip berada di jalan Surya Kencana Bogor. Tampaknya nama jalan ini sudah tersohor dan menjadi kawasan yang sering dikunjungi bagi yang mereka yang mencari kuliner enak di Bogor.

Dari sepuluh kuliner lokal yang saya icip bersama mbak Yella dan mas Wied Harry, ada sebagian yang saya suka namun ada juga yang kurang cocok. Makanan yang saya suka toge goreng dan combro. Bayangkan nikmatnya habis makan tauge goreng dan combro minumnya es bir kocok dan appertizer es krim Tan Ek Tjoan.

Kalau kamu, punya rekomendasi makanan apa dari kuliner Bogor?

Iklan

65 thoughts on “10 Kuliner Bogor yang Bisa Kamu Icip Dalam Sehari

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s