BerandaReviewEventTolak Stigma Kusta, Bukan Orangnya

Tolak Stigma Kusta, Bukan Orangnya

Author

Date

Category

Masih ingat kan bagaimana masyarakat memberikan stigma negatif pada masyarakat yang terpapar Covid-19?

Stigma. Seperti banyak penyakit yang dianggap mengerikan, terpapar Covid-19 barangkali hampir sama seperti masyarakat yang mengidap kusta.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kusta termasuk salah satu penyakit menular yang tak banyak diketahui dan terabaikan.

Sebenarnya kusta ini bisa disembuhkan tidak?

Kusta di Indonesia

Indonesia masih belum bebas kusta. Dan, Indonesia termasuk negara dengan peringkat ketiga dari total kasus baru di seluruh dunia. Penelitian menyimpulkan bahwa kurangnya literasi masyarakat mengenai penyakit ini berdampak pada stigma yang terjadi saat ini.

talkshow kbr

Lewat talkshow Ruang Publik KBR, saya mendapatkan pengetahuan baru yang menarik untuk dibagikan mengenai kusta dan stigmanya.

Kusta (Morbus Hansen) adalah penyakit menahun yang menular, yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Meskipun bakteri penyebab penyakit Kusta baru ditemukan pada tahun 1873, penyakit ini sudah muncul sejak lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Mekanisme penularan utama dari penyakit Kusta adalah melalui saluran nafas dan tidak menular melalui sentuhan. Penyakit Kusta dapat menimbulkan gejala setelah masa inkubasi yang panjang, mulai dari 6 bulan hingga 20 tahun lamanya. 

Kenali Gejala Awal Kusta

Tahu nggak kalau Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, serta berobat jika melihat tanda-tanda khusus kusta. 

Salah satunya yang disampaikan oleh dr. Astri Ferdiana, Technical Advisor NLR Indonesia, tanda gejala kusta seperti penampakan sakit kulit panu, bercak kulit berwarna putih atau merah.

kusta di indonesia

Bercak kulit pada orang kusta tidak bersisik, tidak perih dan tidak berasa apa-apa. Sehingga si penderita akan merasakan mati rasa, mereka tidak akan merasakan panas atau dingin apabila terkena luka.

Hal ini diakui oleh bapak Al Qadri, Wakil Ketua Perhimpunan Mandiri Kusta Nasional, bercerita kalau tanda awal yang ia rasakan tanda awal adalah kulitnya merasa mati rasa.

Dampak paling bagi penderita kusta adalah bagian tubuh terluka dapat menimbulkan kelumpuhan sehingga harus diamputasi.

Stigma Orang yang Pernah Mengalami Kusta

kbr kusta

Stigma dan diskriminasi sosial yang dirasakan oleh pengidap penyakit Kusta telah terjadi selama ratusan tahun lamanya dan imbas yang dirasakan dapat melebihi gejala fisik yang disebabkan oleh penyakit Kusta itu sendiri.

Pengidap yang memiliki gejala yang terlihat di tubuh yang tidak tertutup pakaian kerap menganggap kondisinya sebagai ‘abnormal’, meskipun ia sudah sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat stigma yang dirasakan akan semakin besar, dan skala interaksi sosial dari pengidap penyakit Kusta akan semakin kecil apabila gejala yang dialami lebih terlihat.

Selain itu, stigma dan diskriminasi sosial dapat berakibat pada kesulitan penemuan kasus baru, terhambatnya upaya penyembuhan penyakit, dan berkurangnya kualitas hidup pengidap penyakit Kusta, yang akhirnya menjadi lingkaran setan yang tak terselesaikan.

Tolak Stigma, Bukan Orangnya

Walaupun sudah sembuh, pengidap penyakit kusta masih merasakan isolasi serta eksklusi sosial dari masyarakat sekitar. 

“Ini membuat kami pun berat untuk menghapus stigma negatif mengenai kusta, sekaligus bagi orang yang sudah sembuh,” ujar Bapak Al Qadri yang bercerita mengenai hambatan yang ia rasakan ketika ingin memberikan edukasi dan memutus stigma negatif.

Bapak Al Qadri sendiri masih tinggal di perkampungan dikarenakan masyarakat kampungnya masih diskriminatif terhadap penderita kusta. Sejumlah masyarakat pun melakukan tindakan diskriminatif seperti melakukan sumpah yang mana bisa menyinggung perasaan.

Selain itu, percobaan pembunuhan dari masyarakat terhadap pengidap penyakit kusta juga terjadi, yang mengindikasikan bahwa derajat keparahan stigma yang dialami oleh pengidap penyakit Kusta sudah sangat tinggi. Pengidap penyakit kusta juga merasakan frustasi, kemarahan, rasa sedih, malu, dan juga depresi, yang menyebabkan timbulnya rasa membenci diri sendiri dan ingin bunuh diri.

Kusta Dapat Disembuhkan

Upaya komprehensif tentu tetap harus dijalankan. Apalagi saat ini penyakit kusta bisa disembuhkan karena obatnya sudah ada.

Sampai sekarang kusta belum ada vaksinnya. Obatnya hanya MDT (Multydrug teraphy). Obat ini bisa ditemukan di puskesmas dan gratis.

Penderita kusta harus diberi kombinasi antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta.

Bisa saja dilakukan pembedahan, sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik, agar bisa menormalkan fungsi saraf yang rusak, memperbaiki bentuk tubuh penderita yang rusak dan mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Untuk cara mencegah memang tidak spesifik. Namun sangat didorong bagi masyarakat yang telah terindikasi kusta untuk bisa segera mencari pertolongan dan support system agar rantai penyakit ini bisa diputus.

Saya pun sependapat bahwa saat ini tentunya harus ada kesempatan bagi penyitas kusta untuk bisa berdaya tanpa diskriminasi.

Orang dengan penyakit kusta justru membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya ketika menjalani pengobatan. Semoga diskriminasi ini bisa berhenti di kita saja.

Deddy Huanghttp://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

2 KOMENTAR

  1. Waduuuh masa inkubasi nya lama juga Yaa koh ??..

    Aku nyeseeel bangt dulu sempet termakan omongan jelek ttg penderita kusta. Zaman2 90an, kusta selalu dianggab penyakit yg memalukan, ga bisa sembuh, kutukan, orangnya jadi seperti Paria. Malah ada yg dipasung di tempat aku tinggal dulu. 🙁

    Jadi aku sempet ngeri kalo ngeliat tangan orang yang belang2 putih, padahal bisa aja itu bekas terbakar. Krn memang ga ada informasi lengkap ttg kusta.

    Baru setelah internet masuk, kita bisa cari informasi sebanyak mungkin, jadi agak terbuka sih kusta ini bisa disembuhkan, ada obatnya walopun memang harus rutin yaaa. Udah kayak TBC harus minum obat 6-12 bulan 🙁

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru