Sabar, Semua Akan Baik-Baik Saja

Agak sulit ketika harus menceritakan kejadian yang baru saja terjadi. Kejadiannya terjadi dalam sekejap. Sore itu, selesai saya menyelesaikan satu tulisan blogpost. Ada rasa gerah dan jenuh berada di rumah. Maklum, kalau sedang tidak ada jadwal trip baik pribadi atau sponsor, biasanya saya lebih suka di rumah untuk menyelesaikan tulisan-tulisan sehabis trip. Ada tanggung jawab dari setiap perjalanan untuk saya tulis sebagai konten kreator, karena inilah dunia saya.

Petang itu, saya keluar sejenak untuk menghilangkan penat setelah seharian di depan laptop. Hati sudah maju mundur mau keluar atau tidak, mau bawa laptop atau tidak. Entah kenapa bisikan untuk segera keluar rumah makin kuat. Saya pacu motor menuju mall sejenak.

Dua jam di mall, saya putuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya merasa ada yang aneh dengan rumah saya karena pintu rumah sudah dibuka dan ada dua orang terlihat sibuk di dalamnya. Saya panik dan kaget. Motor rasanya ingin saya pacu untuk kabur. Salah seorang dari komplotan mereka keluar dengan mengarahkan pistol di tepat di depan saya. Dia mengisyaratkan saya untuk diam dan pergi.

Dalam pikiran saya saat itu, saya harus kabur dulu sebelum pelatuk pistol lepas dari tangannya.

Singkat cerita, dua pelaku tersebut berhasil lolos dengan sepeda motornya. Mereka membawa alat untuk saya mencari rejeki lewat tulisan dan foto. Kamera seri Olympus OMD EM10 II dan laptop MacBook, keduanya selalu menemani saya untuk traveling. Serta satu laptop pinjaman dari ASUS Indonesia untuk review di blog.

Kejadian ini memang memilukan hati. Semua rasa timbul tanpa saya kehendaki, menyalahkan diri sendiri. Termasuk merasa insecure dengan lingkungan rumah. Sulit bagi saya untuk melupakan bayangan ketika melihat pistol di tangan pelaku dan aksi mereka di dalam rumah.

Di tempat lain, dalam waktu bersamaan ternyata ada kasus serupa. Seorang ibu tua masih dalam kondisi menggenakan mukena selesai sholat, rumahnya juga dimasukin perampok dan sempat melukai kepala si ibu. Sungguh kejam dan mengerikan tingkat kriminalitas kita di Indonesia.

Saya sulit untuk bercerita lebih lanjut lagi. Izinkan saya mengambil nafas panjang dulu.

Musibah ini berdampak ke beberapa pekerjaan tulisan saya tertunda. Saya sempat memberitahu ke beberapa klien agar diberikan waktu sampai saya bisa segera mendapatkan alat kerja baru. Sedangkan untuk foto memang saya masih bisa mengandalkan kamera smartphone sebatas dokumentasi, kecuali foto produk. Saya minta doa baiknya agar secepatnya saya bisa mendapatkan rejeki untuk membeli peralatan baru. Mereka boleh mencuri peralatan saya, tapi tidak kemampuan saya.

Lewat kesempatan ini saya ingin berterima kasih dengan pihak ASUS Indonesia yang bersedia memahami kondisi saya atas ikut hilangnya unit laptop review yang telah dipercayakan kepada saya. Serta, saya sangat berterima kasih dengan teman-teman dari BLUS Community yang telah memberikan dukungan moril agar saya bisa segera produktif kembali di dunia blog. Tidak mudah memang menulis dalam kondisi tertekan, namun saya perlu mencari rejeki kembali supaya bisa mendapatkan laptop dan kamera baru. Saya tahu saya tidak bisa membalas kebaikan kalian, namun Tuhan pasti akan melakukannya seturut niat baik kalian. Sekali lagi, terima kasih keluarga besar ASUS Indonesia.

Jatuh, bangun lagi. Jatuh, bangun lagi. Ini bukan kejadian pertama saya mengalami masa-masa jatuh dan berada di posisi bawah. Pada akhirnya, semua yang kita miliki bakal hilang. Kalau tidak diambil oleh orang, ya diambil Tuhan. Tapi tetap saja ikhlas itu susah. Namun saya percaya saja kalau all is well, semua terjadi sesuai waktu Tuhan. Saya masih harus mengumpulkan keberanian dan menyembuhkan rasa trauma. Barangkali saya butuh liburan sejenak untuk melepaskan ketegangan yang dirasakan.

Sebab saya masih berpegang bahwa, burung saja Tuhan pelihara dan jaga. Mengapa kita tidak?

Advertisements
BACA JUGA :  Kecewa
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

11 thoughts on “Sabar, Semua Akan Baik-Baik Saja

  1. dan Tuhanpun memberikan kembali apa yang hilang selamah Koh menang ASUS keganti lagi yes…btw aku serem banget sampe ditodong gitu syukurnya si pencuri ga nekad yah KOh

  2. ya Allah deg-degan bacanya, yang sabar koh. Setelah kesulitan ada kemudahan, semoga segera diganti dengan rejeki yang berlimpah.

  3. Sabar ya kokh, insyaallah ada hal besar yg sudah disiapkan Tuhan setelah ini. Tetap semangat berkarya, ko. Insyaallah banyak temen2 yg support dan mendoakan..

  4. Yang sabar dan tabah ya, Koh. Betul banget, semua yang kita punya pada hakikatnya hanyalah titipan dan akan diambil kembali dengan cara bermacam-macam. Sungguh disayangkan kejadian begini menimpa, tapi ikhlas dan merelakannya adalah pilihan terbaik. Move on dan terus produktif ya. Tuhan memberkati. Amin.

  5. Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Kesabaran dan keikhlasan insyaAllah menjadikan kita manusia yg (jauh) lebih baik.

  6. Bersyukur karena Koh Huang tidak kenapa-napa.
    Semoga Tuhan segera memberikan ganti yang lebih baik. Aamiin.

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.