Sekolah Kehidupan: Semester Kedua

Sudah hampir dua semester saya berada di sekolah ini. Manis, pahit, kecut nya yang saya dapatin dari lingkungan sekitar membuat saya semakin belajar untuk sadar diri kalau saya memang bodoh.

Di sekolah ini saya bertemu dengan beberapa karakter yang menonjol, salah satunya orang ini dia tampak religius sekali namun sayang sekali religiusnya itu hanya teori karena di dalam sehari-hari dia tidak sereligius seperti yang dia agung-agungkan.

Berharap masuk semester berikutnya saya bisa segera matang dan naik level, selain itu pindah sekolah lagi.

Advertisements
BACA JUGA :  Kenapa Menjual Paket Kuota Bukan Unlimited?
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

3 thoughts on “Sekolah Kehidupan: Semester Kedua

  1. Itulah pelajaran mahal yang tidak akan pernah kita dapat dari text book atau buku panduan di sekolah. Saatnya kita mempraktekan apa yang selama ini sering kita dengan sebagau petuah dan nasehat dari ortu kita.

    Selamat menikmati, semoga ini semakin menjadikan pribadi kita unggul. Bukan cuma akademisnya saja.

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.