Usai

Barangkali inilah saatnya otak bawah sadarku muncul di tempat yang terkenal dengan telernya. Pikiranku lapar hingga aku memutuskan untuk masuk ke dalamnya. Aku memesan menu yang sama seperti 3 bulan yang lalu, saat aku dan dia duduk bersama. Dia di depanku, dengan jelas aku bisa melihat wajahnya yang tirus. Kini aku duduk sendiri dengan menu sama dan tempat duduk yang sama. Mengisi kekosongan perut sambil memandang interaksi orang-orang di sekitar.

Aku kenyang dan berlalu pergi. Itu masa lalu.

 

p.s : Its true or fiction?

Advertisements
BACA JUGA :  Galeb : Roti Jepang
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

2 thoughts on “Usai

  1. p.s. tidak penting true of fiction. Pak Huang telah ‘menciptakan’ sendiri realitas itu di dalam kepala. Dan jejaknya, tertulis di blog ini. 🙂 haayyyyah… bukan mengajak berdiskusi filsafat lho pak Huang. Tapi saya sependapat dengan mas aquarief, sepertinya masih berhubungan dengan F.A.T.Z.W.L.

    Huang : Hahaha.. kalian bisa aja..

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.