Impian Sederhana Sebagai Travel Writer : Punya ZenBook UX331UAL


Minggu lalu saya berjumpa sama Mike dan Deta bertemu di Jakarta. Di sela waktu kosong saya diajak untuk ikutan walking tour. Dengan membawa ransel ukuran besar, saya turun dari ojek motor persis di depan Stasiun Cikini. Dari arah jauh, saya sudah melihat sosok Mike yang sudah berkumpul dulu. Kami duduk lesehan di lantai Stasiun Cikini. Setelah meletakkan ransel saya yang berat, terasa sekali pundak dan punggung mulai nyeri. Langsung terbayang nantinya memboyong ransel selama acara walking tour bersama Kang Asep Kambali menelusuri mulai dari ruas jalan Cikini hingga ke Tugu Proklamasi.

komunitas historia indonesia

Kami sudah berkumpul di Stasiun Cikini

komunitas historia indonesia

Siap jalan-jalan bareng Mike, Deta dan Kang Asep

Tak beberapa lama, saya sempat minta tolong Mike buat ambil ransel saya yang berada tidak jauh darinya. Mike sempat berteriak karena ransel saya cukup berat bagi dia.

“12 kilo, Mike,” tawa saya ke dia. Dia sempat tidak percaya ketika saya membuka isi ransel saya di depannya.

“Biasa.. peralatan ngelenongnya banyak,” tawa saya. Begitulah yang kerap terjadi, kadang kalau sudah traveling, saya pun juga sulit memutuskan mana saja barang yang harus saya bawa karena semuanya penting bagi saya. Misalnya rasa ingin membawa laptop atau tidak. Sebab laptop yang saya punya saat ini ukurannya cukup berat dengan ukuran kurang praktis.

Hindari Membawa Beban Berat di Punggung

Satu ransel bobot 10 kilo, mulai dari pakaian, printilan-printilan dan laptop.

Beberapa bulan balik dari Macao waktu itu, saya mulai merasakan ada nyeri di bagian pundak sekaligus panas seperti kena balsem. Efek nyeri yang saya rasakan cukup mengganggu saya juga sewaktu tidur. Tentunya ada rasa gelisah. Belum lagi tiga minggu kemudian saya akan traveling ke Kerala untuk perjalanan dua minggu. Saya katakan bulan itu perjalanan saya juga cukup lama dan butuh stamina. Namun, saya tetap harus bekerja membuat konten sambil traveling.

Kebetulan mama saya punya jadwal kontrol dokter di Melaka, akhirnya saya ikut berangkat ke Melaka selepas pulang dari Palembang. Setelah saya berkonsultasi dengan dokter saraf di rumah sakit tersebut. Saya diberitahu kalau otot saya tertarik karena beban ransel yang saya bawa setiap traveling. Dokter memberikan resep obat untuk meredakan nyeri dan asam lambung. Selepas konsultasi, saya mulai kepikiran dengan obrolan dokter tersebut.

Konsumsi obat pereda saraf tegang

Kebiasaan traveling membawa ransel

Tebak berapa kilo bawa ransel ini? 😀

Kebiasaan saya sewaktu traveling memang lebih menyukai menggunakan ransel karena membantu mengakomodir keluwesan saya waktu harus berpindah-pindah tempat. Saya tidak perlu repot menunggu bagasi. Maka saya bawa dua ransel yang difungsikan untuk membawa pakaian dan kebutuhan kecil lain di satu ransel utama. Sedangkan satu ransel lagi hanya khusus untuk membawa perlengkapan kerja seperti kamera, kabel, baterai dan laptop. Apabila sedang berkeliling satu hari penuh, tentu saja ransel yang berisi peralatan kerja yang saya bawa.

Setiap saya akan traveling saya harus membawa bobot beban paling ringan sekitar 10 kilo untuk satu ransel, kalau dua ransel bisa jadi 18 kilo. Nah, biasanya pulang dari traveling saya akan rehat sejenak untuk melancarkan kembali peredaran darah.

Mulai Membedah Isi Ransel

Bongkar isi ransel berat 10 kilo

Dulu ketika belum menjadi travel writer, saat traveling saya hanya membawa pakaian saja. Paling bobot berat ransel sekitar 7 kilo. Namun, sekarang saya harus menambah satu ransel lagi dengan bobot yang sama untuk membawa peralatan kerja. Ya, menjadi digital nomad memang membuat saya bisa bekerja di mana saja dan kapan saja, sekalipun saya sedang traveling.

Dimulai dari ransel utama, saya gunakan untuk mengisi pakaian traveling sehari-hari, mulai dari kaos, celana, hingga peralatan mandi. Sedangkan, ransel kedua berisi peralatan kerja mulai dari kamera untuk dokumentasi, laptop untuk menulis saat traveling dan memindahkan data foto, dan perlengkapan kecil lainnya.

Saya mulai mengatur kembali daftar barang-barang apa saja yang perlu saya bawa, tinggalkan, atau cari alternatif barang pengganti dengan bobot lebih ringan. Intinya bagaimana agar saya tetap nyaman saat traveling dengan barang bawaan saya. Satu per satu mulai saya catat :

Pakaian

Tentu saja saya perlu menyiapkan pakaian saat traveling. Saya sudah mulai mengurangi kemeja serta polo shirts. Kemudian, menggantikan kedua jenis baju tersebut dengan kaos. Secara umum, mengenakan kaos akan lebih nyaman, ringan dan mudah digulung. Kemana pun pergi, kaos memang selalu menjadi pilihan. Seperti gaya hidup, pilihan kostum dalam traveling juga harus diperhatikan dari model dan segi kenyamanannya terutama  bahan yang mudah menyerap keringat.

Sedangkan untuk celana sendiri, saya biasa hanya membawa 1 celana pendek dan panjang berbahan ringan. Tujuannya agar memudahkan langkah saya bergerak serta apabila butuh untuk dicuci saat traveling juga gampang kering. Maksimal untuk pakaian saja saya membawa dengan berat 2 kilo.

Perlengkapan Pribadi

Bagi saya perlengkapan pribadi yang wajib dibawa, apalagi sebagai digital nomad yang berpindah-pindah tempat kerja. Saya bisa menumpang mandi di toilet bandara atau sekedar mencuci wajah. Benda-benda pribadi ini mulai dari alat mandi, handuk dan celana dalam. Dulu saya masih membawa yang bentuknya berat. Setelah diberitahu oleh teman, saya mulai menggantikannya dengan perlengkapan pribadi lebih ringan. Misalnya, ada disposable underwear yang merupakan celana dalam sekali pakai terbuat dari bahan kertas ringan. Kemudian, saya mengenakan handuk microfiber yang cepat kering dan ringan. Dua benda ini termasuk yang meringankan bobot ransel saya ketika traveling sekitar 1 kilo.

Peralatan Membuat Konten

Satu ransel khusus peralatan membuat konten dan dailybag

Sudah jadi kewajiban saat sedang traveling, saya juga harus membuat konten kreatif. Mulai dari foto-foto, video, hingga menulis untuk blog dan media cetak. Tentunya ada peralatan yang juga saya bawa dalam satu ransel yaitu mulai dari kamera mirrorless, hardisk eksternal, kabel, sampai laptop. Semua peralatan untuk membuat konten ini sifatnya wajib dan sulit untuk dipisahkan apalagi laptop ketika saya sedang traveling dan digital nomad. Kalau di total bobot berat peralatan membuat konten mulai dari kamera hingga laptop memakan bobot sekitar 5 kilo. Namun yang paling berat adalah laptop saya yang ukurannya sekitar 1.6kg. Saya sedang memikirkan untuk menukarkan laptop lama saya dengan laptop baru. Impian saya bisa ganti ke Asus Zenbook UX331UAL.

Impian Sederhana Sebagai Travel Writer

Di kamar hotel, tetap harus menulis konten

Hampir 80 persen bobot ransel saya adalah peralatan saya buat “ngelenong” alias peralatan untuk membuat konten. Sisanya untuk perlengkapan pribadi. Bayangkan kalau satu alat saja beratnya lebih dari 1 kilo, belum ditambah dengan perlengkapan lainnya yang saling berkaitan. Sudah pasti saya tidak bisa meninggalkan semua peralatan tersebut.

Dalam dunia modern seperti saat ini, inovasi bekerja bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Apalagi ada teknologi yang ikut mengubah dinamika dunia kerja. Hari ini bisa saja saya bekerja di Palembang, besok saya sudah terbang ke Jakarta dan negara lain. Sudah pasti saya selalu membawa laptop untuk sekedar menulis draft atau memindahkan data. Selama ada teknologi yang mumpuni saya tetap dapat bekerja dari manapun selama terhubung dengan internet.

Teknologi seperti apa yang mumpuni? Tentunya laptop menjadi senjata utama saya untuk menghasilkan konten kreatif untuk blog maupun media cetak. Ide-ide tulisan harus bisa saya tuangkan lewat tulisan. Namun, kalau perangkat kerja yang dimiliki saat ini ternyata membuat saya sendiri kesulitan. Berandai ada sebuah laptop ukuran ringan namun tetap bertenaga yang bisa menggantikan laptop saya sekarang. Sudah pasti saya bakal tukar dengan laptop tersebut. Masalahnya, apa ada laptop idaman seperti itu?

Apa sih yang tidak mungkin? Seperti ASUS yang mengeluarkan ZenBook UX331UAL yang menjadi laptop ukuran 13,3 inci paling ringan dan powerful. Saya pun jadi penasaran untuk membongkar keunggulan-keunggulan dari produk ini. Berikut beberapa keunggulan yang saya suka dari Zenbook UX331UAL yang bisa menunjang kegiatan saya menjadi lebih profesional dan nyaman saat traveling.

Ringan dan Tahan Banting

asus zenbook ux331ual

Bayangkan saja ketika saya traveling ke Kerala selama 2 minggu. Saya selalu membawa ransel yang berisi peralatan untuk membuat konten. Saat sedang di dalam bus, masing-masing kami juga sibuk dengan laptop. Kadang ada yang sambil mengedit video, foto atau membuat tulisan. Tentunya saya juga menginginkan laptop yang tipis sekaligus ringan. Hal ini akan sangat membantu saya lebih ringkas sekaligus menjaga kesehatan pundak saya. Oleh karena itu, kenapa saya melirik ZenBook UX331UAL karena material bodi keseluruhan menggunakan magnesium aluminium alloy yang membuat laptop ini menjadi sangat ringan.

Bobot ASUS ZenBook UX331UAL hanya 985g atau kurang dari 1 kilo dengan ketipisan 13.9mm! Nah, ini yang saya butuhkan dari sebuah laptop idaman saat ini. Bobot beratnya bisa meringankan isi ransel saya. Bekerja di mana saja terasa nyaman sekali saat menenteng laptop ASUS ZenBook UX331UAL sebagai digital nomad dan travel writer. Selain itu, desain bingkai ASUS sudah mengadopsi NanoEdge yang membuat ukuran layar laptop seperti ukuran 13 inci. Luar biasa sekali bukan?

Belum selesai sampai disini saja, ada hal yang membuat saya kaget dan berkata, “Gokil bener ini laptop!” mengapa? ZenBook UX331UAL ini punya standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G untuk memastikan laptop dapat dioperasikan di berbagai kondisi lingkungan. Waktu lihat video uji coba laptop ZenBook ini dilindas dan diinjak saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti layar dan bodi di laptop. Tapi, hasilnya bikin saya makin teriak histeris, ini seriusan? Laptop ZenBook ini sudah lolos pengujian berat.

Inilah laptop idaman saya! Kalian bisa bayangkan kalau saya kemana-mana bawa ransel, ketika harus memasukkan ransel dalam kabin, kadang tanpa sengaja ransel saya tertindih oleh ransel atau koper penumpang lain. Bisa saja laptop yang ada di dalam ransel saya tertindih yang menyebabkan layarnya retak.

Saya jadi ingat pengalaman traveling ke Kerala waktu naik kereta kelas 3 yang mana saya harus benar-benar menjaga ransel saya. Ketika saya tidur, saya sengaja tidur di atas ransel untuk berjaga-jaga, sedangkan di dalam ransel ada laptop yang saya bawa. Waktu itu saya sudah khawatir kalau laptop saya akan retak karena tidak kuat menahan beban tubuh saya kan. Namun, coba bayangkan kalau kita pakai ZenBook UX331UAL ini untuk kegiatan traveling? aman!

Performa Handal dan Lengkap

asus zenbook ux331ual

Saya juga tidak hanya butuh laptop yang ringan tapi juga laptop tersebut juga bisa handal untuk menyelesaikan pekerjaan saya mulai dari mengetik naskah, mengedit foto lewat aplikasi ataupun mengedit video yang nantinya menjadi konten kreatif. Tentunya sebagai laptop idaman saya, ASUS ZenBook UX331UAL ini sudah memiliki performa handal yang didukung oleh prosesor Intel i5 Generasi ke-8.

Aplikasi-aplikasi yang saya gunakan untuk membuat konten kreatif juga butuh memori RAM yang tinggi supaya saat multitasking membuka aplikasi juga lancar. Laptop yang saya gunakan saat ini masih menggunakan RAM 4GB, sedangkan laptop idaman saya tersebut sudah menggunakan memori 8GB. Tentunya dua kali lipat tenaganya bisa lebih cepat untuk menjalankan aplikasi favorit dengan ASUS ZenBook UX331UAL. Apalagi memori penyimpanannya sudah menggunakan SSD 256GB yang pasti bikin kinerja menyalakan laptop lebih cepat. Selain itu, laptop impian saya ini juga harus didukung dengan kelengkapan port untuk mengurangi kabel-kabel yang harus saya bawa saat bepergian. Bayangkan kalau sudah laptopnya keren, tapi kalian masih butuh dongle HDMI untuk menghubungkan ke USB, HDMI atau audio. Repot ya?

asus zenbook ux331ual

Saya senang sekali mendengarkan musik secara streaming lewat laptop. Sambil memutar musik favorit, saya bisa sambil bekerja di depan laptop. Nah, di laptop lama saya kalau saya memutar lagu, sering kali suara speakernya kurang kuat. Tapi kalau pakai ASUS ZenBook UX331UAL ini tentunya suara audio sudah terjamin dengan audio Harman Kardon yang memberikan suara imersif kencang dan kuat. Kebayangkan bukan enaknya bekerja dengan laptop ZenBook UX331UAL ini, saya bisa lebih produktif bekerja sekaligus saat traveling juga tidak perlu khawatir saat harus memindahkan data foto dan video ke dalam laptop.

Baterai Tahan Lama

asus zenbook ux331ual

Ketika sedang bekerja di luar atau traveling, sering kali saya harus membawa kabel charger untuk berjaga-jaga karena baterai laptop saya tidak bertahan lama. Paling lama sekitar 3 jam. Maka, saya cukup terkesima ketika daya baterai ZenBook UX331UAL memiliki daya baterai hingga 15 jam. Wah, saya jadi kepikiran kalau ZenBook UX331UAL ini memang dirancang untuk saya yang memiliki gaya hidup berpindah-pindah tempat kerja. Saya tidak perlu khawatir kalau baterai habis atau ketinggalan kabel charger.

Keamanan Sensor Jari

Dulunya saya pikir kalau keamanan laptop, saya cukup memberikan kata sandi saja. Namun, ketika saya suka mengetik di tempat umum termasuk mengisi kolom password, pastinya bisa mengundang bahaya. Salah satu alasan yang membuat saya ingin menukarkan laptop lama saya dengan laptop idaman seperti ASUS ZenBook UX331UAL yaitu karena sudah ada sensor sidik jari di touchpad dan Windows Hello. Saya tidak perlu repot lagi untuk mengetik kata sandi setiap kali masuk, cukup satu sentuhan saja di touchpad. Cukup praktis sekali fitur ini bagi saya untuk membuka laptop.

Kenyamanan Saat Mengetik

asus zenbook ux331ual

Sudah pasti intensitas saya mengetik, sama lah seperti kamu. Apalagi kalau kerja kita cukup lama di depan laptop. Laptop lama saya keyboard cukup keras dan kurang halus bahannya sehingga kadang membuat saya sewaktu mengetik suka salah ketik. Pastinya saya juga mengidolakan laptop dengan keyboard yang ergonomi dan memberikan pengalaman menggunakan saat mengetik lebih nyaman.

Keinginan saya tersebut, ternyata jawabannya ada di ZenBook UX331UAL. Pertama, laptop ASUS ini sudah dilengkapi dengan keyboard backlit ukuran penuh sehingga akan sangat membantu saya pada saat mengetik di kondisi pencahayaan apapun. Saya tidak perlu meraba-raba huruf di keyboard karena tidak terlihat. Selain itu dengan adanya keyboard backlit tampilan laptop ASUS ZenBook UX331UAL jadi lebih keren! Saya pasti akan larut dalam kenyamanan mengetik tiap huruf karena presisi jarak antar huruf mudah dijangkau.

Bagi saya yang bekerja tanpa menggunakan mouse pastinya akan sangat terbantu dengan teknologi palm-rejection karena mendukung gerakan multi jari dan tulisan tangan! Cocok banget kan buat saya yang mobilitasnya tinggi dan butuh peralatan yang simpel tapi bertenaga.

Rela Tukar Laptop Lama Dengan ZenBook UX331UAL

Dengan ASUS ZenBook bisa bekerja di mana saja.

Wahhh…. asik banget ya kalau bisa punya ASUS ZenBook UX331UAL ini. Sebagai petualang digital, saya bisa bekerja di mana saja tanpa harus ke kantor. Nah, sering kali kendala saya adalah ketika traveling dan membawa laptop, tentunya bermasalah sakit punggung dan pundak berhari-hari ini sulit disembuhkan. Bagi kesehatan, saya juga takut setelah mengalami saraf terjepit. Tapi itulah resiko sebagai digital nomad.

Jika ditotal bobot berat ransel saya sekitar 10 kilo yang terdiri dari bobot ransel sendiri, baju selama traveling, peralatan pribadi dan perlengkapan untuk mencari konten seperti kamera dan laptop. Setiap hari selalu saya bawa apabila keadaan tidak memungkinkan  untuk meninggalkan ransel di kamar hotel atau berpindah kota. Sudah pasti ransel saya juga sering terbanting atau tertindih.

Saat ini tinggal satu benda saja yang belum bisa saya gantikan yaitu laptop yang saya miliki sekarang. ASUS ZenBook  menawarkan laptop dengan desain elegan dan compact untuk menunjang produktivitas. Saya itu pengen menggantikan dengan ASUS Zenbook UX331UAL setelah saya membaca spesifikasi dan review dari beberapa teman. Fungsi laptop itu cocok sekali sebagai laptop idaman saya sebagai travel writer sekaligus digital nomad. Apalagi bodi laptop punya standar military grade yang membuat laptop ini handal di segala situasi. Mau tidak sengaja jatuh, ditindih atau banting tetep aman.

Saya pun sudah menghitung apabila saya menggantikan laptop yang saya punya dengan ASUS Zenbook UX331UAL maka bobot berat ransel yang saya bawa saat traveling, kurang lebih sekitar 8 kilo saja. Sesuai dengan arahan dokter saraf saya bahwa beban ransel tidak boleh lebih dari 15 persen berat badan. Misalnya berat badan kita 75 kilo, berarti maksimal hanya boleh membawa berat sekitar 12 kilo. Kalau jumlah beban melebihi, maka ini akan mengubah postur tubuh serta dapat menyebabkan masalah tulang belakang. Apalagi mengingat umur juga semakin bertambah tentunya saya juga harus menjaga kesehatan untuk bisa jalan-jalan.

Jadi, inilah alasan saya mengapa ingin menukar laptop lama saya dengan ASUS ZenBook UX331UAL. Sederhana karena saya ingin menjaga kesehatan tubuh saya agar bisa tetap traveling dan menulis indahnya Indonesia. Doakan saja semoga laptop idaman ini berhasil saya pinang dengan Aamiin.

Berikut ini spesifikasi lengkap ASUS ZenBook UX331UAL:

Main Spec. ASUS ZenBook UX331UAL
CPU Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache, up to 3.40 GHz
Operating System Windows 10 Home
Memory 8GB LPDDR3 2133MHz SDRAM
Storage 256GB SATA3 M.2 SSD
Display 13.3″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) 60Hz, Ultra Slim 300nits
Graphics Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output 1x micro SD card, 1x audio jack COMBO, 1x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 2x Type A USB3.1 (GEN1), 1x HDMI, Support HDMI 1.4
Camera VGA Web Camera
Connectivity Built-in Bluetooth V4.2, Integrated 802.11 AC (2×2)
Audio Built-in Stereo 1 W Speakers And Array Microphone, ASUS SonicMaster Technology

Support Windows 10 Cortana with Voice, Harman kardon

Battery 50 Whrs Polymer Battery
Dimension 310 x 216 x 13.9 mm (WxDxH)
Weight 985gr with Battery
Colors Deep Dive Blue, Rose Gold
Price Rp14.299.000
Warranty 2 tahun garansi global
Iklan

28 pemikiran pada “Impian Sederhana Sebagai Travel Writer : Punya ZenBook UX331UAL

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.