Menemukan Kembali Makna Sincia Lewat Festival Imlek 2017 Palembang

Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 4 SD, sekitar tahun 1999. Boleh dikatakan saya masih muda belia belum terkontaminasi dengan Awkarin atau Lambe Turah :mrgreen: saat itu masih bocah ingusan saya pun senang sekali saat datangnya Sincia. Otak anak umur 8 tahun saat itu adalah Angpao untuk besoknya bisa jajan di sekolah atau masukkan dalam celengan plastik. Itulah yang saya nikmat sewaktu masih ingusan dan celana pendek warna merah.

Ternyata, bukan saja saat itu kita diwajibkan untuk menghafal nama-nama menteri yang silih berganti tiap tahunnya karena pertanyaan tersebut selalu muncul saat Ujian Sekolah. Pemimpin rezim Orde Baru yang mengeluarkan peraturan bahwa “Melarang segala hal yang berbau Tionghoa”, termasuk Sincia yang sudah menjadi tradisi tiap tahun. Bayangkan hancurnya perasaan anak kecil yang senang dengan datangnya Sincia tapi begitu orang tuanya bilang kita tidak merayakan sincia tahun ini lagi, kalau pun merayakan harus sembunyi-sembunyi. Tidak boleh ada kemeriahan. Tidak ada coklat ayam, kue pancong, atau membeli mainan. Lalu, si anak kecil yang polos tersebut menatap penuh makna di depan mamanya.

“Kenapa, Ma? Apa karena kita Cina?” tanya anak kecil itu yang perlahan-lahan dia mulai bertanya.

Kalau dulu dia menerima saja setiap situasi. Jika kalian sebagai orangtua keturunan etnis Tionghoa, apa yang akan kalian jelaskan terhadap anak kalian saat ini?

menjaga-tradisi-sincia-angpao

Ingatan saya masih kuat dan jelas hingga sekarang, di saat kami mau menyambut datangnya Sincia dan menantikan Angpao. Saya dan teman-teman sekolah pun seperti bermain petak umpet. Di sekolah, bersama teman-teman kelas kami sudah membuat rencana akan datang ke rumah siapa saja mulai dari Acong, Abo, Apek, Asak, Aheng dan A lainnya yang memiliki nama panggilan Tionghoa di rumah mereka. Kami memang tidak menggenakan baju  merah supaya tidak mencolok. Kami mengakali dengan seragam sekolah kami yang sudah ada warna merahnya, celana sekolah SD :mrgreen: , kecuali ada teman yang memang sengaja membawa baju ganti untuk diganti saat ke rumah teman. Saat itu kami sepakat untuk mencari Angpao! Walaupun kami seperti main petak umpet, tapi masa itu bahagia sekali bagi seorang anak usia 8 tahun untuk dapat menyambut Sincia.

Orang Tionghoa tentu berterima kasih dengan jasa Bapak Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gusdur yang memberi oase ditengah gurun untuk dapat merayakan Sincia. Ada kegembiraan, ada kembali warna merah dan angpao.

angpao-imlek

Sincia merupakan hari perayaan Tahun Baru Penanggalan Kalender Tionghoa. Sama seperti penanggalan kita di Indonesia, bagi orang Tionghoa juga memiliki penanggalan sendiri yang mungkin belum orang ketahui karena sedikit informasi yang tersedia. Beruntunglah sekarang internet sudah sangat membantu kita untuk mencari tahu.

Nama “Sincia” memiliki makna  Sin berarti baru. Lalu Cia berarti bulan pertama dalam bahasa Hokkian. Kemudian terjadi pergeseran penyebutan kata Sincia menjadi Imlek yang memiliki arti hampir sama dengan Sincia yaitu Im berarti bulan pertama dan Lek berarti kalender, tetap dalam bahasa Hokkien. Sehingga sekarang kita lebih mengenal sebagai Hari Perayaan Tahun Baru Imlek bagi orang Tionghoa.

Angpao menjadi tradisi saat Imlek karena pemberian angpao atau amplop merah sebagai lambang rejeki yang diberikan kepada kita. Angpao hanya boleh diberikan bagi orang yang sudah menikah ke orang yang belum menikah atau anak kecil, sebab ada pantangan bagi yang belum menikah apabila menerima angpao didoakan untuk cepat menyusul dan enteng jodoh. Sedangkan bagi anak kecil agar anak kecil tersebut selalu bahagia dan tumbuh menjadi anak baik.

momen-makan-malam

Saat ini perayaan Tahun Baru Imlek memiliki ruang untuk merayakannya namun tetap dalam pengawasan agar kondisi tertib dan aman. Bahkan saya melihat ada campur tangan aparat polisi untuk mengamankan jalannya perayaan Tahun Baru Imlek di tempat-tempat ibadah umat Tionghoa di Indonesia. Imlek sendiri bukanlah perayaan agama, secara literatur Imlek merupakan perayaan musim semi di Tiongkok sehingga apabila kalian ada garis keturunan Tionghoa pun masih boleh ikut untuk merayakan Imlek di rumah.

Dalam keluarga besar saya yang dinamis, tidak sepenuhnya yang menganut kepercayaan Buddha dan Konghucu. Islam pun juga ada. Seperti akulturasi budaya Tionghoa dan Palembang yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Palembang sehari-hari. Biasanya kerabat yang tidak merayakan Imlek akan datang membantu untuk memasak makan malam besar keluarga. Saat itu masih ada keluarga yang dituakan, namun setelah beberapa meninggal akhirnya tradisi ini mulai menghilang dan digantikan dengan saling berkunjung satu sama lain.

menu-makan-malam-imlek

Di Tiongkok, Imlek merupakan perayaan menyambut musim semi yang menandakan hasil panen para petani berlimpah sehingga untuk mensyukuri berkat yang didapat mereka malamnya merayakan dengan makan besar bersama. Menu-menu hidangan makanan enak dan lezat pun dikeluarkan untuk disantap bersama.

Tiap keluarga Tionghoa pastinya memiliki menu-menu hidangan andalan. Keluarga saya memang tidak memiliki menu hidangan khusus sebab tiap tahunnya selalu memesan dari jauh hari di restoran untuk menyantap bersama. Menu hidangan utama yang sudah pasti ada ikan, mie, aneka sayuran hijau. Ikan menjadi simbol rejeki sehingga ada satu mitos yang mengatakan bahwa saat makan ikan diusahakan untuk tidak membalikkan badan ikan karena sama saja membuang rejeki yang sudah didapat. Sedangkan mie melambangkan umur panjang karena tekstur mie yang panjang dan tidak putus.

pasar-buah-temenggung

pasar-buah-temenggung-suasana-imlek
Hiruk pikuk suasana Imlek di Pasar Buah Temenggung Palembang

Ada hal yang unik dalam tradisi Imlek di rumah saya yaitu kami selalu menikmati “Cang Cai” atau sayur panjang umur karena bentuk sayurnya yang panjang dan tektur lembut gampang untuk dicerna. Paling gampang mencari sayur ini di Pasar Buah Temenggung karena di sanalah banyak jual ornamen Imlek termasuk kebutuhan lainnya.

Pasar Buah Temenggung yang berada di kawasan 17 ilir atau lebih dikenal sebagai Pasar Buah menjadi pasar paling sibuk di saat menjelang Imlek. Saya pun menyempatkan untuk menemani mama sewaktu ke pasar berbelanja kebutuhan Imlek. Pasar yang berada di pusat kota ini menjadi paling diminati oleh warga Tionghoa sebab gampang sekali ditemukan barang-barang kebutuhan mulai dari kebutuhan sembahyang sampai ornamen Imlek. Sebab, mayoritas pedagang di pasar ini adalah orang-orang Tionghoa.

Sayur panjang umur atau Cang Cai
Sayur panjang umur atau Cang Cai
Aneka kebutuhan Imlek mulai dari hiasan Imlek, kue keranjang, jeruk bali, kue kering, kue basah dan pempek Palembang
Aneka kebutuhan Imlek mulai dari hiasan Imlek, kue keranjang, jeruk bali, kue kering, kue basah dan pempek Palembang

Atmosfer selama di Pasar Buah Temenggung ini sangat ramai, bahkan tidak sedikit kita akan menjumpai para ibu-ibu yang mengajak kuli panggul untuk membawa barang belanjaan mereka. Sesekali boleh lah kalau kalian mau bermain ke pasar Buah Temenggung. Biasanya mama saya sudah memesan mulai dari kue kering dan basah, pempek bahkan membeli kue keranjang atau dodol Imlek menjadi makanan yang paling dicari saat Imlek. Kue keranjang memiliki makna agar tiap orang yang makan selalu menerima keberuntungan tiap tahunnya karena tekstur kue yang lengket dan manis.

pantangan-imlek

patung-dewa

Sehari sebelum Imlek memang biasanya orang Tionghoa mempersiapkan mulai dari membersihkan rumah juga sembahyang leluhur yang sudah meninggal. Banyak persiapan yang diperlukan untuk melakukan ritual sembahyang leluhur. Tradisi cara ibadah sembahyang leluhur mirip seperti tata cara ibadah di klenteng, hanya bedanya kalau di klenteng mengarah ke Dewa sedangkan sembahyang ke leluhur untuk menghormati dan mengenang saat mereka masih hidup.

cara-sembahyang-umat-buddha
Seorang kokoh sedang memanjatkan doa di Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu Palembang
Lilin yang tingginya setara dengan si kokoh baju putih
Lilin yang tingginya setara dengan si kokoh baju putih
Umat Tri Dharma sedang menyalakan dupa di Klenteng Kwan Tie Kong Talang Semut Palembang
Umat Tri Dharma sedang menyalakan dupa di Klenteng Kwan Tie Kong Talang Semut Palembang

Klenteng-klenteng yang ada di Palembang juga ramai dikunjungi oleh orang Tionghoa untuk memanjatkan doa dan membakar dupa. Sebagai tempat ibadah bagi orang Tionghoa, klenteng memiliki berbagai ciri khas mulai dari jenis bangunan sampai dewa yang diyakini. Namun, ada dua klenteng yang pasti dikunjungi oleh orang Tionghoa untuk bersembahyang yaitu Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu dan Klenteng Kwan Tie Kong Talang Semut.

Sedangkan Imlek juga memiliki pantangan-pantangan seperti menyapu rumah tidak boleh dilakukan hal ini bertujuan supaya tidak membuang rejeki yang telah masuk. Apabila ada keluarga yang baru saja meninggal dunia tidak boleh ikut merayakan Imlek selama 1 tahun serta datang bersilaturahmi ke rumah orang. Selain itu harus melewati 49 hari setelah kerabat yang meninggal tersebut baru boleh silaturahmi ke rumah orang. Hal ini dipercayai akan membawa keburukan bagi rumah orang yang didatangi.

sanjo-palembang

Aneka makanan Imlek mulai dari kue kering, kue basah dan pempek
Aneka makanan Imlek mulai dari kue kering, kue basah dan pempek di rumah Koh Huang

Banyak keunikan dalam cara merayakan Tahun Baru Imlek, sehingga bermula dari berbagai tradisi dan budaya yang ada dapat menambah kemeriahan momen tersebut. Salah satunya adalah mengunjungi keluarga, teman dan kerabat untuk silaturahmi. Nah, Palembang punya tradisi “Sanjo”. Apa kalian pernah dengar “Sanjo”?

Di Palembang dan beberapa daerah di wilayah Sumsel, tradisi “Sanjo”  yang berarti bertamu untuk silaturahmi. Maka tidak heran kalau kalian yang memiliki teman orang Palembang akan mengajak : “Lebaran agek sanjo ke rumah yo!”

sanjo-palembang-makan

Tradisi yang terjadi dari tahun ke tahun tampaknya tidak afdol kalau tidak saling sanjo. Makna dari saling kunjung ke rumah kerabat dan teman ini dianggap sebagai mendatangkan rejeki baru. Hanya di momen seperti Imlek inilah mereka yang jarang berjumpa karena kesibukan masing-masing memiliki jatah libur dan dimanfaatkan untuk saling berkunjung ke rumah teman-teman. Sanjo Imlek juga termasuk kearifan lokal yang memang harus dipertahankan untuk kita dapat mengenal dan memahami satu sama lain.

Pastinya akan ada cerita-cerita seru saat sanjo ke rumah keluarga atau teman, mulai dari pertanyaan “Kapan kawin?” sampai “Kapan punya anak lagi?”. Kalian yang jomblo pasti selalu menghindari pertanyaan tersebut kan 😆

Momen Imlek menghubungkan silaturahmi saya dan teman kantor lama
Momen Imlek menghubungkan silaturahmi saya dan teman kantor lama yang sudah lama tidak berjumpa

Sanjo atau silaturahmi ke rumah teman yang merayakan tidak harus kalian yang sesama Tionghoa, tapi bagi kalian yang Muslim pun juga boleh ikut sanjo ke rumah teman kalian yang merayakan. Momen ini pastinya akan menyenangkan teman kalian yang merayakannya sebab rumah mereka ramai didatangi oleh orang untuk berbagi kebahagiaan bersama.

Meski makanan yang disajikan tiap rumah berbeda sesuai dengan kemampuan keluarga tersebut, namun tidak menutup rasa senangnya saat sanjo di rumah orang. Hampir tiap rumah saat Imlek menyajikan makanan mulai dari kue kering, kue basah, pempek dan aneka turunannya. Pokoknya semua makanan terlezat khas Palembang bisa saja dikeluarkan di momen Imlek seperti saat ini. Kebetulan tahun ini saya pun open house karena baru pindah rumah baru sekaligus mengajak teman-teman untuk sanjo ke rumah walaupun hidangannya sederhana.

cap-go-meh-palembang

Pulau Kemaro Palembang
Pulau Kemaro Palembang

Perayaan Imlek untuk bertamu atau sanjo biasa lamanya tiga hari. Hari pertama untuk keluarga, hari kedua dan ketiga untuk teman dan kerabat yang akan berkunjung. Rata-rata memasuki hari keempat, stok makanan untuk tamu sudah hampir habis. Namun, seperti kue-kue kering masih tersedia. Bersamaan dengan Imlek, di hari ke-15 tanggalan Tionghoa merupakan puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari lamanya. Jadi aslinya perayaan Imlek memang selama lima belas hari.

Istilah yang sering didengar adalah Cap Go Meh yang berasal dari bahasa Hokkien yaitu Cap berarti sepuluh, Go berarti lima dan Meh berarti malam. Puncak perayaan Imlek di Palembang diwakilkan oleh perayaan  Cap Go Meh yang diadakan secara rutin setiap setahun sekali. Pada hari perayaan Cap Go Meh kali ini jatuh pada tanggal 9 – 10 Februari 2017. Perayaan Cap Go Meh di Palembang diadakan di Pulau Kemaro. Lantas apa yang menjadi daya tarik Pulau Kemaro yang selalu meriah ditiap tahunnya saat Cap Go Meh?

klenteng-pulau-kemaro

makam-siti-fatimah-pulau-kemaro

Daya tarik Pulau Kemaro adalah ikon Pagoda 9 lantai yang hanya dibuka saat Cap Go Meh. Selain pagoda terdapat sebuah klenteng dan di dalamnya terdapat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah yang berdampingan. Klenteng Hok Tjing Rio, klenteng ini tempat ibadah yang sering dikunjungi ribuan warga keturunan Tionghoa untuk merayakan puncak Imlek karena terdapat Tradisi dan Mitos Cap Go Meh Pulau Kemaro Palembang.

Info Cap Go Meh Tahun 2017. Titik kumpul penyeberangan tongkang gratis di Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu

Ada banyak orang datang dari berbagai kota untuk ke Palembang guna ikut merayakan Cap Go Meh sekaligus silaturahmi ke keluarga dan kerabat jauh. Kisah pulau yang terbentuk di tengah Sungai Musi ini menyedot pengunjung dari berbagai kota maupun luar negeri.

Biasanya saat Cap Go Meh ada penyediaan kapal tongkang gratis yang dapat kita gunakan untuk menyeberang ke Pulau Kemaro dari Jembatan Ampera. Salah satu titik kumpul yang menyediakan kapal tongkang gratis ada di Klenteng Chandra Nadi, klenteng tertua di Palembang. Lokasinya yang pinggir Sungai Musi membuat akses kapal tongkang jadi lebih gampang menuju Pulau Kemaro karena kalau hari biasa menyewa jasa kapal mulai dari 150 – 300 ribu tergantung tawar menawar.

festival-imlek-indonesia

Di tempat yang berbeda, ternyata tahun ini Palembang mengadakan kembali Festival Imlek Indonesia 2017 yang bertempat di PSCC Palembang pada tanggal 11 – 12 Februari 2017. Banyak rangkaian acara yang mengajak masyarakat Palembang dan Tionghoa untuk dapat berbaur menikmati arakan pawai budaya, pertunjukan barongsai, berbagai lomba, serta kesenian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia.

poster-festival-imlek-indonesia-2017-palembang

Hal yang paling saya nantikan adalah melihat pertunjukkan Tari 1000 Tangan Dewi Kwam Im yang memiliki filosofi sangat baik. Dewi Kwam Im adalah wujud welah asih, kebaikan dan cinta. Tarian 1000 Tangan ini memancarkan kasih dan welah asih serta kedamaian dan harmoni di dalam masyarakat. Palembang memiliki sejarah dan budaya sejak Kerajaan Sriwijaya, bahwa pernah ada etnis Tionghoa yang masuk dan bertukar pengetahuan.

Saya banyak menulis mengenai budaya Tionghoa di dalam blog deddyhuang.com agar masyarakat mengetahui bahwa kerukunan masyarakat Palembang memang sudah terbentuk dari lama. Maka, lewat Festival Imlek Indonesia 2017 saya ingin mengajak kalian untuk dapat ikut menikmati sajian acara agar dapat mengenal Palembang serta budaya Tionghoa. Datang dan lihatlah perayaan Tahun Baru Imlek di Palembang!

Informasi lebih lanjut mengenai Festival Imlek Indonesia 2017 di Palembang bisa dilihat di festivalimlekindonesia.com atau Instagram @festivalimlekindonesia

Ayo ke Palembang biar nanti bisa selfie dan jalan-jalan sama Koh Huang 😆

Iklan

Melihat Pesona Klenteng Chandra Nadi Tertua Di Palembang

Bagi kalian yang menyukai bangunan heritage, ternyata ada satu lokasi tempat ibadah yang bisa dikunjungi saat berkunjung ke Palembang. Salah satunya Klenteng Kwam Im atau Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang) yang sudah ada sejak tahun 1773. Klenteng ini berdiri pada masa Kesultanan Palembang Darussalam dan Kolonial Belanda. Boleh dibilang klenteng Chandra Nadi yang berada di kawasan 10 Ulu ini adalah yang tertua di Palembang.

Klenteng Soe Hok Gie
Klenteng Soei Goeat Kiang (Chandra Nadi), Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu Palembang

Kalau kita berada dari sisi dermaga Pasar 16 ilir, akan langsung terlihat dari seberang sebuah bangunan merah menyala di sisi Sungai Musi. Ornamennya khas Tiongkok dengan dua patung naga di gapura. Dari sekian banyak kelenteng yang tumbuh subur di Palembang, klenteng yang berlokasi di daerah 10 Ulu ini selalu ramai didatangi oleh umat Buddha dan Konghucu. Tempat ini juga digelar prosesi ibadah masyarakat Tionghoa di Palembang, mulai dari ulang tahun Dewa atau acara sosial lainnya.

Jika kalian penasaran dengan tempat ibadah atau klenteng Kwam Im. Ada beberapa cara menuju klenteng tersebut mulai dengan jalur darat atau sungai. Kalau kita melalui jalur darat, kita akan menyeberangi Jembatan Ampera, lalu lurus ke Jalan Gubernur Ahmad Bastari, kemudian berbalik arah jalan di bawah Jembatan Ampera, selanjutnya menuju Jalan Perikanan. Posisi Kelenteng berada di tepian jalan, sebelum menuju Dermaga 10 Ulu.

klenteng-dewi-kwam-im-10-ulu-palembang
Altar pertama dari depan pintu masuk Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu, Palembang

klenteng-chandra-nadi

Selain itu, bisa juga melalui jalur sungai dengan naik perahu ketek dari bawah Jembatan Ampera dari dermaga 16 Ilir (depan Pasar 16 Ilir) atau bisa juga melalui dermaga Benteng Kuto Besak. Biaya naik perahu ketek ini berkisar 10-20 ribu per orang, tergantung kemahiran tawar menawar.

Klenteng tertua di Palembang ini dibangun di perkampung 10 Ulu karena di sana terdapat makam seorang Panglima Palembang keturunan Tionghoa bernama Ju Sin Kong atau biasa disebut Apek Tulong, dia beragama Islam. Menurut mitos orang yang berziarah di sini akan mendapatkan keberkahan atau terbebas dari penyakit. Klenteng Chandra Nadi ini digunakan umat dari tiga agama dan kepercayaan untuk berdoa. Ketiga agama dan kepercayaan yang diakomodasi di klenteng ini adalah Buddha, Tao, dan Konghucu.

Memasuki halaman Klenteng Chandra Nadi, aroma dupa (hio) wangi langsung menusuk ke hidung. Dupa sebagai salah satu sarana yang dipercaya sebagai penghubung ke Thien. Dalam arti Thien disebut “langit” atau sebagai Tuhan. Melangkah masuk ke dalam, kita akan bertemu dengan altar-altar dewa mulai dari altar Dewi Maco Po atau penguasa laut (juga disebut sebagai dewi yang menguasai setan dan iblis) dan altar Dewi Kwan Im atau penolong orang yang menderita sudah tersusun secara berurut.

cara-ibadah-umat-konghucu
Umat Tri Dharma sedang melakukan ibadah sembahyang

cara-doa-umat-buddha

bakar-dupa

Selain itu juga ada altar Sakyamoni Buddha (Sidharta Buddha Gautama), altar Bodhisatva Maitreya (calon Buddha), altar Dewi Kwan Tee (pelindung dharma), altar Dewi Paw Sen Ta Tee atau dewi uang dan pemberi rezeki. Kemudian altar Dewi Chin Hua Niang Niang atau Dewi Mak Kun Do, altar Giam Lo Ong (raja neraka), dan altar Dewa Toa Pek Kong berbentuk macan. Di bagian belakang klenteng terdapat satu altar yang berisi kumpulan berbagai patung titipan umat dan altar Ju Sin Kong, pelindung Kota Palembang dan diyakini beragama Islam.

patung-dewi-kwam-im-palembang

Padatnya kunjungan klenteng ini paling ramai dikunjungi pada saat tanggalan Cina pada tanggal 1 (Ce It) dan 15 (Cap Go), banyak muda-mudi dan termasuk orangtua yang datang untuk memanjatkan doa permohonan dan ucapan syukur. Sehingga bagi kamu yang sedang berkunjung di Palembang, jangan lewatkan menilik sejarah dan bangunan lama klenteng tertua di Palembang. Sebentar lagi umat Buddha dan Konghucu akan merayakan Imlek yang merupakan perayaan tahun baru Imlek.

Lampion merah yang menjadi ciri khas Tahun Baru Imlek. Foto : instagram.com/itsreivo
Lampion merah yang menjadi ciri khas Tahun Baru Imlek. Foto : instagram.com/itsreivo

Klenteng Chandra Nadi (Klenteng Dewi Kwam Im) tiap tahunnya selalu memiliki acara untuk menyambut Tahun Baru Imlek, dimulai dari mendekorasi halaman parkir dengan serba lampion merah dan malamnya dilanjutkan dengan pertunjukkan Barongsai sebagai petanda rejeki masuk. Warga sekitar termasuk para pengunjung bisa ikut menikmati aktraksi yang ada di klenteng sehabis memanjatkan doa dan permohonan di tahun baru Imlek 2017. Kalau kamu sedang berkunjung ke Palembang tak ada salahnya berkunjung ke klenteng selain untuk berdoa juga bisa untuk berfoto kenangan.

***

Tulisan ini re-blog dari tulisan saya di HelloPalembang.com. Sebelumnya juga pernah dimuat di majalah travel Journey Magz pada bulan Januari 2016.

deddyhuang-1485584443059

klenteng-dewi-kwam-im

Selamat Tahun Baru Imlek 2017. Semoga gelombang positif, keberuntungan dan rejeki selalu mendatangi dalam kehidupan. Aamiin.

Gong Xi Fa Cai!

Bulan Penuh Hoki Tak Berujung Bersama Blanja.com

“Koh blanja koh!”

“Koh blanja lah…”

Rayuan para dedek emesh ditiap saya melewati toko-toko yang ada di mall. Maklum saja sebentar lagi saya mau merayakan Imlek di tahun Ayam Api pastinya godaan buat belanja baju baru sudah jadi kesenangan sendiri. Imlek tahun 2017 menjadi satu perayaan yang biasa dilakukan sama orang Tionghoa sebagai menyambut Tahun Baru Tiongkok.

Sebagai orang keturunan Tionghoa, tentunya banyak sekali persiapan untuk merayakan Imlek di rumah masing-masing. Persiapan mulai dari membersihkan rumah, berburu baju berwarna merah, sampai mencari makanan khas Imlek yang pastinya sudah ada di tiap-tiap rumah yaitu Kue Keranjang namun ada yang bilang dodol Imlek. Filosofi kue keranjang memang sudah menjadi ciri makanan khas Imlek karena teksturnya yang lengket dan manis dianggap sebagai perekat dan pemanis sepanjang tahun.

Blanja.. blanja yuk!

belanja-lewat-blanja

Lalu, apa saya juga tidak ikutan blanja? Pastinya dong saya juga pengen punya baju baru supaya waktu silaturahmi ke rumah keluarga dan teman bisa tetap kece. Walaupun sebenarnya lebaran juga bukan identik dengan baju baru, saya malahan beberapa tahun belakangan ini memang tidak membeli baju baru. Soalnya sudah ada stok baju yang pernah saya beli tapi belum dipakai saja.

Sudah pasti kalau lebaran pusat perbelanjaan seperti mall dan pasar sudah ramai sama orang yang mulai persiapkan kebutuhan lebaran. Apalagi persiapan Imlek tentunya lengkap dengan segala ke-rempongan yang ada. Mama saya saja sejak beberapa hari lalu sudah mulai tampak sibuk belanja di pasar dan mencari kue-kue kering yang nantinya menjadi pangganan yang disantap sama tamu. Pempek ada, koh? Tentu dong!

Lantaran bejubelnya orang-orang di pusat keramaian, bakal bikin saya kerepotan sendiri kalau mau belanja. Biasanya saya mencari produk fesyen pria. Bayangkan saja, tempo lalu saya pernah terjadi drama tarik menarik baju karena sama-sama melihat baju yang disukai lalu terjadilah drama saling menarik baju. Saya kira hanya terjadi di sinetron ternyata saya mengalaminya sendiri. Biasanya saya mengalah tapi tidak untuk kali ini karena memang kadang saya menyukai apa yang saya lihat pertama kali. Cie pandangan pertama itu memang beda koh!

Kebiasaan saya belanja online sepertinya menjadi solusi yang juga bisa kalian terapkan. Belanja online menjadi solusi kalau kalian memiliki waktu yang terbatas, malas untuk bergabung dengan gerombolan pencari produk promo. Biasanya kalau lebaran Imlek akan banyak Promo Tahun Baru Imlek 2017 dan dengan gampang kita bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga terjangkau.

Misal ditanya toko online mana saja yang sering saya gunakan untuk bertransaksi online, beberapa nama marketplace sudah sering saya gunakan dan menjadi pelanggan tetap. Bahkan wara-wiri saya ceritakan pengalaman pribadi di blog Koh’ Huang. Bukan kenapa toh soalnya beberapa alasan saya lebih memilih belanja online karena praktis dan barang yang saya cari kadang memang tidak saya temukan di mall atau toko lainnya. Sebagai penganut prinsip, buy now or cry later maka Blanja aja!

Belanja di Blanja.com Rekanan eBay.com

Rasa penasaran saya timbul untuk mencoba marketplace baru dan berbagi pengalaman dengan kalian. Baru-baru ini saya menemukan ada blanja.com yang merupakan situs jual beli yang masuk dalam kategori aman dan terpercaya versi saya. Mencoba berkompetisi dengan marketplace yang sudah ada di Indonesia, blanja.com juga memiliki variasi produk yang beragam juga dengan berbagai promo-promo menarik.

makanan-khas-imlek

Harga barang yang dijual oleh para pelapak juga bersaing. Soalnya blanja.com sangat selektif dalam mencari pelapak yang terpercaya untuk dapat mengenalkan produk-produk mereka. Apalagi blanja.com memiliki background yang kuat di belakangnya yaitu merupakan jalinan kerjasama antara Telkom Indonesia dan eBay. Kalian yang pernah berbelanja lewat eBay tentu sudah familiar sekali dengan metode transaksi pembelian di eBay. Pastinya pernah memimpikan berbelanja di eBay dengan mudah.

Nah, hadirnya blanja.com bisa menjadi salah satu alternatif sebab tidak perlu mengalami kendala saat berbelanja karena  blanja.com sudah menjalin kemitraan dengan eBay.com. Kita pun sudah bisa belanja produk eBay yang berjumlah 500 juta produk itu melalui ebay.blanja.com. Bicara soal pembayaran juga tidak perlu bingung karena blanja.com bisa pakai payment lokal, seperti ATM dan kartu kredit. Nantinya payment akan dikembangkan lagi sih. Untuk urusan pajak – bea cukai akan dibantu oleh blanja.com.

Praktis banget kalau boleh saya rangkum. Kita bisa memilih untuk berbelanja lewat blanja.com atau kalau menginginkan produk dari luar negeri bisa lewat ebay.blanja.com!

Pilihan Kategori Produk Lengkap, Tinggal Sekali Klik!

Imlek sudah tinggal hitungan hari, persiapan untuk menyambut Imlek di rumah saya hampir rampung. Sekarang saatnya mencari fesyen buat tampil kece di hari istimewa! :mrgreen: Asiknya belanja lewat blanja.com kita bisa mengaksesnya lewat laptop atau smartphone kita. Pastikan sebelumnya kalian sudah mendaftarkan diri sebagai member untuk dapat bebelanja. Cara daftar di blanja.com gampang kok, tinggal masukkan alamat email kalian dan data diri nantikan akan ada email verifikasi.

Selesai kita mendaftar menjadi member blanja.com tentunya kita sudah bisa asik sendiri dengan mencari kategori-kategori produk yang diinginkan. Terdapat 10 kategori yang lengkap sesuai kebutuhan sehari-hari dimulai dari Fashion & Aksesoris, Kesehatan & Kecantikan, Telepon & Gadget, Perlengkapan Balita, Rumah Tangga, Komputer, Hobi, Fotografi sampai Olahraga. Kalian bebas pilih produk yang diinginkan sesuai kebutuhan.

Saat ini kebutuhan Imlek saya sedang mencari sepatu baru. Maklum, sneakers saya baru ada satu. Sepertinya sudah harus membeli sepatu baru buat cadangan kalau sepatu yang lama rusak. Saya pun segera eksekusi mencari kategori produk Fashion Pria dengan sub kategori Sepatu. Ragam pilihan sepatu dapat dengan gampang saya temukan, tinggal disesuaikan dengan bujet dan model yang kita inginkan.

panduan-belanja-cerdas

Tips belanja online yang biasa saya lakukan adalah memasukkan produk-produk yang disuka kedalam daftar wishlist atau favorit. Tujuannya nanti untuk membuat saya lebih gampang memilah barang-barang yang diinginkan untuk dimasukkan dalam keranjang belanja. Cara ini sederhana sekali tapi bermanfaat. Saya bisa tahu barang apa saja yang saya butuhkan dan barang yang saya incar juga lebih gampang untuk dicari. Cobain deh.

Pastikan sebelum kalian melanjutkan belanja, sudah dibaca dulu deskripsi barang mulai dari ukuran, warna, merk, dan lainnya. Barulah kita tinggal melanjutkan ke pembayaran. Saya bukanlah pengguna kartu kredit, biasanya lebih suka transaksi lewat transfer ATM. Untunglah kalau tiap transaksi saya sampai sekarang belum menemukan kendala sewaktu pembayaran dan konfirmasi barang.

sepatu-baru-imlek
Sepatu baru buat imlek-an 😀

Transaksi yang saya lakukan lumayan cepat sampai barang yang saya pesan tiba, kurang lebih lamanya 3 hari dari tanggal pemesanan. Saya sendiri menyukai sneakers baru yang saya pesan. Apalagi warnanya cokelat kombinasi, sangat cocok untuk dipakai sehari-hari. Alas sol sepatu juga kuat. Selain itu, kualitas sepatu ini adalah produksi lokal sendiri. Seperti yang telah kalian ketahui kalau saya senang dengan produksi lokal karena selain membantu perekonomian Indonesia kita pun mendapatan kualitas barang yang baik. Sebab, barang-barang yang dijual di blanja.com didapat dari pelapak yang telah diseleksi terlebih dahulu.

Rasa aman dan nyaman juga saya rasakan waktu berbelanja di blanja.com karena mereka menjamin perlindungan pembeli 100% yang seperti saya ceritakan sebelumnya kalau semua penjual terpilih secara ketat sehingga handal dan bisa dipercaya. Selain itu ada pula jaminan pengembalian dana apabila terjadi transaksi dan pembayaran aman sebab kita bebas memilih berbagai metode pembayaran seperti pembayaran melalui ATM, Internet Banking, VISA, MasterCard dan T-Cash. Transaksi belanja kita selalu dilindungi dan terjamin keamanannya. Terakhir, kita tinggal menunggu datangnya kiriman barang saja yang dijamin pasti sampai di tangan.

Manfaatkan Promo Hoki Tak Berujung

hoki-tak-berujung
Pilih sendiri promo Hoki Tak Berujung

Apalagi menjelang Imlek, saya menemukan banyak sekali Promo Tahun Baru Imlek 2017 lewat blanja.com. Kalau kalian penasaran ada promo seperti apa kalian bisa langsung kunjungi promo tahun baru Imlek 2017. Beragam produk fesyen seperti baju koko, baju cheongsam sampai makanan khas imlek pun juga tersedia lengkap.

Kita juga bisa manfaatkan promo HOKI TAK BERUJUNG. Promo ini sedang berlangsung selama masa Imlek 2017. Beragam promo menarik dengan harga hoki mulai dari dekorasi hoki untuk suasana rumah yang lebih meriah, makanan khas imlek hingga gadget tahun baru dengan harga yang terjangkau. Untuk lebih jelas promonya kalian bisa langsung kunjungi Hoki Tak Berujung soalnya ada informasi mengenai flash sale buat kalian berburu produk dengan harga hoki :mrgreen:

flatlays-blanja

Jadikan blanja.com sebagai salah satu marketplace favorit kamu karena terdapat ratusan ribu produk dari berbagai merk. Proses transaksi juga sangat gampang dan aman. Jadi tunggu apa lagi, daripada barang-barang yang kalian cari pada kehabisan stok, kenapa tidak langsung saja untuk berbelanja lewat blanja.com?

Temukan Blanja.com lewat akun media sosial resmi yang ada di facebook, twitter, dan instagram. Apabila kalian menemukan semacam bug dalam aplikasi atau website dapat juga langsung menghubungi customer service guna membantu aplikasi blanja lebih bermanfaat buat kita semua. Serta unduh aplikasi Blanja yang sudah tersedia di Playstore dan App Store.