road-trip-perth

Traveling ke Perth, Enak Pakai Mobil atau Transportasi Umum?

Ketika kalian ada rencana untuk berlibur di Australia, Perth merupakan salah satu dari beberapa pilihan di kota-kota lain seperti Melbourne dan Sydney. Apa yang ditawarkan dari Perth adalah pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di sepanjang pantai dan bisa bersantai. Kalian bisa mencicipi anggur lokal kelas dunia serta melakukan road trip mengelilingi sekitar Perth. Bukankah ini rencana traveling yang sempurna bagi kalian yang sedang mencari liburan tenang dan refreshing.

Perth adalah ibu kota Australia Barat. Waktu kemarin kami datang ke Perth, kami sudah sepakat untuk menjelajahi Perth menggunakan mobil. Tentunya seru juga road trip kelilingi PerthBeberapa pertimbangan kenapa kami akhirnya menyewa mobil saat di Perth, salah satunya untuk mobilitas gerak kami lebih cepat sebab kami juga membawa peralatan syuting sehingga tidak memungkinkan kami menggunakan transportasi umum.

Read More »

Iklan

9 Tempat Traveling Seru Musim Panas Sambil Kuliner Enak di Perth

Western Australia?? Emang dimana sih? “Australia itu bukannya ada Sydney dan Melbourne ya, koh?” Bukaaaann… Western Australia itu kota terbesar di Australia. Kota ini mencakupi sepertiga luas wilayah Australia. Coba deh kamu buka peta dunia dimana lokasi Australia Barat. Kalau kamu berhasil menemukan nama Perth berarti selamat kamu bisa lanjut baca tulisan ini sampai selesai. […]

Unik! Ada Pasar Oleh-Oleh Murah Di Perth Hanya Buka Pas Weekend

Perkenalan saya sama Bunda Fey atau nama bekennya FeyDown adalah dari Kompasiana. Waktu saya sedang googling tentang wisata Perth lalu saya beranikan untuk menghubungi soalnya memang dia tinggal di Perth. Asik banget deh tanya-tanya sama bunda Fey ini, saya jadi banyak dapat informasi dan memang bunda Fey ini agak “cerewet” tapi cerewetnya baik buat kasih arahan ke kita :mrgreen: Salah satunya, saya direferensikan kalau mau belanja souvenir oleh-oleh wajib datang ke E Shed Market di Freo atau Fremantle.

Wih! Siapa sih yang tidak senang dengar namanya belanja apalagi kalau ada yang bayarin 😆 Lalu barang apa saja yang bisa kita beli di tempat tersebut?

Read More »

Pengalaman Hari Pertama di Perth Kena Tilang Polisi $1600 AUD! (Bagian 2)

Walau cuaca masih gerimis dan angin kencang, kami tetap bergabung dengan “keramaian” kota Perth sambil menandai tempat-tempat yang bakal didatangi esoknya. Sebenarnya keliling malam di kota Perth asik loh, di kota ini masih banyak bangunan arsitektur Eropa dengan tembok-tembok lebar dan warna yang klasik. Kami sampai di Perth malam Minggu, seharusnya malam tersebut ramai berhubung hujan kebanyakan ruas jalan sepi.

Perth ini kota yang unik, kehidupan aktifitasnya dimulai dari pukul 11 pagi sampai 5 sore. Terus habis itu mereka pada kemana? Balik ke rumah masing-masing dan lebih memilih kumpul di rumah bersama keluarga. Kecuali anak-anak muda biasanya nongkrong di kafe atau bar. Dan tidak semua area juga ramai, hanya area-area tertentu yang memang terkenal ramai misalnya Hay Street atau Murray Street. Bahkan untuk toko sekelas butik pun jam 5 sudah tutup. Boring? Nanti dulu.

perth05

Berasa keren sekali lah di negara orang kita bisa bawa mobil sendiri. Apalagi negara serba mandiri mulai dari bayar parkir sendiri, tiba-tiba jadi taat rambu lalu lintas, jaga kebersihan dan diawasi kamera dimana-mana. Otomatis habit kita yang jelek-jelek bakal langsung berubah waktu di Perth. Kami pun keluar dari hotel, sempat terjadi kebingungan juga cara bayar parkir. Untunglah ketemu bule yang mau ajarin kita cara bayar parkir di mesin. Hahaha… dan alangkah kaget belum juga 3 jam parkir sudah bayar 11 AUD atau 110 ribu :mrgreen: horang kaya ini pasti!

Mungkin Mbak Fina yang sedang menyetir mobil, mau bilang kalau bawa mobil di negara orang yang serba tertib bikin adrenaline naik. Refleks terjadi kalau lihat ada orang yang bawa mobilnya lelet pasti bawaan pengen disalip, opsi lain klakson. Barangkali kalau kalian nanti berkunjung ke Perth dengan menyewa mobil harus ekstra sabar kalau nekad tandanya sudah ada polisi yang menunggu untuk klakson 😆

perth01

Taxi pun ada CCTV. Berani macem-macem?
Taxi pun ada CCTV. Berani macem-macem?

Apalagi kalau jumpa lampu merah harus nurut. Pasti kaki gatel pengen injek gas pas lihat situasi kanan kiri jalan kosong padahal masih lampu merah. Marka jalan pun harus benar-benar teliti, kalau memang mau belok kanan, tidak bisa dadakan. Siap-siap lagi kalau ada polisi ganteng klakson kalian dari belakang. See, beda sekali dengan negara kita kan. Dalam hati, kayaknya saya harus tinggal di luar negeri biar jadi warga yang taat lalu lintas.

Walaupun di GPS peta Perth rapi dan informasi jelas, misal restoran terdekat, kantor polisi dan pom bensin terdekat. Ternyata kita juga perlu teliti untuk membaca GPS, terlebih jalur jalan yang bercabang, layer-nya tipis belum lagi kalau sinyal GPS tidak lancar kita bisa telat ambil jalur. Nah, akibat salah baca GPS kami pun masuk ke daerah Freeway yang ada plang 60 km.

perth03

“Eh ini maksudnya apa ya 60 km? Maksimal atau minimal gitu ya?”

“Keknya sih gak boleh lebih dari 60 km deh!”

“Ya udah diturunin kecepatannya. Amin aman.”

Begitu diturunkan kecepatannya, saya pun melihat ada plang yang kasih tahu kalau jalur yang dilewati adalah jalur yang punya pengawasan kamera. Pikir saya, wah ini keren banget jadi bisa tahu kejadian apa saja yang terjadi di jalan. Coba deh kalau akses NTMC Polri dari smartphone, pasti ada beberapa kamera yang tidak berfungsi.

“Tin.. tin..”

“Tin… tin…”

Noleh ke belakang, kami dikejar polisi!!!

“Mbak kita dikejer polisi dari belakang!”

Histeris. Panik.

“Coba kepinggir dulu dan nunggu apa sih polisi deketin kita.” Saya dan Denny yang duduk di belakang tidak berhenti untuk lihat ke arah belakang. Si mobil polisinya masih diam saja mungkin sekitar 5 menit. Kamu tahu waktu 5 menit itu buat saya udah menegangkan, apalagi nafas Denny sampai kedengaran.

Mati kau, baru pertama kali datang ke negera orang sudah ditilang polisi saja. Pikir berkali-kali apa sih yang sudah kita langgar pas bawa mobil. Tak berapa lama, si polisi berbadan tinggi dan tegap itu menghampiri pintu sopir.

“!@#!@$@#$!#@!”

“^@#$#!#!#!$”

Tahu artinya? Artinya, kita melanggar aturan kecepatan kendaraan stabil yaitu 60 km. Gara-gara tidak tahu marka jalan di luar negeri, mungkin bagi kita yang baru pertama kali nyetir di negara orang yang lebih teratur, sepakat akan berpikiran ini harus minimal 60 km. Klop deh, kita dikejar sama polisi Perth!

Kalian bisa menebak kira-kira selanjutnya si polisi bakalan melakukan apa?

perth04

Dia lalu mengeluarkan seperti alat penghisap asma kemudian alat itu diberikan ke mbak Fina sebagai driver mobil. Cukup menegangkan lihat mbak Fina harus hembuskan nafas ke dalam alat tersebut. Apalagi harus beberapa kali dilakukan karena alat sepertinya ada gangguan. Saat alat itu bekerja juga mengeluarkan bunyi biip biip, makin tinggi hembusannya makan suara biip semakin kencang. Alat yang diberikan ternyata untuk mengukur kadar alkohol apabila si pengemudi kebanyakan minum alkohol. Walau kita belum minum alkohol cuma kalau sudah berjumpa sama polisi kok rasanya deg-deg-an gitu. Apa ini rasanya jatuh cinta sama polisi? *eh*

Tak berapa lama, turun lagi rekan si polisi menghampiri mobil kami kemudian dia bertanya sama rekannya kenapa lama sekali. Entah ada angin apa, dia menyalakan lampu senter dan langsung mengarahkan ke arah belakang tepatnya kena ke saya dan Denny.

“You must pay 400 AUD, and you too 400 AUD! And you as the driver 800 AUD!”

APAAAA?!!! 1600 AUD atau sekitar 16 juta buat kena tilang. Tapi tilang kenapa pak? Sudah ketakutan dan menahan pipis.

“Why both of you do not use seat belt? And you have responsibility too.”

Alamakjang. Saya harus pegang erat-erat dolar Australia saya. Suasana mulai menegangkan. Saya yang tadinya mengeluarkan kamera untuk memotret pun mulai dimasukkan ke dalam tas. Setelah mbak Fina selesai meniup alat pengukur alkohol, kedua polisi tersebut tampak masih diskusi soal mau menilang kesalahan kami yang tidak menggunakan seat belt dan mengendarai mobil dibawah kecepatan 60 km. Semacam kena pasal tilang berlapis.

“Udah bro, kasih mereka lewat aja. Ini hari pertama mereka ke Perth. Apalagi ada blogger Palembang yang kece di belakang.” Kurang lebih seperti itu yang mereka ributkan dan kalimat terakhir itu cuma direkayasa saja 😆

Begitu dengar mereka mengizinkan kami untuk meneruskan perjalanan tanpa harus memberi kami denda sebesar 1600 AUD rasanya lega banget sekaligus kami punya pengalaman baru tentang lalu lintas di Perth. Saya langsung whatsapp Bunda FeyDown, si bunda Fey ini aku kenal lewat Kompasiana dan beliau termasuk aktifis scam yang sudah tinggal lama di Perth. Banyak do and don’t yang saya dapatkan sebelum berangkat ke Perth lewat beliau.

“Wah nasib mujur. Biasanya polisi Australia tidak pandang bulu kalau salah tetap salah,” balas bunda Fey lewat whatsapp.

Maklum saja, habit cara berkendaraan kita yang semerawut tentu harus adaptasi di negara orang lain yang lebih teratur. Tapi bukan berarti mbak Fina bawa mobilnya semerawut ya *piss mbak Fina*. Buat kalian yang mau mengendarai mobil ternyata ada aturan kecepatan kendaraan yang harus dipatuhi. Apabila lewat sekolah kecepatannya 40 km, komplek rumah 50 km, jalan tol 100 km. Sedangkan untuk parkir mobil ada markanya sendiri. Walaupun parkir di pinggir jalan, tetap ada plang yang harus dilihat. Misalnya P artinya kita hanya boleh parkir selama 1 jam saja. Berarti tinggal lihat angka dan huruf di plang, serta ada pula jam-jam yang boleh digunakan untuk parkir.

Perth juga termasuk negara yang menghargai orang disable sehingga ada parkir khusus bagi warganya yang perlu kebutuhan khusus semisal yang mengendarainnya adalah penyandang cacat kaki. Jangan kalian coba-coba menyerobot lahan parkir mereka atau parkir untuk taksi/bus.

Apa yang membuka cara pandang saya terhadap aparat polisi Perth dengan Indonesia adalah mereka ramah, tapi tetap tegas kalau memang kita salah. Dan polisi Perth masih bisa beri pengecualian terhadap turis. Tapi jangan coba-coba untuk “damai” dengan polisi Perth, bakal langsung kena denda.  Terakhir, mereka ganteng! Pasti kalian bakalan betah dan pengen ditangkap sama pak polisi ganteng dari Perth :mrgreen:

“Gue mau bikin salah lagi ah, biar ditilang sama polisi ganteng Perth!” seru mbak Fina.

Pengalaman Hari Pertama di Perth Kena Tilang Polisi $1600 AUD! (Bagian 1)

Kalian pernah alami gejala susah tidur atau gelisah kalau besok mau terbang? Apalagi kalau penerbangannya jam pagi dan kita harus bangun pagi buat ke bandara. Rasanya kok makin mager dan gelisah ya? Oh yess seperti itulah yang saya rasakan dalam beberapa hari ini, bahkan saya pun sempat bilang sama Yayan @OmNduut kok saya grogi ya. Ya iyalah jawabnya saya kan mau #terbangKePerth yeeaaah! :mrgreen:

Perth I’m coming…

perth02

Tidak mudah untuk bisa sampai ke Perth, butuh perjuangan dan tekad yang gigih buat bangun pagi ke bandara kejar penerbangan dari bandara SMB II Palembang ke Jakarta. Setelah itu dengan jarak terbang yang mepet sekitar 1 jam, saya harus lari-lari seperti adegan kisah percintaan yang akan ditinggal pergi sama sang kekasih dengan setting latar bandara :lol:. Berharap bisa lihat bangunan baru Terminal 3 Ultimate pun pupus. Shuttle bus dari terminal 3 ke terminal 2 penerbangan internasional di bandara SHIA sudah nangkring di depan. Oh ya ada yang “unik” dari ruang tunggu penumpang di Terminal 3 yaitu sensor pintu kaca hanya berfungsi otomatis terbuka dari luar saja, jadi kalau sudah masuk ke dalam mau keluar akan ada petugas yang akan datang mendekatkan diri ke pintu supaya sensornya terbuka. Hahahahaha…

Read More »