Berandatravel6 Foto Wajib Saat Traveling

6 Foto Wajib Saat Traveling

Author

Date

Category

Tiap ada jadwal traveling pasti saya selalu ingin membungkus perjalanan saya lewat foto perjalanan. Banyak persiapan yang akan saya lakukan mulai dari persiapan kartu memori, membersihkan lensa, dan hal-hal pretelan lainnya. Foto layaknya hal yang sulit dipisahkan dari sebuah perjalanan. Setidaknya kalau kalian tidak ingin dipusingkan untuk mendapatkan foto perjalanan yang ideal, mungkin tulisan saya ini kurang bermanfaat. Tapi, saya senang untuk bereksperimen dengan hal baru. Saya ingin terus belajar dan berlatih agar foto-foto saya layak untuk dinikmati. Selain itu, nyawa saya hidup dari “menjual cerita” lewat foto-foto perjalanan.

Foto perjalanan seperti album kenangan yang bisa saya buka kembali diwaktu sedang rindu jalan atau sekedar mengenang saya pernah mengunjungi ke mana, berinteraksi dengan siapa dan melihat apa. Termasuk membuka ingatan saya kembali sewaktu menulis catatan perjalanan di blog. Begitu banyak momen yang bisa diabadikan lewat shutter dan tersimpan di kartu memori. Seolah cerita petualangan dan pengalaman seru kita ingin segera kita bagikan kepada orang lain.

Baca juga : 8 Tips Foto Traveling Lebih Menarik

Menangkap sebuah kota dengan segala hal yang tersimpan di dalamnya sangatnya menarik. Walaupun saya kemungkinan tidak bisa mengunjungi semua tapi setidaknya ada beberapa yang pastinya akan saya gali dalam sebuah foto perjalanan.

Biasanya foto-foto perjalanan saya unggah ke Instagram. Hayo follow @deddyhuang ya :mrgreen: Let’s us say thank to Instagram. Beruntung foto-foto perjalanan saya sewaktu ke Hong Kong ada di Instagram karena saya sudah tidak punya lagi oleh karena hardisk external saya rusak.

Jadi, selama jalan-jalan saya biasanya akan mencari 6 momen foto berikut untuk membantu memudahkan saya bercerita kembali perjalanan saya.

#1 Landscape/Seascape/Cityscape

Foto seutuhnya suatu tempat yang dikunjungi adalah wajib. Biasanya foto jenis landscape/seascape/cityscape bisa membuat saya jadi tahu gambaran tempat yang saya kunjungi mencakup alam pegunungan yang sejuk, laut yang biru, hamparan langit biru atau sudut kota yang menarik yang mampu menginformasikan ciri khas kehidupan masyarakat di dalamnya.

Menanti Sunrise di Benteng Torre - Tidore
Menanti Sunrise di Benteng Torre – Tidore
Elizabeth Quay - Perth
Elizabeth Quay – Perth
Pemandangan Danau Ngade – Ternate. Di depan Pulau Maitara, belakangnya Pulau Tidore

Sebuah foto landcsape tidak berarti kita hanya memotret langit atau gunung, tapi semua elemen alam, baik itu diam atau bergerak seperti air terjun, aliran sungai, pohon yang bergerak, pergerakan awan dapat menjadikan sebuah foto landscape yang menarik.

#2 View from Above

View from above - Palembang
View from above – Palembang

Saat ini foto drone tengah diminati oleh banyak orang karena bisa memberikan view from above yang menarik. Cuma bagi saya yang belum punya drone cara yang paling sederhana untuk dapat melihat pemandangan dari atas yaitu berada di bangunan paling tinggi lalu memotret ke bawah.

Baca juga : Menginap di Hotel Ultima Horison Palembang

#3 Landmark

Bagi kita yang baru pertama kali berkunjung ke suatu kota sudah pasti berfoto di landmark kota menjadi hal yang seru. Tujuannya supaya menandakan kalau kita sudah pernah menginjakkan kaki di kota tersebut.

Bagi saya, berfoto di landmark kota memang membawa cerita tersendiri untuk suatu foto perjalanan. Cuma pola para traveler berdasarkan jam terbang sebaliknya, ada satu kondisi mereka yang sudah sering bolak balik ke kota tersebut akan tampak biasa saja.

Bell Tower - Perth
Bell Tower – Perth
Jembatan Ampera - Palembang
Jembatan Ampera – Palembang
Wayag - Raja Ampat
Wayag – Raja Ampat

Jembatan Ampera di Palembang. Bell Tower di Perth. Wayag di Raja Ampat. Apa yang terlintas di kepala waktu saya menyebutkan nama-nama landmark tersebut? Pergilah dan dapatkan foto-foto itu dari sudut pandangmu.

Baca juga : Apa Kata Orang Kalau Aku Terbang ke Perth GRATIS!
Baca juga : Apa Kata Orang Kalau Aku Terbang ke Raja Ampat GRATIS!

#4 Tempat Tersembunyi

Bagi kalian yang memiliki rasa penasaran tinggi waktu traveling biasanya akan memilih let’s get lost di kota yang dikunjungi dengan harapan menemukan tempat-tempat tersembunyi dan unik. Tapi kalau sudah punya bekal informasi sebelumnya dari internet atau teman yang sudah pernah datang pasti akan lebih membantu.

Toko Oleh-Oleh Murah di Perth
Toko Oleh-Oleh Murah di Perth
Jembatan gantung di Desa Suka Cinta - Lahat
Jembatan Gantung di Desa Suka Cinta – Lahat

Misalnya saat berjalan menelusuri jalan kita menemukan restoran dengan harga murah, tempat bagus, toko-toko rahasia, lokasi foto yang instagramable. Semuanya bisa menjadi hal yang menarik. Biasanya saya akan membagikan informasi tersebut ke media sosial supaya teman-teman saya juga dapat memiliki pengalaman seru seperti saya.

Baca juga : Unik! Ada Pasar Oleh-Oleh Murah Di Perth Hanya Buka Pas Weekend
Baca juga : Dua Objek Wisata Lahat Potensi Menjadi Instagramable!

#5 Rasa Lokal

Traveling adalah hal yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah umum melainkan sekolah kehidupan. Saya langsung bergairah saat diajak mengelilingi kota dengan mobil pick up, menikmati kuliner lokal, melihat kerajinan, berkunjung ke tempat bersejarah atau mandi di sungai. Apapun aktivitas yang berkaitan dengan warga lokal setempat termasuk berinteraksi dengan mereka.

Kerajinan Tapis di Krui - Pesisir Barat Lampung
Kerajinan Tapis di Krui – Pesisir Barat Lampung
Anak-anak Desa Yenbuba - Raja Ampat
Anak-anak Desa Yenbuba – Raja Ampat
Poppeda - Papua
Menikmati poppeda, makanan khas Papua saat di Raja Ampat

Sebab saya yakin di belahan dunia kita banyak “adat” yang tidak kita ketahui yang membawa ciri dari suatu kota mulai dari makanan, perayaan termasuk orangnya. Misalnya, saya sangat terkesima dengan Festival Lembah Baliem di Wamena atau Festival Tidore di Tidore.

Baca juga : Jelajah Raja Ampat: Pulau Mansuar, Surga Wisata Bahari Indonesia Mendunia (Bagian 1)

#6 Kamu!

Dulu saya termasuk pemalu buat difoto, kalaupun difoto cuma satu kali asal ada saja. Tapi sekarang saya pikir kapan lagi saya bisa ke sini kalau tidak berswafoto atau selfie dengan latar belakang tempat yang saya kunjungi?

Cavernsham Wildlife Park
Selfie sama Kanguru 😀

Foto-foto bangunan atau pemandangan alam banyak tersebar di internet tapi foto diri kita sendiri di tempat tersebut apakah sebanyak foto yang disebar di internet? Kecuali kalau kita mau manipulasi lewat Photoshop 😆

***

Sekali lagi, tulisan saya mengenai foto perjalanan ini saya rangkum dari apa yang saya alami dan praktekkan. Kalian boleh ikutin boleh juga menambahkan. Sebab, saya suka melihat beberapa orang seringkali lupa untuk bercerita lewat foto perjalanan. Sebagian orang tersebut lebih menikmati memamerkan foto diri mereka di berbagai lokasi wisata, ya tidak salah juga.

Di mana pun dan kondisi apa pun bisa menjadi cerita yang menarik untuk ditulis, tergantung bagaimana cara kita memaknai foto. Saya masih ingat, dulu sewaktu saya ngeblog lewat hape. Tujuan saya menulis adalah merekam cerita keseharian saya agar saya dapat merayakan kembali momen tersebut. Tak peduli tempat itu indah ataupun tidak.

Selamat jalan-jalan!

Deddy Huanghttp://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

156 KOMENTAR

  1. Cakeeeep koh foto-fotonya.
    Suka yang rasa lokal. Alma cenderung suka foto yang itu kalo lagi ke suatu tempat.
    Oh! dan juga tempat tersembunyi ?

  2. yang nomor 6 wajib banget koh? hihi
    iya sih pengennya foto diri sendiri di setiap tempat yang kita kunjungi, tapi kalau saya sering kehabisan pose. ending-endingnya yaaaa, hampir setiap foto yang ada sayanya dapat dipastikan pose-nya sama semua, jadi kalau mau di share ke sosmed kurang pede >_<

  3. yang penting pas foto dari atas itu hati-hati. jangan sampai hanya demi sebuah foto, sebuah kamera (atau bahkan nyawa) jadi taruhan ya koh?

    • Maksudnya favorit dari 6 ini? Ya aku suka semua, tapi kalau nomor 6 bukan ke arah selfie tapi lebih ada foto diri kitanya sendiri.

      Yang paling aku suka ya… ya dari urutan pertama sampai enam 😀

  4. jalan-jalan sambil foto kyaknya udah menjadi kombinasi yang pas. Selain untuk karya juga bisa di jadiin pengalaman dan bukti berharga un tuk diri sendiri 😀

  5. Hahaha.. Foto diri sendiri suka males dan malu gitu kalo di tempat umum, Koh. Seringnya males, ngerasa ga menarik dan perlu buat difoto. Pas udah pulang, nyesel, ga ada foto diri di tempat liburan. Sekarang mulai maksain foto diri sih. Hehe.

    Nambahin, Koh! Nomor 7 versi saya: motretin orang, entah sesama traveler atau orang lokal. Seru aja nangkep aktivitas atau ekspresi mereka ?

    • Wah ini pertanyaan yg paling aku tunggu. aku pake foto hape misalnya situasi sekitar emang ga memungkinkan dan kurang nyaman. Soalnya kalau kamera hape kan bisa langsung difoto. Sedangkan kalau kamera profesional orang bakalan mencolok dan kita juga kurang nyaman.

  6. Dari 6 tips yang di atas cuma satu yang tidak akan kulakukan yaitu yang terakhir, selfie…Ko. karena hasilnya tak pernah bagus dan malu melihat wajah sendiri yang lebar di depan kamera wkwkwk

      • Selama ini, aku kalau jalan cuma motret apa yang aku anggap menarik aja. Dan seringnya malah aku gak motret, karena menikmati hal-hal menarik itu. Jadi pas mau posting, kadang aku pusing sendiri, karena stock fotoku gak banyak 😀

        Makanya aku rasa bagus nih ‘konsep’ yang dirimu share ini. Bermanfaat lah buatku, yang cuma punya konsep ‘rekam yang menarik dan perlu saja’ 😀

        • Dipuji ama idolaku 😀 begitulah, karena aku cepat lupa, foto sangat membantu. Akhirnya dikelompokin kayak gini biar aku lebih mudah lagi nulis. Paham banget aku maksudmu, rekam yang menarik dan perlu saja. Kadang cuma pengen mata aja yang lihat.

  7. Senang membaca ulasan ttg tips travelling dari org yg sdah biasa dan brpnglman travelling, efeknya lebih berasa; infonya kredibel, termasuk ttg foto2 wajib di atas.?

    Sy yg gak biasa travelling, cuma takjub dg ulasan2 yg disjikan.

    Iya ya, kalau punya camera drone mungkin lebih keren bs ambil foto dari atas saat traveling, pasti bnyak gambar unik yg bs dihasilkan.

    Mksh mas Deddy Huang udh di-share tips ok ini.

  8. bottom angle nggak ada Ded? 😀

    btw, top angle tuh sekarang buatku wajib ada, tapi sulit ya ambilnya. Harus naik2 pohon or gedung tinggi dulu haha…syukurlah sekarang ada drone. Jadi kapan kita punya drone? 😀

  9. nomor enam jarang aku lakukan hehehehehe susah foto diri sendiri. bukan fotogenik hahaaa tapi kadang susah ngejelasin ke orang krn aku pernah pergi ke satu tempat krn nda ada buktinya wkwkwkw

  10. Foto nyaaa kece keceee bang deddy, so pro ?? kalau aku jarang banget foto selfie, kebanyakan landscape gtu. . Tp perlu yaa kayanya ikut berfoto untuk meninggalkan jejak fisik di fotonya hehehehe

  11. jalan jalan terus nih om. Kayanya yang cityscape bagus tuh om. dan wajib untuk difoto pemandangan kota secara cityscape / landscape. Apalagi Pemandangannya yang indah pas banget mommentnya untuk jepret jepret.

  12. Iyes, kalo landscape, view dari atas sama landmark aku pasti ambil fotonya.. Diri sendiri juga ya walopun sedikit sih haha.. Ada satu lagi foto yang aku suka ambil itu foto anak-anakku dari belakang Koh Ded.. 😀

  13. Hahahaha sama koh, aku juga dikit bgt foto diri. Selain malu, kalo difoto juga ga bisa gaya macem2 alhasil jelek dan akhirnya diapus -_-

    • Iya, aku juga masih cari solusi untuk solo traveling. Minta tolong orang kadang kalau ada papasan sama orang, cara lain sih emang pakai tripod. I feel you lah maksudnya mas Fauzi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru