harga kamar santika radial palembang

Keliling Palembang Hemat? Ini Referensi Tempat Menarik Dilewati LRT Palembang

Semakin terasa kencang denyut pengerjaan pembangunan di Kota Palembang. Semua bagian ingin partisipasi demi menyambut perhelatan Asian Games 2018 sebagai pesta olahraga terbesar di Asia. Ditunjuk menjadi tuan rumah, Palembang terus berbenah untuk menyambut event akbar ini. Tiap saya datang ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB II), semarak Asian Games 2018 ada di sepanjang bandara.

Maka jangan kaget apabila kamu baru mendarat di Bandara SMB II, mulai dari turun pesawat hingga keluar bandara. Kalian akan disambut oleh alunan musik Gending Sriwijaya. Sejarah akan mencatat, kota Palembang akan menjadi pertama yang memiliki LRT (Light Rail Transit) yang menghubungkan langsung dari Bandara SMB II menuju Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring!

lrt palembang
LRT Palembang

Belum ada kota lain di Indonesia yang terbukti sukses memiliki LRT. Mega proyek ini dibangun untuk mendukung pelaksanaan Asian Games. Hadirnya LRT di Kota Palembang banyak memberi manfaat, bukan hanya untuk memperlancar arus transportasi. Dengan adanya jalur kereta api ringan, kepadatan arus lalu lintas semoga akan berkurang.

Sepanjang jalur kereta api ringan ini, tentunya kita bisa menikmati pemandangan kota Palembang dari Bandara SMB II hingga Stadion Jakabaring. Bahkan kita pun bisa sambil keliling kota Palembang murah sambil menikmati objek wisata yang dilewati oleh LRT. Mau tahu objek wisata apa saja yang akan dilewati oleh LRT?

1. Museum Balaputera Dewa

Salah satu museum kebanggaan orang Palembang yaitu Museum Balaputera Dewa. Museum ini berlokasi di Jalan Srijaya KM 5 berada di pusat kota. Banyak peninggalan kuno Kerajaan Sriwijaya serta artefak-artefak yang bisa dilihat. Museum Balaputera Dewa memiliki 3 ruangan pameran yang masing-masing ruangan bercerita mulai dari sejarah manusia zaman Megalith dan sisa benda peninggalan zaman dulu. Menariknya dari Museum Balaputera Dewa adalah Rumah Limas yang terletak di bagian belakang. Rumah Limas ini terdapat pada uang pecahan Rp 10.000. Jadi, jangan melewatkan untuk berfoto dengan latar Rumah Limas ini ya!

2. Jembatan Ampera

Jembatan kebanggaan Wongkito Galo ini memang legendaris sejak Kerajaan Sriwijaya. Terletak di titik 0 pusat kota Palembang, Jembatan Ampera berdiri kokoh menjadi penghubung dua daerah Palembang yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Di alirin Sungai Musi membuat Jembatan Ampera tampak lebih megah dikunjungi saat pagi maupun malam hari. Apalagi stasiun LRT nanti akan berada di dekat Jembatan Ampera sehingga memudahkan kita untuk seesight sekitar.

3. Pasar 16 ilir

Pasar 16 memiliki nilai sejarah bagi masyarakat kota Palembang. Pasar ini merupakan salah satu pasar terbesar dan pusatnya belanja mulai dari kain songket, perhiasan, hingga peralatan rumah tangga. Aktivitas perdagangan di kawasan ini cukup tinggi namun kalian tetap dapat menikmati gedung-gedung tua yang tampak bersejajar menghadap tepian Sungai Musi. Tips saat berkunjung ke Pasar 16 adalah jangan takut untuk menawar harga dan mengecek kembali kualitas barang yang dibeli. Sebab belanja di pasar tradisional tanpa menawar bagai sayur tanpa garam.

4. Ampera Skate Park

ampera skate park
Ampera Skate Park Palembang

Kawasan skateboard park ini persis berada di samping Jembatan Ampera. Sangat dekat dari MONPERA, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Masjid Agung. Dulunya lapangan kosong yang digunakan untuk parkir mobil apabila orang hendak ke pasar 16. Sekarang lapangan kosong tersebut disulap untuk memenuhi aspirasi anak-anak muda kota Palembang dalam hal bermain skateboard. Kalian bisa berkunjung di sore hari sambil menikmati sunset.

5. Benteng Kuto Besak

tugu iwak belido palembang
Tugu Iwak Belido

Salah satu benteng yang masih berfungsi sebagai markas keamanan berada di pusat kota. Fungsi awal Benteng Kuto Besak sebagai bangunan keratin milik Kesultanan Palembang. Kalian hanya dapat menikmati bangunan benteng dari bagian luar saja memandang Jembatan Ampera atau Tugu Belido yang merupakan sebuah patung ikan belido menghadap ke Jembatan Ampera. Sekarang Tugu Belido menjadi maskot baru kota Palembang.

6. Kampung Arab Almunawwar

Ingin merasakan suasana timur tengah dengan balutan kehangatan warga lokal setempat? Setibanya kalian dari Stasiun Jembatan Ampera maka kalian dapat naik perahu ketek dengan harga Rp 10.000 menuju kampung arab Almunawwar. Di kampung arab ini kalian dapat melihat bangunan rumah tua berumur di atas 200 tahun dan lokasinya cukup instagramable! Datanglah berkunjung di waktu sore hari untuk melihat sunset.

Pilihan Akomodasi Strategis

review santika radial palembang
Hotel Santika Radial Palembang

Cukup banyak objek wisata yang dilalui oleh LRT sehingga memudahkan kalian apabila sedang traveling ke Palembang. Termasuk mencari akomodasi hotel yang lokasi strategis serta dilalui oleh jalur LRT Palembang. Salah satu hotel pilihan rekomendasi saya yaitu Hotel Santika Radial Palembang bisa jadi pilihan bagi kalian. Berikut beberapa alasan mengapa kalian dapat memilih Hotel Santika Radial Palembang sebagai tempat untuk istirahat.

Lokasi di Pusat Kota

review hotel santika radial palembang
Lokasi strategis, dekat pusat keramaian dan mall

Berada di jalan Radial, Hotel Santika Radial Palembang sangat strategis sehingga lokasi mudah dijangkau. Akses menuju ke hotel dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum yang selalu melewati depan hotel atau jika mau lebih praktis dapat menggunakan transportasi online. Kawasan hotel ini juga berada di dekat perkantoran pemerintahan serta kawasan hiburan yang akan membuat malam hari kalian tidak kesulitan mencari hiburan atau tempat makan. Tak jauh dari hotel terdapat penjual nasi goreng merah yang sudah terkenal. Kalian bisa mencobanya.

Serta terdapat tiga mall besar dan pusat perbelanjaan seperti Palembang Icon Mall, Palembang Square Mall, Palembang Indah Mall dan Transmart. Serta pusat perbelanjaan Ramayana yang dapat memenuhi kebutuhan saat sedang berada di dekat hotel.

Pilihan Kamar Beragam

review hotel santika radial palembang
Kamar Deluxe Santika Radial Palembang

Hotel Santika Radial Palembang memiliki 149 kamar yang masing-masing telah dilengkapi fasilitas agar kita nyaman selama menginap. Mulai dari LCD TV, perlengkapan mandi lengkap hingga akses WiFi. Terdapat 4 pilihan kamar mulai dari Superior, Deluxe, Premiere, dan Suite. Bagi saya, ukuran kamar Deluxe sudah lebih cukup apabila saya staycation sendiri sehingga ruang gerak saya lebih leluasa. Sesekali saya juga butuh me time melepas penat dari kesibukan traveling.

Untuk kamar Deluxe, tempat tidur berukuran king size atau dua tempat tidur (twin) yang nyaman. Dengan fasilitas LCD TV dan saluran TV kabel, akses WiFi serta brankas. Kamar cukup nyaman dengan jendela besar. Interior kamar didominasi dengan ornamen kayu panjang yang tersambung dengan meja kerja serta meletakkan barang-barang di atasnya.

Fasilitas di dalam kamar mulai dari toiletries, laundry bag serta slipper juga tersedia di dalam kamar.

review hotel santika radial palembang
Kamar Suite Santika Radial Palembang

Berbeda dengan kamar Suite yang memang lumayan besar. Kamar Suite ini memiliki satu ruangan khusus ruang keluarga sehingga di ruangan tersebut kalian dapat berkumpul bersama keluarga atau melakukan olahraga ringan. Selain itu kamar Suite juga dilengkapi dengan mini bar dan mesin pembuat kopi/teh.

Semua kamar di Hotel Santika Radial Palembang telah dilengkapi dengan shower air panas dan dingin dengan tekanan air yang kencang sehingga membuat pengalaman rileksasi saat sedang mandi. Bagi saya, kamar mandi adalah bagian ternikmat setelah seharian penuh berkeliling kota sehingga saya membutuhkan tekanan air yang kencang saat mandi. Selesai mandi, saya dapat bersantai di kasur empuk sambil menikmati tontonan TV kabel. Sempurna!

Fasilitas Lengkap

review hotel santika radial palembang
View kolam renang Santika Radial Palembang

Hotel Santika Radial Palembang juga memanjakan tamunya dengan fasilitas yang cukup lengkap seperti fasilitas pada umumnya. Membuat nyaman tamunya dengan fasilitas yang cukup lengkap seperti fasilitas gym dan kolam renang. Dua fasilitas ini bisa dinikmati bagi kalian yang membutuhkan olahraga fisik sebelum beraktivitas.

review hotel santika radial palembang
Meeting room

Selain itu juga ada fasilitas lainnya seperti lounge maupun meeting room. Sebab tujuan para tamu yang menginap selain untuk berlibur, ada pula untuk keperluan business trip sehingga semua fasilitas sudah disediakan tinggal digunakan semaksimal mungkin.

Aneka Menu Nusantara di Laksa Restaurant

review hotel santika radial palembang
Menikmati sajian makanan di Laksa Restaurant

Bagi kalian yang mendambakan hidangan makanan nusantara, tentunya tidak akan kecewa dengan menu nusantara di Laksa Restaurant. Restoran di Hotel Santika Radial Palembang ini menggabungkan perpaduan suasana nyaman, pelayanan ramah serta hidangan yang mampu mengenyangkan perut.

Restoran Laksa menyajikan hidangan lezat, mulai dari makanan ringan hingga menu a’la carte hingga buffet. Kalian tinggal memilih berbagai masakan lokal, internasional dan oriental tersedia di Laksa Restaurant. Mulai dari mie celor, tekwan, bakso, laksan, rawon, coto makasar, bubur ayam, soto betawi, dan berbagai jenis sambal tradisional tersedia di Laksa Restaurant.

review hotel santika radial palembang
Iga Bakar Nasi Timbel
review hotel santika radial palembang
Pie Fruit

Saya berkesempatan mencicipi Iga Bakar Spesial yang dipadukan dengan Nasi Timbel sebagai hidangan makan siang. Kemudian dilanjutkan dengan hidangan penutup sebuah pancake dengan es krim di atasnya. Memang memanjakan perut berada di Hotel Santika Radial Palembang ini.

Memesan via santika.com Dijamin Lebih Murah

review hotel santika radial palembang
Booking kamar via santika.com

Saat ini memang banyak OTA yang memudahkan kita untuk memesan kamar hotel. Namun, tahukah kalian kalau sering kali apabila kita memesan kamar hotel lewat website justru bisa dapat harga lebih murah? Berikut alasan mengapa lebih enak memesan kamar langsung via santika.com :

  1. Beragam pilihan dan keamanan bertransaksi: santika.com memberikan pilihan metode pembayaran mulai dari kartu kredit, bank transfer, serta pembayaran langsung di hotel.
  2. Jaminan harga terbaik: santika.com selalu memberikan harga terbaik dibanding platform manapun.
  3. Tidak ada biaya tersembunyi: santika.com menampilkan harga yang sudah termasuk pajak,
  4. Lebih banyak manfaat: apabila memesan via santika.com maka kita bisa mendapatkan berbagai manfaat lain seperti gratis WiFi, sarapan pagi dan fasilitas lainnya.
  5. Ulasan pelanggan: kalian bisa membaca ulasan pengalaman menginap dari tamu lain sebagai referensi menginap lewat santika.com.
review hotel santika radial palembang
Melayani dengan senyuman
review hotel santika radial palembang
Lobi Hotel Santika Radial Palembang

Hotel Santika Radial Palembang bukan saja mengedepankan kenyamanan tidur sekaligus sarapan yang enak. Bagi kalian sedang singgah di Palembang baik untuk keperluan liburan atau bisnis tentunya bijak memilih akomodasi yang strategis, suasana nyaman serta mampu menciptakan pengalaman berkesan.

Selain Hotel Santika Radial Palembang, Grup Santika Indonesia sendiri juga memiliki jaringan hotel bintang 2 di Palembang yaitu Amaris Hotel. Hotel ini bisa jadi alternatif bagi kalian dengan pelayanan dan kualitas yang tidak mengecewakan.

Hotel Santika Radial Palembang
Jl. Brigjen HM Dhani Effendi (Jl. Radial ) No. 1688 Palembang – Indonesia
+62-711-5556655

Hotel Amaris Palembang
Jl. Demang Lebar Daun, Palembang
+62-711-5710999

Iklan

Menduniakan Al Quran Raksasa Palembang

Terkadang ada sebuah perjalanan yang tak selalu mulus dan lurus. Perjalanan yang mungkin akan membuat kita bosan sendiri dengan lamanya waktu untuk sampai ke tujuan. Kadang pula jalan itu berbelok dan menikung. Medan jalan yang harus berbagi ruas bersama pengendara lainnya. Lalu saat dilewati bisa jadi jalan itu berbatu, berlobang dan tak semulus pasir. Namun kita selalu bisa melewatinya, bukan?

Perjalanan yang saya tempuh melewati jalanan yang tak mulus dengan pemandangan rumah-rumah panggung khas rumah daerah di pinggiran Sumsel. Pada waktu tertentu air dari Sungai Musi akan pasang hingga semata kaki di atas rawa. Lokasi yang ingin saya tuju masih jauh ke dalam Gandus, sebuah kecamatan di Kota Palembang.

Kawasan ini bukan saja dikenal sebagai kawasan jalur karet karena memang terdapat pabrik karet. Tapi bagi warga setempat menjadi akses utama menuju kota Palembang. Selain itu kawasan ini pun sering dikunjungi bagi para penikmat sejarah dan wisata religi saat sedang singgah ke Kota Palembang. Jaraknya sekitar dua kilo dari Jembatan Musi II, kita masih harus masuk ke dalam destinasi wisata religi Bayt Al Quran Al Akbar.

Sejenak saya tertegun melihat pondasi bangunan tinggi beratap seng dari arah jauh. Mobil kami parkir di lapangan Pondok Pesantren Al Ihsaniyah, masih satu wilayah dengan bayt al quran yang akan saya datangi. Inikah bayt al quran raksasa yang tersembunyi itu?

Takjub Melihat Museum Al Quran Raksasa

Loket tiket masuk wisata religi al quran Al Akbar, Gandus, Palembang

Sungai Musi yang membelah daerah Ulu dan Ilir menjadi sungai terpanjang yang ada di Sumatera. Tetapi, masih belum banyak yang tahu kalau di sepanjang alirannya tersimpan suatu mahakarya membuat decak kagum semua orang yang singgah. Bukan hanya saya tapi juga terutama umat muslim.

Kita akan mendengar alunan nasyid saat akan masuk ke dalam rumah. Bangunan rumahnya sama seperti rumah tinggal pada umumnya. Musik nasyid memang menenangkan sekaligus meneduhkan hati saat kita berada di Bayt Al Quran Al Akbar. Halaman samping rumah dijadikan oleh pemiliknya sebagai Museum Al Quran raksasa yang berlokasi di Jalan M. Amin Fauzi, Gandus.

Pelataran halaman belakang rumah

“Yakin nih saya boleh masuk ke dalam?” tanya saya diawal sama salah satu teman muslim. Mereka mengangguk kepala.

Setelah melepas alas kaki di rak khusus, kita bisa segera masuk ke dalam. Dari arah luar, terdapat sebuah al quran ukuran raksasa menjulang tinggi di sebuah bangunan bertingkat lima. Saya mengamati sekeliling bangunan ke atas. Banyak informasi yang bisa kita tangkap dan baca langsung sebab terpampang di sekitar dinding.

Subhanallah…

Allahu akbar! Indah sekali.

Sekilas saya mendengar sayup orang di sebelah saya berdecak kagum tatkala melihat kepingan kayu-kayu terukir dengan warna emas. Terdapat pula aksen ukir ornamen khas Palembang. Ini kali pertama saya melihat langsung isi pembagian al quran dalam bentuk raksasa. Saya kagum!

Berawal Dari Sebuah Mimpi

Megahnya al quran raksasa ukir terbesar di dunia

Dilihat dari depan, Al quran ini terdiri dari beberapa sisi yang saling menutupi. Namun, masing-masing kepingan kayu dapat dibolak-balik. Saya mendapat pengertian tentang juz saat berjalan mendekati Bayt Al Quran Al Akbar. Juz merupakan sebuah cara pembagian al quran di mana keseluruhan al quran dipecah atas 30 juz. Tujuan pembagian ini agar memudahkan umat muslim yang ingin menyelesaikan pembacaan al quran atau mengaji dalam 30 hari.

Kita seperti sedang berkelana di sebuah labirin Al Quran raksasa. Penerangan seadanya di antara lorong-lorong, kiri kanan lorong seperti dinding kayu berisi ayat suci. Saya meletakkan tangan di salah satu kepingan kayu. Ukiran dan pahatan huruf arab yang detil. Jari telunjuk saya terus meraba tiap ukiran sampai bertemu dengan seorang bapak yang menyapa saya saat tengah terbuai kagum. Dia mengajak saya ikut bergabung bersama pengunjung lain duduk lesehan di antara lorong.

Mendengarkan pak Syarkoni bercerita

Saya akhirnya berkenalan dengan Bapak Syarkoni, salah satu pemandu di Bayt Al Quran Al Akbar. Beliau berbaik hati bercerita sekilas mengenai al quran raksasa di Gandus. Ide pembuatan al quran Al Akbar digagas oleh putra daerah Sumatera Selatan yaitu H. Syofwatillah Mohzaib yang dalam mimpinya mendapat perintah untuk membuat kaligrafi Al Quran yang bisa dinikmati umat manusia.

Mimpinya itu perlahan diceritakan dan diwujudkan. Kepingan-kepingan al quran yang terdapat di bayt ini memiliki tinggi 177cm lebar 144cm serta ketebalan kayu 2,5cm. Terbuat dalam bentuk kayu agar lebih tahan lama dan bisa dinikmati oleh banyak orang. Satu kepingan kayu memiliki berat sekitar 50kg.

Ukiran kayu terbuat dari kayu tembesu yang dibuat di lorong Budiman Tangga Buntung Palembang. Proses pembuatan terbilang cukup lama, butuh 7 tahun mulai dari tahun 2002-2009 dengan menghabiskan biaya keseluruhan sekitar Rp. 1.2M. Dana besar tersebut di dapat para “hamba Allah” yang ingin ikut membantu mewujudkan realisasi Al Quran raksasa ini.

Dalam proses pengerjaannya dikerjakan para tenaga ahli mulai dari tukang ukir hingga pemasangan. Dengan kemeja batik lengan panjang dan mengenakan kopiah, Bapak Syarkoni juga bercerita bahwa proses dimulai dari penulisan, penjiplakan hingga penyiapan papan. Ayat-ayat suci ditulis dikertas karton, lalu disalin ke kertas minyak.

Penyiapan papan pengukiran dan pemberian warna serta motif bingkai ornamen al quran Al Akbar sendiri dari gambar bungai teratai dan daun pakis. Kemudian, untuk warnanya sendiri menggunakan warna cat kuning, emas serta merah maron. Perpaduan corak tiga warna ini melambangkan 3 bangsa yaitu Nusantara, Tiongkok dan Arab.

Sudut Lain Al Quran Al Akbar

Obrolan kami harus usai bersama Bapak Syarkoni sebelum dia mengajak pengunjung lain untuk Al Fatihah bersama. Bangunan al quran raksasa ini terdiri dari dua sisi. Sisi utama yang terdiri dari lima tingkat. Namun pengunjung hanya diperbolehkan naik di lantai dasar, mungkin alasan keselamatan. Sedangkan sisi lainnya berada berseberangan yang digunakan sebagai musholah sementara.

Dua anak remaja membenarkan posisi kerudung

Salah satu pengunjung baru terlihat sedang meminjam kerudung yang ada di dekat pintu masuk. Meski niatnya mengunjungi destinasi wisata, namun berkunjung ke tempat religi ada baiknya pengunjung juga menghormati dengan berpakaian sopan pantas.

Sambil menunggu salah satu teman menyelesaikan Ashar, saya mengambil sepatu dan menunggu mereka di luar. Terekam gambar salah satu petugas yang lebih muda dengan ramah menyapa tiap pengunjung yang akan masuk.

30 juz al quran terpampang nyata

“Sudah kak masuk dalem?” sapanya dalam logat Palembang.

“Barusan keluar, ini lagi nunggu teman masih sholat di pucuk,” jawab saya. “Ramai ya tiap kunjungan?” sambung saya kemudian mengajaknya mengobrol.

Kami berjabat tangan erat saling berkenalan. Pemuda itu bernama Idris, dia salah satu pengurus wisata religi al quran raksasa. Lewat tutur Idris saya menemukan cerita sudut lain Al Quran Al Akbar yang sangat menarik.

Tingkat kunjungan yang ramai setiap hari

Fakta tentang Al quran Al Akbar telah diakui oleh dunia sebagai Al quran ukiran kayu satu-satunya terbesar di dunia. Selain itu juga tercatat di Rekor Dunia Muri Indonesia. Wisata religi ini diresmikan oleh mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 30 Januari 2012 yang dihadiri oleh 51 negara-negara Islam sedunia dalam konferensi parlemen Islam untuk meresmikan penggunaan al quran sebagai al quran terbesar yang dicetak di atas lembaran kayu trembesi (kayu ulin).

Menurut Idris, dalam satu hari tempat wisata religi ini bisa dikunjungi sekitar 800 hingga 900 orang setiap hari. Tidak hanya hari libur, namun hampir tiap hari Museum Al-Quran besar ini ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Untuk dapat menikmati kekhusyukan wisata religi, pengunjung hanya dikenakan tarif tiket masuk Rp 5000 tiap orang.

Besar Namun Tak Begitu Diperhatikan

Keberadaan Al Quran raksasa ini cepat terdengar di kalangan masyarakat baik dalam dan luar kota provinsi Sumsel dan Indonesia. Bahkan sampai dunia internasional juga mengakui kemegahan dan ketakjuban karya seni Islam dengan ukiran khas Palembang dan memiliki ukuran terbesar yang pernah ada ini.

Saya bertanya pada Idris mengenai lokasi wisata religi yang jaraknya lumayan jauh dari pusat kota. Akses transportasi umum yang terbatas menjadi salah satu kendala bagi tempat wisata religi ini. Bagi pengunjung yang memiliki kendaraan pribadi tentunya dapat langsung menuju ke arah Gandus. Sementara bagi yang ingin menggunakan transportasi online akan mengalami sedikit kesulitan pada saat pulang.

Seni ukir kaligrafi al quran
Pengunjung senang berfoto di balik kepingan kayu

Salah satu hal yang membuat Bapak Syofwatillah, pemilik rumah sekaligus tempat wisata religi Al Quran raksasa masih mempertahankan dikarenakan dia mendambakan Al quran Al Akbar menjadi daya tarik wisata religi favorit untuk masyarakat Palembang, walau jarak jauh namun orang akan tetap datang. Apalagi pendanaan tempat wisata ini tidak melibatkan dana pemerintah dalam artian tak didukung baik oleh APBN maupun APBD, sehingga menjadi milik umat sepenuhnya.

Adanya destinasi baru ini secara tidak langsung membantu perekonomian warga lokal setempat. Seperti Idris dan bapak Syarkoni yang termasuk warga di sekitar lingkungan al quran untuk membantu mengurus. Saya pun melihat, warga-warga setempat berjualan mulai dari cinderamata hingga makanan tak jauh dari kawasan wisata religi.

Makna Sebuah Perjalanan Religi

Menelusuri jejak agama memang menjadi aktivitas yang menarik, selain paradigma wisata itu haruslah “alam” kini berubah menjadi “ketenangan jiwa dan spiritual”. Apalagi kalau tempat tersebut menjadi sarana bagi kita kontemplasi nan menyejukan hati. Saya percaya ditiap daerah pasti memiliki tempat yang indah sebagai objek wisata religi, begitu juga dengan Palembang.

Selfie bersama Yuk Annie dan Yayan

Entah sudah berapa kali saya mengajak teman-teman saya dari luar kota Palembang berkunjung ke tempat Wisata Religi Al Quran Al Akbar. Ada rasa bangga dapat menemani mereka melihat potensi wisata yang besar. Bukan tanpa alasan, objek wisata religi ini disebut al quran wisata religi muslim. Indonesia pasti bangga dengan keberadaan al quran ukir terbesar di dunia ini.

Benar katanya kalau jalan hidup tak selalu mulus. Datang ke tempat wisata religi al quran Al Akbar, khazanah saya tentang Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika nyata di tempat ini. Tidak ada larangan bagi pengunjung yang bukan muslim untuk melihat mahakarya indah dan mendunia ini. Semua orang dapat berkunjung untuk membuktikan sendiri karya seni kaligrafi yang indah tersebut. Berada di tempat ini membuat saya tampak seperti manusia kecil jikalau dibandingkan megahnya al quran Al Akbar.

Saya yakin ditiap pahatan tangan pembuat ada niat yang tulus sepenuh hati agar ukiran ayat-ayat suci ini dapat segera diperlihatkan ke seluruh penjuru dunia. Berkunjung ke al quran raksasa ini bisa menjadi salah satu alternatif tujuan wisata warga lokal. Bisa melihat indahnya karya seni ukir kaligrafi, serta mendapatkan sebuah siraman rohani.

Tips Berkunjung Masuk Al Quran Al Akbar

Saat kalian sedang berkunjung ke rumah orang, tentunya ada aturan-aturan yang berlaku. Termasuk saat kita ingin berkunjung ke Wisata Religi Al-quran Al Akbar Palembang.

  1. Kawasan wisata ini dibuka setiap hari mulai dari pukul 9.00 hingga 17.00 WIB.
  2. Harga tiket masuk dipatok Rp 5000/orang.
  3. Pakai pakaian sopan dan pantas.
  4. Bagi pengunjung pria disarankan tidak menggunakan celana pendek. Namun, pengurus juga menyediakan sarung untuk dipinjamkan.
  5. Bagi pengunjung perempuan disarankan untuk menutupi kepala menggunakan kerudung atau syal.
  6. Bagi yang ingin melakukan sesi foto pre-wedding dapat menghubungi pengurus dan mendapat pendampingan saat pemotretan.
  7. Akses transportasi menuju tempat wisata religi ini lebih baik menggunakan kendaraan pribadi.

Selamat menikmati perjalanan wisata religi di Palembang!

Menemukan Kembali Makna Sincia Lewat Festival Imlek 2017 Palembang

Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 4 SD, sekitar tahun 1999. Boleh dikatakan saya masih muda belia belum terkontaminasi dengan Awkarin atau Lambe Turah :mrgreen: saat itu masih bocah ingusan saya pun senang sekali saat datangnya Sincia. Otak anak umur 8 tahun saat itu adalah Angpao untuk besoknya bisa jajan di sekolah atau masukkan dalam celengan plastik. Itulah yang saya nikmat sewaktu masih ingusan dan celana pendek warna merah.

Ternyata, bukan saja saat itu kita diwajibkan untuk menghafal nama-nama menteri yang silih berganti tiap tahunnya karena pertanyaan tersebut selalu muncul saat Ujian Sekolah. Pemimpin rezim Orde Baru yang mengeluarkan peraturan bahwa “Melarang segala hal yang berbau Tionghoa”, termasuk Sincia yang sudah menjadi tradisi tiap tahun. Bayangkan hancurnya perasaan anak kecil yang senang dengan datangnya Sincia tapi begitu orang tuanya bilang kita tidak merayakan sincia tahun ini lagi, kalau pun merayakan harus sembunyi-sembunyi. Tidak boleh ada kemeriahan. Tidak ada coklat ayam, kue pancong, atau membeli mainan. Lalu, si anak kecil yang polos tersebut menatap penuh makna di depan mamanya.

“Kenapa, Ma? Apa karena kita Cina?” tanya anak kecil itu yang perlahan-lahan dia mulai bertanya.

Kalau dulu dia menerima saja setiap situasi. Jika kalian sebagai orangtua keturunan etnis Tionghoa, apa yang akan kalian jelaskan terhadap anak kalian saat ini?

menjaga-tradisi-sincia-angpao

Ingatan saya masih kuat dan jelas hingga sekarang, di saat kami mau menyambut datangnya Sincia dan menantikan Angpao. Saya dan teman-teman sekolah pun seperti bermain petak umpet. Di sekolah, bersama teman-teman kelas kami sudah membuat rencana akan datang ke rumah siapa saja mulai dari Acong, Abo, Apek, Asak, Aheng dan A lainnya yang memiliki nama panggilan Tionghoa di rumah mereka. Kami memang tidak menggenakan baju  merah supaya tidak mencolok. Kami mengakali dengan seragam sekolah kami yang sudah ada warna merahnya, celana sekolah SD :mrgreen: , kecuali ada teman yang memang sengaja membawa baju ganti untuk diganti saat ke rumah teman. Saat itu kami sepakat untuk mencari Angpao! Walaupun kami seperti main petak umpet, tapi masa itu bahagia sekali bagi seorang anak usia 8 tahun untuk dapat menyambut Sincia.

Orang Tionghoa tentu berterima kasih dengan jasa Bapak Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gusdur yang memberi oase ditengah gurun untuk dapat merayakan Sincia. Ada kegembiraan, ada kembali warna merah dan angpao.

angpao-imlek

Sincia merupakan hari perayaan Tahun Baru Penanggalan Kalender Tionghoa. Sama seperti penanggalan kita di Indonesia, bagi orang Tionghoa juga memiliki penanggalan sendiri yang mungkin belum orang ketahui karena sedikit informasi yang tersedia. Beruntunglah sekarang internet sudah sangat membantu kita untuk mencari tahu.

Nama “Sincia” memiliki makna  Sin berarti baru. Lalu Cia berarti bulan pertama dalam bahasa Hokkian. Kemudian terjadi pergeseran penyebutan kata Sincia menjadi Imlek yang memiliki arti hampir sama dengan Sincia yaitu Im berarti bulan pertama dan Lek berarti kalender, tetap dalam bahasa Hokkien. Sehingga sekarang kita lebih mengenal sebagai Hari Perayaan Tahun Baru Imlek bagi orang Tionghoa.

Angpao menjadi tradisi saat Imlek karena pemberian angpao atau amplop merah sebagai lambang rejeki yang diberikan kepada kita. Angpao hanya boleh diberikan bagi orang yang sudah menikah ke orang yang belum menikah atau anak kecil, sebab ada pantangan bagi yang belum menikah apabila menerima angpao didoakan untuk cepat menyusul dan enteng jodoh. Sedangkan bagi anak kecil agar anak kecil tersebut selalu bahagia dan tumbuh menjadi anak baik.

momen-makan-malam

Saat ini perayaan Tahun Baru Imlek memiliki ruang untuk merayakannya namun tetap dalam pengawasan agar kondisi tertib dan aman. Bahkan saya melihat ada campur tangan aparat polisi untuk mengamankan jalannya perayaan Tahun Baru Imlek di tempat-tempat ibadah umat Tionghoa di Indonesia. Imlek sendiri bukanlah perayaan agama, secara literatur Imlek merupakan perayaan musim semi di Tiongkok sehingga apabila kalian ada garis keturunan Tionghoa pun masih boleh ikut untuk merayakan Imlek di rumah.

Dalam keluarga besar saya yang dinamis, tidak sepenuhnya yang menganut kepercayaan Buddha dan Konghucu. Islam pun juga ada. Seperti akulturasi budaya Tionghoa dan Palembang yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Palembang sehari-hari. Biasanya kerabat yang tidak merayakan Imlek akan datang membantu untuk memasak makan malam besar keluarga. Saat itu masih ada keluarga yang dituakan, namun setelah beberapa meninggal akhirnya tradisi ini mulai menghilang dan digantikan dengan saling berkunjung satu sama lain.

menu-makan-malam-imlek

Di Tiongkok, Imlek merupakan perayaan menyambut musim semi yang menandakan hasil panen para petani berlimpah sehingga untuk mensyukuri berkat yang didapat mereka malamnya merayakan dengan makan besar bersama. Menu-menu hidangan makanan enak dan lezat pun dikeluarkan untuk disantap bersama.

Tiap keluarga Tionghoa pastinya memiliki menu-menu hidangan andalan. Keluarga saya memang tidak memiliki menu hidangan khusus sebab tiap tahunnya selalu memesan dari jauh hari di restoran untuk menyantap bersama. Menu hidangan utama yang sudah pasti ada ikan, mie, aneka sayuran hijau. Ikan menjadi simbol rejeki sehingga ada satu mitos yang mengatakan bahwa saat makan ikan diusahakan untuk tidak membalikkan badan ikan karena sama saja membuang rejeki yang sudah didapat. Sedangkan mie melambangkan umur panjang karena tekstur mie yang panjang dan tidak putus.

pasar-buah-temenggung

pasar-buah-temenggung-suasana-imlek
Hiruk pikuk suasana Imlek di Pasar Buah Temenggung Palembang

Ada hal yang unik dalam tradisi Imlek di rumah saya yaitu kami selalu menikmati “Cang Cai” atau sayur panjang umur karena bentuk sayurnya yang panjang dan tektur lembut gampang untuk dicerna. Paling gampang mencari sayur ini di Pasar Buah Temenggung karena di sanalah banyak jual ornamen Imlek termasuk kebutuhan lainnya.

Pasar Buah Temenggung yang berada di kawasan 17 ilir atau lebih dikenal sebagai Pasar Buah menjadi pasar paling sibuk di saat menjelang Imlek. Saya pun menyempatkan untuk menemani mama sewaktu ke pasar berbelanja kebutuhan Imlek. Pasar yang berada di pusat kota ini menjadi paling diminati oleh warga Tionghoa sebab gampang sekali ditemukan barang-barang kebutuhan mulai dari kebutuhan sembahyang sampai ornamen Imlek. Sebab, mayoritas pedagang di pasar ini adalah orang-orang Tionghoa.

Sayur panjang umur atau Cang Cai
Sayur panjang umur atau Cang Cai
Aneka kebutuhan Imlek mulai dari hiasan Imlek, kue keranjang, jeruk bali, kue kering, kue basah dan pempek Palembang
Aneka kebutuhan Imlek mulai dari hiasan Imlek, kue keranjang, jeruk bali, kue kering, kue basah dan pempek Palembang

Atmosfer selama di Pasar Buah Temenggung ini sangat ramai, bahkan tidak sedikit kita akan menjumpai para ibu-ibu yang mengajak kuli panggul untuk membawa barang belanjaan mereka. Sesekali boleh lah kalau kalian mau bermain ke pasar Buah Temenggung. Biasanya mama saya sudah memesan mulai dari kue kering dan basah, pempek bahkan membeli kue keranjang atau dodol Imlek menjadi makanan yang paling dicari saat Imlek. Kue keranjang memiliki makna agar tiap orang yang makan selalu menerima keberuntungan tiap tahunnya karena tekstur kue yang lengket dan manis.

pantangan-imlek

patung-dewa

Sehari sebelum Imlek memang biasanya orang Tionghoa mempersiapkan mulai dari membersihkan rumah juga sembahyang leluhur yang sudah meninggal. Banyak persiapan yang diperlukan untuk melakukan ritual sembahyang leluhur. Tradisi cara ibadah sembahyang leluhur mirip seperti tata cara ibadah di klenteng, hanya bedanya kalau di klenteng mengarah ke Dewa sedangkan sembahyang ke leluhur untuk menghormati dan mengenang saat mereka masih hidup.

cara-sembahyang-umat-buddha
Seorang kokoh sedang memanjatkan doa di Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu Palembang
Lilin yang tingginya setara dengan si kokoh baju putih
Lilin yang tingginya setara dengan si kokoh baju putih
Umat Tri Dharma sedang menyalakan dupa di Klenteng Kwan Tie Kong Talang Semut Palembang
Umat Tri Dharma sedang menyalakan dupa di Klenteng Kwan Tie Kong Talang Semut Palembang

Klenteng-klenteng yang ada di Palembang juga ramai dikunjungi oleh orang Tionghoa untuk memanjatkan doa dan membakar dupa. Sebagai tempat ibadah bagi orang Tionghoa, klenteng memiliki berbagai ciri khas mulai dari jenis bangunan sampai dewa yang diyakini. Namun, ada dua klenteng yang pasti dikunjungi oleh orang Tionghoa untuk bersembahyang yaitu Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu dan Klenteng Kwan Tie Kong Talang Semut.

Sedangkan Imlek juga memiliki pantangan-pantangan seperti menyapu rumah tidak boleh dilakukan hal ini bertujuan supaya tidak membuang rejeki yang telah masuk. Apabila ada keluarga yang baru saja meninggal dunia tidak boleh ikut merayakan Imlek selama 1 tahun serta datang bersilaturahmi ke rumah orang. Selain itu harus melewati 49 hari setelah kerabat yang meninggal tersebut baru boleh silaturahmi ke rumah orang. Hal ini dipercayai akan membawa keburukan bagi rumah orang yang didatangi.

sanjo-palembang

Aneka makanan Imlek mulai dari kue kering, kue basah dan pempek
Aneka makanan Imlek mulai dari kue kering, kue basah dan pempek di rumah Koh Huang

Banyak keunikan dalam cara merayakan Tahun Baru Imlek, sehingga bermula dari berbagai tradisi dan budaya yang ada dapat menambah kemeriahan momen tersebut. Salah satunya adalah mengunjungi keluarga, teman dan kerabat untuk silaturahmi. Nah, Palembang punya tradisi “Sanjo”. Apa kalian pernah dengar “Sanjo”?

Di Palembang dan beberapa daerah di wilayah Sumsel, tradisi “Sanjo”  yang berarti bertamu untuk silaturahmi. Maka tidak heran kalau kalian yang memiliki teman orang Palembang akan mengajak : “Lebaran agek sanjo ke rumah yo!”

sanjo-palembang-makan

Tradisi yang terjadi dari tahun ke tahun tampaknya tidak afdol kalau tidak saling sanjo. Makna dari saling kunjung ke rumah kerabat dan teman ini dianggap sebagai mendatangkan rejeki baru. Hanya di momen seperti Imlek inilah mereka yang jarang berjumpa karena kesibukan masing-masing memiliki jatah libur dan dimanfaatkan untuk saling berkunjung ke rumah teman-teman. Sanjo Imlek juga termasuk kearifan lokal yang memang harus dipertahankan untuk kita dapat mengenal dan memahami satu sama lain.

Pastinya akan ada cerita-cerita seru saat sanjo ke rumah keluarga atau teman, mulai dari pertanyaan “Kapan kawin?” sampai “Kapan punya anak lagi?”. Kalian yang jomblo pasti selalu menghindari pertanyaan tersebut kan 😆

Momen Imlek menghubungkan silaturahmi saya dan teman kantor lama
Momen Imlek menghubungkan silaturahmi saya dan teman kantor lama yang sudah lama tidak berjumpa

Sanjo atau silaturahmi ke rumah teman yang merayakan tidak harus kalian yang sesama Tionghoa, tapi bagi kalian yang Muslim pun juga boleh ikut sanjo ke rumah teman kalian yang merayakan. Momen ini pastinya akan menyenangkan teman kalian yang merayakannya sebab rumah mereka ramai didatangi oleh orang untuk berbagi kebahagiaan bersama.

Meski makanan yang disajikan tiap rumah berbeda sesuai dengan kemampuan keluarga tersebut, namun tidak menutup rasa senangnya saat sanjo di rumah orang. Hampir tiap rumah saat Imlek menyajikan makanan mulai dari kue kering, kue basah, pempek dan aneka turunannya. Pokoknya semua makanan terlezat khas Palembang bisa saja dikeluarkan di momen Imlek seperti saat ini. Kebetulan tahun ini saya pun open house karena baru pindah rumah baru sekaligus mengajak teman-teman untuk sanjo ke rumah walaupun hidangannya sederhana.

cap-go-meh-palembang

Pulau Kemaro Palembang
Pulau Kemaro Palembang

Perayaan Imlek untuk bertamu atau sanjo biasa lamanya tiga hari. Hari pertama untuk keluarga, hari kedua dan ketiga untuk teman dan kerabat yang akan berkunjung. Rata-rata memasuki hari keempat, stok makanan untuk tamu sudah hampir habis. Namun, seperti kue-kue kering masih tersedia. Bersamaan dengan Imlek, di hari ke-15 tanggalan Tionghoa merupakan puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari lamanya. Jadi aslinya perayaan Imlek memang selama lima belas hari.

Istilah yang sering didengar adalah Cap Go Meh yang berasal dari bahasa Hokkien yaitu Cap berarti sepuluh, Go berarti lima dan Meh berarti malam. Puncak perayaan Imlek di Palembang diwakilkan oleh perayaan  Cap Go Meh yang diadakan secara rutin setiap setahun sekali. Pada hari perayaan Cap Go Meh kali ini jatuh pada tanggal 9 – 10 Februari 2017. Perayaan Cap Go Meh di Palembang diadakan di Pulau Kemaro. Lantas apa yang menjadi daya tarik Pulau Kemaro yang selalu meriah ditiap tahunnya saat Cap Go Meh?

klenteng-pulau-kemaro

makam-siti-fatimah-pulau-kemaro

Daya tarik Pulau Kemaro adalah ikon Pagoda 9 lantai yang hanya dibuka saat Cap Go Meh. Selain pagoda terdapat sebuah klenteng dan di dalamnya terdapat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah yang berdampingan. Klenteng Hok Tjing Rio, klenteng ini tempat ibadah yang sering dikunjungi ribuan warga keturunan Tionghoa untuk merayakan puncak Imlek karena terdapat Tradisi dan Mitos Cap Go Meh Pulau Kemaro Palembang.

Info Cap Go Meh Tahun 2017. Titik kumpul penyeberangan tongkang gratis di Klenteng Dewi Kwam Im 10 Ulu

Ada banyak orang datang dari berbagai kota untuk ke Palembang guna ikut merayakan Cap Go Meh sekaligus silaturahmi ke keluarga dan kerabat jauh. Kisah pulau yang terbentuk di tengah Sungai Musi ini menyedot pengunjung dari berbagai kota maupun luar negeri.

Biasanya saat Cap Go Meh ada penyediaan kapal tongkang gratis yang dapat kita gunakan untuk menyeberang ke Pulau Kemaro dari Jembatan Ampera. Salah satu titik kumpul yang menyediakan kapal tongkang gratis ada di Klenteng Chandra Nadi, klenteng tertua di Palembang. Lokasinya yang pinggir Sungai Musi membuat akses kapal tongkang jadi lebih gampang menuju Pulau Kemaro karena kalau hari biasa menyewa jasa kapal mulai dari 150 – 300 ribu tergantung tawar menawar.

festival-imlek-indonesia

Di tempat yang berbeda, ternyata tahun ini Palembang mengadakan kembali Festival Imlek Indonesia 2017 yang bertempat di PSCC Palembang pada tanggal 11 – 12 Februari 2017. Banyak rangkaian acara yang mengajak masyarakat Palembang dan Tionghoa untuk dapat berbaur menikmati arakan pawai budaya, pertunjukan barongsai, berbagai lomba, serta kesenian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia.

poster-festival-imlek-indonesia-2017-palembang

Hal yang paling saya nantikan adalah melihat pertunjukkan Tari 1000 Tangan Dewi Kwam Im yang memiliki filosofi sangat baik. Dewi Kwam Im adalah wujud welah asih, kebaikan dan cinta. Tarian 1000 Tangan ini memancarkan kasih dan welah asih serta kedamaian dan harmoni di dalam masyarakat. Palembang memiliki sejarah dan budaya sejak Kerajaan Sriwijaya, bahwa pernah ada etnis Tionghoa yang masuk dan bertukar pengetahuan.

Saya banyak menulis mengenai budaya Tionghoa di dalam blog deddyhuang.com agar masyarakat mengetahui bahwa kerukunan masyarakat Palembang memang sudah terbentuk dari lama. Maka, lewat Festival Imlek Indonesia 2017 saya ingin mengajak kalian untuk dapat ikut menikmati sajian acara agar dapat mengenal Palembang serta budaya Tionghoa. Datang dan lihatlah perayaan Tahun Baru Imlek di Palembang!

Informasi lebih lanjut mengenai Festival Imlek Indonesia 2017 di Palembang bisa dilihat di festivalimlekindonesia.com atau Instagram @festivalimlekindonesia

Ayo ke Palembang biar nanti bisa selfie dan jalan-jalan sama Koh Huang 😆

Catat Tanggal dan Ambil Cuti Kalian, Kalender Event Sumatera Selatan 2017 Sudah Keluar

Sosialisasi pariwisata halal menjadi topik yang akan dikerjakan oleh Dinas Budaya Pariwisata Provinsi Sumsel bersama komunitas dan netizen selama tahun 2017 mendatang. Tak lain karena Sumsel menjadi provinsi ke-4 yang masuk industri wisata halal. Hal ini menjadi bagian dari industri pariwisata yang sedang berkembang pesat, yang tidak hanya ditawarkan oleh negara-negara dengan mayoritas muslim, tapi juga oleh negara-negara yang warga muslimnya menjadi minoritas.

Indonesia pun telah memasuki pasar wisata halal, telah ada tiga provinsi yang memasuki wisata halal, yaitu Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Sumatera Barat, hari ini, akan ada provinsi keempat yang memasuki industri wisata halal, yaitu, provinsi Sumatera Selatan, dengan Palembang Darussalam yang diharapkan sebagai motor utamanya.

wisata-halal-palembang

Sebagai informasi, negara seperti Jepang dan Taiwan sudah “mencuri start” telah lebih dahulu memasuki wisata halal, menawarkan kemudahan beribadah serta ketersediaan makanan halal bagi wisatawan-wisatawan muslim dari seluruh dunia, hal ini mendapat sambutan yang positif, baik dari pelaku bisnis pariwisata setempat, maupun dari wisatawan muslim. Dengan pengetahuan saya yang minim tentang label wisata halal. Ternyata aspeknya sangat luas contohnya dalam sebuah mall, apakah mall tersebut memiliki sarana mushollah yang lengkap dan bersih, tersedia mukena dan sajadah serta dinding pembatas antara laki dan perempuan. Apabila di hotel, apakah di tiap kamar juga tersedia sajadah dan arah kiblat. Kurang lebih seperti itu gambaran untuk wisata halal yang membantu mengakomodir wisatawan datang berkunjung ke kota kita.

tari-sekapur-sirih-palembang

Dalam sambutan mengawali Launching Wisata Halal & Kalender Event 2017 Sumatera Selatan, ibu Irene selaku Kadisbudpar Sumsel melihat visi ke depan bahwa Palembang memiliki potensi yang baik hanya tinggal bagaimana cara mengemasnya agar lebih memiliki ciri khas. Kemudahan-kemudahan ini akan menjadi daya tarik tambahan bagi setiap kabupaten kota, wisatawan-wisatawan muslim tentunya akan memilih Kabupaten kota yang lebih memudahkan mereka beribadah saat berwisata dan tidak sulit mencari makanan halal. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan industri pariwisata di Sumatera Selatan di tahun yang akan datang.

lauching-wisata-halal-palembang

tari-gambus-arab

Tentunya hal launching ini akan berhasil diwujudkan apabila sebagai tuan rumah dapat memfasilitasi dari aspek kemasan produk yang meningkatkan lingkungan pariwisata aman sehingga wisatawan datang merasa nyaman, adanya informasi yang jelas mengenai hal yang boleh dan tidak boleh untuk wisatawan membeli produk halal. Kemudian lokasi yang strategis serta pengelolaan yang baik akan seimbang didukung dengan sumber daya manusia yang memiliki standar yang telah ditentukan. Yakin Palembang dapat turut serta dalam pengembangan pariwisata halal.

Siapa yang merasa memiliki Sumsel tentunya adalah semua masyarakat Sumsel, termasuk para petinggi-petingginya baik kota maupun provinsi untuk ikut menyukseskan program wisata halal serta sekaligus menginfokan kalender acara tahun 2017 yang akan diselenggarakan di Sumsel termasuk Palembang. Ayolah sudah tidak zamannya untuk bekerja sendiri-sendiri menonjolkan nama, sekarang zamannya kolaborasi agar hasil lebih maksimal. Kalender acara ini dapat menjadi patokan bagi kita apabila ingin mengetahui apa saja acara yang akan dihelat di kota Palembang dan sekitar. Acara seperti Festival Sriwijaya, Festival Musi Jazz, dan Festival Kopi ini sudah masuk dalam agenda wajib yang akan dijalankan bersama komunitas.

kalender-event-sumater-selatan-2017

Tari Gambus misalnya yang disuguhkan oleh Grup Musik Gambus Assyabab dari Kampung Arab 10 ilir menjadi tontonan mengasikkan lewat irama lagu, permainan musik, dan tarian dari Timur Tengah. Boleh dikatakan tarian ini merakyat dan merangkul tiap orang untuk bisa ikut menari bersama. Kalian tidak ingin ikut larut dalam tarian Gambus ini di Palembang?

Kalender Acara 2017 Sumatera Selatan, Insya Allah dapat menjadi acuan bagi kalian yang sedang merencanakan perjalanan dan liburan selama di Palembang dan sekitar. Terdiri lebih dari 40 acara selama setahun akan membuat kalian bisa memilih mana saja acara yang paling menarik untuk kalian datangin. Ayo ke Palembang, nikmati ragam budaya dan keramahtamahan dari wongkito galo.

Buat kamu yang ingin mendapatkan informasi ter-update mengenai Disbudpar Sumsel boleh ikutin akun sosial medianya di twitter, facebook, youtube, dan instagram mereka di pesonasriwijaya.

paket wisata palembang

5 Paket Wisata Palembang Terpopuler

Palembang, provinsi di Sumatera yang saat ini menjadi kota berkembang dan dilirik oleh para wisatawan mulai menunjukkan daya saingnya di dunia pariwisata Indonesia. Bahkan angka kunjungan wisatawan sedang bersaing dengan provinsi tetangganya yaitu Aceh. Menurut sumber Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia, tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun luar negeri tahun 2016 naik drastis dibanding tahun 2015 lalu.

data-kunjungan-wisatawan-ke-palembang-2015

Angka yang diperoleh ini tentunya menjadi alasan bagi kalian kenapa harus datang ke kota asal Pempek ini. Selain wisata kuliner, tentunya Pesona Palembang menawarkan pilihan lain bagi kalian yang menginginkan wisata lainnya seperti wisata sejarah, wisata religi, wisata alam dan wisata belanja. WOW!! Palembang emang juaranya deh. Apalagi sebentar lagi Palembang akan menjadi kota pertama yang memiliki Light Rapid Transit (LRT) di Indonesia untuk menyambut Asian Games 2018. Bangga dong jadi wongkito galo nih.. pasti udah gak sabaran buat cobain naik LRT.

Sekarang kalau kalian ke Palembang tidak perlu bingung destinasi mana saja yang bisa dikunjungi selama di Palembang. Banyak pilihan paket wisata yang ditawarkan, selain itu ada koh Huang juga yang siap menemani kalian sewaktu di sini. Dijamin kalian akan merasakan seperti di rumah sendiri :mrgreen: Nah, berikut 5 paket wisata yang bisa kalian nikmati selama di Palembang supaya liburan atau perjalanan bisnis kalian lebih nyaman.

Wisata Sejarah

Rumah Limas di balik uang pecahan Rp 10 ribu
Rumah Limas di balik uang pecahan Rp 10 ribu

Sejarah pernah mencatat di Palembang, pernah ada satu kerajaan maritim terbesar yaitu Kerajaan Sriwijaya yang menguasai laut dan darat di Palembang. Sisa-sisa peninggalan masih bisa kita jumpai di beberapa museum yang ada di kota Palembang yaitu Museum Balaputera Dewa Seperti apa isi dalam museum Balaputera Dewa tersebut bisa  kalian kunjungi sendiri karena lokasinya mudah untuk dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi. Satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah berfoto di depan Rumah Limas yang ada di Museum Balaputera Dewa sebab rumah limas tersebut yang terdapat dibalik uang lembaran sepuluh ribu kita!

Tiap sudut kota Palembang memiliki sejarah yang memukau dan membuat kalian para penikmat sejarah akan tenggelam di tiap cerita dari para penduduk lokal apabila kalian mampir dan singgah. Mereka dengan ramah akan membantu kalian untuk menceritakan kembali sejarah di tempat-tempat mereka. Penduduk lokal Palembang ini bukan hanya mayoritas etnis asli tapi juga ada etnis lainnya seperti Tionghoa dan Arab. Hal ini disebabkan saat zaman Kerajaan Sriwijaya telah terjadi pertukaran budaya yang menyebabkan bermukimnya orang Arab dan Tionghoa di Palembang. Mampirlah sejenak saat di Palembanng untuk melihat perkampungan Arab, Tionghoa dan asli Palembang yang umur rumahnya sudah lebih dari 100 tahun bahkan 200 tahun lamanya. WOW! kalian tidak boleh melewatkan momen terbaik ini.

“Serius beneran ada, koh?”

“Tentu dong! Dan lokasinya sangat instagramable loh.”

Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang
Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang

Dimulai bisa kunjungi ke Kampung Arab Al Munawar 13 Ulu, di sini selain terdapat rumah-rumah panggung kayu berusia lebih dari 200 tahun. Ternyata di tempat ini juga termasuk produsen kopi lokal Sumsel yang rasanya boleh dicicip. Kalian bisa bertanya langsung ke penduduk lokal mengenai sejarah adanya kampung Al Munawar dan melihat cantiknya gadis keturunan Arab Palembang. Kalau sore hari, kita bisa melihat anak-anak kecil asik berenang di pinggir Sungai Musi.

Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang
Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang

Bertolak ke jarak yang tidak jauh dari kampung Arab juga terdapat perkampungan Tionghoa yang dikenal sebagai Kampung Kapitan 7 Ulu. Dulunya kampung ini ditempatin oleh seorang kapitan asal Tiongkok yang diutus untuk hal perniagaan saat Kerajaan Sriwijaya. Kemudian kapitan beranak cucu hingga sekarang rumah yang ditempati menjadi salah satu cagar budaya kota Palembang dan bisa kita kunjungi sampai sekarang. Pemilik rumah yang menjadi cucu keturunan kapitan sangat ramah dan terbuka bagi kita apabila mau bermain ke Kampung Kapitan.

Kampung Palembang Lrg Firma 4 Ulu
Kampung Palembang Lrg Firma 4 Ulu

Terakhir, tidak lengkap kalau kalian tidak berkunjung melihat perkampungan asli Palembang dengan ciri rumah Limas dan rumah Bari. Lokasinya kalian bisa kunjungi ke Perkampungan Firma di 4 Ulu. Salah satu rumah yang bisa dilihat adalah kepemilikan salah satu saudagar lama yang memang berkecimpung di bisnis impor barang-barang antik. Sehingga kalian bisa melihat bagaimana isi perabotan cantik khas Palembang. Jadi boleh dikatakan Palembang itu kaya akan ragam budaya yang berbaur di dalamnya.

Wisata Religi

Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang

Salah satu masjid terbesar di Palembang yang terletak di titik 0 km kota Palembang yaitu Masjid Agung Palembang. Dari masjid ini pun kita bisa melihat Jembatan Ampera yang berdiri kokoh di depannya. Masjid ini memiliki nuansa bangunan yang menarik yaitu perpaduan interior Tionghoa dan Palembang. Selain itu apabila saat Idul Fitri, hanya di Palembang kita bisa melihat lautan manusia sedang bersholat ied sampai keluar jalan dan di atas Jembatan Ampera. Penasaran dengan suasana sholat ied di Palembang? Hayo pesan tiket sekarang ke Palembang 😆

Wisata Alam

Pulau Kemarau Palembang
Pulau Kemarau Palembang

Palembang memang terbentuk bukan karena lautan ataupun pergunungan. Sehingga kalau kamu mencari gunung atau bukit tentunya harus menyiapkan waktu beberapa jam lagi untuk keluar kota Palembang yaitu Lahat dan Pagaralam karena disana terdapat kebun teh yang menghadap ke Gunung Dempo juga Bukit Telunjuk di kota Lahat. Wisata alam yang ada di Palembang tak lain adalah halaman terbuka hijau dengan pemandangan yang teduh dan berada di tengah aliran Sungai Musi yaitu Pulau Kemarau. Pulau Kemarau letaknya sekitar 6 km dari Jembatan Ampera apabila kita menggunakan perahu getek. Hal yang menarik di Pulau Kemarau adalah kita bisa melihat Pagoda 7 lantai serta berwisata duduk di bawah perpohonan rindang di pinggir Sungai Musi sambil piknik.

Waktu yang tepat untuk melihat keramaian penduduk lokal adalah saat Cap Go Meh yaitu hari ke kelima belas sehabis Tahun Baru Tionghoa atau Imlek. Sebab di hari tersebut, pintu pagoda baru dibuka untuk umum. Sedangkan hari biasa tidak diizinkan untuk masuk karena sakralnya tempat tersebut.

Wisata Belanja

Pasar 16 Ilir Palembang
Pasar 16 Ilir Palembang

Berkunjung ke tempat-tempat terbaru rasanya belum lengkap kalau tidak berbelanja di kota asalnya. Seperti mencari produk kain Songket khas Palembang, pakaian, barang pecah belah sampai elektronik tentunya selain di mall kalian juga bisa berkunjung ke pasar. Tempat yang menurut saya paling menarik untuk berbaur dengan penduduk lokal dan belajar tentang budaya adalah pasar. Salah satunya Pasar 16 ilir yang letaknya tidak jauh dari Jembatan Ampera.

“Tigo sepuluh tigo sepuluh.”

“Ayuk cari apo, masuklah dulu. Liat-liatlah dulu.”

“Cari apo ayuk, ado tas, ado sepatu, ado daster, ado galo ayuk.. masuklah dulu.”

Kalimat-kalimat di atas akan sering kalian dengar sewaktu pertama kali masuk ke dalam Pasar 16 ilir. Para pedagang di pasar ini sangat gesit untuk menarik pembeli masuk ke dalam toko mereka. Pasar berlantai 5 ini memiliki keunikan dari sisi pedagang yang berada di dalamnya serta melekat di hati warga Palembang. Di sinilah kita bisa menemukan asiknya tawar menawar harga. Kalian bisa mempraktekkan keahlian dalam mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga bagus.

Mau belajar bahasa Palembang? datang ke pasar 16 ilir 😆

Wisata Kuliner

Ragam Kuliner Khas Palembang (Pempek, Mie Celor, Pindang, Ragit, Model, Martabak Telur)

Bicara makanan pastinya lidah kita akan dimanjakan oleh kuliner khas Palembang mulai dari pempek, pindang, mie celor, es kacang merah, sampai aneka turunan pempek lainnya. Lidah kita akan merasakan rasa asin, gurih, manis dan pastinya dijamin bikin perut kenyang. Seperti yang diketahui, pastinya sangat gampang untuk menemukan warung pempek di sekitaran kota Palembang. Kalian jalan sedikit saja sudah bisa menemukan para pedagang pempek.

warung-terapung-mbok-war-palembang

Selain itu, ada jenis kuliner lainnya yaitu mirip seperti Tom Yam yaitu Pindang. Hanya saja kuah pindang lebih kuat rasa pedas dan segar dengan tambahan nanas, cabe merah serta daun kemanggi. Menyantap pindang tidak boleh melupakan lauk di dalamnya seperti ikan patin, baung, udang, daging, tulang dan kerupuk. Kalian bisa menikmati ragam pindang dengan sepiring nasi putih hangat. Kalau mau mencoba sensasi berbeda boleh mencoba makan di warung terapung pinggir Sungai Musi. Di warung ini kita bisa merasakan sensasi makan di pinggir Sungai Musi sambil memandang Jembatan Ampera. Seru!