Gemes-Gemes-Gemes


Berita sekecil apapun, kalau media massa udah turun tangan untuk blow-up berita itu akan cepat berkembang.

Contoh kasus pertama, kasus perceraian Anang dan KD. Ini wartawan bego atau wartawan yang memang memancing emosi artis itu buat gampar/lemparin asbak? Bertanya kok : Mbak KD gimana perasaan embak sehabis bercerai? Apa perasaan mbak habis bertemu sama anak-anak? Aduh.. aku yang nontonnya gemes sendiri. Bicara perasaan tentu orang akan jawab senang habis ketemu sama anak-anak yang udah beberapa bulan enggak bertemu. Sedih ya jelas dong, siapa yang mau jadi janda atau duda? Kalau memang niatnya mau cerai, mending enggak usah nikah dari awal?

Betul penonton?

Contoh kasus kedua, kasus yang hot-hotnya Cicak vs Buaya. Aduh ini siapa sih yang bikin perumpamaan kayak begini? Kalau enggak salah ada yang namanya Kingkong, Godzilla. Si Buaya merasa benar, si Cicak juga sama. Gimana biar adil mereka disuruh suit aja? Hihihih.. atau panggil itu para master mentalis/hipnotis untuk buat para Cicak dan Buaya mengaku siapa yang melakukannya.

Betul penonton?

p.s : Perut mulai terasa lapaarrrr 😦

Iklan

17 thoughts on “Gemes-Gemes-Gemes

  1. yah itulah prinsip media. Bad news is good news. Justru dari kabar-kabar buruk inilah merupakan sumber utama liputan mereka 😀

    Dan…sejauh pengamatan saya sih, hebohnya media (baca: media di indonesia) mungkin disebabkan oleh budaya orang Indonesia yang suka gosip. Sedikit saja ada kabar negatif, hebohnya luar biasa.

    Maksud saya kebudayaan indonesia itu begini. Sebagai contoh, si A berbuat hal yang jahat di Indonesia. Sekali kedengaran beritanya, maka langsung menyebar luas kemana-mana. Ada di seluruh aspek pembicaraan, dan susah lupanya. Selalu dibahas lagi setiap hari.

    Berbeda dengan budaya barat. Misal si A berbuat jahat, kabar memang menyebar kemana-mana, tapi yah hanya sekedar “kabar”. Tidak sampai menjadi bahan pembicaraan sehari-hari maupun bahan gosip. Setelah beberapa lama, orang2 sudah lupa.

    Nah faktor kedua, khususnya untuk persoalan berita gosip dunia entertainment, mungkin karena orang-orang ngga bisa keluar dari “dunia” gosip. Maksud saya begini, hampir di semua stasiun televisi di indonesia, ada siaran berita khusus gosip selebritis dan sejensinya.

    Kalo di USA berbeda, hampir semua channel punya topik khusus. Ada yang berita, gosip, pengetahuan, kartun, agama, sejarah, dll. Jadi bisa pilih channel yang “sesuai” yang kita ingini.


    Huang : Kalo saya bilang ini sisi money politic-nya orang Indonesia mengandalkan sisi kelemahan: Gosip. Hehehehe.. kan rated skr sinetron dan gosip di semua stasiun.. coba kalo stasiun RCTI itu khusus berita, stasiun Indosiar khusus Gosip, dan sebagaian tentu bakalan gulung tikar dan PHK makin banyak. Beda dengan luar karena sistem perek-nya udah tingkat lanjut kan.

  2. iya betol? saya kadang juga ikut gemes meskipun cuma menonton saja, jadi ikutan jengkel!
    apa pertanyaan seperti itu malah tidak membuat si nara sumber menjadi marah ya? menjadi tambah sedih? tapi anehnya kok yang ditanya juga malah menanggapinya? hehehe…
    Cara Membuat Blog

    Huang : *senyum-senyum aja*

  3. Iya, terkadang banyak pertanyaan bodoh dilontarkan dan disiarkan ke seluruh pemirsa, jadi siapa sebenarnya yang bodoh?

    Huang : Koreksi diri aja.. hihi enggak perlu cari kambing item bang.

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s