Miris!


“Terima kasih,” ucapku sambil memberi senyum sama petugas yang sudah mengembalikan barang titipanku. Baru saja aku turun dari beberapa anak tangga, sejenak aku merasa kenal sama orang yang pakai kemeja putih dan celana dasar hitam, khas kalau sedang magang. Dia sedang menyapu lantai sambil wajahnya menunduk dan terkesan menutupin.

Aku yang merasa kenal sama dia langsung menghentikan langkah kakiku untuk turun.

“An?” (nama rekaan, bukan nama sebenarnya :p). “Magang disini?” tanyaku lagi.

“A.. a…” dia kesulitan untuk menjawab pertanyaanku. Kelihatan semakin salah tingkah sambil tetap menundukkan wajahnya. Aku mencuri pandang melihat ke arah ID Card yang dia pakai bertuliskan “TRAINEE”.

“Ooh.. kerja disini,” gumamku.

“Cari pengalaman aja ko,” jawabnya.

Aku nggak bertanya lebih lanjut karena harus cepat pulang rumah. Tapi selama perjalanan pulang, otakku nggak habis untuk berpikir kenapa dia mau kerja ditempat itu? Sementara aku pernah melamar di perusahaan itu, tapi berhubung aku nggak merasa cocok dengan salary-nya aku tolak. Bayangkan saja, salary untuk sarjana dihargai sebesar 1 juta. Nah, apalagi An yang bukan sarjana, hanya tamatan SMA?

Dan yang lebih membuatku nggak habis pikir, dia siswaku 1 tahun yang lalu dan sudah lulus. Kemampuan dia baik. Investasi dia untuk belajar juga nggak sedikit, dengan biaya kursus per bulan sebesar 400 ribu selama 1 tahun. Lantas kenapa dia berpikiran mau menjadi cleaning service?

Aku mengelus dada. Menarik napas. Kemudian menghempaskan kembali. Miris.

Kejadian ini membuatku kontemplasi sangat!

Sangat ini mendaratkan kepalan tanganku ke atas dan berseru!

Jangan patah semangat! Selanjutnya akan lebih baik!

p.s : Huang, roda kehidupan akan berputar.

Iklan