Mau Pinter? Belajar!


Ujian dimulai.

Tampak para siswa saya berkonsentrasi sama materi ujian online di hadapan mereka. Apa yang mereka siapin sayapun gak tahu, apa ada di antara mereka yang belajar atau yang sudah menyiapkan contekan dari rumah. Saya gak menyalahkan mereka karena itu namanya usaha.

Kemudahan dalam pengaksesan materi online sekilas tampak mengagumkan, padahal hal ini tak luput dari minus-minus oleh kecanggihan teknologi. Teknologi yang seharusnya memudahkan kita justru menjadikan kita sebagai budak teknologi. Dalam rapat, kita sebagai pengajar selalu menyampaikan apa yang terjadi di lapangan namun tetap hal ini gak mendapat solusi. Selalu ada yang menyalahkan, selalu ada yang merasa benar sampai akhirnya masalah ini menjadi lagu lama.

Masalah kebocoran soal ujian. Bukannya ini sudah tampak lumrah? Bahkan UAN kemarin saja soal-soal masih bisa dibocorkan. Dan saya percaya ini adalah ulah oknum. Oknum yang tak jelas siapa dan apa jabatannya, namun tujuannya sama. Sama juga seperti siswa saya, walaupun sistem berbasis online ternyata security-nya masih dapat dijebolkan dengan cara yang sederhana.

Lantas upaya apa yang dilakukan? saya rasa percuma sama seperti OS Windows yang selalu dapat diserang oleh virus. Begitu muncul solusi yang baru maka gak berapa lama akan dapat diakalin untuk dijebol. Intinya disini adalah hirarki manajemen yang baik dan awardness dari setiap individu. Manajemen yang baik dapat berupa penanganan yang responsif terhadap segala masalah yang timbul. Regulasi-regulasi yang bersifat fleksibel dan gak menyulitkan.

p.s : Kenapa sekolah itu ada namanya ujian ya? 😀

Iklan