Open your heart and smile


Pagi tadi saya sms teman saya untuk order barang Oriflame. Namun dia menolak lantaran pesanan saya hanya seiprit alias geli-geli alias nggak ada daging. Dia suruh saya pesan sama orang lain saja, lantaran kalau pesanan saya dikit buat dia jadi malas untuk antar karena mahal-lah diongkos.

Setelah beberapa menit adu argumen, saya bilang ke dia harusnya dia nggak boleh bersikap seperti itu. Apapun keinginan pelanggan, mau nggak mau, dia harus turutin meskipun barang yang dia pesan itu seuprit. Padahal, secara psikologis saya kan bukan hanya mau beli barang itu saja yang jumlahnya cuma 1, bisa saja begitu saya mau lihat katalognya saya tertarik buat beli barang yang lain. Eh, sementara neh orang suruh saya lihat katalog orang lain dan kalau mau pesan sama dia saja. Heran kan? marketer seperti apa itu?!

Harusnya dia mampu menganalisis kalau nggak semua pelanggan yang luarnya tampak pelit, cerewet, susah diajak kompromi, dll itu adalah pelanggan yang nggak loyal! Karena, mereka pelit karena mereka hanya butuh barang yang mereka butuhin saja, terlebih lihat ketebalan dompet mereka.

Namun, udahlah.. yang penting barangnya udah saya pesen! 😀

Iklan

3 pemikiran pada “Open your heart and smile

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s