Prahara Rumah Tangga


Mama saya cerita tentang apa yang dia lihat tadi pagi sewaktu mengantri di rumah sakit. Tiba giliran mama saya untuk konsultasi dengan dokter, iseng mama tanya sama si dokter kenapa pasien sebelumnya keluar dengan mimik muka sedih. Lalu dokter menjawab kalau dia dituntut oleh suami keduanya untuk harus bisa hamil. Ancamannya kalau tidak hamil, perceraian sudah menanti di depan perempuan tersebut.

Segitukah egoisme seorang pria?

Ada sopir angkot yang saya jumpai, dia sudah menikah kurang lebih 5 tahun tapi juga masih belum diberi momongan. Saya tanya kenapa gak pakai adopsi anak buat pancingan? Kedengarannya sih lucu, mitos atau apa. Si sopir jawab lebih afdol kalau anak hasil sendiri daripada orang lain. Ada benarnya juga pemikiran si sopir.

Lalu, ada pendeta di gereja saya. Dia juga sudah menikah 5 tahun dan sekali dia diberi momongan. Mujizat dia langsung melahirkan bayi kembar 4. Bayangkan kembar 4 dan sempat masuk dalam berita di koran.

Terakhir, ada orang yang gampang punya anak tapi gampang juga mereka menelantarkan anak mereka. Entah itu dari hasil hubungan di luar nikah atau memang karena dia gampang untuk hamil tiap tahunnya.

Saya sendiri gak bisa bicara lebih, karena kapasitas saya belum menikah. Biarlah itu menjadi urusan rumah tangga masing-masing.

Semoga yang sedang menanti kehadiran momongan dapat menanti dengan bahagia.

 

Salam hangat,

Huang

Iklan

15 pemikiran pada “Prahara Rumah Tangga

  1. intinya, TUHAN lebih tahu apa yang harus di berikan pada umatnya…berat, ringan, besar, kecil apapun itu kita patut mensyukurinya…karena dengan pandai2 bersyukur, hidup kita akan terasa lebih ringan

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s