Koper : Dak Ada Judul

Balik kantor tadi sore saya papasan sama adik tingkat saya sewaktu kuliah. Tanya kabar ini itu, di dapat kalau kemarin dia sudah resign dari kantor barunya. Jawabnya biasa persiangan saling sikut sesama rekan kerja. Adik tingkatku disuruh putuskan dia atau teman dia yang hengkang dari kantor? Akhirnya adik tingkatku lebih memilih dia sendiri yang hengkang.

Asal muasal cerita karena aturan kantornya yang membatasi ruang atau hak pegawai, mungkin, untuk istirahat sejenak. Karyawan mencoba untuk melakukan browsing dan chatting. Saat adik tingkatku sudah menyelesaikan pekerjaannya, maka dia coba online sejenak di YM. Ternyata ada rekan kerjanya yang iri hati nan dengki yang melaporkan sama atasannya. Akibatnya ya seperti yang saya ceritakan di atas. Padahal rekan-rekan kerjanya juga melakukan hal yang serupa.

Apa mau dikata, saya sendiri juga mengalami dan pasti orang kantoran juga sering mengalami hal yang sama. Saling sikut untuk mendapatkan posisi atau menjatuhkan rekan kerja secara tidak sportif. Saya sendiri juga harus β€œadaptasi” sama kayak apa yang adik tingkatku alamin. Semoga saja kejahatan dapat dibalas dengan kebaikan.

Amin.

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1719

16 tanggapan pada “Koper : Dak Ada Judul

  1. hemmm…apapun lembaganya, profit non profit selalu saja ada hal semacam ini. semoga temanmu semakin matang dan bijak menyingkapinya, jika dia capable, dia pasti akan diakui di lain tempat.

    Huang : Hari ini temanku datang ke kantorku mbak. Soalnya ada lowongan kosong di kantorku πŸ™‚

    1. benarkan. jujur saja, dulu di kampus dan di tempat kerjaku yang pertama, ada satu teman yang seperti itu. aku mengalaminya sendiri. tapi aku baru menyadari di akhir semester. sebelum kerja secara profesional, biasanya kita ada praktikum. saya awalnya tidak pernah menyadari, namun beberapa teman yang sekantor yang memberikan informasi pada saya tentang kelakuan teman saya itu. selama kuliah, dia baik terhadap saya. karena saya aktif di kegiatan, jadi saya tidak pernah memperdulikan bagaimana sikap dia di kelas. ternyata selama kuliah, dia selalu menjelek2an saya kepada teman yang lain. di depan saya sih, terlihat baik. beberapa teman lain mengatakan dia iri terhadap saya. tapi itu baru saya ketahui di akhir masa kuliah. tapi aku membiarkannya saja, kecewa ada, tapi gak aku pikirin, jadi setiap ketemu dia juga seperti biasa, seperti tidak ada masalah. tetapi siapa sangka, di perusahaan saya kerja juga satu kantor sama dia dan satu kos. my goodness, gak nyangka sama sekali. klo di kos, aku bisa atasi dengan aku pindah kos. karena terhadap teman saya yang lain, dia juga dikenal suka adu domba kelakuan temannya ke ibu kos. sampai teman saya yang suka abu domba itu dipukul oleh salah satu suaminya temenku yang lain. nah, di kantor juga sama, dia adu domba temenku yang lain, sampai citranya buruk di mata orang kantor dan pimpinan. kasihan sekali teman saya yang sering difitnah itu. sdangkan teman yang sering memfitnah, dia memang sangat ambisius, ibaratnya, apapun dilakukan supaya terlihat hebat dan berprestasi, meski harus menjadikan mulutnya bagai bangkai, alias setiap katanya berbau. untungnya, aku tidak ingin berlama-lam jadi wartawan umum yang setengah buruh dan setengah akademisi, aku berniat mempersiapkan diri untuk kuliah, lalu aku kerja di LSM yang dimana tidak ada teman saya itu. jadi, selain ingin berkembang, juga ingin menghindari teman saya yang katanya sudah sangat benci dan iri pada saya. saya memang sakit hati dengan kelakuan dia, tapi skarang sudah tidak. karena mau tidak mau, dimanapun tempatnya, saya harus menghadapi orang-orang seperti itu. termasuk di lembaga saya sekarang, saya harus pintar bagaimana menghadapinya, salah satunya dengan tidak menghiraukan orang2 seperti itu dan buktikan dengan kinerja yang baik. kerjakeras.

      Huang : Aku setuju sama kalimat terakhir mbak, kita perlu buktikan dengan kinerja yang baik.

  2. wah sebenarnya g boleh itu..kalau emang cuma sekedar refreshing dan tidak melalaikan pekerjaan kan wajar. masa dilaporin? harusnya sih ada perjanjian gitu dari pihak kantor dan karyawan biar sama sama enak hmm
    salam kenal mas
    makasih y dah berkunjung ke tempat saya ^^

    Huang : Kalo ditelaah lebih lanjut maka tidak akan terjadi seperti ini kan.

  3. Ah…, saya ndak bisa mengerti dah orang yang begitu ngebet sama persaingan sampai bisanya nyenggol kiri dan kanan…

    Huang : Mas Cahya sudah ngalaminnya?

  4. Kurasa bosnya yang tidak bijaksana, menegur pegawai cuma gara-gara pegawai buka YM. Jangan-jangan bosnya tidak tahu caranya YM-an?

    Sebenarnya keluar dari institusi itu berkah. Punya bos yang tidak bijaksana adalah bencana buat pekerjaan kita.

    Huang : Betul itu mbak,, bakalan jadi bahaya ..

  5. buset, pake acara lapor2an segala
    klo emang ada kebijakan ga boleh online YM, kenapa nggak diblok aja aksesnya ya?

    Huang : Melatih karyawannya untuk jujur kali ya :p

  6. berbagi sedikit sob πŸ˜‰

    dulu saya prnah mengalami hal yg sama. ada rekan kerja yg tidak sportif dan menjelekkan saya sama pimpinan.

    hehehe.. rupanya rekanku tidak tau kalau di kantor tersebut memiliki kamera CCTV yg tersembunyi :), dan yg dikatakan rekanku tidak terbukti.

    alhasil senjata makan tuan deh..

    klo bisa usahakan tetap sportif dalam bekerja karna bisa saja tindakan curang kita malah berbalik ke kita.

    Huang : Iya biar Tuhan yang membalas.

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: