Anjing Malang Di sebuah Kerajaan


Ada sebuah bangunan tampak kokoh dari luar. Tembok dindingnya berlapiskan jejeran terali yang tinggi dan berduri. Belum lagi pengamanannya serba monitor.

Terdamparlah seekor anjing malang berbulu putih. Anjing malang ini sungguh malang nasibnya.

Pertama, dia tidak tahu jenis kelaminnya. Walau sebenarnya dia berjenis kelamin betina tapi sifatnya kayak pejantan. Pejantan dalam hal birahi nomor satu. Dia gak segan-segan langsung berpose seperti doggy style di kaki orang. Kurang ajar. Dan sial orang yang sudah diajak kawin sama itu anjing.

Kedua, dia selalu disiksa oleh majikannya. Entah pakai tongkat atau gertakan bahkan kaki si majikan. Bayangkan si anjing malang ini terus mengaing-ngaing.

Ketiga, dia selalu buat keributan sama anjing lainnya. Tampangnya yang sekilas lucu ternyata selalu buat keributan. Cuma modal tampilin wajahnya, seluruh anjing langsung mengonggong. Lalu dia pergi melengos begitu saja. Anjing gak sopan lagi.

Keempat, si majikan sudah makin jengkel karena si anjing gak bisa apa-apa. Boro-boro mengonggong, kerjaannya makan terus. Akhirnya si anjing dimasukkan ke kardus dan ditulislah di kardus: peliharalah aku.

Kelima, telah mati dengan malang menjadi anjing rica-rica.

Posted with WordPress for BlackBerry.

6 pemikiran pada “Anjing Malang Di sebuah Kerajaan

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s