Tiga dari lima orang yang saya tanya, mengapa indomie buatan warmindo (warung makan indomie) lebih enak daripada buatan sendiri. Beberapa teman yang saya tanya menjawab setuju dengan pernyataan tersebut. Namun, sebagian lagi bilangnya mungkin cara saya yang salah dalam memasak mie instan atau hanya sugesti. Jawaban yang menarik.

Warung Indomie bisa jadi salah satu tempat makan dan nongkrong favorit buat kita yang lagi berkantong cekak. Modal uang 20 ribuan sudah bisa mendapat semangkuk mie instan pakai gorengan dan es teh manis. Popularitas warung mie indomie ramai dikunjungi dari kalangan anak sekolah, mahasiswa hingga pekerja kantoran.
Mie instan menjadi makanan wajib untuk segala situasi dan kondisi. Ketika traveling, bisa dipastikan travel blog Indonesia pasti akan memasukkan beberapa bungkus indomie ke dalam carrier mereka. Bahkan ketika sedang rindu Indonesia, makanan pertama yang dicari adalah indomie!
Mengapa Indomie Enak Buatan Orang Lain
Ada yang bilang kalau campur tangan si penjual yang membuat kita menjadi senang sehingga pada saat di makan akan terasa lebih nikmat. Namun ada pula yang bilang kalau di warmindo mereka bukan hanya memasak mie instan namun juga ditambahkan beberapa topping seperti sayuran, telur dan lainnya.
Terakhir ada yang mengatakan kalau cara memasaknya yang kurang tepat. Memang benar cara memasak tiap orang akan berbeda. Contohnya, Taufik, OB di kantor yang menceritakan cara memasak indomie enak versi dia.

Prosesnya adalah dengan merebus air biasa kemudian menuangkan bumbu dan bubuk cabai di dalam mangkuk. Setelah agak mendidih, telurnya masuk duluan dan potongan cabe rawit.
Setelah air mendidih, baru mie dimasukkan ke dalam panci untuk direbus sekitar 3 menit. Untuk awal, mie tidak diaduk agar tetap terjaga bentuknya. Nah, kondisi selanjutnya adalah sesuai selera. Artinya jika si pembuat ingin menikmati agak matang berarti tinggal rebus sampai tekstur mie lebih agak medok, sebaliknya kalau ingin masih terasa keras hanya sebentar saja.

Alasan ini ada benarnya, ketika saya masak sendiri aroma indomie justru tidak terlalu tajam mengisi seluruh ruangan dibandingkan kalau Taufik yang memasaknya untuk saya. Memang saya bukan ahli dalam hal memasak. Sentuhan tangan setiap orang berbeda pada tiap masakan, termasuk mie instan di warmindo.
Akhirnya saya menemukan jawabannya, kalau saat sedang ingin menikmati indomie goreng maka saya akan ke warung indomie terdekat saja. Sudah lengkap dengan telur, cabe rawit dan dua bungkus indomie!
***
Follow @deddyhuang for latest update.
Disclosure: This is just my personal experience. Thanks as always for your support!
Aduh, terdampar di sini dan aq kelaparan jadinya padahal masih pagi hari puasa. Tanggung jawab koh ?
Yang jelas selain toping, sawi juga jadi lebih enak menurutku. Memang nikmat sih, aku baca ini disaat Jogja sedang hujan, jadi pengen.. deket sih ke warmindo tapi males hujan gini kemana-mana..haha
Halo, Koh Deddy 🙂 AKu sih demen masak indomie sendiri. AKu rebus mie nya yang matang gitu, lebih dari 3 menit hihihihi. Kalau buatan orang lain suka kurang yakin tingkat kematangan telurnya, soalnya aku ga suka telur setengah matang hahaha 🙂 Cabe rawit yang banyak dan sawinya juga sesuai takaranku sih. Tapi mie warmindo enak juga..tergantung sikon aja 🙂
Kalo OB di kantor ngasih topping bawang goreng buatan keluarga dia. Buset wanginya enak banget. Aku ngaku deh, indomie buatan orang lain emang lebih enak sih
Haha.. makanya kalo aku tiap kali masak nggak pernah wangi yang semerbak. Pas dibikinin orang eh wanginya bikin kegoda.
lebih suka indomia buatan sendiri, mienya diremas-remas sampai hancur, baru direbus 🙂
Aku belum kepikiran buat remes-remes dulu sih buat hancur.. Ntah gimana bentuknya pas udah jadi 😀
yasaalaaam… malam malam baca posting indomie ini salah banget kayaknya!!! kan gawat… jd pegen… huhuhu… tahaaan…tahaaan…demi lingkar pinggang yg masih ideal :)))
hehe… emang jadi makanan penolong pas laper.
Eh ku setuju sih tangan orang memang beda dalam memasak. Terus kalau di warmindo itu bumbunya memang lebih lengkap.
Nah yg enak itu indomie dari warkop Aceh di Medan. Jadi kalau ke Medan pasti makan indomie di warkop, bumbunya lengkap, dan pernah diriku tiru juga pas buka warung tenda pada jamannya :).
Berarti kelengkapan topping ini juga jadi pengaruh yaa..
Karena dibikini jadi enak, Koh. Bikin sendiri kurang enak karena kita keringetan hehe. Kalau ga terlibat, jadi menanti penuh harapan 🙂
ada juga yang bilang karena air rebusan yang digunakan di warmindo itu sudah digunakan berkali-kali sehingga rasa minya bisa lebih mantap dan khas.. ?
Kayaknya mungkin benar karena topping dan condiment-nya ya, Mas. Kalau masak sendiri, kadang cuma mi instan plus telur yang di-pouch, sementara di warmindo juga pakai sayur dan kadang bawang goreng ekstra. 😀
nah itu, bisa jadi karena toppingnya banyak jadi bikin beda 😀
indomie memang seleraku kak, meski sekarang gak sering makan..
karena ini makanan jaman saya kost dulu hehehehe
iya setiap orang pasti punya kenangan sama mie instan ya.