Pagi itu saya melangkah ke Hotel Novotel Palembang dengan rasa penasaran. Dari luar memang terlihat seperti biasa, tapi begitu masuk suasananya langsung berbeda. ASUS sedang menggelar roadshow di kota ini, dan saya kebagian kesempatan untuk hadir. Rasanya seperti akan bertemu sesuatu yang sudah lama ditunggu, teknologi yang sering saya baca tapi belum pernah saya coba langsung.
Di dalam ruangan, atmosfernya hangat sekaligus penuh semangat. Kursi-kursi sudah tersusun rapi, dan layar besar terpampang di depan membuat suasana semakin serius namun tetap ramah. Panitia menyambut tamu dengan senyum, sementara peserta dari berbagai latar belakang seperti media lokal, hingga komunitas kreator konten mulai memenuhi ruangan.
Saya duduk sambil membayangkan, laptop AI yang katanya paling canggih itu sebenarnya seperti apa sih? Dari situ saya yakin, pengalaman hari ini bakal jadi sesuatu yang berbeda.
Sesi Pembukaan Acara
Begitu musik latar mereda, panggung dibuka oleh Davina Larissa, Country Marketing Manager ASUS Indonesia. Sambutannya terasa hangat, seolah berbicara langsung kepada setiap orang di ruangan. Davina menjelaskan alasan ASUS membawa roadshow ke Palembang, bagaimana brand ingin lebih dekat dengan pengguna di berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru yang sudah resmi tersedia di pasar Indonesia.
“Kami ingin ASUS semakin dekat dengan pengguna di berbagai kota, termasuk Palembang. Inovasi teknologi ini tidak hanya bisa dirasakan di Jakarta atau kota besar lain, tapi juga di sini,” ujar Davina.
Setelah itu, Muhammad Firman, Head of Public Relations ASUS Indonesia, naik ke panggung. Presentasinya mengalir lancar, ditemani slide berwarna cerah di layar besar. Firman mengajak peserta masuk ke dunia laptop AI ASUS, menjelaskan arti performa 45+ TOPS, lalu menampilkan deretan produk terbaru dari Vivobook S14 yang tipis dan ringkas sampai Zenbook S14 OLED yang tampil premium. Saat bagian baterai disebut mampu bertahan hingga lebih dari 16 jam, saya sempat melihat beberapa peserta saling berbisik kagum.
Firman juga menegaskan posisi ASUS sebagai pemimpin pasar karena lebih dari 30% pangsa pasar laptop Indonesia kini dikuasai ASUS, dan selama 12 tahun berturut-turut ASUS menjadi brand laptop consumer nomor satu. Fakta itu terasa makin nyata ketika saya melihat antusiasme peserta yang begitu besar di ruangan.
Experience Booth: Menyentuh Laptop AI ASUS Secara Langsung
Setelah sesi presentasi selesai, peserta diarahkan ke area experience booth. Meja-meja ditata rapi, setiap sudut dipenuhi perangkat terbaru ASUS, dan staf siap membantu siapa saja yang ingin mencoba. Beberapa mahasiswa langsung mengeluarkan ponsel untuk memotret, ada yang terlihat serius mencatat, dan ada juga gamer muda yang tidak sabar mencoba lini ASUS Gaming.
Highlight utama tentu saja ASUS Vivobook S14, yang hadir dengan tiga varian prosesor:
- Intel Core Ultra, stabil dan bertenaga untuk pekerjaan sehari-hari.
- AMD Ryzen AI, kuat sekaligus efisien, pas untuk multitasking dan konten kreatif.
- Qualcomm Snapdragon X, unggul dalam mobilitas dengan daya tahan baterai lebih lama.
Saya mencoba salah satunya, dan langsung terkesan dengan desainnya yang tipis dan ringan. Saat layar menyala, tampilannya terasa modern, dan mengetik di keyboardnya nyaman. Staf ASUS di samping saya sempat berkata, “Kebanyakan orang yang mencoba langsung terkejut sama ketahanan baterainya, Mas. Bisa seharian tanpa colokan.” Mendengar itu, saya langsung membayangkan betapa praktisnya untuk rutinitas harian.
Tak jauh dari situ, booth gaming ASUS juga ramai. ASUS Gaming K16 K3607 dan ASUS Gaming V16 V3607 jadi daya tarik utama untuk peserta yang penasaran dengan laptop gaming serbaguna tapi tetap ringan. Bobotnya kurang dari 2 kilogram, tapi spesifikasinya nggak main-main karena sudah pakai prosesor dan kartu grafis terbaru, RAM tinggi yang bisa di-upgrade, plus sistem pendingin yang cukup senyap.
Saya sempat mencoba K16 dan merasakan keyboard dengan travel key yang empuk, lalu melihat V16 menjalankan game dengan grafis halus tanpa tersendat. Seorang peserta di samping saya berkomentar sambil tersenyum, “Ringan banget ya untuk laptop gaming, kayaknya enak dibawa ke kampus sekaligus main di kos.” Momen kecil itu membuat saya sadar, ASUS Gaming K16 dan V16 bisa jadi jembatan bagi gamer kasual yang ingin perangkat tangguh tapi tetap praktis.
Suasana booth benar-benar hidup. Setiap orang sibuk menemukan “pasangan laptop” yang sesuai kebutuhan mereka, sementara staf ASUS sabar menjawab pertanyaan satu per satu. Bagi saya, ini bukan sekadar demo produk, tapi pengalaman nyata menyentuh inovasi.
Refleksi dari Palembang
Setelah puas mencoba, saya sadar satu hal kalau teknologi AI sekarang sudah nyata, bukan lagi sekadar jargon di brosur. Dari performa yang terasa lebih cepat, baterai yang tahan lama, hingga layar OLED yang nyaman, semuanya relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Buat saya pribadi, Vivobook S14 dengan tiga varian prosesor adalah bintang utama hari itu. ASUS seakan memberi pilihan untuk semua orang apakah lebih cocok dengan ekosistem Intel, performa AMD Ryzen, atau efisiensi Snapdragon. Semua varian tetap tipis, ringan, dan praktis dibawa ke mana-mana.
Tapi pengalaman di booth juga membuka mata saya bahwa ASUS tidak hanya bicara tentang AI. Lini gaming seperti ASUS Gaming K16 dan V16 menunjukkan bagaimana ASUS mencoba merangkul gamer kasual hingga semi-pro, dengan perangkat yang bertenaga tapi tetap portabel. Dari pelajar, pekerja kantoran, hingga gamer, semua segmen seolah mendapat perhatian. Roadshow ini bagi saya bukan sekadar pameran produk, tapi bukti nyata kedekatan ASUS dengan penggunanya, termasuk di Palembang.
Penutup
Saya meninggalkan Hotel Novotel siang itu dengan perasaan puas. Roadshow ASUS di Palembang memberi lebih dari sekadar info produk, tapi pengalaman langsung merasakan laptop AI yang mungkin sebentar lagi akan jadi standar baru.
Bagi saya, ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana ASUS berusaha hadir lebih dekat. Lewat Vivobook S14, Zenbook, hingga ASUS Gaming K16 dan V16, saya bisa membayangkan masa depan bekerja, belajar, dan bermain dengan cara yang lebih ringan, lebih cepat, dan tentu saja lebih menyenangkan.