Idea

Just a Potrait


Minggu siang (13/04/08) mama punya urusan dan saya ikut saja. Letaknya di daerah Kedamaian Lr Karunia Abadi. Perjalanan ke daerah ini cukup masuk pedalaman dan letak perkampungan ini harus ditutupin sama bangunan-bangunan besar. Menurut saya, kehidupan sehari-hari mereka dengan bercocok tanam daun ubi, pisang, dan ternak. Keberadaan mereka mungkin belum terjangkau terlebih tanah yang mereka punya masih sangat luas dan mereka cukup ramah dengan kami.

Saya menyempatkan diri untuk memotret aktivitas anak-anak kecil yang sedang bermain. Puji Tuhan ada pelajaran yang dapat saya ambil dari mereka (anak-anak kecil). Lihat saja dari pakaian 6 orang anak kecil itu semua compang camping dan bahkan ada yang koyak/bolong. Tapi mereka tetap ceria untuk saling berkumpul main gundu (kelereng). Yang membuat saya salut, waktu saya ingin memotret mereka langsung pasang aksi (tanpa malu lagi). So what? mereka juga manusia seperti kita. Bercermin dengan diri kita, saya menyadari kalau kehidupan saya sehari-hari mungkin jauh lebih beruntung dari mereka. Tapi ada beberapa scene yang membuat saya kehilangan di mana saya tidak dapat bebas.

Lihat saja anak kecil yang pakaiannya bolong. Namanya Kevin dan dia sama saya malu banget. hehe.. padahal saya coba berkenalan dan dia terus tersenyum dan terus dekat sama kakak perempuannya atau kakak laki-lakinya. Tidak ada perasaan menyesal terlahir di keluarga mereka. Tidak ada perasaan sedih melihat situasi mereka. Tertawa lepas dan sukacita.

Tuhan, aku menyadari bahwa di dunia ini aku tidak dapat memiliki apa yang aku inginkan. Namun Tuhan aku belajar untuk mengucap syukur atas apa yang telah aku miliki. Terimakasih atas kesehatan dan rejeki yang Engkau berikan. Ajarin kami untuk selalu bersyukur dan bersyukur memuji namaMu Yesus. Amin.

Tentang Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

2 comments on “Just a Potrait

  1. yup, dengan belajar bersyukur kita diajarin bahwa dengan kondisi yang kita peroleh bisa saja ada orang yang jauh di bawah kita. 🙂

    btw.. thx ya mas udah mampir ke blog saya.

  2. Manusia, kalo mo ngukur dunia (harta,kenyaman dll) harus liat kebawah. Tapi kalo soal berlomba-lomba untuk menjdai yang bermanfaat bagi manusia yang lain, kita harusliat ke atas biar bisa ngejer prestasi yang udah udah…
    BTW: Artikelnya dapet 2 jempol dari gw… Bagus…

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: