Until The End of Faith


 

Sebenarnya kadar kejujuran itu dipandang darimana sih?

Ada kasus kayak gini, misalnya si A melamar pekerjaan. Waktu si A diwawancara dia menjawab 1+1 adalah 2, maka pihak perusahaan menolak A karena dia terlalu jujur. Kemudian datanglah si B dan diwawancara dengan pertanyaan yang sama, tapi B juga ditolak karena dia menjawab 1+1 adalah 4. Alasan B ditolak karena B terlalu licik.

Kadang saya berpikir, buat apa sih jujur?  Terkadang kejujuran bisa membuat diri menjadi tolol karena orang lain bisa naik satu level dengan ketidakjujuran. Ya katakanlah jujur karena masih idealis. Tapi apakah idealis akan terus jujur?

Iklan

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s