Perjanjian Pranikah

Kayaknya nona aprikot manis sekali lagi ‘kebelet’ mau dilamar ya?

Plurk dari aprikot tentang perlu nggak sih perjanjian pranikah? Saya jawab kalau itu PERLU! *jangankan perjanjian pra-nikah, foto pra-nikah aja ada!*

Kenapa saya bilang perjanjian pra-nikah itu perlu, alasannya:

  1. Kita gak tahu kedepannya bakalan terjadi apa. Siapa tahu ujung-ujungnya cerai! Atau salah satu koit duluan, dan terjadilah harta gono-gini
  2. Perjanjian pra-nikah ini dibuat atas karena membagi ‘job desc’ masing-masing peranan. Apa tugas saya jadi suami? dan apa tugas dia jadi istri?
  3. Bagaimana pengaturan keuangan keluarga, siapa saja yang bakalan bayar biaya bulanan? Serta bagaimana pemasukkannya?
  4. Jangan sampai istri bilang: Duit suami juga duit saya, duit saya itu duit saya! bukan duit suami! 

Kesimpulannya, kalau perjanjian pra-nikah itu sebagai acuan. Saya sendiri pernah diskusi sama teman kantor yang sudah nikah, mereka sendiri juga melakukan perjanjian pra-nikah seperti yang saya tulis di atas.

Penulis: Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

2 komentar

  1. perjanjian pra nikah ??? bingung juga sih ngejawabnya…tp kayanya kalo aku dak pengen…karna aku menikah tidak berpikir untuk bercerai…

    tiap orang juga berpikir moga-moga gak cerai, cuma ada kondisi rumah tangga itu bocor 🙂

  2. itu cm formalitas. ga perlu sebenernya. untuk apa berjanji kalau suatu saat mengingkarinya? jalani aja apa yang baik buat berdua, ga perlu muluk2 berjanji dan mengatur apa yang belum terjadi…

Tinggalkan Balasan