Ndok, ingat ya dua poin ini


Saat gladi bersih Yudisium, iseng-iseng saya tanya sama teman saya yang ‘gagal’ lulus dengan Cum Laude, padahal nilai IPK 3,97 dan tertinggi di angkatan saya. Akhirnya predikat cum laude itu jatuh di orang lain dengan IPK 3,92. Sangat disayangkan bukan?

Kegagalan dia dikarenakan ada nilai C disatu mata pelajaran kuliah. Saya coba berhati-hati untuk tanya ke dia, tentang bagaimana perasaannya menerima kenyataan ini. Teman saya mengambil nafas sejenak *mungkin saya orang kesekian yang beri pertanyaan serupa*.

Jawaban yang dia berikan ternyata dijawab balik dengan perumpamaan. Perumpamaan yang dia berikan jika seseorang dihadapkan suatu situasi. Situasi antara memilih keluarga atau karir. Apabila dia memilih keluarga maka karir dia akan datar, sebaliknya kalau dia lebih memilih karir maka waktu temu dia bersama keluarga akan berkurang.

Lantas apa hubungannya?

Ternyata ada suatu konsekuensi yang harus dia ambil dari hasil keputusannya. Betul, hidup itu pilihan ya? Katanya lagi kalau dia yakinin Tuhan itu telah membuat rancangan yang baik dalam diri tiap orang. Anggap saja ini sebagai teguran dari Tuhan, kalau mungkin selama ini kurang memperdulikan lingkungan disekitar demi mengejar ilmu.

Kemudian saya tanya lagi, apakah dia menyesal?

Dia jawab kalau rasa penyesalan itu selalu ada. Tapi kenapa kita harus berpatokan sama rasa penyesalan itu?Akhirnya dia bertanya balik ke saya tentang sifat-sifat dia, apa saja yang menurut saya kurang dari dia. Sayapun jawab kalau dia sama sekali nggak ada kekurangan karena saya kenal pribadi dia sebagai seorang ‘kutu buku’ yang nggak ada kekurangan sedikitpun. Dia bilang sendiri kalau dirinya itu pelupa, tapi saya bilang wajar. Lalu dia bilang kalau dirinya itu sombong, saya bilang nggak karena selama saya melihatnya dia friendly. Ya sempat sih saya adu argumen kalau semua yang dia nilai tentang dirinya itu adalah salah. Soalnya saya sama sekali nggak melihat kekurangan yang dia ceritain itu.

Malam itu juga saya merasa bersyukur. Kenapa? Saya diajarkan oleh teman saya tentang dua hal.

Pertama, Prioritaskan Tuhan dalam tiap rancangan/rencana yang kita buat.

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. Amsal 16:9

Disadari atau tidak di benak kita telah ada rancangan/rencana akan sesuatu. Misalnya seseorang yang berencana memiliki keluarga yang harmonis, punya pasangan hidup, karirnya terus meningkat. Berharap kalau rancangan/rencana itu semuanya dapat berjalan sesuai yang kita inginkan. Memang, nggak ada salahnya kita buat mapping kehidupan kita. Akan dibawa kemana sih hidup kita ini? Namun, terkadang kita terlalu mengandalkan diri sendiri akan rancangan/rencana tersebut. Bila Tuhan membelokkan rancangan/rencana itu maka kita akan merasa murka dan mengutuk kenapa itu bisa terjadi.

Kedua, Bukanlah kita yang menilai kekurangan diri kita.

Tanpa disadari kita hanya berputar dengan kekurangan diri kita, merasa ini-itu. Jujur, saya sendiri juga mengalami masa-masa down akan hal ini. Namun, saya disadari sama teman saya untuk berbuatlah selama yang kita mampu. Biarlah orang lain yang menilai, termasuk Tuhan.

Semoga tulisan ini memberkati.

Salam.

Iklan

8 pemikiran pada “Ndok, ingat ya dua poin ini

  1. Ping balik: Ndok, kamu prioritasin yang mana? « Coffee Oriental

  2. Inspiratif sekali postingannya.
    Terkadang saat kita merasa bisa melakukan hal apapun dalam hiudp kita, terkadang pula kita lupa bahwa semua keberhasilan itu ada andil Tuhan didalamnya.

    Tanpa kita sadari, kita sendiri yang membuat batasan tentang kedekatan sama Tuhan. Namun, manusiawi kok mas. Untungnya kita masih menyadari hal tersebut.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s