Talks To My Hand


Inhale… exhale.. em58
Aku pengen mengeluh, tapi aku nggak bisa dan nggak boleh khan mengeluh. Beruntung ada blog yang bisa aku curahin. Bukan niat untuk mengeluh, tapi aku merasa ini suatu proses pembelajaran.
Masih inget nggak ceritaku tentang arti profesionalisme? Yang mengakibatkan lunturnya pertemananku dengan seseorang dikarenakan orang itu nggak pernah nyadar akan kesalahannya.

Bukan satu atau dua kali aku diamkan menerima kekesalan ini, tapi udah sering. Bego ya aku kenapa sih mau aja ‘diperbudak’ sama tuh orang dan nggak bisa nolak.
Lagu lama diputerin lagi dan masalahnya tetep sama. Aduh.. semoga kali ini bisa aku selesain jadi masalah itu berubah status menjadi CASE CLOSED. Kejadiannya dua hari yang lalu. Tumben-tumbennya dia hubungin aku lewat sms dan nanya aku bisa bantuin dia nggak buat desain. Aduh pleeasee deh.. GW GAK SEMPAT buat ELU! Secara pintu pertemanan aku udah aku tutup rapat buat bantuin elu, kalo untuk urusan bisnis yang menghasilkan duit mungkin masih aku pertimbangkan, tapi kalo buat capekin tenagaku, i have too say SORRY! talks to my hand 😈 em66

p.s : doski masih ngotot mau minta bantuan ama aku, tapi sorryyy.. aku udah siapin 1001 alasan buat berkata NGGAK!

Iklan

66 pemikiran pada “Talks To My Hand

  1. kawan memang sikap kita kadang ada yang salah terima. ya memang kita harus saling mengingatkan jadi. hubungan perkawanan harus bisa di jaga jadi tetaplah menjadi jiwa yang bisa menerima kekurangan kawan kita

  2. sayangnya kita tidak boleh menjadi penyebab putusnya tali silaturahmi. kalo jaga jarak sih boleh2 saja, say hello juga boleh. asal jangan kita yang memulai untuk memutuskan hubungan pertemanan.
    semoga dia baca posting ini, huang. πŸ™‚
    salam…

  3. Banyak sekali orang yang terjebak dalam permasalahan, terutama dalam hal menepati janji karena tak bisa mengatakan TIDAK.

    Orang yang tak pernah bisa mengatakan tidak, bukan berarti orang baik, karena dia justru menyulitkan orang lain….

  4. huan9,
    haruskah menjadi musuh..??
    tidak bisakah untuk tetap berteman?
    membantu den9an ihlas tanpa alasan apapun itu lebih baik,tapi jika dirimu memutuskan untuk nda in9in membantunya nda masalah ju9a,tokh keputusan ditan9an dirimu.. πŸ™‚

    • yupp…
      udah aku putusin kok, bukannya memutuskan untuk menjadi ‘musuh’. Tapi memutuskan untuk nggak jatuh dalam lobang yang sama lagi untuk kesekian kalinya πŸ™‚

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s