Ini rasaku!


Masyaaaollloooo hari ini jaringan internet Smart masih ACDC sama kayak 2 hari yang lalu, akibatnya aku masih kesulitan buat akses internet. Huff… *jitak kepala direktur SMART :D*

Hari ini kembali aku mengajarkan siswa-siswa baru untuk mengenal apa itu blog. Proses mengajar lumayan menyenangkan. Siswa-siswaku nggak gaptek banget walaupun baru kenalan sama blog. Sekitar 30 menit rata-rata mereka sudah berhasil registrasi email mereka untuk sebuah alamat blog. Tapi begitu aku minta mereka minimal membuat satu postingan dalam blog mereka masing-masing. Seketika raut mereka saling bertatapan, mungkin bingung untuk menulis tentang apa dalam blog mereka.

Ada yang berceloteh kalau dia malas untuk menulis. Lalu aku ngomongin kalau blog itu ‘peralihan’ dari buku catatan harian dulu yang ada gembok kecil mengait manis. Rasanya kalau sudah hobi untuk menulis diary, nggak terlalu masalah lah buat menulis di blog.

Kemarin aku tanya sama temen blog lewat YM. Sudah ada 3 atau 4 bulan juga dia nggak pernah update blognya. Lalu si teman blog ini menjawab kalau dia sedang enggak ada passion untuk menulis blog. Dan kalaupun ada rasanya juga jadi males.

Uuhh rasanya gemes sekali dengar jawaban yang begitu. Persetan sama aturan orang-orang yang bilang:

– ngeblog itu harus pakai taste lah…
– ngeblog itu harus pakai passion lah…
– ngeblog itu harus dipikirin dulu gimana prolog, isi, sampai ke epilog sekalipun lah…
– ngeblog itu harus sesuai EYD yang berlaku lah…
– dan berbagai lah-lah (baca: hal-hal) lainnya lah…

Sekarang pikir deh, masing mending aku yang setidaknya dalam rentang waktu 1 hari ada minimal 1 postingan. Daripada tuh orang yang bisanya menunggu wangsit atas nama passion. Sorry bukannya sinis atau gimana sama itu orang atau aturan-aturan di atas. Cuma aku berpikir kalau aku harus menunggu punya passion yang mana passion itu sendiri bisa dikaitkan sama mood. Apa bisa satu hari aku bisa posting satu hari?

Aku bersyukur yaa dengan kegiatan aku, aku masih bisa meluangkan waktu untuk menulis di blogku sendiri. Hal-hal yang aku rasakan, lihat, dan pikirkan dapat aku jadikan bahan postingan. Bahkan, Yak di Bekasi selalu bilang: Ada saja jadi bahan postingan. I’m so glad, Yak.. thanks atas supportnya :).

Lalu, untuk masalah taste? Mmm… siapa sih gue?? Profesiku bukan penulis maupun editor. Nilai Bahasa dan tata cara aku menulis juga masih berlepotan. Juga bukan sekaliber Raditya Dika, Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Andrei Aksana, Alberthine Endah, atau JK. Rowling sekalipun. Taste yang aku punya yaaa taste yang seperti ini. Taste rasa asli dari seorang Huang.

Kemudian, buat apa aku pikirkan bagaimana kerangkan karangannya nanti? Toh blogku bukan blog komersil atau sejenis blog review. Ini hanya blog personal, blog yang aku isi untuk menumpahkan sudut pandangku selain untuk melepaskan penat. Jadi, buat apa aku harus memeras otakku lagi untuk berpikiran tentang itu semua? Aku rasa ini semua bisa mengalir seperti air. Bercerita, berpikir, dan menulis.

Hey kamu! Iya yang lagi baca… buat apa masih jablay-kan blogmu? Tulis saja. What’s on your mind? Kasihan blogmu haus belaian jari jemari indahmu di atas keyboard.

p.s : Coffee Oriental ~ when taste of coffee blended with the words. Inilah rasaku!

Iklan

5 thoughts on “Ini rasaku!

  1. no problem… semua lah-lah diatas tak bisa dinafikan. meski remeh-temeh tapi perlu ilmu dan passion dalam ngeblog. mungkin kita bilang yang penting nulis… dan ketahuilah sobat, itu awal dari kejenuhan.

    Huang : Dinafikan itu apa bang?

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s