Berjalan Sendiri


Kenapa sendiri?

Ketemu sama pendeta di mall, maunya kabur karena takut diceramahi. Beruntung pendeta di gereja nggak doyan ceramah tapi cuma bertanya: Dengan siapa?

Aku jawab sambil memberi senyum yang paling manis. Kelihatannya? ya sendiri saja.

Lalu dapat telepon dari teman ditanya aku sedang dimana, dan aku jawab tersesat sendirian di mall. Kok sendirian sih?

Jangan tanya kenapa sendiri?

Mungkin aku yang kurang pandai untuk bersosialiasi. Atau merasa ditolak saat aku masuk dalam suatu komunitas. Jadinya aku lebih merasa nyaman setiap kali berjalan sendiri saja.

Aku bisa melakukan perjalanan sendiri dengan berjalan kaki, karena aku nggak punya kendaraan. Aku bisa puas melihat barang-barang pajangan di mall, walaupun aku belum bisa membelinya berhubung belum punya uang. Aku bisa berdiskusi sendiri dengan diriku sendiri, mau lewat jalan yang mana? kiri atau kanan?

Seorang teman bertanya: hebat kamu ya.. kalau aku nggak bisa lakuin sendiri, kalau mau jalan lebih seru kalau bareng teman. Kalau buatku nggak. Cuma terkadang ya seru jalan sama teman. Tapi buat apa jalan sama teman bareng tapi hati kita nggak nyaman? Malahan kadang kita merasa palsu saja, dan banyakan mereka pada dominan dengan teman-teman yang lain. Betul kan?

Bukan berarti aku nggak mencoba open minded dengan sosialisasi. Aku sangat ingin. Aku sangat ingin merasakan hangatnya pertemanan. Aku ingin merasakan pengorbanan teman. Tapi maaf, untuk saat ini aku justru merasa aku tidak masuk dalam hitungan.

Cari pacar dong.. Iya mau.. tapi sayangnya pacarku sedang tidak ada disini. Kita sedang dipisahkan oleh pulau.

Cari pacar yang lain dong.. Iya mau.. tapi sayangnya pacar yang lain juga sedang dipisahkan oleh pulau.

Jadi mending sendiri saja dulu.

p.s : [ingin] membina hubungan sosial dengan baik dan diterima apa adanya. Bukan karena aku harus memberi kontribusi akan sesuatu, tapi karena kita berteman. Itu sudah cukup bagiku.

p.s : Semoga sendiri ini tidak menyebabkan desperate dan lonely.

4 pemikiran pada “Berjalan Sendiri

  1. Saya juga dulu sering sekali pulang sekolah jalan-jalan sendirian ke mall. Kebetulan dekat (yah agak jauh jalan kaki, tapi didekat-dekatkan saja lah) dengan gramedia, BIP, BEC.

    Tapi bukan berarti saya tidak mau ajak teman atau tidak bersosialisasi…melainkan, itu memang jalan saya menuju pulang rumah 😛

    ==============
    Menurut saya, selain open minded untuk sosialisasi, kita juga perlu open heart dan open action. Asal jangan open-openan saja 😆

    Kalo pun susah bergaul, cari tempat bergaul yang nyaman. Bagi saya, yang nyaman itu di lingkungan persekutuan pemuda atau gereja. Apalagi kalo gerejanya punya sistem PA/Komsel/Bapa Rohani, wah asik bisa curhat-curhatan dan saling mendukung setiap saat di mana saja, tidak hanya datang-duduk-diam di hari minggu.

    Huang : Di gerejaku nggak ada sistem PA/Komsel/Bapa Rohani, makanya aku merasa nggak ada feel setiap datang ke gereja. Hanya duduk-duduk diam ikutin nyanyian.

  2. sometimes kita butuh waktu buat sendiri,,kalo jalan sendiri kan bebas mo kemana aja, gak tergantung temen yg pengen kesana dan kesana. i always enjoy ‘me time’ koq :-p

    Huang : Masa seh?? gak yakinnnnnnnn!! Hahahahaha

  3. halo pak, boleh tanya, bapak emangnya guru apa? sd smp apa sma?
    pas saya sma ada loh guru yang suka jalan2 bareng2 sama muridnya, ke mall gitu, nobar.
    tapi sayangnya itu bukan guru saya sih, guru kelas ips, jadinya saya denger ceritanya aja. padahal dulu pas baru2 masuk saya pikir gurunya itu rese, eh ternyata ngga seperti bayangan kami.

    kenapa bapak ga coba jalan2 bareng sama murid bapak, mungkin kalo ga ke mall, ke museum atau ke tempat yang bisa nambah2 ilmu gitu..
    ehehe..

    sebelumnya maaf ya kalo ada kata2 yang kurang berkenan, cuman ngasih saran aja kok pak, ehe..

    Huang : Saya mengajar kelas desain grafis dan multimedia, Tyas. 🙂 OH.. yaa cara itu juga udah pernah aku lakuin… ajak siswaku makan bareng.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s