Perempuan tanpa “V” dan Laki tanpa “P” bagian 2


Masih berhubung dengan perempuan tanpa “v” dan laki tanpa “p”.

Dulu jarang ada cewek yang bisa mengendarai motor sendiri bahkan mobil. Kalaupun ada cewek itu sudah bisa dikatakan hebat. Lain dengan sekarang sudah dianggap biasa saja. Malahan aku pernah lihat cewek bawa motor gede yang katanya berat itu.

Tertunduk dengan lemas.

Hey kenapa aku harus tertunduk? Memangnya salah kalau cowok nggak bisa mengendarai motor?

Dulu waktu masih kuliah, temenku Sinta bilang ke aku supaya segera belajar minimal motor. Soalnya sekarang jaman harus serba bisa, apalagi aku cowok. Nanti gimana kalau misalnya bini mau melahirkan pada waktu tengah malam terus mau minta tolong siapa? Ya aku jawab saja nanti panggil becak buat bawa ke rumah sakit. Kita ketawa.

Sekarang Sinta udah bisa bawa motor sendiri dan suatu ketika aku pergi menemani dia untuk cari gaun pesta. Dan sempat ada rasa tengsi sewaktu saya duduk manis di belakang sambil menutup wajahku, berharap orang nggak melihat aku atau ada yang sempat melihat kalau itu aku. Terus pas di parkiran aku sengaja jalan agak jauh dulu, baru aku naik soalnya sempat diketawain sama tukang parkir.

Malu… kok cewek dibonceng cowok?

Jadi seharian aku cuma naik-turun angkot. Dari satu angkot dan angkot hingga aku bisa berkenalan dengan para sopir angkot yang menurut aku luar biasa. Pernah aku bertemu dengan PNS yang sampingannya jadi tukang angkot. Pernah juga bertemu dengan pensiunan BUMN yang uang pensiunannya habis ditipu rekan bisnisnya, dan sebagainya.

Oleh karena aku setiap datang ke tempat ngajar nggak pernah bawa kendaraan, di samping aku memang belum mampu untuk membeli kendaraan pribadi. Pernah ada siswa entah dia sengaja atau bercanda melontarkan perkataan yang membuat aku harus menerima dengan lapang dada. Perkataan siswa tentang wong kendaraannya saja angkot. Langsung siswa sekelas menertawakan aku.

Sighs. Jadi pengajar nggak gampang bro. Siap mental dikatain siswa dari belakang. Apalagi kalau hadapin siswa yang mulut kampret seperti itu!

Oke.. beruntung saat ini aku udah belajar mobil. Perlahan aku udah coba membawa mobil yang dipinjamin mama. Tapi aku nggak sering bawa, hanya kondisi kalau mobil sedang tidak digunakan. Namun, kalau sedang di angkot kadang aku suka melamun asik ya kalau bisa bermotor.

p.s : Pengen motor matic aja. Hehehe…

p.s : Boss.. naikin gajiku dong biar aku bisa kredit motor/mobil/rumah 🙂

Iklan