Catatan Lepas : Haha Hihi (Bagian 2)


Cerita ini adalah bagian dari lingkungan saya yang membuat saya tertawa sejenak…

Antek-Antek Iblis

Petang hari,

Kantor saya sedang listrik padam. Biasalah kalau soal listrik padam, tentu kita gak bisa kerja :D. Gensetnya belum mendukung untuk arus listrik di tempat baru ini. Ada satu rekan kerja saya sedang tiduran di sofa, sebut saja namanya Geronimo. Enakkan tiduran siang karena listrik padam? :mrgreen:.

Tiba-tiba dia terbangun dari lamunannya itu dan mengagetkan kami yang ada di ruangan itu.

Geronimo : Aha! aku punya ide.

Manajer Geronimo : Ide apaan?

Geronimo : Kita kan hidup di bumi, terus yang kita injak ini kan tanah.

Manajer Geronimo : *masih serius menyimak ide si Geronimo ini*

Geronimo : Neraka kan letaknya di bawah. Jadi secara logika gw, jarak kita ke neraka itu lebih dekat daripada ke surga. Kenapa kita gak sekalian aja sekutuan sama si Iblis?

Manajer Geronimo : Buat apa emangnya sekutuan sama Iblis?

Geronimo : Ya buat dapet diskon lah kalo misalnya gw masuk neraka. Nantikan hukumannya didiskonin sama si iblis.

Manajer Geronimo : Dasar goblok!

 

Hahahahah…

 

Emergency Call

Rekan kerja saya yang satu itu memang agak nganeh. But, its okeylah. Dia ngakunya ateis.

Manajer Geronimo : Eh, lu entar kalo mati dikuburin pake adat apa?

Geronimo : Dikubur pake adat semuanya lah, semua-semuanya gw panggilin dan doain gw.

Manajer Geronimo : Dasar goblok!

 

Hahahahah…

Iklan