Ironi Merdeka


Saat ini saya menulis sambil menonton tayangan tentang kemerdekaan Indonesia di Metro TV.

Entah apa maksudnya, sisi hedonisme pemerintahan dan kritik tajam tentang kerja pemerintah selalu dibandingkan dengan kemiskinan rakyatnya. Seolah sengaja memancing emosi penonton.

Pemerintah yang diangkat lalu dicampakan begitu saja.

Buat apa pasang bendera di depan rumah, kalau buat makan saja masih susah.

Buat apa upacara bendera, kalau peserta yang paling belakang lagi asik BBM-an.

Saya pesimis. Bukan karena 65 tahun merdeka, tapi memang ini tidak akan pernah ada solusi. Merdeka dan kemiskinan.

Merdeka !! Merdeka !!

3 pemikiran pada “Ironi Merdeka

  1. memang tugas media menampilkan sesuatu yang menggugah penonton, apalagi yang ditampilkan itu adalah kenyataan. semoga saja penonton bisa bijaksana dalam menyikapinya.

    merdeka!! semangat!!

    Huang : di Bali gimana suasananya bli?

  2. Terlepas dari segala macam kekurangannya, Indonesia jauh lebih maju dari 65 tahun lalu.

    Kalau media memang berkepentingan untuk menyajikan sisi-sisi yang dramatis, karena itu adalah daya tarik bagi pembaca.

    Huang : Tepatnya daya jual bukan?

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s