Selalu Ada Pilihan


Saya merasa butuh efisiensi tiap paginya saya ke kantor. Efisiensi yang saya maksud disini waktu dan kendaraan yang akan mengantar saya ke kantor. Tentunya dalam hal efisiensi diharapkan pengeluaran (ongkos) juga lebih hemat. Dulu, waktu di kantor lama satu kali pergi naik angkot dengan biaya Rp 2000 saja, berarti dalam satu hari hanya keluarkan Rp 4000, sudah termasuk ongkos pulang. Lamanya waktu perjalanan saya paling cepat 15 menit kalau angkot itu tidak ngetem. Biasanya saya keluar dari rumah jam 7.30, jadi bisa sampai di kantor pukul 7.45.

Namun, setelah request dari stakeholder, kantor dipindahkan ke rumahnya. Otomatis saya harus memeta ulang cara saya ke kantor.

Ada 2 pilihan :

Angkot Merah (Ampera – KM. 5) – Angkot Cream (Ampera – Perumnas)

Kalau saya tetap menggunakan angkot merah, saya perlu menyambung dua kali angkot. Hal ini karena angkot merah tidak melewati arah kantor saya, makanya saya menyambung angkot cream. Ongkos yang saya keluarkan satu kali pertama menjadi Rp 4000. Diluar budget ongkos saya sebelumnya kan. Pulangnya saya menyambung bus kota. Bahkan kalau lama menunggu bus kota, terpaksa saya harus putar akal supaya cepat pulang dengan naik angkot dan butuh 2 kali pergantian angkot lagi, yaitu angkot merah dan angkot cream. Bisa dikalkulasikan kalau ongkos terbesar saya satu hari bisa Rp 8000.

Sedangkan, lamanya waktu pergi saya menghabiskan 30 menit. Dengan pembagian 15 menit di angkot merah, dan 15 menit di angkot cream (diluar kalau angkot ngetem).

Bus Kota (Perumnas – Plaju)

Pilihan kedua, saya jalan kaki dulu sekitar 5 menit ke halte bus. Lalu saya naik bus dan memakan waktu hanya 15 menit saja. Ongkos yang saya keluarkan cuma Rp 2000.

Dari 2 pilihan yang saya sebutkan, sebenarnya masing-masing ada plus minusnya. Kalau saya pilih pergi dengan cara angkot, saya tidak perlu berdiri di dalam bus sepanjang jalan karena tidak mendapat tempat duduk. Lalu, saya juga tidak perlu berhimpitan dengan orang-orang yang itu jelas sesak, panas, dan bau. Namun, saya harus mengorbankan cost dan time. Cost saya lebih mahal dan time saya juga lebih banyak terbuang, saya harus berangkat kantor pukul 7.15.

Sebaliknya, kalau saya pilih naik bus kota, saya harus berdiri sepanjang jalan mirip kenek bus. Yang jelas jangan harap kalau bus kota bakalan sepi, karena kursinya selalu penuh. Selalu rebutan sama orang dan juga sisi sosial kalau ada ibu-ibu tua kita juga harus memberikan jatah kursi kita sama ibu-ibu. Keluar dari bus, badan saya sudah bau dan berkeringat. Selain itu keselamatan saya juga terancam, apalagi kalau bus stop tiba-tiba saya bisa teruntal keluar dari bus.

Benarkan, suatu pilihan yang membuat saya mana yaa yang baik.

Kemarin, waktu saya lama menunggu bus kota di halte tak kunjung datang. Otak saya memutar jalan, saya langsung stop-kan angkot kuning (Ampera – Sekip). Kalau saya naik angkot kuning, memang dia tidak lewat depan kantor saya. Saya tetap harus menyambung angkot cream lagi. Tetap, ongkos saya menjadi dua kali lipat tapi waktu yang saya tempuh hanya 20 menit. Beruntung kemarin saya naik angkot kuning, sopirnya baik. Dia mau memutar jalan ke arah kantor saya, jadi saya hemat ongkos Rp 2000. Cuma tadi pagi waktu say stop-kan lagi angkot kuning dan saya tanyakan apakah lewat depan kantor saya? Mereka langsung jawab tidak. Berarti kesimpulan, tetap masih ada peluang saya naik angkot kuning dan ada sopir yang baik yang mau memutar rute ke depan kantor saya.

So, saya hanya tinggal pilih mau naik angkot atau bus kota. Cuma, saya mulai terbiasa untuk naik bus kota saat ini. Saya belum memilih kendaraan pribadi karena saya belum lancara bawa kendaraan pribadi dan saya belum ada dana buat beli kendaraan pribadi :mrgreen:

Satu pemikiran pada “Selalu Ada Pilihan

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s