BerandaBlogrollKomoditi yang Tak Logik

Komoditi yang Tak Logik

Author

Date

Category

Lusa lalu saya reuni sama kawan sewaktu sma. Ada lah sekitar 4 samapi 5 tahun kita nggak jumpa. Asik berhaha-berhihi lalu jalan di mall. Singkat cerita salah satu teman bilang “Kalian boleh ajak aku kemana aja, tapi temenin aku dulu ke Century buat beli handyplast.”

Saya tanya memangnya ada apa?

“Itu kakiku digigit sama sepatu,” jawabnya. Langsung lah saya lirik ke arah kakinya.

“Pantes kakimu digigit sama sepatu,” ledek saya. Dia kebingungan. “Lha wong kamu pake sepatu aja cap buaya (Crocs),” seruku.

Hahahaha…

Ada juga cerita tentang behel. Trend behel sekarang udah nggak ketolongan. Orang sekarang juga doyan hamburin uang untuk barang yang nggak worthed gitu demi namanya supaya giginya rata. Atau lebih parah lagi alasannya supaya waktu senyum ada warna-warni. Sakit jiwa!

“Berapaan kau pasang behel itu?” tanyaku karena behelnya mengganggu pemandangan.
“Lima juta,”
“Doyan amat yaa… Tajir dong!”

Tapi kasihan orang kek gitu, karena giginya aja perlu dikerangkeng. Serem!

Cerita selanjunya…

Aksesoris sudah jadi suatu komoditi pelengkap untuk menunjang penampilan. Berapapun harganya kalau ada uang pasti dibeli. Pernah dengar power balance? Saya juga baru dengar setelah lihat langsung teman saya pakai power balance.

Apa itu power balance?

PB aksesoris berbentuk gelang karet. Katanya setelah aku baca di google, untuk menyeimbangkan energi. Dan bakal lebih kena efeknya kalau ada orang lain yang juga sama-sama pakai, karena magnetnya langsung ke-detect. Tapi whatever, saya tidak peduli fungsinya.

“Gilaaa harganya 400ribu?!” Kaget saya begitu lihat benda karet kecil gitu. “Tapi wajarlah kamu beli, selain kamu tajir efek lainnya buat seimbangin otak kamu yang nggak waras beli barang kek gituan.”

Intinya, saya hanya geleng-geleng kepala aja lihat orang rela keluarin uang banyak untuk sesuatu yang sakit jiwa. Perlu digaris bawah, kalau kamu masih punya banyak uang yaaa silahkanlah beli semuanya. Hihihihi…

p.s : lega..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Deddy Huanghttp://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Artikulli paraprakTerlindungi: Galeb : Over Sotoy
Artikulli tjetërTakkan Terganti

18 KOMENTAR

  1. Betul banget, gak seharusnya kita buang-buang uang hanya untuk membeli barang-barang yang tidak berguna. Mungkin kalau sedang punya uang kita bisa bebas membeli barang-barang yang kita mau, palagi kalo lagi trend,tapi setelah kita gak punya uang kita pasti bakal nyesel udah buang-buang uang membeli barang yang gak ada gunanya sama sekali.

  2. Kalau orang sudah kelebihan uang mereka bakal bingung buat menghabiskan, tapi jarang sekali berpikir untuk dibagikan pada mereka yang kekurangan, hi hi… :).

  3. 1: Behel? No way no way no way no way. Ngga enak, bikin sengsara susah makan (kata teman saya yang doyan makan tapi di-behel). 😆

    Kalo pun saya mesti di-behel, aQ akan pilih model http://www.invisalign.com/Pages/Home.aspx .Yang behel nya transparan, tidak terlihat.

    2: Power Balance, aQ tahu (tapi tak pakai). Asli deh ketawa baca tulisan mu yang ini, “Dan bakal lebih kena efeknya kalau ada orang lain yang juga sama-sama pakai, karena magnetnya langsung ke-detect” 😆

    3: Keluarin uang banyak untuk aksesoris? hmm belum pernah sih. Walau aQ sendiri sebenarnya ada ingin sebuah aksesoris. Tapi tentunya bukan untuk dipamerkan ke orang lain.

    4: Nah, sifat inilah yang mesti diperhatikan: apakah kita beli benda yang mahal dan elegan untuk dipamerkan kepada orang lain, atau untuk apresiasi citra rasa seni diri sendiri? Sungguh sayang apabila kita buang uang hanya untuk memamerkan sesuatu kepada orang lain, nilai barang tersebut menjadi “murahan” 😛 (dikutip dari: blog pak armein, tapi lupa posting yang mana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru