Punya Tetangga itu..


Ini cerita saja tentang tetangga-tetangga sekitar saya. Dan saya rasa, hal seperti ini sudah wajar. Dimana semua orang akan bersikap cuek dan ego sama diri sendiri.

Tinggal di daerah bedeng dan juga rawan kejahatan membuat para tetangga jadi ketakutan sendiri. Jam 7 malam seolah lorong tampak angker.

Dimulai dari tetangga 1, letaknya di kiri rumah saya. Tetangga 1 ini pernah buat masalah dengan saya. Masalahnya dia sengaja memotong pipa air saya demi memagarin batas wilayah rumah dia dan saya dengan seng. Dan karena pipa air itu nempel di dinding, maka dengan cuek dia langsung memotongnya. Walaupun gitu tiap kali papasan di lorong, kaga pernah mau negur sapa.

Tetangga 2, di kanan rumah. Ini tetangga baru namun kolotnya gak ketolongan. Padahal profesinya pimpinan cabang sebuah bank. Bayangin ya tiap sore balik rumah, si suami teriak-teriak nama bininya buat dibukain pintu. Terus 2 anaknya berlarian dengan mengeluarkan bunyi kayak gempa. Gladak gluduk. Kolot bener sih, kenapa gak buat kunci duplikat aja? Lalu, tiap pagi panasin mobil, selalu asapnya dibuang ke arah rumah saya. Sehingga asap mobilnya masuk dalam rumah. Bayangin orang pagi hari itu mau hirup udara segar malahan dapat polusi udara yang nembus masuk. Saya pengen banget negur tuh orang tapi ditahan sama mama.

Tetangga 3, ini letaknya di depan tetangga 1. Orang ini pelit minta ampun. Buat nyalain lampu teras aja pelit. Biasanya lampu teras bakal dibuka kalau dia lagi keluar rumah, tapi kalau udah balik langsung dia tutup lampu teras. Pernah saya tanyain kenapa kalau malem gak pernah buka lampu. Eh malahan dia jawabnya ngeles pula.

Tetangga 4, letaknya di depan rumah saya. Tetangga 4 ini juga pelit minta ampun. Sama kayak tetangga 3. Bisa jadi mereka saingan. Kalau tetangga 3 lampu terasnya dinyalain, eh tetangga 4 pun ikut-ikutan. Begitupun sebaliknya.

Tetangga 5 ini sabotase jalan lorong dengan parkirin 2 mobil dia di lorong. Harusnya lorong itu bisa buat orang lewat tapi jadi ketutup aksesnya sama dia.

Nah, dari ulah 5 tetangga itu tentunya merugikan. Pertama, daerah lorong jadi gelap karena mereka gak mau nyalain lampu. Kedua, akses jalan yang ditutup sama mobil buat orang yang pakai becak gak bisa masuk.

Gak bisa apa-apa lah, selain jaga rumah masing-masing.

—- 
Sent using my Sony Ericsson mobile phone

Iklan

11 pemikiran pada “Punya Tetangga itu..

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s