Dokter Tolonglah… (bagian 2)


Jujur seharian ini saya capek sangat. Antri dan menunggu dokter di dua tempat rumah sakit.

Saya sendiri sempat ketus ke dokter yang memeriksa mama saya. Hal ini karena saya tidak puas dan tingkah dokter yang cengengesan waktu lihat hasil rongsen.

Dia yang menyuruh rongsen tapi dia sendiri tidak lihat hasil. Malahan suruh susternya dengan nada cengengesan. “Gimana sus? Bagus kan? Bagus kan? Tuh kan suster aja bilangnya bagus.”

Masih dalam kondisi penasaran sama sakit yang dialami. Dokter ini cuma bilang baik-baik saja. Lalu saya bilang “Pak saya kesini bayar bukan untuk dengar kalau mama saya baik-baik. Tapi saya butuh solusi dan penjelasan ada sakit apa dan gimana perawatannya.”

Dalam hati, “Sialan!”

Entahlah saya tahu salah juga, dan seperti kata saya baiklah saya belajar mengerti posisi si dokter.

Dan walau sudah tidak puas pun tetap harus bayar ke kasir.

#CumaAdaDiIndonesia

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s