Kontrol Emosi


Ceritanya baru saja saya mau cari makan malam habis mengurus tagihan hotel dari kantor. Pakai sepeda saya mulai mengayuh ke restoran biasa saya kunjungi, karena dekat dengan rumah. Begitu sampai di restoran, baru saja saya memarkirkan sepeda saya, langsung tukang parkir itu berteriak sampai tertawa puas.

“Woy sepeda, jangan parkir disitu, nanti lecet mobil. Parkir sono di ujung kalo gak masukin ke dalem resto,” teriak tukang parkir.

Seketika saya sudah merasa agak tersinggung, apalagi habis dia teriak begitu ada embel-embel menyebut nama ibu saya. Bilang emosi ya saya emosi. Cuma saya tidak langsung membalas sautan tukang parkir mulut kakus itu. Saya tenangin diri dulu. Berpikir jernih.

Lalu, saya dorong sepeda saya menuju ujung supaya tidak terganggu. Masuk ke dalam restoran, pesan makanan ala kadarnya. Begitu masuk saya sudah lihat sama manajer restoran itu. Saya cuma menanyakan siapa tukang parkir itu? Apa dia bekerja untuk restoran atau tukang parkir liar. Setelah dapat penjelasan, ya baiklah seperti dugaan saya.

Pesan moral yang ingin saya bagikan : Waktu ketemu situasi seperti itu, semoga kita tidak langsung emosi tapi kita cernah dulu. Apa perlu kita emosi? Apalagi lawan saya itu tukang parkir, maaf, bukan saya merendahkan derajadnya tapi saya sikapin dengan positif kalau orang tersebut pola pikirnya masih rendah. Jadi kita harus bisa memaklumin.

*masih belajar mengontrol emosi*

 

Iklan

3 pemikiran pada “Kontrol Emosi

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s