Review: Andromax E2 Ponsel Yahud Buat Streaming


Belum lama ini Smartfren, operator seluler berbasis CDMA meluncurkan smartphone terbaru dengan teknologi VoLTE murah untuk pengguna kelas low-entry. Salah satunya, Andromax E2 yang menjadi penerus dari seri Andromax Ec dan Andromax Es. Kalau dibandingkan dengan seri terdahulu, Andromax E2 ini sedikit lebih baik daripada seri Ec dan Es. Terlebih sudah ada fitur VoLTE, harga yang ditawarkan untuk Andromax E2 juga menggoda dan ramah di kantong. Kira-kira seperti apa performa Andromax E2 dengan harga 899 ribu ini?

Tahun ini mulai dirasa persaingan ketat di industri smartphone, dengan datangnya ponsel buatan Cina tentunya membuat Smartfren juga harus membuat inovasi baru, salah satunya menekan biaya produksi, fitur-fitur menarik. Kalau soal desain mungkin sering ditemukan hampir semua smartphone punya desain yang terkesan monoton dan membosankan saat dilihat. Andromax E2 boleh dibilang bersaing dengan smartphone di kelas low-entry tersebut.

Design & Display

Secara penampilan Andromax E2 punya desain yang ergodinamis dan catchy dengan bahan plastik yang menyelimuti seluruh bodi. Terasa nyaman dan kokoh saat digenggam, kesan smartphone murah tidak terlalu tampak. Hal ini karena Andromax E2 menggunakan layar 4,5 inchi dengan resolusi FWVGA atau 480 x 854 piksel.

Seberapa tangguh kah Andromax E2 ini?

Sisi sudut Andromax E2 juga membuat kita gampang pengoperasian dengan satu tangan karena tidak kaku. Untuk urusan tombol, Andromax E2 juga punya tombol yang standar. Tombol andalan Android, Home, Back, dan Menu, dengan aksen pencahayaan backlit jadi kita tidak perlu meraba-raba kalau sedang memainkan di tempat gelap.

Dari sisi samping kiri ada tombol volume, samping kanannya hanya ada tombol power. Kalau kamu terbiasa pegang dengan tangan kiri atau kanan, saya rasa tidak ada masalah. Jari-jari kita masih bisa menjangkau setiap tombol. Di sisi atas ada lubang headset dan sisi bawah untuk pengisian daya baterai dan transfer data menggunakan kabel data. Sedangkan penempatan speaker berada di bawah belakang cover. Suara yang dihasilkan juga jernih karena didukung DTS Sound.

Penampilan cover belakang Andromax E2 berbahan plastik dof, namun jangan khawatir kalau Andromax E2 tidak terasa slip saat digenggam. Karena bahan dof nya terasa lembut dan tidak licin. Jadi masih aman untuk kita yang suka menggunakan smartphone tanpa pelindung seperti backcase. Selain itu, Andromax E2 merupakan buatan Haier, maka logo si pembuat juga disertakan di cover belakang berdampingan dengan Smartfren. Enaknya Andromax E2, cover belakang bisa dibuka sehingga baterainya bisa dilepas dan tidak pakai sistem baterai tanam. Untuk posisi speaker juga terdapat di cover belakang.

Dari sektor layar, jenis layar yang digunakan adalah TFT touchscreen kapasitif dengan kerapatan piksel 218 ppi. Pencahayaan dari layar tampak jernih dan bisa diandalkan apabila kita menggunakannya di bawah pencahayaan sinar matahari langsung. Well, buat kamu yang bergaya, masih dibilang oke pakai Andromax E2 karena smartphone ini punya bezel plastik yang kalau dilihat sekilas seperti berbodi aluminium.

Softwares & Camera

Andromax E2 sudah dibekali prosesor menengah yakni Snapdragon 212 Quad Core 1,3 GHz dan kecepatan RAM 1GB. Dilihat dari dapur pacu pastinya Andromax E2 ini untuk penggunaan yang standar bukan hardcore dengan install banyak aplikasi. Hal ini dikarenakan memori internal Andromax E2 hanya 8 GB yang free bisa digunakan sekitar 4 GB. Saya mencoba pakai untuk bermain sosial media dengan penggunaan standar masih terasa lancar, tapi begitu bersamaan dengan membuka aplikasi lagi mulai terasa agak berat tapi bisa diakali dengan menghapus cache aplikasi yang tidak digunakan maka Andromax E2 bisa lancar kembali.

Selain itu, Andromax E2 punya user interface khas Android Lolipop 5.1.1 dengan antarmuka bawaan stock Android. Cuma sayangnya, untuk user interface masih ada app drawer. Padahal smartphone sekarang sudah tampil tanpa app drawer, semua aplikasi ada di menu utama. Menariknya,  Andromax E2 membenamkan beberapa fitur gesture untuk memudahkan pengoperasian. Contohnya  Double tap to wake, Slide down to camera, Slide up to unlock, Sideslip change songs, Draw ‘c’ to Dial, Draw ‘o’ to Contacts, Draw ‘w’ to Chrome, Draw ‘e’ to Gallery, dan Draw ‘m’ to Music.

Dari sisi kamera, Andromax E2 menggunakan Dual Camera depan dan belakang sama-sama beresolusi 5 MP. Secara keseluruhan, kamera utamanya masih tergolong biasa tapi kalau bisa mengambil foto dengan dukungan cahaya yang baik dan diedit kembali ke aplikasi maka hasil foto bisa lebih bagus. Dengan harga 899 ribu, hasil foto Andromax E2 tergolong cukup bagus karena sudah disematkan sensor BSI serta Dual LED Flash depan dan belakang. Kita bisa menyimpan hasil foto kita ke memori internal atau eksternal yang bisa menampung sampai 32 GB.

Mode Normal

Mode Normal

Mode HDR

Mode HDR

Foto Outdoor

Foto Outdoor

Untuk segi pengaturan kamera, Andromax E2 punya pilihan pengaturan kamera standar, sampai setting pengambilan gambar seperti ISO, saturasi, tingkat kecerahan, sharpness, anti-banding, dan lainnya. Namun walau pengaturannya lengkap, jangan terlalu berharap banyak untuk penggunaan di ruangan rendah cahaya. Walaupun hasil foto tidak tajam tapi setidaknya tidak begitu nampak noise. Selain itu, fitur kamera Andromax E2 masih tergolong standar dengan Camera Google seperti fitur autofocus, geo-tagging, panorama dan HDR.

Selfie with No Flash

Selfie with No Flash

Selfie with Flash ON

Selfie with Flash ON

Saat saya menggunakan untuk memotret, saya lebih suka menggunakan kamera depan untuk selfie. Hasil foto selfie lebih baik tanpa menggunakan flash. Sedangkan kamera utama walau sudah mengatur fokus masih terasa fokus suka bergeser dan warna yang dihasilkan cenderung overexposed.

Performance

Dukungan prosesor yang standar karena menekan harga produksi, Andromax E2 ini masih tergolong standar tapi dengan prosesor yang ditawarkan seperti Quad Core dan kecepatan RAM 1 GB, Andromax E2 layak dilirik diantara smartphone lain di kelas level-entry.

Saat saya mencoba install game seperti Subway Surfer, awalnya waktu loading game ini lumayan lama, tapi begitu dimainkan game ini berjalan lancar, dengan grafis yang boleh dibilang oke. Kendalanya, mungkin Andromax E2 lebih cepat terasa panas di bodi belakang. Sedangkan untuk kamu penyuka game balap seperti Aspalth 8, Andromax E2 ini tidak dilengkapi dengan sensor gyroscope, jadi kalau mau main harus tap layar untuk pengoperasian kiri dan kanan. Selain itu, waktu loading awal saat menghidupkan Andromax E2 cukup lama menunggu sekitar 45 detik.

Beralih ke daya tahan baterai, mungkin bagi kamu yang suka bermain game atau membuka sosmed setiap waktunya, Andromax E2 akan lebih cepat habis baterai. Daya tahan baterai Andromax E2 berkapasitas 2000 mAh yang mana kalau untuk waktu stand by seharian bisa tahan dari pagi sampai malam. Sedangkan kalau dipakai untuk batas waktu wajar, setidaknya siang hari sudah harus diisi kembali. Saat saya gunakan, Andromax E2 ini bertahan sampai 8 jam. Penggunaan meliputi browsing di Internet, membuka sosial media, kamera, dan streaming Youtube. Namun memang frekuensinya tidak sering.

Hasil Antutu Benchmark

Hasil Antutu Benchmark

Hasil Antutu Benchmark

Hasil Antutu Benchmark

Hasil Speedtest

Hasil Speedtest

Salah satu keunggulan Andromax E2 adalah smartphone ini memiliki fitur dual SIM 4G LTE dan GSM. Di mana kita bisa menikmati fasilitas internet baik dari SIM1 khusus Smartfren atau SIM2 dengan GSM 2G. Menariknya, paket data yang ditawarkan adalah jenis paket unlimited sebesar 75 ribu per bulan tanpa FUP. Selain itu, Andromax E2 juga sudah didukung teknologi layanan VoLTE yaitu kita bisa melakukan panggilan suara maupun video melalui jaringan 4G LTE Advanced dari Smartfren. Pastinya dengan VoLTE, kualitas panggilan suara jauh lebih baik dibandingkan di jaringan GSM lainnya.

Conclusion

Setelah melihat dan mencoba fitur yang ada di Andromax E2, hasilnya Andromax E2 memang layak ditujukan pagi pengguna yang mengutamakan kualitas suara yang lebih baik dan lancar. Sedangkan dari sisi performa tidak terlalu menonjol dan desain tergantung selera masing-masing. Sektor kamera pun hasilnya biasa dan harus di pencahayaan yang cukup agar tidak noise. Apabila kamu suka berlama-lama di smartphone, maka Andromax E2 ini tidak cocok karena smartphone akan terasa cepat panas saat penggunaan yang berlebihan.

Fitur MySmartfren

Fitur MySmartfren

Dengan harga cuma 899 ribu, Andromax E2 bisa jadi pilihan kamu. Faktor lain karena Andromax E2 ini bukanlah smartphone CDMA melainkan smartphone GSM yang sudah 4G. Kita juga bisa menikmati streaming Youtube tanpa perlu takut kehabisan kuota karena Smartfren punya paket internet unlimited tanpa FUP sebulan 75 ribu!

3 pemikiran pada “Review: Andromax E2 Ponsel Yahud Buat Streaming

  1. Ping balik: Pakai 4G LTE Smartfren Bikin Komunikasiku Lancar | Koh' Huang

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s