Malaysia Trip : Batu Caves, Thean Hou Temple, I-City


“Morning Kuala Lumpur”

Bunyi status yang baru saya update di facebook. Selama backpacker ini saya tidak membeli kartu provider negara setempat. Nyamannya di hotel yang saya inap sudah tersedia fasilitas wifi jadi sangat membantu untuk tetap terhubung dengan internet.

Hari Kedua : Kuala Lumpur

Tidak sulit mencari sarapan pagi di daerah Petaling Street, persis di depan hotel ada tempat makan vegetarian yang harganya ramah di kantong. Hitungan per sayur hanya RM 1, tapi kalau kita ambil sayurnya banyak harganya tinggal disesuaikan. Paling mahal saya makan tidak lebih dari RM 5 untuk makan pagi. Kebetulan pagi ini saya penasaran untuk mencicipi bakmi pangsit babi sama ayam yang menggoyang lidah.

 

Rasa bakmi disini lebih padat dengan toping daging yang gemuk menjadikan perut cepat terasa kenyang. Tapi kalau yang tidak bisa makan daging, silahkan ke sebelah karena menjual makanan vegetarian.

Batu Caves

Selesai mengisi perut, perjalanan selanjutnya ke Batu Caves. Batu Caves merupakan gua batu kapur yang dimanfaatkan sebagai kuil bagi umat Hindu. Berada di daerah Gombak, gua batu ini menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan.

Cara pergi ke sana, menggunakan komuter yang ada di KL Sentral dengan harga RM 2.00 ke tujuan Batu Caves. Perjalanan kurang lebih 1 jam berada di kereta bawah tanah.

Saat sampai di Batu Caves, dari arah jauh sudah bisa melihat sebuah patung tinggi berlapis emas. Patung yang merupakan dewa Hindu ini merupakan patung tertinggi dengan ukuran 42.7 m atau sekitar 140 kaki. Menurut sumber Wikipedia, patung ini menelan biaya sekitar 24 juta rupee, terbuat 1550 meter kubik beton, 250 ton batang baja dan 300 liter cat emas dibawa dari negara tetangga Thailand.

 

Kalau kita masih punya stamina yang kuat, jangan lewatkan untuk naik tapakan anak-anak tangga menuju gua batu paling atas. Siapkan energi ekstra karena anak tangga di Batu Caves mencapai 272 langkah dengan kondisi curam ke atas. Namun sebelum kita ke atas, di bagian bawah masih ada dua candi lagi yaitu Galeri Seni dan Museum Gua yang pastinya ornament Hindu dan dupa wangi bisa kita cium. Selain itu terdapat juga Gua Ramayana yang di depannya telah ada patung Hanuman setinggi 15 m dan ada beberapa monyet berkeliaran.

Pesan saya sehabis menikmati gua dan berfoto di Batu Caves sempatkan untuk minum air dogan untuk memulihkan tenaga seharga RM 4.20.

Tiket masuk : Free / Percuma / Gratis

Thean Hou Temple

Sekitar pukul 1 siang, saatnya kembali lagi ke KL Sentral menggunakan komuter. Perjalanan kali ini saya menuju tempat sembahyang umat Buddha, bernama Thean Hou Temple. Menuju kelenteng tersebut saya gunakan taksi dengan biaya RM 20 dari KL Sentral. Tempat sembahyang ini didedikasikan untuk Dewi Tian Hou atau dikenal sebagai Ibu Surgawi.

  

Bangunan di Thean Hou Temple sangat kental dengan ornament cina gabungan modern dan tradisional. Setiap detil pahatan tampak pengerjaannya dilakukan dengan hati-hati. Kalau mau mencari kantin dan toko souvenir bisa ke lantai 1. Lantai 2 digunakan untuk rumah aula serbaguna, sedangkan lantai 3 dan 5 untuk ruang doa. Di pintu masuk terdapat patung Shui Wei Sheng Niang (Dewi Waterfront) yang akan mengeluarkan air saat pengunjung menekan tuas.

Tempat ibadah ini memiliki taman obat herbal cina, serta terdapat kolam kura-kura. Dari arah berlawanan kuil ada banyak patung dewa-dewi yang besar beserta koleksi dua belas binatang dari astrologi Cina. Kuil ini juga umumnya digunakan untuk menanyakan keberuntungan serta jasa pendaftaran pernikahan.

Keluar dari kuil Thean Hou, tanpa direncanakan ternyata mampir ke mall Berjaya Time Square untuk makan, lalu dilanjutkan ke KLCC Menara Petronas menggunakan bus gratis di belakang mall. Tujuan saya memang kalau ke Kuala Lumpur harus berfoto di menara kembar tersebut, berhubung cuaca sedang gerimis saya hanya mendapat beberapa spot foto yang menarik di Menara Petronas.

Dibalik menuju ke KLCC, ada cerita mengelitik kenapa dari Thean Hou kami bisa “nyasar” ke Berjaya Time Square. Bermula saat mau pulang mencari taksi harus jalan kaki keluar dan jaraknya lumayan jauh, tiba-tiba ada seorang wanita cantik tampak kebingungan dan meminta bantuan kita karena mobilnya tidak bisa dinyalakan. Bermodal sotoy kita coba dekatin, ternyata memang bukan montir kita juga tidak bisa perbaikin mobilnya. Akhirnya, kita bantu dengan memanggil seseorang yang dirasa bisa, lalu kita tinggalkan mereka berdua. Tiba di tengah jalan, kami mendengar ada suara mobil ternyata mobil wanita itu bisa nyala. Saya bilang ke teman-teman kalau jalan kaki perlahan saja, siapa tahu dia akan klakson dan manggil untuk numpang mobil dia. Ternyata dugaan saya benar!

Cuma ada ajaibnya, si wanita ini juga tidak tahu jalan ke KLCC Menara Petronas walaupun dia sudah menggunakan GPS. Daripada kita sama-sama nyasar, akhirnya setelah lihat sekeliling ternyata dekat dengan Berjaya Time Square maka kami pun minta diturunkan di tempat tersebut.

I-City, Selangor

Petualangan saya masih berlanjut dengan tujuan i-City yang lokasinya di Selangor. Saat itu sudah pukul 7 malam, pikir kita tidak masalah selama masih ada MRT sampai pukul 11 malam. i-City merupakan kota dengan tema taman di mana semua yang ada terbuat dari plastik dan jutaan lampu LED terang. Sehingga sangat pas kalau berkunjung di waktu malam karena akan benar-benar hidup untuk melihat pertunjukan cahaya yang memukau. Selain itu ada SnoWalk, sebuah wahana yang didesain seperti berada di kutub salju. Harga tiket masuk untuk dewasa RM 30.00.

  

i-City sendiri merupakan kota ICT yang modern dan berlokasi di Shah Alam, ibukota Selangor. Selain tempat rekreasi, ternyata digunakan untuk lingkungan bisnis serta pengembangan operator broadband juga terdapat di tempat tersebut. Saat saya tanya ke satpam, ternyata ada sebuah bangunan tinggi itu digunakan sebagai pusat pengembangan dan pengaturan koneksi broadband.

Cara pergi kesana dengan menggunakan MRT dari KLCC – KL Sentral lalu dilanjutkan dari KL Sentral ke Syah Alam, sesampainya di Stasiun Syah Alam tinggal dilanjutkan menggunakan taksi ke i-City sekitar RM 16.00. 

Melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, kami pun segera bergegas untuk pulang, karena jam operasi MRT di Kuala Lumpur hanya sampai pukul 11 malam. Dari i-City kami menggunakan taksi ke Stasiun Padang Jawa dengan biaya RM 30. Selanjutnya melanjutkan dengan MRT Padang Jawa – KL Sentral, lalu dilanjutkan KL Sentral – Pasar Seni. MRT yang saya naik adalah MRT terakhir, nyaris saja kita terlewat untuk naik MRT karena waktu membeli tiket uang koin yang kita masuk tidak diterima oleh mesin.

Pengeluaran Hari Kedua

  • LRT Pasar Seni – KL Sentral : RM 1.00
  • KL Sentral – KTM Batu Caves : RM 2.00
  • KL Sentral – Thean Hou Temple : RM 20 (by taksi)*
  • KLCC – KL Sentral : RM 1.60
  • KL Sentral – Syah Alam : RM 2.50
  • Syah Alam – I-City : RM 16 (by taksi)*
  • I-City – Padang Jawa : RM 30 (by taksi)*
  • Padang Jawa – KL Sentral : 2.9
  • KL Sentral – Pasar Seni : RM 1.00
  • Makanan : RM 37.90

Total dalam Ringgit : RM 62.1 (Rp 198.720)

Iklan

6 pemikiran pada “Malaysia Trip : Batu Caves, Thean Hou Temple, I-City

  1. Ping balik: Travelling is Possible! | Koh' Huang

  2. sudah ampir 7 tahun aku gak punya kesempatan travelling, membaca postinganmu membuatku termotivasi buat mewujudkan holiday bareng my 3 krucils and dear hubby

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s