Idea

Menulislah Maka Kau Ada


Perjalanan menulis saya masuk tahun ke 15 di blog ini. Blog yang memang dari awal hingga sekarang saya peruntukkan sebagai catatan lepas harian. Agar saya yang gampang lupa ini bisa mengingat kembali dengan apa yang sudah pernah saya alami.

Mengutip kalimat Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Tujuan saya kenapa harus menulis tetap sama yaitu to leave legacy.

Satu hari ketika saya sudah tidak ada lagi, setidaknya masih ada yang masih dapat dikenang yaitu tulisan saya.

Sekalipun trend blog saat ini memang beda, cenderung orang sudah mulai meninggalkan. Beda sekali dengan saat awal saya menulis di blog. Kalau kalian penasaran mengenai beda blog dulu dengan sekarang, bisa dibaca di sini.

Tadinya saya menulis memang untuk menolong diri saya dalam hal daya ingat. Semakin kita bertambah usia, tentu saja daya ingat adalah masalah utama. Saya butuh sebuah media untuk menjadi catatan agar saat saya lupa maka saya bisa membaca kembali. Sekaligus melatih jari-jari tangan ini lebih terbiasa dengan gerakan di keyboard.

Selama menulis di blog ini, saya sendiri tidak tahu seberapa banyak berkah yang saya peroleh. Menulis adalah berbagi manfaat ke orang-orang yang membutuhkan.

Rekam jejak dalam tulisan saya lebih seputar informasi dan pengalaman pribadi yang dikemas. Kalau ditanya bagaimana cara saya menulis saat dulu sangat bikin malu. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai belajar untuk menata kata-kata lebih baik.

Di dalam kehidupan ini banyak terjadi kejadian yang unik. Lakon kehidupan juga menyajikan banyak pelajaran. Orang yang beruntung adalah mereka yang bisa mengambil pelajaran tersebut lalu berusaha membaginya dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Dan menulis adalah salah satu cara kita dalam berbagi pengalaman hidup dengan orang lain.

Sepuluh tahun lalu, saya sedang berlibur ke Surabaya bersama teman-teman. Kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia yang membuat saya kagum dengan kota yang saya kunjungi.

Malam itu saya diajak oleh teman untuk makan malam di sebuah warung makan rumahan. Saat itu dia mengajak untuk mencicipi warung makan milik kerabatnya yang baru buka. Memang benar makanan Surabaya wuenak tenan.

Lalu, pengalaman menyenangkan selama berlibur di Surabaya, saya tulis dalam blog ini sebagai bentuk berbagi pengalaman. Salah satunya menulis tentang nikmatnya makan di warung makan tersebut.

Sepuluh tahun berlalu, dan bulan ini saya mendapatkan sebuah email masuk yang cukup bikin saya kaget.

Email tersebut berasal dari anak pemilik warung yang pernah saya jumpai 10 tahun lalu. Dia mengucapkan terima kasih atas tulisan saya yang memang masih sederhana sekali saat itu.

Saya tidak mengira kalau saya bisa berjumpa walau secara online dengan anak pemilik tempat makan tersebut. Rasanya tujuan saya menulis tercapai yaitu bisa bermanfaat buat orang lain.

Dengan menulis kita bisa membebaskan angan dan pikiran. Melalui menulis kita bisa menumpahkan apa saja yang mengganjal di hati. Dalam menulis, ada ekspresi dan imajinasi yang saya mainkan sesuai sesuai keinginan dan kebutuhan kita. Terlebih jika kita menulis sebuah tulisan fiksi, maka hal itu akan membuat imajinasi kita hidup dan berkembang.

Makanya salah satunya saya sekarang lebih sering berlatih menulis, membaca literasi berkaitan penulisan atau saya mengikuti pelatihan menulis seperti di Tempo Institute.

Jika ditanya, apakah saya akan berhenti menulis? Tentu saja tidak. Bagaimana dengan kamu?

Tentang Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

9 comments on “Menulislah Maka Kau Ada

  1. 15 th lalu baru kenal blog via friendster,tulisan2 ko deddy sangat menginspiarasi saya sbg blogger. Bernas.

  2. saya juga nulis blog untuk dokumentasi pribadi, syukur bisa bermanfaat untuk orang lain.. sayang beberapa tahun belakang karena berbagai alasan, agak terbengkalai.. agak menyesal karena banyak hal yang tidak sempat tertulis.. kini mencoba untuk lebih rutin lagi..

  3. sama aku juga masih 9 tahun om hehe dengan menulis sama saja menyimpan atau membackup kenangan yg bisa kita baca nantiny ya om.

  4. Luar biasa om! 👍Salut banget bisa mempertahankan semangat nulis udah selama itu. Aku loh masih baru mau serius ini mulai nulisnya. Bakal banyak belajar nih dari om. Semangat terus om!

  5. 15 taun masih kuliah, udh ngeblog juga, tapi stagnan sampe sekarang 😂😂😂
    Sama sih koh, tujuan bikin blog salah satunya buat berbagi hal2 yang tak mudah diingat haha

  6. 15 tahun, waaaaaah, tuwaaaaaaaak dong muehehehe

  7. 15 tahun lalu aku masi umur 9 tahun omg lama amat yha berarti 😦

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: