review ixpand flash drive luxe

SanDisk iXpand Flash Drive Luxe, Backup Data iPhone Mudah!

Selain sebagai tukang foto makanan di Look Acts, saya juga bisa menjadi tukang foto kawinan.

Ceritanya saya pernah memotret akad nikah klien. Lalu, sekitar tiga bulan dari pernikahannya, dia hubungi saya buat tanya kembali file foto yang sudah pernah saya kasih. Alasannya, file foto dia hilang karena smartphonenya rusak.

Sebagai fotografer, rasanya perlu selalu punya backup data klien. Baik berupa foto atau video, karena data tersebut adalah momen yang tidak bisa diulang kembali.

Apalagi kita tidak tahu kejadian yang bakal terjadi di masa depan.

Biasanya selesai memotret, semua file foto akan saya backup dalam hardisk eksternal dan cloud drive supaya merasa aman dan nyaman.

Bisa berabe sekali kalau data itu hilang, bukan?

Mengapa Perlu Cadangkan Data Penting?

iphone storage
Kapasitas iPhone X saya sudah mulai penuh

Mencadangkan dan menyimpan setidaknya satu salinan tambahan data di perangkat penyimpanan terpisah atau di cloud adalah cara untuk melindungi data meskipun salinan asli tidak dapat diakses, dihancurkan, atau rusak.

Tahu nggak kalau 2 dari 3 orang terdekat kita pernah megalami kehilangan data penting dari smartphone?

Gejalanya mulai dari data yang corrupt atau tidak sengaja terhapus. Alasan yang sangat familiar sekali. Parahnya, ada orang yang masih menganggap kalau melakukan backup data itu tidak penting.

Adaptasi kebiasaan kerja baru ini membuat kita juga belajar kalau perlindungan data semakin penting. Utamanya kalau sudah menyangkut dokumen krusial. Bisa mimpi buruk kalau data penting tersebut hilang karena virus, kesalahan teknis komputer dan lainnya.

Makanya, saya sendiri juga menyarankan buat kalian lebih peduli melakukan back up data berhara di semua perangkat elektronik kalian. Khususnya pengguna laptop maupun smartphone.

5 langkah ini yang bisa kita lakukan untuk melakukan backup data:

1. Atur backup data otomatis

Makin sering kita melakukan backup maka semakin baik. Memang akan butuh waktu buat kita menyortir data-data mana saja yang perlu disimpan dan dibuang.

Solusinya bisa pakai seperti caraku yaitu pakai cloud atau hardisk yang udah punya fitur backup data otomatis.

Misalnya pakai hardisk WD Passport Ultra yang sempat saya review di blog ini. Di dalamnya sudah ada aplikasi WD Backup yang memudahkan kita buat menjadwalkan backup data otomatis sesuai waktu yang diinginkan.

2. Buat pengarsipan yang rapi

Ini merupakan hal sederhana tapi merapikan data lewat pengarsipan bisa memudahkan kita buat mencari data di kemudian hari.

Simpan foto, video, dan dokumen penting ke hard disk atau flash disk. Biasanya saya lakukan biar meminimalisir risiko kerusakan dan file cadangan bisa aman buat jangka panjang.

Cara ini yang membuat saya juga harus rajin melakukan backup untuk setiap portofolio foto makanan milik klien saya.

3. Selalu gunakan hardware dan software yang terenkripsi

Pada umumnya, data memang rawan hilang serta kalau terlalu sering melakukan transfer dari satu perangkat ke perangkat lain.

Maka perlu menggunakan hardware dan software yang sudah terenkripsi agar aman dan melindungi data sensitif.

4. Gunakan kata sandi

Kata sandi yang mudah diingat oleh kita sendiri tetap diperlukan agar bisa menjaga keamanan dan risiko data disalahgunakan oleh pihak lain.

5. Aturan backup 321

Saat melakukan backup data, dimana sebaiknya menyimpan “database”?

Maksudnya cukup berisiko kalau kita hanya menyimpannya di satu perangkat tunggal, misalnya di laptop atau smartphone saja.

Makanya ada aturan 321 untuk backup data yang lebih aman :

  • Setidaknya memiliki minimal 3x salinan data
  • Simpan 2 salinan data di 2 lokasi yang berbeda
  • Simpan 1 salinan data secara offline

Makanya saya juga menggunakan SanDisk iXpand Flash Drive Luxe yang membantu mobilitas saya saat melakukan backup data iPhone ke smartphone, tablet dan laptop.

USB on the go seperti SanDisk iXpand Flash Drive Luxe ini cara penggunaanya juga mudah. Tinggal disambungkan saja ke iPhone sampai terdeteksi. Nanti, kita tinggal memilih data yang ingin dipindahkan.

Review SanDisk iXpand Flash Drive Luxe

iXpand Flash Drive Luxe
Stick USB mungil yang memudahkan mencadangkan data

Stick USB ukuran mungil dari SanDisk ini sudah saya ketahui sejak lama. Karena iPhone yang saya gunakan masih berkapasitas 64GB.

Kapasitas yang minim tersebut membuat ruang gerak saya buat menyimpan data pun ikut terbatas.

SanDisk bukan merk baru yang menjual aksesoris kebutuhan komputer kita. Karena kualitasnya sudah terjamin, kenapa tidak untuk menggunakan merk ini kembali?

Teknologi dari SanDisk iXpand Flash Drive Luxe ini membantu menyimpan data. Model 256 GB yang punya tujuan ganda dengan konektor USB C dan Apple Lighting. Kita bisa bekerja dengan nyaman karena hampir dapat digunakan di semua perangkat modern saat ini yang memiliki USB-C.

Stick USB ini membantu kita yang belum memiliki cadangan. Apalagi bagi pengguna iPhone yang kurang tahu cara mengguna cloud atau tidak ingin membayarnya. Dari semua alasan tersebut, setidaknya kita punya penyimpanan satu salinan terlebih dahulu.

Cara Menggunakan iXpand Flash Drive Luxe

Desainnya simpel, berbahan kokoh. Lalu ada lubang gantungan kecil dipasangkan ke sesuatu yang lebih besar.

File yang akan kita backup atau cadangkan tinggal disalin dari file sebelumnya. Nantinya kita tinggal memasangkan di laptop atau perangkat lain dengan menghubungkan dengan USB.

Contohnya, saya ingin melakukan backup dari iPhone X terlebih dahulu. Baru melakukan pemindahan ke hardisk eksternal Western Digital milik saya melalui laptop ZenBook 14 karena telah memiliki USB Type C.

review ixpand flash drive
Aplikasi untuk memindahkan data iPhone ke iXpand
iXpand flash drive luxe
Kita tinggal memilih menu untuk melakukan backup data iXpand
iXpand flash drive luxe
Aplikasi SanDisk iXpand bisa sekaligus untuk merapikan data sekaligus melakukan backup rutin.
iXpand flash drive luxe
Benchmark iXpand Flash Drive Luxe pakai CrystalMark

Sebelumnya kita bisa mengunduh aplikasi SanDisk iXpand dari smartphone. Lalu, sambungkan iXpand Flash Drive Luxe ke iPhone. Tunggu beberapa saat nantinya sistem akan membaca iXpand.

Kalau sudah terbaca, kamu tinggal memilih gambar dan video yang ingin dipindahkan ke dalam iXpand. Mudah kan?

Kalau saya uji test menggunakan Crystal Disk Mark, hasil kecepatan baca dan tulis berada di posisi 90MB/s dan 36MB/s. Nggak buruk juga kok buat memindahkan data-data penting kalian.

Kesimpulan

iXpand flash drive luxe
Makasih SanDisk iXpand sudah bikin perangkat seperti ini!

Kamu boleh membelinya, jika :

  • Memang membutuhkan lebih banyak penyimpanan untuk file dan foto daripada yang dimiliki iPhone milik kamu.
  • Kamu menginginkan solusi pencadangan, penyimpanan, dan transfer yang cepat dan mudah.
  • Kamu menginginkan sesuatu yang kecil dan portabel.

Kamu boleh tidak membelinya, jika :

  • Barang ini tidak masuk dalam anggaran kamu.

Bagi saya, SanDisk iXpand Flash Drive Luxe ini perangkat kecil yang handal buat menyimpan momen berharga kita.

Produk hebat untuk kita yang menginginkan solusi mengatasi ruang penyimpanan iPhone yang kecil atau memang ingin data di iPhone lebih rapi untuk dihapus dan simpan.

World Backup Day
World Backup Day

Apalagi menyambut World Backup Day yang jatuh pada tanggal 31 Maret. Hari Cadangan Dunia atau World Backup Day ini mengajak buat mengingatkan orang-orang untuk membuat cadangan data mereka sebelum kehilangannya karena kecelakaan atau niat jahat, dan menjadikan diri terlihat bodoh sendiri karena besoknya adalah April Mop.

Dengan banyak orang yang masih bekerja dari rumah karena pandemi, seringkali tanpa cadangan reguler dan koneksi jaringan yang dimiliki, melindungi data dengan mencadangkannya secara teratur menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

Makasih SanDisk iXpand, sekarang saya jadi lebih mudah buat memindahkan data iPhone ke perangkat lagi.

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1713

2 tanggapan pada “SanDisk iXpand Flash Drive Luxe, Backup Data iPhone Mudah!

  1. Hmm menarik, memang makin lama kebutuhan space data di mobile semakin besar karena aktivitas yang mengiringinya juga semakin banyak.
    Tapi wondering juga apakah dengan demikian iPhone juga akan makin rentan dengan yang namanya ‘virus’ (just wondering)

  2. Sepertinya dulu fotografer suka simpan karya mereka di Flickr (sebelum era Instagram), karena bisa menyimpan berkas foto ukuran asli. Entah sekarang, masih populer atau tidak sejak Yahoo mengalami keterpurukan.

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: