BerandaWujudkan Mimpi Liburan Cara Aku ke Raja Ampat dengan 38 Ribu bareng...

Wujudkan Mimpi Liburan Cara Aku ke Raja Ampat dengan 38 Ribu bareng Traveloka #LifeYourWay

Author

Date

Category

“Nobody can discover the world for somebody else. Only when we discover it for ourselves does it become common ground and a common bond and we cease to be alone.” – Wendell Berry

Tak ada orang yang bisa menemukan dunia untuk orang lain, hanya kita yang dapat menemukannya untuk diri kita sendiri.

Saat masih kanak-kanak, saya gemar sekali membaca buku. Saya selalu membaca halaman demi halaman yang membuat diri ini terobsesi dengan negeri yang jauh. Hanya ketika saya mulai bepergian, saya menyadari sebuah kutipan perjalanan “lebih baik melihat sesuatu sekali daripada mendengarnya ribuan kali.”

Sebagai penulis perjalanan, saya berusaha sekuat tenaga untuk mendeskripsikan tempat dan tujuan untuk pembaca saya. Namun, ada beberapa hal dan pengalaman yang terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Cara traveling saya yaitu menyadari kenyataan dalam sebuah perjalanan setiap hari itu terasa berbeda. Perjalanan wisata meluruhkan rutinitas. Dengan bepergian, berwisata kita dapat melakukan apa yang hati ini inginkan, kapan pun kita mau.

Perjalanan wisata memecah rutinitas yang monoton. Ia menghadirkan kembali petualangan, kegembiraan, dan eksplorasi ke dalam kehidupan orang-orang.

Tanpa disadari kadang orang melakukan travelling karena ingin menghindari atau mengambil jarak dengan masalah-masalah dalam hidup. Agar setelah berwisata bisa melihat problema dengan perspektif yang berbeda. Untuk mencari solusi baru. 

Tapi hati-hati dengan pikiranmu karena bisa jadi sebenarnya tidak ada masalah berat di hidupmu saat ini. Masalah itu hanya diada-adakan oleh pikiran yang dipermainkan rasa kekuatiran. Seperti persaingan hidup dengan orang lain. Selalu membandingkan hidupmu dengan yang lain yang tidak membawa kedamaian di hati. Dan, kamu tenggelam dalam masalah karena pemikiran yang dibuat-buat sendiri.

Bepergian untuk saya menempatkan segala sesuatunya ke dalam perspektif yang pas. Ini memungkinkan saya untuk menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih besar dari masalah saya. Misalnya masalah wifi lambat jadi tidak berarti dibandingkan masalah tempat ramen favorit saya tutup. Wifi lambat bisa ganti koneksi. Rame. langganan tutup, ke mana harus cari gantinya?

Bepergian membawa kita untuk melihat bahwa dunia yang lebih luas yang tidak melulu tentang diri ini saja. Hal ini memungkinkan saya untuk melihat bagaimana orang lain hidup dan apa yang harus mereka hadapi setiap hari.

Bepergian telah memperluas perspektif saya dalam banyak hal. Terutama ke daerah-daerah di Indonesia Timur telah memberi saya rasa syukur atas keindahan alamnya sekaligus kenyamanan modern yang dapat saya nikmati di Indonesia sisi Barat.

Salah satu keputusan paling kontroversial buat saya adalah lima tahun yang lalu pergi tanpa perencanaan ke Raja Ampat. Malam itu saya membuka Traveloka, memeriksa harga tiket pesawat dari Palembang ke Sorong serta mencari informasi operator tur lokal untuk mengikuti open trip. Tanpa sadar tiket pesawat sudah dipesan.

Waktu itu adrenalin seakan dipompa cukup keras. Ini nyata?

Pilih. Pesan. Pergi.

Menginjakkan kaki ke Raja Ampat sama sekali tidak terlintas dalam benak saya sebelumnya. Hati saya berdebar-debar begitu sampai ke Sorong karena sebentar lagi saya akan bisa melihat pemandangan luar biasa indah dari Puncak Wayag yang biasanya bisa dilihat di kalender dinding, akan menjadi kenyataan.

Perjalanan saya ke Raja Ampat merupakan open trip yaitu perjalanan yang telah direncanakan oleh travel agent sehingga memberikan kemudahan untuk kita yang belum mengenal medan tujuan wisata yang akan dikunjungi. Apalagi dipandu oleh travel guide yang profesional.

Mengikuti open trip dari travel agent juga memperluas pertemanan dengan sesama traveller peserta open trip.

bandara sorong
Foto selfie pertama di Bandara Sorong, Papua Barat

Terbang dari Palembang menuju Jakarta. Transit beberapa jam. Lanjut di tengah malam menuju Makassar. Kemudian terbang kembali, kali ini menuju Sorong pagi harinya. Total waktu perjalanan yang saya tempuh lebih kurang 24 jam! Termasuk perjalanan yang cukup menguras energi. Namun, begitu tiba di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, rasanya semua lelah saya pun hilang.

Di bandara, saya sudah dijemput oleh Ibu Uce warga lokal yang akan memandu saya berkeliling Raja Ampat.

open trip raja ampat
Ibu Uce sedang menunggu peserta open trip lainnya

Saya berkenalan dengan Ibu Uce, kepribadiannya sungguh menyenangkan. Perjalanan saya ini memang sendirian, namun nanti bakal ada peserta lainnya. Setiap peserta hanya membeli paket perjalanan, dan kita tidak tahu siapa yang akan menjadi teman perjalanan kita. Justru di sinilah letak keseruan travelling, kita bisa berkenalan dan memperoleh teman baru. Perjalanan ke Raja Ampat memang terkenal mahal. Jika tidak sharing cost maka biayanya akan jauh lebih mahal.

Saya sadar pergi berpetualang sendirian adalah sesuatu yang terbaik untuk belajar.

Kita tidak selalu harus mempunyai ide kemauan sendiri. Kadang yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan dan lihat apa yang dunia tawarkan. Ke mana kakimu melangkah. Pergi, kunjungi, dan lihatlah sendiri.

Dalam perjalanan ke Pelabuhan Rakyat Sorong menuju Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, Ibu Uce dengan lantangnya menjawab pertanyaan saya tentang mal.

“Kita di Sorong ada mall!” lanjut bu Uce dengan logat yang kental. “Saya dulu ke Bandung, lalu karena saya orang Papua diorang kasih roti sama jagung. Saya marah. Saya bilang hei kami di Papua punya nasi ya, punya mal!” Tawa pun pecah. Bahkan jenama minuman bubble tea ternama juga ada juga di Sorong. Itu tandanya memang Sorong adalah kota terbuka yang sedang berkembang.

Sejak itu saya yakin bahwa perjalanan harus dirasakan sendiri, tidak cukup hanya mendengar dari pengalaman orang lain saja.

dermaga sorong
Wisatawan dan orang lokal berbaur di dermaga

Saya jatuh hati pada Papua dengan jejeran bangunan kota yang belum pernah kudatangi. Juga pada warga lokal yang belum pernah kutemui.

Kami tiba di Pulau Mansuar senja hari. Tempat kami akan bermalam adalah sebuah gubuk di pinggir pantai.

“Cantiknya!” gumamku dalam hati. 

Seumur hidup saya, pengalaman ini merupakan pertama kalinya bagi saya berada di tepi laut luas dan menikmati sinar lembayung matahari yang sangat cantik dan bersih. Tak ada penghalang dan batas.

raja ampat
Perjalanan menuju ke pulau Mansuar

Pulau Mansuar masih sangat bersih dan bening. Kejernihan air laut menyatu dengan pasir putih nan halus. Gelar populer “Mutiara dari Timur”, “Surga Tersembunyi di Timur” yang dilekatkan untuk kawasan Papua Barat memang benar adanya. Saya merasa menjadi orang paling beruntung dapat mengunjungi Raja Ampat. Salah satu destinasi impian banyak orang. Membuat teman-teman tidak percaya kalau saya bisa berkunjung terlebih dahulu sebelum mereka.

pulau mansuar
Menutup malam pertama di Raja Ampat dengan rasa senang

Tanpa sadar, saya sedikit menitikan air mata bahagia bisa berkunjung ke Raja Ampat. Saya yang tadinya tidak terlintas, hanya bisa bermimpi. Ternyata kedua kaki saya ini bisa menjejaki tanah Papua. 

Terjaga sendirian di tempat asing adalah pengalaman yang membawa perasaan campur aduk dalam hati. Kuatir karena sendirian di daerah yang asing. Tapi sekaligus juga senang karena pengalaman baru yang akan menanti untuk dilalui. Sering kali, saya berhenti dan merenungkan bagaimana perjalanan wisata telah mengubah hidup ini. Jadi bagian dari diri saya. Selama masa sebelum memutuskan berangkat ke Raja Ampat, saya telah membaca sejumlah artikel tentang Raja Ampat. Dan bertanya-tanya bagaimana rasanya pergi ke tempat indah nan eksotis bernama Raja Ampat.

speedboat cepat
Bang Icad sedang mengecek kapal yang akan kita naikin.
raja-ampat
Deretan rumah penduduk lokal.

Perjalanan wisata juga telah membuka begitu banyak pintu dan peluang bagi saya. Terasa bagaikan mimpi. Hingga sering kali, saya merasa harus mencubit diri sendiri. 

Bang Icad, pendamping kami dari travel lokal setempat berpesan untuk bersiap-siap karena subuh sudah harus melanjutkan perjalanan menuju gugusan pulau Wayag. Saya penasaran, kenapa harus berangkat subuh. Jawabannya adalah kalau karena perjalanan memakan waktu kurang lebih empat jam. Satu kali perjalanan membutuhkan lebih kurang 500 liter bensin untuk pulang pergi. Dan, untuk harga BBM terbaru di Raja Ampat mencapai Rp 15.000/liter.

Saya agak terpana mendengarnya. Harga bahan bakar yang mahal itu membuat perjalanan ini begitu istimewa.

Kami berangkat pukul 5 pagi meninggalkan pantai Pulau Mansuar. Bayangkan!

Perlu waktu empat jam perjalanan dengan speedboat untuk sampai ke gugusan pulau Wayag. Belum termasuk lama perjalanan kembali ke Pulau Mansuar.

wayag raja ampat
Menanti mentari sembari menuju ke perjalanan ke Wayag.

Di antara semua pulau di Raja Ampat yang paling terkenal dan menjadi ikon adalah Kepulauan Wayag. Gugusan karst pulau Wayag berada di tengah laut. Dari puncak bukit karst pulau Wayag kita akan menyaksikan dengan keindahan Raja Ampat seakan mengambang di atas lautan biru.

Tak ada sinyal, hanya ada kamu dan teman baru serta pemandangan berjuta dolar. 

Tak banyak aktivitas bisa kita lakukan di Raja Ampat yang termasuk Taman Nasional. Itu sebabnya mengakrabkan diri dengan teman seperjalanan adalah hal yang mutlak untuk dinikmati. Momen seperti ini akan jarang terjadi.

open trip raja ampat
Teman perjalanan selama di Raja Ampat

Sepanjang perjalanan ditemani pemandangan bernuansa biru dan sejumlah pulau kecil.

Wayag.. wayag… ujar saya dalam hati.

“Ayo kita sudah sampai!” seru bang Icad dalam balutan kaos kuning. Tampaknya memang kacamata hitam adalah kewajiban untuk dikenakan di sini. Karena mengurangi silau cahaya matahari.

Kami terpana sekian detik menyaksikan batu besar di depan kami. Kami kemudian saling berpandangan dan mulai merasa ragu akan perjalanan ini. Karena kami harus mendaki ke atas puncak Wayag.

wayag
Bang Icad sedang memperlihatkan puncak Wayag

Mataku memandang ke puncak sambil mengkalkulasi peluang untuk bisa sampai ke atas. Sayang rasanya kalau sudah sampai di Wayag tapi tidak mendaki ke puncak untuk melihat panorama Raja Ampat.

Saya pun memutuskan untuk mengambil giliran pertama mendaki batu karang. Berusaha menaklukan rasa takut. Meyakinkan diri agar kaki dan tangan saya kuat untuk merambati batu-batu sampai ke atas. Sesekali saya melihat ke arah bawah. Terbersit sedikit rasa ngeri. Dada ini berdetak lebih kencang. Dalam hati berharap semoga saja semua peserta kali ini, yang akan mendaki puncak Wayag tidak mengalami cidera. Kaki dan tangan kita bertumpu pada batu-batu karang yang tajam dan terjal. Semakin ke atas tingkat kesulitan makin bertambah. Sudut mendaki seolah bergeser menjadi tegak lurus membuat energi makin terkuras.

puncak wayag raja ampat
Puncak Wayag, Raja Ampat menjadi nyata bukan mimpi.

Dibutuhkan waktu sekitar 30 – 45 menit untuk mendaki ke atas. Saya sampai tepat di saat sinar matahari berada di ubun-ubun kepala. Panas tapi puas.

“Yeah I did it!” teriakku sambil mengusap peluh di kening.

Kalau sudah di atas, what’s next? Cukup diam, lalu merekam keindahan gugusan pulau yang ada di depan mata dari puncak Wayag. Semua lelah perjalanan dan pendakian seakan terhapus oleh keindahan Raja Ampat dari puncak Wayag.

cara pergi ke raja ampat
Saya berhasil mendaki Puncak Wayag!

Terbersit rasa bangga dan puas mengalahkan segala kekuatiran dan overthinking, saat berhasil menuju puncak Wayag.

Dari ketinggian nampak nuansa biru air laut yang berubah terkena sinar mentari. Puncak Wayag yang saya daki memiliki view 360 derajat untuk menyaksikan semua gugusan pulau Raja Ampat.

raja ampat traveloka
Merasakan indahnya pemandangan di Raja Ampat

Bangun pagi menyaksikan hamparan laut biru nan luas adalah pengalaman yang paling menyenangkan. Seakan menghapus rasa perih di punggung dan pundak akibat paparan sinar matahari.

Saya jadi bertanya-tanya, apa hanya Wayag yang ditawarkan oleh Raja Ampat?

Dengan alam bahari yang indah, Raja Ampat juga dikenal sebagai gugusan pulau karang. Pianemo salah satu bagian keindahan Raja Ampat. Untuk mendeskripsikan pemandangan Painemo, saya menyebutnya dengan “Wayag Kecil”. Pemandangan sekitarnya terdiri dari batu-batu karang dengan berbagai ukuran dalam satu kawasan. Hanya saja ukuran batu karangnya memang tidak setinggi seperti puncak Wayag. Di Painemo kita bisa melihat laut yang air laut yang jernih dengan nuansa gradasi biru kehijauan.

painemo
Melihat pemandangan dari atas Pianemo, Raja Ampat

Saya menikmati perjalanan selama 2 jam lamanya dari Pulau Mansuar ke Painemo dengan menggunakan speedboat. Nampak di kejauhan pulau dengan bukit-bukit hijau. Ditemani suara deburan air laut yang menghantam badan kapal. Menyaksikan rumah-rumah penduduk yang kami lewati. Bukit-bukit karang yang ditumbuhi oleh perpohonan akan kita jumpai saat memasuki kawasan Painemo.

Untungnya di Painemo ini sudah dibuat anak tangga untuk mendaki ke atas. Selain itu di Pianemo juga terdapat pos untuk istirahat sejenak. Inilah yang membuat Painemo lebih diminati oleh turis karena mudahnya akses untuk naik ke puncak dan jarak tempuh terbilang dekat.

Bang Icad, guide yang berasal dari Biak mengajari saya cara snorkeling untuk pertama kalinya. Bisa kalian bayangkan kalau tempat snorkeling pertama saya adalah laut Raja Ampat. Tempat yang dikenal dengan ungkapan “Jangan Mati Dulu Sebelum Singgah ke Raja Ampat!”. Keren banget kan! 

Anak papua

Esoknya, kami diajak untuk mengunjungi ke Desa Wisata Arborek. Arborel berarti duri. Dulu nenek moyang yang berasal dari wilayah Biak memasuki pulau ini. Saat itu kondisi pulau hampir rata tertutup dengan semak duri. Lalu, masyarakat membersihkannya dan membangun komunitas untuk bertahap hidup.

Tak heran kalau desain ini terpilih sebagai kawasan desa wisata. Arborek direkomendasikan oleh banyak wisatawan ketika datang ke Raja Ampat. Bukan hanya keeksotisan pulau tapi juga merasakan bersih dan jernihnya kualitas air.

Melihat bang Richard berenang dengan lincah di laut menerbitkan rasa iri di hati ini. Nikmat sekali rasanya melihat dia bergerak bebas di antara ikan-ikan. 

akuarium bawah laut
Akuarium bawah laut di Raja Ampat

Saya diberikan baju pelampung dan diberitahu kawasan mana yang boleh dilewati saat snorkeling di Arborek agar tidak melewati sasi laut.

“Hati-hati, jangan sampai masuk ke kawasan sasi laut, bang.” seru Bang Richard. Setelah mengencangkan goggles, saya mengambil nafas panjang sebelum menceburkan diri. Snorkelling adalah tahap awal yang bisa dicoba oleh pemula sebelum melakukan diving menggunakan alat bantu.

Dari permukaan laut, saya bisa melihat kumpulan ikan kecil berwarna-warni bersembunyi dibalik terumbu karang. Paparan sinar matahari langsung menembus ke air. Rasanya ingin menyelam lebih dalam melihat keragaman jenis ikan. Walau tubuh perih karena gosong terpapar sinar matahari dan air garam, namun hati ini puas.

“Halo adik-adik!” sapa kami dari dalam perahu.

Anak-anak tersebut tampak malu-malu saat pertama berjumpa dengan kami. Ada yang bersembunyi di balik punggung temannya. Ini merupakan kali pertama saya berjumpa langsung dengan anak-anak Papua asli.

desa yenbuba
Keceriaan anak-anak lokal saat dikunjungi

Perjalanan kali ini membuat saya sadar akan kehidupan penduduk lokal yang jauh dari perkotaan. Jauh dari gawai-gawai kekinian yang tengah digandrungi oleh anak-anak seusia mereka di kota-kota besar. Namun, anak-anak Raja Ampat ini mereka memiliki kebahagiaannya sendiri. Itulah yang saya sebut dengan ungkapan Bahagia itu Sederhana. 

Permainan yang mereka kenal berlari mengejar ban bekas di sepanjang jalur dermaga. Atau seolah tanpa ada beban langsung meloncat dari dermaga terjun ke dalam laut. Luar biasa!

yenbuba raja ampat
Desa yang asri dan masih alami membuat kita betah untuk berlama-lama.

Tampak selalu ada keceriaan yang terlukis di raut wajah mereka. Tiba-tiba dari arah berjauhan, sekumpulan anak lainnya berlari dari arah jauh mengerumuni kami. Mereka langsung duduk di pasir di dekat kami. Berusaha mengikuti kegiatan kami. Terlintas di pikiran saya untuk mengajak mereka berkenalan dengan internet. Tak ada salahnya untuk mengajak anak-anak Raja Ampat sedikit bersenang-senang dengan gawai.

Kalau ingin berkunjung ke Raja Ampat jauhkan pikiran dan harapan akan mendapatkan penginapan sekelas hotel dengan fasilitas berbintangnya. 

Homestay kami sangat sederhana. Hanya ada kipas angin ditemani dengan penerangan lampu listrik masih memanfaatkan genset.

raja ampat
Homestay tempat saya menginap hanya menggunakan kelambu.

Musik malam pengantar tidur sudah pasti suara debur air laut memecah di tepi pantai yang menenangkan.

Setiap pagi selalu ada sepasang burung putih selalu bertengger menyapa kami di depan teras. Seakan mengucapkan selamat pagi.

Udara segar dari laut masuk seakan menyeruak ke dalam rongga paru-paru. 

Tarik napas panjang.

Tahan.

Hembuskan bersama semua pikiran dan perasaan negatif. Seperti detoks. Inilah kenikmatan yang saya rasakan.

Saya berjalan ke arah dapur, menemui para mama -baca ibu- sedang sibuk memasak.  Listrik baru dinyalakan menggunakan tenaga genset saat pukul 6 sore.

makan malam
Makan malam bersama teman-teman baru dengan menu seafood yang segar.
Menu hidangan utama

Mengamati para mama sedang sibuk memanggang ikan dengan bumbu sederhana. Aroma wangi menyusup masuk ke hidung.

“Ikan ini ditangkap di depan sini ya, Mama?” tanya saya.

“Oh tidak!” seru para mama dengan serempak. 

Dari obrolan menemani mereka memasak, saya jadi tahu mama-mama di kampung ini sepakat menutup dan membuka laut sesuai kebutuhan. 

Kampung menerapkan adat “sasi” yang melarang eksploitasi suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, larangan penangkapan biota laut tertentu, seperti teripang, ikan, dan kerang.

Orang lokal menyadari merawat alam dengan hanya mengambil hasil laut pada rentang waktu tertentu untuk digunakan bersama. Termasuk untuk keperluan makan sehari-hari ada kawasan yang dikhususkan.

Luar biasanya para mama ini masih kuat untuk ikut menyelam saat buka sasi. Mereka bisa menyelam cukup dalam untuk mencari teripang kemudian dijual kembali.

Warga secara sadar menjalankan sasi karena bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem biota laut. Dengan alam yang terjaga, tak lagi menggunakan alat tangkap berbahaya seperti bom atau racun, maka laut akan tetap terjaga.

Saat perjalanan pulang, hatiku terasa hangat dan bahagia inilah Liburan Cara Aku yang seru!

Rasanya tiga hari di Raja Ampat masih kurang dengan pengalaman yang saya lalui. Namun, daripada sama sekali belum pernah ke Raja Ampat bukan?

Open trip termasuk gaya perjalanan yang cocok untuk kita yang punya waktu cukup terbatas namun tidak kaku. Keuntungan open trip biasanya sudah terjadwal.  

Dari sisi harga, open trip adalah pilihan bijak saat kondisi keuangan terbatas. Alasannya, open trip biasanya membagi rata biaya perjalanan ke semua anggota trip. Jadi bisa menghemat biaya.

Pilihan open trip membuat saya berkenalan dengan teman baru

Bayangkan kalau sekali perjalanan ke Wayag menggunakan speedboat seharian memakan bahan bakar sekitar 500 liter. Jika saya pergi seorang diri tentu saya tidak akan pernah bisa mewujudkan impian itu.

Sedangkan dari sisi itinerary akan lebih menguntungkan untuk kita yang baru pertama kali. Biasanya itinerary sudah dibuat oleh pihak tour agar kita tidak perlu repot. Tapi, di perjalanan bisa saja itinerary ini akan berubah sesuai kesepakatan bersama. 

Ini terjadi ketika kami seharusnya diajak untuk island hopping. Ternyata cuaca tidak memungkinkan. Sehingga kami sepakat untuk mencari aktivitas lain.

Traveling bareng teman-teman emang asyik. Tapi kadang sulit untuk merencanakan liburan bersama karena kesibukan masing-masing. Nah, open trip bisa jadi solusinya. Tidak perlu takut pergi sendirian. Karena ada peserta-peserta lainnya dengan tujuan wisata yang sama.

Masing-masing perjalanan akan membawa sisi pengalaman yang berbeda. Kamu bakal dapat pengalaman bagaimana serunya membuat itinerary sendiri, ribetnya mencari tiket dan penginapan sendiri, serta ditambah pusingnya mengatur keuangan untuk traveling.

Sebagai orang yang memahami cara berwisata, maka banyak hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan wisata ke tempat tujuan yang diinginkan. Pengalaman demi pengalaman dalam berwisata menjadikan saya cukup paham bagaimana mempersiapkan sebuah perjalanan wisata.

Selama ini juga Traveloka yang selalu saya gunakan untuk merencanakan perjalanan. Membuat perjalanan wisata bareng Traveloka membuat biaya menjadi murah dan hemat.

Dengan internet banyak informasi yang tersedia bagi para wisatawan tentang objek-objek wisata tertentu yang diminati. Memudahkan wisatawan mendapatkan informasi terkait dengan wisata.

Saya sangat mencintai pemandangan di Raja Ampat. Kali pertama saya berkunjung 5 tahun lalu. Kali ini mimpi saya ingin kembali untuk mengunjungi Raja Ampat. Raja Ampat dengan udaranya yang segar, awan putih seperti marshmallow dan air jernih bagai kaca.

1. Beragam Wisata Alam dan Bahari

Raja Ampat dipenuhi dengan berbagai objek wisata, baik yang sudah dikenal maupun yang masih jarang diketahui orang.  Kepulauan yang terletak di Papua Barat ini menyimpan pesona alam bawah laut yang eksotis dan luar biasa indahnya.

2. Merasakan Kehidupan Suku-suku yang Masih Serba Tradisional

Puas menghabiskan waktu dengan alam, saya ingin merasakan kehangatan warga lokal di desa-desa yang dihuni oleh suku-suku asli Papua. Beberapa Suku akan dengan senang hati menyambut para wisatawan yang ingin mengenal budaya dan kesenian mereka. Salah satunya ingin saya kunjungi balik adalah datang ke Desa Yenbuba dengan suasana perkampungan tenang dan harmonis.

3. Tempat Healing Jiwa Terbaik

Kehidupan di Raja Ampat penuh ketenangan pikiran. Bagi saya, perjalanan adalah mengalami hal-hal di luar biasanya. Yang secara konsisten menantang, mengasyikkan, dan memuaskan. Saya suka kutipan “Hidup yang Anda jalani tidak harus menjadi satu-satunya kehidupan yang Anda miliki.” oleh Anna Quindlen. Karena saya telah menemukan kembali diri saya berkali-kali.

Apalagi kini banyak tersedia penginapan di sekitaran Raja Ampat. Melihat potensi Papua yang besar, pemerintah setempat tidak tinggal diam saja. Buktinya, sekarang sudah banyak homestay tersedia. 

Ada satu keinginanku untk mengulang kenangan manis lima tahun lalu saat berkunjung ke Raja Ampat. Apalagi saat ini selepas meredanya pandemi. Membuat kita semua berada di titik jenuh dan ingin refreshing sejenak. Terus terang saja, selama pandemi kesehatan mental saya lumayan terusik karena saya betul-betul miskin ide.

Memberi makan ikan hiu

Berasal dari Palembang, saya perlu menabung cukup banyak untuk bisa melakukan perjalanan lintas provinsi. Ini bukan hal yang mudah. Saya harus bergegas … dan harus bergegas keras. Tidak seperti kebanyakan orang bisa mendapatkan penghasilan yang besar, saya pun berusaha mendapatkan pekerjaan paruh waktu untuk mewujudkan tabungan agar bisa travelling.

Pada satu titik, saya harus melakukan banyak pekerjaan tambahan agar tabungan untuk perjalanan wisata ini cukup. Itulah yang saya lakukan. 

Di balik semua ini, di balik semua perjalanan wisata ke tempat-tempat baru ada kerja keras. Di balik semua keinginan  mengulang kembali mengunjungi tempat tersebut, ada kerinduan akan kenangan yang manis sepanjang hidup.

Meskipun saya tidak lagi melakukan pekerjaan 9-5, saya masih menerapkan teori menabung untuk perjalanan dan liburan tertentu.

Bagi saya, setiap kali saya dihadapkan pada suatu pilihan. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa jika saya tidak mengambil risiko, saya mungkin akan menyesalinya di kemudian hari. Dengan mengingat hal itu, saya mengingatkan diri sendiri untuk mencoba semuanya setidaknya sekali. Melakukan hal-hal yang membuat saya takut dan mengeluarkan saya dari zona nyaman.

Pada akhirnya, saya lebih suka melihat kembali hidup saya dan menyadari bahwa meskipun saya mungkin telah gagal dalam banyak hal. Setidaknya saya masih mencoba dan mengambil kesempatan.

Selama di Raja Ampat, sebenarnya tidak harus beraktivitas di laut setiap hari. Alternatifnya, kita bisa jalan-jalan di desa sekitar lalu melihat kehidupan mereka dari dekat. Orang Papua pada dasarnya sangat ramah. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan mereka. Kalau kita cukup terbuka, mungkin kita akan jadi betah atau jangan-jangan, malah kekurangan waktu. 

People say it is impossible, I named this as possible.

Saya pun sudah mempunyai rencana matang untuk kunjungan kedua ke Raja Ampat mengacu pada pengalaman pertama.

Sudah setahun terakhir ini, saya mulai memisahkan uang tabungan yang tujuannya untuk berlibur. Agar rencana healing-ku bisa terwujud dan sesuai yang diharapkan, tentunya saya harus  mulai dari sekarang. Mengumpulkan dana yang cukup agar nantinya tidak mengganggu dana untuk kebutuhan harian.

sunset raja ampat
Merindukan sunset di Raja Ampat

Oleh karena itu, berhubung perjalanan memang masih lama saya sudah mulai mencicil untuk mengumpulkan budget yang realistis.

Percuma jika hanya memiliki lembaran kertas bernilai milyaran tanpa memiliki kenangan yang hanya bernilai puluhan ribu.

Saya mengakalinya dengan cara menabung harian. Menabung per hari ternyata secara tidak langsung melatih kedisiplinan kita untuk mewujudkan impian. Untungnya saat ini teknologi semakin dipermudah. Saat ini beberapa bank sudah menyediakan semacam dompet khusus di dalam rekening untuk memisah anggaran.

Misal setiap bulan ada auto debet ke dompet liburan. Dengan cara ini anggaran yang ditabung akan tetap sama dan tidak terpakai.

Salah satu penyebab mengapa tiket pesawat ke Indonesia Timur lebih mahal karena faktor jarak. Makin jauh jarak tempuhnya, makin mahal tiketnya. Namun, dengan anggaran yang sesuai, kita akan lebih mudah mengatur apapun. Sehingga traveling yang diinginkan bisa terwujud dengan mudah.

Jika beralasan bahwa ke Papua itu butuh dana yang besar. Sama saja halnya jika kita berwisata ke luar negeri. Mahal murah itu relatif. Ada hal-hal yang akan kita temukan jauh melebihi anggaran yang kita keluarkan. Saya jamin semuanya akan terbayar lunas jika sudah melihat dengan mata sendiri bagaimana indahnya alam yang ada di Papua. Khususnya Raja Ampat.

Raja Ampat adalah tempat wisata yang menurut saya paling cocok dengan mengikuti open trip. Hal ini dikarenakan biaya transportasi yang tinggi sehingga lebih baik kita memilih operator tur lokal yang sudah merekomendasikan itinerary.

Di era digital seperti sekarang, traveling kemana pun jadi lebih mudah. Informasi mengenai harga tiket pesawat, tiket kereta, hingga tarif kamar hotel bisa kamu dapatkan dengan mudah lewat aplikasi Traveloka. Rencana perjalanan yang semula rumit dan mahal bisa menjadi jauh lebih mudah dan murah dengan Traveloka.

Urusan tiket dan penerbangan saya selalu percayakan pada Traveloka yang menjadi satu aplikasi pemesanan untuk semua.

Banyaknya inovasi baru yang ditawarkan oleh Traveloka dapat memudahkan para traveler untuk merencanakan perjalanan wisata mereka. Mulai dari pencarian tiket pesawat yang murah, pilihan akomodasi sesuai anggaran, destinasi wisata menarik yang akan dikunjungi. Hingga menghemat uang selama traveling kini bisa diakses hanya dalam genggaman.

Saya sudah menghitung dan menentukan terlebih dulu budget yang akan dikeluarkan untuk mewujudkan liburan kembali ke Raja Ampat. Anggaran mulai dari biaya tiket pesawat hingga ikut open trip. 

Total biaya yang sudah saya kalkulasi dan harus terkumpul lebih kurang 1 tahun belakang adalah Rp 14 juta untuk perjalanan dengan rincian biaya pesawat terbang dari Palembang – Jakarta – Sorong adalah Rp 10.308.978 menggunakan Traveloka.

Selain itu pastinya saya berencana mengambil paket tour Pulau Wayag Raja Ampat 4D3N lewat Traveloka Xperience seharga Rp 3.570.000.

Wajar jika harga paket perjalanan ke Raja Ampat menyebabkan tabungan kita berdarah-darah. Perlu biaya relatif besar untuk sampai ke sana. Sebuah harga yang layak untuk keindahan Raja Ampat yang masih alami.

Agar dapat segera terkumpul dana traveling. Setiap hari saya selalu menyisihkan sekitar 38 ribu agar dalam waktu 365 hari saya bisa mengumpulkan dana untuk traveling ke Raja Ampat. Angka 38 ribu ini didapat dari total dari Rp 14 juta yang harus saya kumpulkan.

Paket tour 4D3N ke Pulau Wayag ini pastinya juga akan memberikan pengalaman yang berbeda. Seperti pengalaman seru menginap di homestay masyarakat lokal. Memandangi langit malam bertaburan bintang. Berinteraksi langsung dengan Hiu. Serta menikmati makan khas Papua.

memberi makan ikan hiu
Aktifitas melihat ikan dari pinggir homestay pun menarik

Apalagi kalau melihat kembali detail kegiatan selama 4 hari 3 malam, ada beberapa aktivitas yang memang belum pernah saya lakukan 

Hal yang paling ingin dilakukan karena tempo lalu saya masih takut adalah berinteraksi dengan ikan Hiu. 

Hari itu, langit memperlihatkan kekalutan yang selama ini menyelimuti hari-hariku. Udara semakin kencang membuat lima tahun lalu saya masih gemetaran ketika melihat hiu. Dalam benak saya, hiu ini akan langsung menyerang apabila ada yang mendekat. Belum lagi saat itu saya belum terbiasa snorkeling di air laut. Makanya saya ingin sekali balik ke Raja Ampat dan mencoba pengalaman tersebut.

Selanjutnya, saya penasaran untuk diajak melihat lukisan-lukisan jejak purba. Wilayah Raja Ampat dulunya sebuah daratan kuno yang luas. Jaraknya yang dekat dengan benua Australia membuat penduduk asli Papua memiliki kemiripan dengan suku Aborigin yang merupakan penduduk asli Australia.

Tentunya terakhir adalah ingin sekali menikmati sunset dengan pemandangan tanpa putus dari homestay. Semua pengalaman ini rasanya sangat layak untuk dibayar karena saya ingin menciptakan momen kehangatan di depan api unggun.

Kini, tabungan saya tinggal selangkah lagi untuk bisa berkunjung ke Raja Ampat!

Kita bahkan tidak memiliki kepastian bahwa kita akan hidup hingga 100 tahun. Jadi pada akhirnya, jika tujuan hidup kita #LifeYourWay adalah menjadi bahagia. Mengapa tidak mengejar hal-hal yang membuat kita bahagia?

Saya tahu ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Karena banyak dari kita memiliki kewajiban dan tanggung jawab. Hidup bukan hanya tentang mencari uang. Ya, memang uang membuat segalanya jauh lebih nyaman.

Betapapun kerasnya hidup yang kira rasakan, luangkan waktu untuk melihat hidup sendiri dan apa yang kita inginkan darinya. Saya tidak mengatakan semua orang harus berhenti dari pekerjaan mereka dan pergi berwisata.

Mustahil. Saya tahu hidup semacam ini bukan untuk semua orang. Tapi jika ada sesuatu yang ingin kamu lakukan tetapi terlalu takut untuk mencobanya, sekaranglah waktunya untuk mengejarnya.

Di Traveloka kamu dapat memesan tiket pesawat, hotel, bundling tiket pesawat dan hotel, tiket kereta api dan berbagai fitur lainnya sebagai aplikasi one stop shopping dimana segala kebutuhan perjalanan kamu dapat terpenuhi.

Pernahkah kamu ingin melakukan sesuatu tetapi terus menundanya sampai kamu menemukan waktu yang tepat?

Teruntuk diriku, bahagialah dengan caramu sendiri tak perlu mengikuti standar orang lain.

Saya percaya dalam mengejar hasrat. Meski ini berarti keluar dari zona nyaman kita perlu mendorong batasan. Apalagi kalau kita sangat menginginkannya, akan selalu ada cara untuk menyelesaikannya.

Saya pernah membaca kutipan yang selalu mengingatkan saya bahwa hidup ini singkat. Maka kita perlu secara aktif mengejar hal-hal yang kita inginkan. Tidak ada hal yang lebih menyedihkan daripada mendengar seseorang berkata “suatu hari nanti aku akan…”

Ayo lakukan sesuatu sekarang rencanakan liburan di Traveloka.

Deddy Huanghttps://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

62 KOMENTAR

  1. wow keren banget kak, 38 ribu sehari selama 365 hari disisihkan dan impian ke Raja Empat terlaksana . butuh tekad yg kuat…semua orang pasti bisa melakukannya namun konsisten tidaknya tergantung masing2 orang

  2. Ko Deddy…aku menikmati banget tulisan Koko mengenai Wisata ke Raja Ampat.
    Sesungguhnya, suamiku pun sudah pernah ke Raja Ampat saat belum di promosikan menjadi salah satu wisata “Surganya Indonesia”. Baru setelah sering dipromosikan di Wonderful Indonesia, jadi kepikiran lagi.. MashaAllah~
    Indah banget wisata ke wilayah timur Indonesia.

    Semuanya tampak berbeda dengan pulau Jawa ya, ko..
    Jadi sepanjang perjalanan, banyak memfungsikan seluruh panca indera sehingga memorinya terekam kuat di sanubari. Sehingga ketika ada wisata bersama Traveloka, gak ragu untuk kembali membuka memori menyenangkan ke Raja Ampat lagi.

  3. Semoga impian liburan kembali ke raja Ampat terwujud ya. Tapi setidaknya pernah kesana ya, dibandingkan kami yang belum pernah sama sekali, hehehe. Btw bisa juga ya pesan tiket tur di Traveloka. Udah paling lengkap banget ya Traveloka jadi teman perjalanan liburan kita

  4. memang menyenangkan ke Raja Ampat ini, potongan surga yang jatuh ke bumi. Pernah dua kali kesana tapi tetep pengen kesana lagi yang bener bener liburan tanpa sibuk foto atau nulis. Menikmati setiap udara, langit dan laut serta momen yang ada tanpa mikirin apa apa

  5. Raja Ampat masih menjadi list destinasi wisata. Karena mempertimbangkan banyak hal.
    Membaca pengalaman Koh Deddy, jadi semangat merencanakan dengan serius, bukan ditunggu nanti-nanti.
    Etapi, saya kudu menuntaskan melihat miniatur Raja Empat yang ada di daerah kampung ortu dulu, biar semakin bersyukur menikmati keindahan alam Raja Ampat.
    Semangat mengumpulkan budget wisat sembari ngecek tiket di Traveloka.

  6. Raja Ampat salah satu impian yang belum tercapai, Mas Deddy. Thx for sharing yaa.. Jadi tahu gimana kalau mau ke sana. Pastinya, aku bakal ikutan open trip dari Traveloka aja kalau dana traveling sudah mencukupi. Aamiin.

  7. Mas Deddy, saya selalu kagum dengan cara Mas Deddy bercerita sampai-sampai saya larut dalam ceritanya. Baca kisah perjalanan open trip ke Raja Ampat jadi pengen suatu saat nanti kesana, ikut open trip bareng Traveloka. Seru banget kalau bisa bertemu dengan masyarakat lokal dan berbagi cerita unik tentang tradisi lokal disana.

  8. Raja Ampat itu kalau dipikir-pikir mirip kayak orang-orang nanya, “Kalau ke Eropa, mau kemana?” Trus mostly jawabnya “Paris.”

    Nah, Raja Ampat juga mungkin sama. Negeri impian semua orang, bukan cuma orang Indonesia, tetapi juga orang luar negeri yang belum pernah ke Indonesia. Semoga terwujud impian keduanya ke Raja Ampat terkabul bersama Traveloka ya Koh Ded.

  9. Wah samaan kita Kak, Saya juga pengguna setia Traveloka karena layanannya dapat diandalkan sudah itu banyak promonya jadi semakin menyenangkan pakai Traveloka untuk liburan

  10. jadi ingat temanku yang liburan ke Raja Ampat beberapa waktu lalu dan dia kirim foto-fotonya di grup. Melihat foto-foto yang ia bagikan saya cuman bisa berdoa dalam hati semoga suatu saat juga bisa menginjakkan kaki ke tempat indah itu

  11. Raja Ampaaatt..
    Destinasi wisata yang masuk di list nomer 1 banget, Ko..
    Seneng liat travelling penuh makna dan berkesan begini. Rasanya travelling di Indonesia juga keren KEREN banget gini yhaa..
    Jadi kudu siapin budget dan perginya setia menggunakan Traveloka.

  12. KohDed, ya ampuunnn aku terpukauu baca postingan ini.

    Gilak gilaakkk gilaakkk , memang klo kita udah bs menemukan makna traveling tuh. Rasanyaaaa surga banget yak
    Aakkk makasii insight dan kontemplasinyaaaa

  13. Seru juga ya ikutan open trip ke Papua. Apalagi bisa ketemu sama orang lain yang punya hobi sama. Jadi bisa dapet temen baru juga. Ini Traveloka sering ngadain sale gitu ya, koh. Enak nih kalo dapet diskon khusus. Hehe

  14. Aku sih emang yakin ada banyak orang yang punya keinginan buat traveling ke Raja Ampat. Karena kabar-kabarnya di sana tuh indah banget.

    Paling mungkin mewujudkannya ya dengan memanfaatkan aplikasi Traveloka. Ada beragam pilihan akomodasi yang bisa kita gunakan. Bisa pilih harga yang sesuai kantong juga pasti ya.

  15. Pas lihat gapura Wai Refo nya sejuk banget itu pemandangan alamnya. Beraza asrinya. Walau penuh perjuangan dalam perjalanan, tapi yang seperti ini kan gak terulang ya kak, malah jadi traveling yang berkesan

  16. Selama ini membayangkan bisa liburan juga ke Raja Ampat. Indah sekali pemandangannya disana dan siapapun pasti tergoda bisa sampai ke puncak wayag tuh, koh. Sepertinya penting nih untuk mulai siapkan budget agar bisa berlibur juga sampai ke Raja Ampat, yeay.

  17. Setuju Kak Ded, bepergian itu bisa menambah wawasan dan memandang segala sesuatu jadi lebih luas dan fleksibel dan berharap juga bisa membuat kita lebih bijak. Setuju juga bepergian bisa mengubah rasa insecure jadi bersyukur dan bersyukur pula kegiatan bepergian kita di era ini didukung oleh adanya Traveloka yang memudahkan bahkan juga menyediakan voucher yang wow juga. Traveloka beneran bisa jadi sahabat baik sih ini…

  18. tidak ada masalah berat di hidupmu saat ini. Masalah itu hanya diada-adakan oleh pikiran yang dipermainkan rasa kekuatiran
    Setuju dengan quote itu.
    Kalau kata orang Medan “pande-pandean” bikin masalah yang sebenernya ngga ada hehee

    Raja 4 bagiku identik dengan destinasi sultan, jadi seperti berat kesana dengan ongkos sendiri, hehee.
    Tapi kalau ada subsidi dari Traveloka kenapa ngga, ya…

  19. Keren banget. Penjelasan Pak Deddy sangat detail. Mengikuti perjalanan ke Raja Ampat seperti yang diulas Pak Deddy jadi membuat saya segera menabung. Hehehe…. semoga bisa juga segera ke sana, melihat suku-suku asli yang eksotis dan nyebur juga di lautnya.

  20. Raja Ampat masih jadi destinasi wisata sultan buat saya. Tapi kalau ga sampai lima puluh ribu bareng Traveloka wow banget dong…
    Memang Traveloka ini handal. Meski pandemi lewat, Traveloka tetap jaya ya

  21. Meskipun harus sabar nunggu foto-fotonyo nongol, tulisan ini bikin aku tambah pengen ke Raja Ampat. MashaAllah. Memanglah tempat ini jadi impian para traveler yo Ded. Kayaknya lebih seru kalau perjalanannya diadakan seminggu, pelan-pelan mengunjungi setiap tempat wisata, kuliner dan spot-spot unik yang jarang bisa dinikmati di daerah lain.

    • Kirain di saya aja mbak sampai refresh berulangkali karena penasaran fotonya kok nggak segera muncul, iya nih agak lama loading foto-fotonya.

      Walau penuh perjuangan, perjalanan hampir 24 jam dari Palembang ke Sorong, lanjut perjalanan darat yang masih beberapa jam lagi. Berjuang lagi menuju puncak perbukitan di Wayag, terus sampai atas ngapain? Hehe… merekam dalam ingatan dan mengabadikan dengan lensa kamera ya.

      Saya 2019 pernah tugas ke Sorong, ada yang nawari mampir Raja Ampat, tapi begitu tahu biayanya langsung mundur. Semoga suatu saat bisa ke sana, tentu dengan persiapan yang lebih matang bersama traveloka

  22. jadi kalo mau ke Raja Ampat, cukup bekal uang aja ya?

    karena di sana dan selama perjalanan, semua ada

    sering banget kan tuh traveler newbie bawa mie instant banyak2 karena takut kelaparan

    dan takut gak nemu makanan halal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru