Dunia (Masih) Butuh Sawit

Saya bertekad menjadi konsumen cerdas dengan mengurangi penggunaan minyak sawit. Lalu, saya melewati begitu saja jejeran minyak goreng di supermarket kesayangan. Namun, saat antri di kasir, saya justru tertegun melihat keranjang belanja saya hari ini. Setumpuk mi instan, sebungkus roti gandum, margarin, selai coklat merk favorit makanan kekinian, selai kacang, beberapa bungkus biskuit berbagai merk, coklat batangan, beberapa kantong keripik kentang dan es krim.

fungsi sawit - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Coba renungkan produk dari kelapa sawit mana yang sering kita gunakan?
pemanfaatan sawit sehari hari 300x300 - Dunia (Masih) Butuh Sawit
24 jam sawit
minyak sawit komposisi - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Minyak goreng berbahan minyak sawit

Selain itu ada deterjen, pelembut dan pewangi pakaian, sabun mandi, sabun cuci piring, sebotol body lotion, shampo sekaligus conditioner, body scrub, pelembab, pasta gigi dan sekotak vitamin E untuk perawatan kulit saya. Semua produk ini mengandung minyak kelapa sawit atau setidaknya turunan minyak kelapa sawit. Itu hanya yang ada di troli belanja saya hari itu, sebenarnya masih banyak produk yang kita pergunakan mengandung sawit, bahkan laptop atau smartphone yang saya pergunakan untuk menulis cerita ini pun saat produksi pemasangan spare part-nya dibantu oleh produk sawit.

dominasi minyak sawit indonesia - Dunia (Masih) Butuh Sawit

Saya seolah lupa bahwa saya hidup di negeri subur produsen sekaligus eksportir minyak sawit yang terbesar di dunia. Saat ini, produksi minyak sawit dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini secara total menghasilkan sekitar 85-90% dari total produksi minyak sawit dunia.

indonesia penghasil sawit - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Indonesia termasuk negara penghasil sawit terbesar.

Sawit yang menjadi tanaman komersial di Indonesia sejak tahun 1910 ini merupakan komoditas ekspor ke penjuru dunia, bukan hanya di Benua Asia seperti India, Pakistan, Bangladesh dan Tiongkok tetapi juga ke benua Afrika, Eropa bahkan Amerika.

Dari data Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) di tahun 2018 Indonesia telah mengekspor 32,02 juta ton minyak kelapa sawit mentah dengan sumbangan devisa negara sebesar USD 22,9 miliar dan menyerap tenaga kerja sedikitnya 6 juta orang. Dengan demikian, industri sawit menyerap tenaga kerja yang tinggi dengan sumbangan devisa yang tinggi sangat berperan untuk menjaga neraca perdagangan negara agar tidak defisit. Benarkan?

potensi sawit di masa depan - Dunia (Masih) Butuh Sawit

produktivitas sawit - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Produktivitas sawit dan minyak nabati lain.

Di dunia dikenal 4 macam minyak nabati yang mendominasi pasar dunia. Selain sawit, dikenal minyak kedelai (soybean), minyak biji bunga matahari (sunflower) dan minyak kanola (rapeseed).

Produktivitas sawit mencapai 8-10 kali lipat dari minyak nabati lain ditambah siklus tumbuh sawit yang dapat menghasilkan minyak produktif selama 25-30 tahun menjadikan pasokan minyak nabati lain yang bersifat crop based menyebabkan harganya menjadi jauh lebih murah. Maka, tidak mengherankan sejak tahun 2006 ketika Indonesia mampu memproduksi minyak sawit secara masif, minyak sawit merajai pasar dunia menggeser dominasi minyak kedelai dari Amerika sejak tahun 60-an dalam industri makanan, kosmetik, dan farmasi.

minyak sawit 1 - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Membeli kebutuhan sehari-hari di supermarket

Sawit pun menyimpan potensi solusi sumber energi terbarukan. Saat ini, melalui BPDP kelapa sawit dengan kementerian serta lembaga negara terkait memanfaatkan pungutan pajak ekspor sawit untuk subsidi pengembangan biodiesel di Indonesia.

Di masa mendatang, tidak mustahil pengembangan minyak sawit bukan sebatas pengembangan produk bahan bakar diesel, tetapi juga dapat mensubstitusi bahan bakar fosil lain sebagai avtur dan premium, juga pengembangan pelumas dan plastik berbahan nabati. Potensi luar biasa ini dijegal oleh isu merusak kesehatan, lingkungan bahkan pelanggaran HAM yang merusak pemasaran sawit di dunia.

sawit berkelanjutan - Dunia (Masih) Butuh Sawit

Keberlanjutan sawit di Indonesia membutuhkan dukungan multipihak, bukan hanya bertumpu pada pengusaha dan pemerintah tetapi juga dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia dalam memperkuat pengembangan sawit, termasuk kita.

dukung sawit berkelanjutan 768x769 - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Dukung sawit berkelanjutan #SawitBaik

Pemerintah telah mewajibkan sertifikasi sawit berkelanjutan melalui ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), bahkan pengusaha secara sukarela pula mensertifikasikan melalui RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) demi diterima pasar dunia.

prinsip ispo 1 - Dunia (Masih) Butuh Sawit
Prinsip dan kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)

Percaya dan dukung ISPO berdasarkan prinsip-prinsipnya mengawal tata kelola sawit berkelanjutan. Agar kita tetap dapat menggunakan produk serta semakin kuat posisi tawar untuk merajai pasar minyak nabati dunia. Menjadikan Indonesia hebat di perdagangan internasional.

Jangan biarkan potensi kehebatan Indonesia tertutupi isu akibat persaingan pasar minyak nabati dunia. Jika bukan kita yang percaya pada kekuatan dan kehebatan negeri sendiri, siapa lagi?

Advertisements
BACA JUGA :  Happy Life Before 40's : To Live A Legacy
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

6 thoughts on “Dunia (Masih) Butuh Sawit

  1. Bener banget koh, ISPO harus diwajibkan, karena kalo ga dapet sertifikasi itu ya bisa jadi ga ramah lingkungan kan…. But, mostly produk-produk sehari-hari gabisa lepas dari sawit ya, koh…..

  2. setujuuu. krn jujur aja, aku sendirj blm bisa beralih ke produk2 non sawit. selain lbh mahaaaal, jg blm banyak. kalo incomeku ga berseri, okelah yaaaa, tp krn masih terbatas, so, produk sawit ttp pilihan pertama 😀

  3. Saya setuju perusahaan2 sawit didorong untuk melaksanakan ISPO demi budidaya sawit Yang Berkelanjutan dan Ramah lingkungan, sehingga hasil produksi juga memberikan kebaikan kepada alam

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.