Advertisements

Petak Sembilan, Glodok telah menjadi maskot wisata pecinaan. Kawasan yang dihuni oleh orang lokal asli kini sudah berbaur dengan para pendatang. Namun, Glodok masih menyimpan rona tersembunyi bagi kita penikmat kuliner seperti Laksa Lao Hoe Glodok.

Saya, Lis dan Mbak Ayu terjebak satu jam lebih ketika masuk ke kawasan Pancoran Tea House. Bangunan tua yang berada persis di depan pintu masuk kawasan Glodok ini cukup memanjakan mata teruntuk penggemar wisata sejarah. Di dalamnya bukan hanya terdapat pasar tradisional tetapi juga ada beberapa klenteng umat Tri Dharma.

laksa lao hoe 08 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Gang-gang sempit di Petak Sembilan, Glodok

Sebagai bukan orang lokal Jakarta, saya tentunya bingung mencari penjual laksa, selain di mall. Terlintas nama Lis untuk bertanya dimana tempat penjual laksa di Jakarta. Dia merekomendasikan mengajak kami masuk ke Glodok, pecinaan yang menyimpan segudang cerita dan sejarah.

Menemukan Laksa Glodok

laksa lao hoe 02 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Halaman depan kedai Laksa Lao Hoe

Glodok mulai ramai dengan ornamen imlek. Semua menjual barang yang sama untuk menyambut imlek. Mulai dari baju chongsam, bunga mei hua warna pink dan juga kue-kue kering.

Saya berjalan paling belakang mengikuti Lis dan Mbak Ayu di depan. Sesekali kami juga harus berbagi ruang dengan pengendara lainnya yang menyerobot area pedestrian atau orang lokal lainnya yang sedang berbelanja.

Lis berbelok ke arah kiri, persis seberang gedung bangunan tinggi sebelah Gang Gloria. Sepanjang lorong terlihat banyak penjual tumpah ruah. Saya seperti berjalan dengan orang terkenal, pembawaan Lis yang ramah selalu menyapa orang-orang yang ia jumpai. Inilah yang saya suka ketika berjalan bersama orang lokal, sebab mereka yang paling memahami situasi. Sama seperti saya ketika ada teman berkunjung ke Palembang.

Langkah kaki Lis berhenti di sebuah warung mungil. Dari luar seperti tidak ada lagi bangku kosong untuk kami. Namun, bukan Lis kalau dia tidak bisa melobi pemilik warung. Kami diberikan meja di bagian dalam bersama para orang tua lainnya. Terlihat nama Lao Hoe dipasang dalam pintu masuk warung.

Mencicipi Laksa Bogor dan Mie Belitung

laksa lao hoe 05 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Kebanyakan para orang tua yang menjadi tamu.

Hanya ada dua menu yang dijual oleh warung Lao Hoe, yaitu Mie Belitung dan Laksa Bogor. Dua menu favorit yang selalu dicari oleh penikmat kuliner. Kami pun segera memesan dua menu tersebut untuk membuktikannya sendiri.

Laksa bisa kita jumpai dari Semenajung Melaya. Misalnya di Singapura maupun Malaysia. Laksa merupakan makanan yang berasal dari akulturasi dengan kearifan kuliner lokal antara kuliner peranakan Tionghoa dan Nusantara. Sehingga ada kemungkinan setiap daerah memiliki resep laksa sendiri. Seperti di Palembang, memiliki laksa dengan bentuk mie dan kuah santan yang kaya. Kuliner ini biasanya menjadi menu sarapan pagi. Namun, ketika mendengar nama Laksa Bogor, justru saya jadi ikut penasaran untuk mencoba. Ternyata kuliner Bogor bukan hanya Toge Goreng atau Asinan Bogor saja.

laksa lao hoe 10 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Anak, menantu dan cucu dari Ci Linda

Proses pembuatan Laksa Bogor dan Mie Belitung tidak lama. Si penjual sudah menyiapakan bahan-bahan dalam piring. Saat ada pembeli, mie tinggal dicelor agar saat dimakan tetap terasa hangat dan enak.

Tungku api menggunakan gas. Tidak salah Lis merekomendasikan kami untuk datang mencoba.

laksa lao hoe 07 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Kuah laksa dan mie belitung yang sudah diracik
laksa lao hoe 04 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Mie Belitung

Laksa disajikan dengan bihun putih, toge, telor, daun kemangi dan daun bawang. Semua bahan bercampur dengan kuah laksa berwarna kuning dan beraroma wangi. Rahasia laksa Lao Hoe karena kuah laksa tidak terlalu encer dan memiliki rasa yang segar. Untuk menambah kenikmatan laksa, kita juga bisa menambahkan perasan jeruk nipis dan sambal.

laksa lao hoe 03 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Laksa Bogor
laksa lao hoe 09 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Gorengan cempedak, pisang, sukun, tape dan lainnya.

Saya pun tergoda untuk memesan Mie Belitung karena memang belum pernah mencoba. Berbeda dengan laksa, mie belitung disajikan dengan mie kuning, irisan tahu dan kentang, serta ditambahkan dengan toge. Untuk menambah kesan kriuk juga diberikan kerupuk udang. Sama seperti kuah laksa, untuk kuah mie Belitung juga tidak terlalu kental namun rasa kuah manis.

Bagi kita yang memesan dua menu ini sekaligus tentunya akan sulit memutuskan mana yang enak. Padahal dua makanan ini berbeda bentuk. Saya suka kuah laksa yang gurih dan segar, tapi juga suka mie Belitung.

Eksistensi Orangtua Masa Kini

Sambil menutup makan siang kami, saya memesan gorengan cempedak yang dijual oleh kedai Laksa Lao Hoe Glodok. Gorengan sudah menjadi ciri khas Indonesia.

Kami berjumpa dengan salah satu anak dari pemilik kedai Lao Hoe. Dari anaknya bercerita, sejarah kedai ini telah berjualan sejak tahun 1980-an. Interior dalam kedai membuat pengunjung ikut merasakan semangat orangtua dikala hari tua. Adalah Ci Linda, pemilik dari kedai Lao Hoe. Dia bersama suaminya masih giat untuk menyajikan laksa dan mie belitung.

laksa lao hoe 06 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Interior ruang dalam bernuansa klasik

Berada di pemukiman orang Tionghoa, bangunan kedai masih terawat membawa suasana peranakan. Lantainya menggunakan ubin klasik yang membawa kenangan tempo dulu kepada rumah dan warung khas peranakan. Gambar-gambar dan meja kayu menambah kesan klasik.

Anak ci Linda bercerita kalau dulunya berjualan laksa lao hoe Glodok di gerobak. Dia berbagi rahasia mengenai resep kuah laksa yang enak, ternyata tidak ada rahasia khusus dari cara membuat laksa ini. Kuncinya adalah menggunakan bahan-bahan segar dan racikan yang tepat. Beberapa campuran bumbu yang digunakan mulai dari kunyit, bawang merah, kemiri, sereh, lengkuas dan daun salam. Setiap pagi sebelum berjualan, kuah laksa sudah dipersiapkan sehingga pada saat tamu ingin membeli tinggal dipanaskan kembali.

laksa lao hoe 01 - Nikmatnya Laksa Lao Hoe Petak Sembilan Glodok
Berfoto bersama pemilik kedai Laksa Lao Hoe

Selamat Mencoba

Warung “Lao Hoe” ini makin dikenal ketika Pak Bondan datang berkunjung dan memberikan stempel Maknyuss. Lao Hoe memiliki makna “lanjut usia”, warung ini seperti nyawa bagi pasangan orangtua ini agar para penikmat kuliner dapat menuntaskan rasa rindu pada Laksa dan Mie Belitung.

Selamat berburu hidden gem kuliner di Petak Sembilan, Glodok ya. Tak ada salahnya masuk ke gang-gang sempit dan padat demi sebuah kelezatan dan kepuasan. Seperti itulah yang kami rasakan siang itu. Terakhir, kedai “Lao Hoe” ini menjual makanan halal.

Laksa Lao Hoe
Jalan Pancoran Nomor 5, RT.10/RW.2, Glodok, Jakarta
Jam buka: 07.00-17.00 kecuali hari Kamis

***

Follow @deddyhuang for latest update:

INSTAGRAM | TWITTER | FACEBOOK | YOUTUBE

Do not forget to subscribe/follow my blog to get updates on your email about new post.

Advertisements

10 comments

  1. haiii.. thankyou buat reviewnya.. review nya bagus bangeeet. btw ini yg dimakan awan sama kale di nkcthi gaksiii? hahahahah anyway, masih inget gak koh ancer2 lbh detilnya ke tempat makan ini? pengen kesanaa tapi takut nyasaar hihi thankyouu

  2. Fotonya sedap betul. Terakhir makan laksa di Batam, buat sarapan. Cari2 di jogja nggak ada yg jual. Entah besok pas PBT (Pekan Budaya Tionghoa) di Ketandan. Coba aku carinya disana.

  3. aku tau sih di glodok sana bnyk tempat makan enak. tp memang jrg banget aku eksplor secara banyak yg ga halal juga :(. tp yg ini ga ada babi nya ya mas? susahnya masuk2 ke dlm sih yaa, bagi yg ga tau lokasi pasti puyeng. bagian dlm glodok itu kayak labirin buatku :D.

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: