Sebuah Pelajaran

Seorang perempuan baru pulang pukul 11 malam dalam kondisi jengkel dan merasa terhina. Wah ada apa nih? Ternyata perempuan itu baru pulang dari tempat cenayang atau istilah bodohnya dukun! Hari gini masih main dukun?!


Lantas kenapa si perempuan ini merasa jengkel? karena sehari sebelumnya antara perempuan dan dukun sudah ada janji untuk ketemu buat “konsultasi”. Namun si dukun ingkar janji dengan alasan ada kerjaan lain yang punya duit gede. Jadi, si perempuan ini jengkel menunggu selama kurang lebih 4 jam tanpa ada hasil. Terus… terus.. kok dia merasa terhina? Ya jelas dong si dukun lebih pilih “korban” lain yang bisa kasih tuh dukun rumah, mobil, motor, dll daripada si perempuan yang cuma kasih 20 ribu doang. Gitu doang? Iya nggak gitu doang, tapi harusnya si dukun ini harus punya etiket dong kalau dia tidak mau menerima pasien ya jangan buat janji. Kan kasihan sama si perempuan?

Apa yang dapat kita petik dari kisah ini? (btw, menurut kalian ini nyata atau fiksi? hehe)

Bahwa, profesi perdukunan semakin hari semakin menjamur. Lihat saja bukti konkrit iklan mereka di media cetak. Di situ terpampang jelas apa saja yang bisa mereka lakukan, mulai dari susuk, pelet, pelancar usaha, pelipatganda uang, santet. Wah pokoknya asal kalian ada uang/duit maka mereka bisa kerjain.

Waktu itu pernah ada “roadshow” para dukun di mall. Setiap saya jalan selalu ditawarin brosur ini-itu, iseng-iseng saya ambil satu dan lihat profil dari si dukun. Wah ternyata setelah saya lihat langsung si dukun… BEDA BANGET! Di brosur tertulis kalau dia bisa lipatgandakan uang atau memprediksikan taruhan bola, tapi penampilan si dukun pas-pas banget! (atau mungkin luarnya saja si dukun kayak orang biasa tapi dalamnya.. LUAR BIASA.. hahaha…) Dalam hati, dasar tolol orang yang percaya gituan. Logikanya kalau si dukun bisa lipatgandakan uang buat apa dia mau kasih tahu orang lain? Betul kan? Lebih baik tuh dukun makan aja sendiri.

Kemudian, profesi perdukunan ini makin lama makin melihat status sosial. Lu miskin atau lu yang kasih sogokan kecil jangan harap bisa ketemu dukun yang udah ngetop. Karena apa? Ya karena dukun ngetop lebih suka orang yang kaya dan bisa kasih dia penghasilan dari praktik dia. Ya kan? ya kan?

Saya hanya berdoa dan berharap agar Tuhan mengampuni dosa dia dan mengarahkannya ke jalan yang lurus. Karena si perempuan ini sifatnya keras dan besok dia masih cari tuh dukun. Dasar sableng!!!

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1714

Satu tanggapan pada “Sebuah Pelajaran

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: